
Martin sedang berada di ruangan kantornya, pikirannya tidak fokus karna terlalu merindukan Mikha, walaupun sudah mencarinya dengan kekuatannya di bantu sepupunya Mike namun jejak Mikha seolah hilang di telan bumi. sudah 2 minggu kekasihnya pergi tanpa pemberitahuan, sesungguhnya apa yang terjadi pada Mikha..Martin tidak tau,yang ia tau ia seprti zombie sekarang, hidupnya sebagian berada di jalan. tak perduli waktu,Martin tak pernah putus asa mencari.
Ketukan pintu membuyarkan lamunannya, ia menekan tombol can pintu terbuka, tampak sepupunya Mike melangkah masuk, segera berdiri Martin mendekati Mike, memeluk sebentar lalu keduanya duduk di sofa tamu di ruangan itu. Mike memandang Martin yang tampak pucat karna kurang tidur, ia begitu iba pada Martin, dan sedikit gemas..wanita paling tersinggung kalau di bohongi dan setidaknya Mike pernah merasakan amarah Keyla dulu.,.
Itu sebabnya ia terus meminta Martin segera jujur pada Mikha agar tidak berlarut-larut, namun sepupunya amat yakin jika Mikha tak akan marah.
"Bagaimana...sudah ada perkembangan baru.."?tanya Mike menatap sepupunya.
"Mike kau bisa melihat wajahku kan....aku hampir gila sekarang,aku sungguh menyesal tidak mendengar nasehatmu dulu." Martin mengusap wajahnya dengan kasar.
Wanita itu sangat unik dan akan sangat marah jika kita menyembunyikan sesuatu dari mereka, kau hsrus ingat itu mulai dari sekarang." ucap Mike yang langsung di amini Martin.
"Aku telah belajar banyak Mike, aku tak akan melakukan kesalahan yang sama lagi."
"Bagus....tentang tuan Damian, akan sedikit sulit untuk mengetahui semua informasi tentangnya Martin. yang aku dengar dia seorang Mafia di luar negri yang paling punya pengaruh dan disegani. dan tentang keberadaanya di indonesia juga masih dalam penyelidikan orang-orangku."
"Mungkinkah hilangnya Mikha ada hubungannya dengan Tuan Damian."? ucap Martin tak mampu menahan kecewanya.
Mike menggeleng tidak membantah tidak juga meng-iyakan, lagipula saat itu Mikha sedang bertengkar dengan Martin dan bisa saja Mikha sedang bersemnunyi di satu tempat sekarang.....
"Aku tidak tau Martin, tapi aku masih mencari tau....namun bisa saja dia memang sengaja menepi karna masih kesal padamu." tuduh Mike.
"Aku akan melakukan apa saja untuk maaf darinya Mike aku bersumpah." ucap Martin tegas...
Mike mengangguk...
"Semoga kau beruntung Martin." ucap Mike dengan harapan yang besar, karna jika menyangkut Damian Russ, ia sungguh kehilangan kata....
💗💗
Mikha menuruni tangga sudah hampir seminggu ia berada di rumah tuan Damian karna dokter harus memeriksa luka di perutnya dan memastikan bekas jahitannya mengering, selama tinggal disini ia tidur bersama Dion karna pria kecil itu sam sekali tidak melepasnya. dan sebagai ucapan terimakasih Mikha menjadi pengasung sekaligus teman untuk Dion karana memang ia mencintai Dion,
Dari jauh tampak Dion sedang duduk dan menikmati sarapannya,
ia melihat ke arah Mikha dan tersenyum...
"Tante cantik sekali..." ucap Dion dengan mata berbinar..
Damian yang sedang duduk bersama di meja makan hanya meneruskan makannya dalam diam...
"Selamat pagi Damian." ucap Mikha menunduk hormat.
Mengapa memanggil Damian hanya nama saja, yah..Damian sendiri yang memintanya untuk memanggilnya dengan nama Damian saja, tanpa ada embel-embel kata tuan,dan Mikha hanya menurut tanpa membantah..
__ADS_1
"Hmm...makanlah." ucap Damian tanpa melihat ke arah Mikha.
"Baiklah."
Mikha lalu duduk di sebelah Dion dan lalu mulai makan dengan teratur sambil memperhatikan Dion di sebelahnya, Dion yang manja meminta Mikha menyuapinya...
"Hari ini kau sekolah yah..."?
"Iya Tante.....apakah tante mau mengantarku? aku akan mengenalkannya pada tante..."
Damian dan Mikha secara reflex saling menatap begitu dalam....
"Boleh..lagipula tante tidak melakukan apa-apa, bosan juga kalau dirumah." ucap Mikha dengan senyuman tulus, sambil terus menyuapi Dion.....
Damian hanya diam dan mengamati kebersamaan Dion dan Mikha,dengan pandangan yang sulit di artikan, pria itu lalu bangkit dari kursinya..
"Aku sudah selesai sekarang, dan Mikha jika kau mengantar Dion jangan terlalu menurutinya untuk masuk ke kelasnya atau kau akan kesulitan." ucap Damian memberi peringatan. lalu iapun melangkah meninggalkan ruangan itu tanpa sepatah katapun.
Mikha hanya menatap sampai pria itu hilang di balik tembok yang membatasi ruang makan dan kamar....ia tersenyum...
"Apanya yang kesulitan, itu kan cuma anak tk saja, Mikha bisa mengatasinya."
"Jangan dengarkan Ayah...dia terlalu melebihkan ceritanya."ucap Dion mengedipkan matanya merayu...
"Tante jangan pulang dulu...."seru saah seornag teman Dion
"Mengapa tante cantik sekali......" puji teman Dion yang lain...
"Dion...aku mau kau mengatakan pada tantemu untuk tinggal lebih lama...aku menyukainya......"
Mikha memejamkan matanya...yang benar saja sudah hampir 2 jam sejak dia mengantar Dion dan teman-teman Dion mengerubuninya seperti gula dan semut..
Mikha sama sekali tidak bisa melepaskan diri, dan ia harus menelfon Damian untuk menolongnya kalau tidak mereka akan memakannya disini...
"Tante...suapi aku.." pinta seorang teman perempuan Dion mendekat padanya dengan tatapan polos mengiba..
Hati Mikha menjadi hangat..
"Siapa namamu."?
"Cinta..." ucapnya dengan senyuman manis....
"Baiklah cinta, ayo duduk tante akan menyuapimu." ucap Mikha menempuk sebuah bangku di sampingnya dan meminta Cinta duduk. lalu Mikha menyuapinya...
__ADS_1
Tak berselang lama datang Dion yang tidak terima ketika Cinta seperti merebut perhatian Mikha darinya...
"Cinta....mengapa kau meminta tante untuk menyuapimu." ucap Dion bersedekap menujukan kekesalannya.....
"Biarin...aku suka tante Mikha..." ucap Cinta menunjukan wajh culasnya...
"Enak saja...ini tanteku..."
"Tanteku juga....."seru Cinta tak mau kalah..
"Pergilah kau...." Dion mendorong tubuh Cinta dan Cintapun menangis keras.....
"Aaaaccwwww.....sakitttttt." jerit Cinta semakin histeris..
"Sayang...Cinta, maafkan Dion yah...sini tante gendong saja...dan Dion tidak boleh menyakiti Cinta, karna sebagai laki-laki Dion harua melindungi Cinta...janji jangan nakal yah Dion sayang.?
Dion menganggukan kepalanya mendekati Mikha dan menjatuhkan kepalanya di bahu Mikha dan Mikha hanya tersenyum lega.....
Cinta mengirim tatapan tajam pada Dion dan Mikha hanya merasa lucu dengan tingkah mereka ia mencoba membujuk Cinta dan memberi pengertian pada Dion dan akhirnya...Mikha menyuapi mereka bergantian setelah mereka berbaikan..
Damian yang baru saja datang lagi-lagi di hadapkan dengan pemandangan yang menghangatkan.....mendekati mereka ia tersenyum...
"Akhirnya kau berhasil juga Mikha." seru Damian di belakangnya..
Mikha berbalik dan untuk pertama kalinya sejak pertemuan mereka, ia bisa melihat Damian tersenyum...Mikha hanya menghela nafas....dia tampan kalau tersenyum....
"Mengapa kau seakan menertawakanku." Mikha mengerucutkan bibirnya...
Tanda bel masuk mengejutkan Dion dan Cinta....
"Ayo..sekarang waktunya kalian berdua masuk."
"Baik tante."
Keduanya masuk ke dalam kelas, dan sementara itu zDamian menatap tajam ke arah Mikha.....
"Ayo...aku ingin bicara padamu Mikha."
Mikha menoleh.....
"Baiklah....ayo...." balasnya menganggukan kepalanya....
__ADS_1
Mampir juga Yah.......❤❤