Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku
Salah tingkah


__ADS_3

Angel menatap malas ketika dua orang wanita tadi sedang mengukur tubuhnya, mereka tampak serius salah seorang dari mereka berdua tampak sedang mencatat.


Mata Angel menyusuri setiap sudut ruangan, semua peralatan di ruangan ini sudah seperti butikknya, segalanya sudah disiapkan Wili dengan matang. seolah pria ini sudah merencanakan ini sebelumnya. mungkinkah.? Angell menatap dengan dengan senyuman tipis, ruangan ini di dominasi warna pink yaitu warna kesukaannya. darimana pria itu tau kesukaannya, tidak mungkin bukan kalau Wili sengaja mensetting ruang sesuai warna kesukaanya. mereka tidak saling mengenal sebelumnya.


"Pinggang nona ramping sekali." puji wanita itu dengan tatapan kagum.


Angel hanya menaikan sudut bibirnya....hampir sepanjang usianya, selalu di isi dengan pujian dan sanjungan, jadi itu bukan hal yang baru untukknya.


Pintu ruangan itu terbuka tampak Wili disana berdiri dan menatap kegiatan mereka mengukur Angel. pria itu tampak sangat tampan, di wajah dewasanya. ia memandang Angel dengan senyuman tipis.


"Apakah sudah selesai mengukur nona Angel."? tanya Wili sembari mendekati mereka berdiri berhadapan dengan Angell yang pura-pura menatap ke arah lain.


"Kami sudah selesai tuan Wili, apakah kita akan mengerjakan gaun itu sekarang." ucap salah seorang wanita itu menundukan kepala.


"Aku ingin mulai besok saja kalian datang kesini dan mulai membantu nona Angel."


Kedua wanita itu hanya mengangguk dengan patuh.


"Kalau begitu, kami permisi dulu."


Wili dan Angell mengangguk dengan serentak. kini tinggalah mereka berdua di dalam ruangan ini.


Wili bergerak membuka jassnya, sehingga Angell menatap dengan gelisah, mau apa pria ini kepadanya, apakah dia mau berbuat hal yang nekat, seperti.....


Mata Angel semakin panik ketika menangkap sebuah ranjang yang terletak disudut ruangan. tubuhnya membeku. apakah Wili akan memaksanya untuk hal itu, bagaimana kalau dia teriak, apakah akan di dengar.? atau telp saja mama atau papa apakah sempat, Angel tenggelam dengan pikirannya yang sedang berperang dikepalanya hingga tak sadar jika Wili sedang memperhatikanya dengan sangat geli menyadari apa yang ada dipikiran Angel.


"Apa kita akan memulainya sekarang."


Angel tertawa dengan sangat kesal....


"Memulai apa..astaga aku tidak percaya bahwa kau..seorang pengusaha terkenal akan merencanakan hal yang mengerikan padaku. aku tidak menyangka bahwa..kau akan memperkos*** dikantormu sendiri, itu namanya kau sedang melecehkan aku seorang wanita yang tak berdaya di dalam ruanganmu, kau tau aku tidak akan bisa melarikan diri saat ini karna itu kau memanfaatku dengan mudah, apa kau seputus asa itu tuan Wili, jika calon istrimu tidak bisa melayanimu carilah wanita malam untuk menemanimu, aku tau kau pria dewasa yang kesepian tapi.. aku akan mengadukanmu kepada ayahku..dan kita liat apa yang akan Rusell Winss lakukan kepadamu."


Angell menarik nafas panjang dan sedikit terengah-engah karna ia memang dikuasai emosi, ia berbicara dalam kalimat yang panjang tanpa jeda hingga iapun kelelahan. Angell masih bersedekap menatap Wili dengan sangat tajam.

__ADS_1


Wili tertawa seketika itu juga, ia mendekati Angel dengan cepat hingga gadis itu semakin panik dan memundurkan tubuhnya hingga membentur meja dibelakangnya.


Harumnya nafas Wili membuat Angell merasa gugup. apalagi ketika pria dewasa itu mendekatkan wajahnya.


"Aku tidak mengerti apa yang sebenarnya ada di dalam pikiran seorang Angell hingga berani mengataiku."


"Kau pikir aku takut padamu yah." balas Angel menantang.


"Kau bilang aku adalah pria dewasa yang kesepian, dan aku sangat tersinggung Angel."


"Itu bukan urusanku tuan Wili, seharusnya kau malu dengan semua rencanamu yang terlihat murahan bagiku."


"Kau terlalu percaya diri Angel Wins, aku heran sejak kapan kepercayaan diri itu tumbuh dan lama kelamaan membuatmu dalam halusinasi bahwa setiap pria yang ada di dekatmu pasti akan menyanjungmu dan menggilaimu, perkataanku benar."? pria itu bersedekap dengan tatapan membunuhnya. Angel mulai sedikit takut sekarang, apakah dia sudah salah menilai.


Angel kehilangan kata dan terdiam.....


"Bukankah tugasmu disini untuk menyelesaikan gaun dan jass untukku, apa aku salah tadi ingin memintamu mulai mengukur tubuhku agar kau bisa cepat menyelesaikan pekerjaanmu dan pergi dari hadapanku dengan penuh kebanggaan karna kau sudah berguna untuk seorang Wiliam Pearl."


Bagai disambar petir Angell merasa seluruh tubuhnya kehilangan kekuatannya. karna emosinya ia sudah mengundang kemarahan seorang Wili. betapa bodohnya ia bisa berpikir jika Wili ingin tidur dengannya. Angell benar-benar kehilangan kata-kata. pria ini pasti tersinggung dengan semua penghinaannya tadi. apa yang harus ia lakukan, bagaimana ini....?


Angell memutar bolamatanya tampak berpikir.....


Sementara Wili tampak masih dikuasai emosi dan rasa tersinggung.


tiba-tiba saja, Wili tertegun ketika Angel memeluk tubuhnya dan mendekapnya dengan erat, jemarinya mulai menari di pungggung Wili sambil menghitung.


"Apa yang kau lakukan." ucap Wili dengan nada suara yang tinggi.


"Aku akan mengukur tubuhmu, diamlah." perintah Angell dan ajaipnya Wili menurut dengan menutup mulutnya.


membiarkan Angel mengukur tubuhnya dengan metode berbeda dengan kedua tangannya yang memeluk tubuhnya.


Angell hanya mampu menahan nafasnya tentu saja ia selalu menyiapkan tali pengukur disakunya namun, dengan memeluk pria ini, Angell berharap ia lolos dari kemarahan Wili dan beruntungnya ia berhasil. Angel hanya tersenyum penuh kemenangan.

__ADS_1


Setelah selesai melakukan pengukuran, Angell tersenyum dengan sangat manis dan menundukan kepalanya dengan penuh hormat. tidak ada yang aneh kan, ia jelas menghormati Wili.


Wili mengangguk dengan senyuman namun senyum yang berbeda....


"Kau pikir aku bisa luluh dengan pelukanmu Angel, setelah semua penghinaan yang kau kau katakan kepadaku." ucap Wili menaikan kedua alisnya.


Angell memejamkan matanya, ia telah gagal total...


"Ikut aku sekarang dan dengarkan hukumanmu Angel Wins."


Wili menajamkan tatapannya kemudian membalikan tubuhnya dan meninggalkan ruangan.


"Astaga aku tidak percaya Angel Wins, kau akan dihukum..mengapa kau bodoh sekali." jerit Angell merasa kesal ingin sekali menghancurkan ruangan ini seperti biasa ia lakukan ketika marah. namun ia harus sadar bahwa Wiliam Pearl bukan pria yang bisa dibujuk.


Dengan langkah gontai, Angell meninggalkan ruangan dan bersiap mendengarkan hukumannya... Sial, gerutunya pelan


**************************************


Elena hanya terdiam ketika Rafael membuka pintu apartemen dan mendorong tubuhnya masuk kedalam.


lalu menguncinya.


Elena melonggarkan tenggorokannya menyadari apa yang akan terjadi padanya.


"Cepat mandilah karna aku sudah menahannya dari tadi." perintah Rafael dengan nada dingin.


"Rafael, setidaknya kau menunggu sampai pernikahan kita, hanya tinggal beberapa minggu."


"Kau cerewet sekali ya, cepat masuk atau aku akan memaksamu seperti dihotel dulu apa kau mau merasakannya." ancam Rafael dengan kemarahan yang tergambar jelas di wajahnya...


"Rafael..." isak Elena dengan sedih....


.............****..........

__ADS_1


Hai...para readersku yang tercinta,jangan lupa dukung Author dengan Like, Koment yang banyak tentang cerita ini, gimana tanggapan kalian. jangan lupa juga untuk Vote, dan beri rating ya...biar Author lebih semangat untuk Up setiap hari.


Love U All.💝💝💝💝


__ADS_2