
"Aku ingin bicara padamu Fela." ucap Wili dengan tatapan dingin.
Wanita di hadapannya tersenyum dengan bahagia, memakai jubah tidurnya ia terlihat masih mengantuk , Fela mempersilahkan Wili masuk.
"Kau tau bahwa kau akan selalu diterima disini Wili."ucap Fela menaikan sudut bibirnya.
Wili mengangguk dan masuk kedalam, di ikuti Fela berjalan dibelakangnya. Wili menjatuhkan tubuhnya di sofa ruang tamu apartement mewah ini. sambil menyibakkan jassnya.
"Apa kau merindukanku Wili." ucap Fela membuka pembicaraan.
"Aku hanya perlu bantuanmu, dan jangan berharap lebih." Wili tersenyum dingin.
"Mengapa kau masih saja dingin dan tidak tersentuh sama sekali, kau berbeda dengan adikkmu dia sangat bersemangad denganku."
"Dia berbeda denganku kau tau itu Fela."
"Baiklah..katakan saja, kau perlu bantuan apa dariku dan aku pasti akan membantumu."
Wili hanya tersenyum misterius sambil mengeluarkan sebuah cek kosong. dan meletakan di atas meja dihadapan Fela. wanita itu tersenyum lebar.
"Kau boleh mengisi berapapun yang kau mau."
"Pasti bukan tugas yang biasa, harga yang mahal untuk sebuah resiko yang besar." ucap Fela penuh arti.
"Itulah sebabnya aku suka berbisnis denganmu, kau cantik dan begitu pintar dan yang lebih penting, kau selalu menyelesaikan pekerjaanmu dengan sangat rapi, aku sangat mengandalkanmu Fela."
"Aku tersanjung mendapatkan pujian dari seorang tuan muda Wiliam Pearl....katakan apa yang bisa kulakukan untukkmu."
"Aku ingin kau menggoda adikku Dani." ucap Wili dengan tajam.
"Menggoda Dani." Fela terkejut dan melebarkan matanya dengan ekspresi tak percaya.
"Jangan tanya mengapa, karna itu adalah urusan pribadiku." Wili mengingatkan.
"Baiklah, aku tak akan bertanya lagi."
"Jadi kapan aku mulai mendekatinya, kalau begitu ijinkan aku masuk ke perusahaanmu sebagai seorang pegawai."
"Tentu kau boleh ke kantor mulai besok."
Fela tersenyum dengan puas, Wiliam dan Daniel adalah dua kutub yang berbeda dan saling bertolak belakang, jika Dani adalah Pria yang ramah dan mudah bergaul, kekasihnya bertebaran dimana-mana. dia pria yang bebas. lain halnya dengan Wili yang sangat pendiam dan tak punya banyak teman, Felasia adalah teman mereka berdua yang tumbuh bersama karna orangtua mereka bertetangga. sebenarnya Wili punya seorang adik perempuan namun meninggal di usia 17 tahun karna bunuh diri. saat itu Wiliam sangat terpukul dan menutup dirinya, sedangkan Dani tidak terpengaruh sedikitpun ia kembali melanjutkan hidupnya.
Felasia adalah salah satu dari kekasih Dani di tempat tidur, mereka sering menghabiskan waktu bersama dan bercinta setiap kali bertemu, Fela punya tubuh yang indah impian para wanita, dan semua pria yang memandangnya pasti akan jatuh cinta kepadanya. namun begitu pesona Fela tak bisa menggoyahkan Wili. pria itu begitu dingin seperti es di kutub utara. dan Fela juga enggan mendekati Wili selain sudah menganggap Wili kakaknya, Fela lebih menyukai Dani.
"Aku harus pergi Fela." ucap Wili bangkit dari tampat duduknya.
"Baiklah, aku akan mengantarmu."
"Tidak usah Fela." Wili melangkah melewati Fela dan wanita itu tersenyum.
"Terimakasih Wili, kau pria yang baik."
__ADS_1
Wili menghentikan langkah walau ia tidak menoleh ke arah Fela.
"Percayalah aku tidak sebaik apa yang kau pikir...Fela, aku berharap kau bisa menikah dengan Dani, kau tau mengapa."
"Mengapa." Fela bertanya.
"Aku menyayangimu seperti Grace, dan kuharap kau bisa hidup dengan baik."
"Grace." desah Fela dengan mata berkaca-kaca.
Wili meninggalkan apartementnya dan membuat Fela tertegun, ia adalah teman sebaya Grace mereka bahkan bersekolah ditempat yang sama. airmata Fela menetes...Wili sangat mencintai adikknya dan terluka karna kepergian Grace.
********************************
Hari masih sangat pagi dan Angell sudah berada di sekitar gedung perusahaan. bahkan Wili harus berteriak kepadanya melalui telp setiap pagi. Angell melangkah dengan percaya diri menuju gedung. namun ia terkejut ketika seseorang mengikutinya.
"Angell." panggil Dani dengan senyuman cerah.
Angel menghentikan langkahnya dan melirik ke arah Dani yang tampan hari ini.
"Selamat pagi Dani." sapa Angell pelan, entah mengapa ia sangat menyukai Dani.
"Selamat pagi Angell, kau sangat cantik pagi hari ini."
"Masih terlalu pagi untuk menggobaliku." Angel menaikan alis sambil berjalan.
"Aku jujur kok, aku tidak sedang gombal, Dani berjalan disamping Angel dengan perasaan senang, pagi ini kau sibuk."
"Kekasih." ucap Dani mengerutkan dahinya, sejak kapan kak Wili punya kekasih, batin Dani.
"Mengapa kau tampak heran, kau tidak tau jika Wili akan segera menikah jika gaun ini selesai dibuat."?
"Aku tau..aku hanya lupa." Dani mengusap rambutnya seraya menekan tombol lift dan mempersilahkan Angell lebih dahulu masuk.
"Jadi kau bekerja di ruangan yang menyatu dengan ruangan kakakku."
"Yah..agar dia bisa mengawasiku." ucap Angell menggeleng pasrah.
"Mengapa kau mau bekerja dibawah tekanannya, maksudku kau punya hak untuk menolak bukan."?
"Itu rahasiaku Dani."
"Astaga kakakku bilang kau adalah rahasianya dan sekarang kau juga bilang rahasia kepadaku."
"Kami memiliki sedikit rahasia kecil."
Angel hanya tersenyum...
Pintu lift terbuka, Angel menatap pada Dani yang masih mengikutinya.
"Mengapa masih mengikutiku."
__ADS_1
"Karna aku tidak punya pekerjaan dan aku juga akan menemui kakak, sekaligus mengantarmu"
"Baiklah."
Pintu ruangan di ketuk pelan dan sesaat kemudian terbuka dengan sendirinya. Angel masuk bersama Dani yang membuat wajah Wili berubah.
"Mengapa mereka jalan bersama, apakah Dani menyukai Angel..."
"Selamat pagi Wili." ucap Angell menundukan kepalanya.
"Selamat pagi kakak." Dani menyambung kata-kata Wili sambil melirik Angel disampingnya.
Wili merasa gerah....sedikit menganggukan kepala dengan malas.
"Angel, masuklah dan mulai bekerja..aku tidak ingin kau menyia-nyiakan waktu."
"Baiklah."
Wili memandang ke arah Dani dan berdehem.
"Dani, akan ada penerimaan pegawai dibidang marketing, aku ingin kau membimbingnya karna dia maih baru di bidang ini." ucap Wili dengan penuh penekanan.
"Baiklah kak....Dani menatap ke arah Angel, apakah kita bisa makan siang bersama." tatap Dani penuh harap.
Angel menatap wajah Wili yang penuh peringatan kepadanya. sambil menaikan alisnya, bahwa ia harus menolak mengingat hukumannya masih berlaku.
"Aku minta maaf Dani, tapi aku sudah punya janji." ucap Angel meminta maaf.
"Baiklah...mungkin besok."
"Tidak bisa juga Dani aku tidak pernah bisa makan siang denganmu." Angel mengingatkan dengan rasa bersalah.
"Wah...kau sibuk juga ya."
"Begitulah."
Dani berpikir sebentar dan tersenyum....
"Bagaimana kalau makan malam."
"Apa."? jerit Angel dan langsung memandang Wili yang sudah menggertakan giginya.
"Aku..akan...melihat jadwalku Dani." janji Angel.
"Aku akan menunggu dan jangan membohongiku Angel sayang." Dani tersenyum lalu meninggalkan ruangan dengan rasa senang luar biasa.
"Jangan pernah makan malam dengannya Angel." ucap Wili dengan tegas.
"Mengapa...apa kau sedang mengekangku saat ini." ucap Angell tidak terima...
Wili bangkit dari tempat duduknya mendekati Angel...
__ADS_1