
Tari menatap Keyla yang sedang bermain sendirian dalam hatinya merasa iba karna putrinya tak punya teman di pulau ini, dan ia hanya bergaul bersama para pelayan sementara untuk sekolah Tari dan Wilard memilih Home schooling saja.
Ia melirik ke arah Wilard yang sedang serius di depan labtobnya...
ia melirik Keyla yang asyik bermain, lalu perlahan Tari mendekati Wilard dan duduk di pangkuannya untuk sekedar bermanja, sungguh ironis karna ia dan putrinya harus berebut kasih sayang Wilard...
Wilard terkejut namun ia menyambut tubuh Tari dan mendekapnya serta menjauhkan laptobnya. tidak ada yang lebih penting dari Tarinya.....
"Kau wangi sekali sayang." bisik Wilard mengecup bibir Tari dengan gemas. istrinya baru berusia 28 tahun masih mudah dan cantik...
Tari mengalungkan kedua tangannya di leher suaminya dan memeluknya....
"Tentu saja, kau tau jika aku merindukan saat-saat seperti ini..dulu kau selalu membuatku tertidur di pelukanmu tapi sekarang, si posesif itu merebutnya."
"Dia putrimu jangan cemburu."
"Tapi dia sangat kejam...."
"Tentu saja...dia putri seorang Wilard Pearl."
"Hmm...aku ingin bicara padamu tentang Keyla.."
Wilard menjauhkan tubuhnya dan menatap mata Tari...
"Apa yang terjadi."?
"Aku pikir sudah saatnya kita kembali ke kota."
"Mengapa..."?
"Aku ingin Keyla hidup normal seperti anak seusianya. bermain bersama teman-temannya dan juga bersosialisasi dengan dunia luar.."
Wilard terdiam sesaat.. jika memutuskan kembali ke kota maka mereka harus lebih dahulu berdamai dengan masa lalu.
"Tari..aku akan selalu mengikuti kemauanmu sayang..apapun, karna kau sudah membahasnya aku pikir ini saatnya kita berdamai dengan masa lalu."
"Berdamai dengan masa lalu...apa maksudmu."?
"Aku ingin kita menemui keluargamu Tari, aku dengar tuan Rusell dan istrinya sudah mulai sakit-sakitan, usia mereka tidak lagi muda." ucap Wilard sambil menggenggam jemari Tari.
Mata Tari berkaca-kaca....ketika mengingat orangtua angkatnya itu..
"Tapi...aku tidak punya keberanian untuk menemui mereka, setelah apa yang terjadi antara kita...kak Angell apakah dia baik-baik saja melihatmu...aku sangat bingung Willard."
"Kita akan hadapi bersama-sama Tari, semua sudah masa lalu dan semoga saja ada maaf untuk kita berdua." ucap Wilard dengan keyakinan..
"Beri aku sedikit waktu Wilard...ini tak mudah bagiku." ucap Tari memohon.
Wilard menganggukan kepalanya seraya mengecup kening Tari...
"Nanti saja kau pikirkan setelah kita tinggal di kota yang sama."
__ADS_1
"Hm...aku mencintaimu suamiku."
"Aku lebih mencintaimu Tariku...."
Wilard meraih wajah Tari daan hendak menciumnya, namun terdengar suara keras di belakangnya...
"Papa......." jerit Keyla kesal...
Gadis kecil itu bersedekap sambil menyiipitkan matanya dengan tajam.
"Gadis pengganggu." Tari memutar bola matanya jengah lalu dengan terpaksa bangun dari pangkuan Wilard. dia seperti sedang tertangkap menjadi pelakor..astaga Keyla benar-benar...Tari kehilangan kata.
Keyla berlari ke arah papanya dan langsung menghambur ke pelukan Wilard dan mendekapnya erat..sementara matanya tajam ke arah Tari..
"Mama apan sih...peluk papa, hanya aku yang boleh." ucapnya tajam.
Wilard membelai rambut panjang putrinya...
"Sayang, katanya mau punya adek."
"Ia..aku mau papa."
"Kalau Keyla mau itu artinya keyla harus membiarkan papa peluk mama juga biar Keyla bisa punya adik."
"Benarkah begitu."? mata Keyla berbinar....
"Mama mau tidur dulu." ucap Tari membalikan tubuhnya menatap dengan ekspresi malas...
"Tunggu Mah...."Jerit Keyla dengan nada pelan, iapun segara melompat turun dari sang papa dan mendekati mamanya...
"Tidak....kau sangat kejam pada mama jadi untuk apa, mama memberimu adik,.yang ada adikkmu selalu kau cemburui seperti mama." Tari bersedekap angkuh...
Keyla meredupkan matanya sedih....
"Maaf ya Ma....aku janji aku tidak akan melarang mama lagi untuk peluk papa, yang penting adalah aku ingin adik...sekarang, kita damai yuk Mah...." ucap Keyla mengulurkan kelingkingnya.
"Oke...ingat janjimu..jangan terlalu posesif pada papa, karna nanti kau tidak akan punya adik." Tari juga menautkan jaei kelingkingnya..
"Baiklah...aku janji mama.." senyum Keyla mengembang di sudut bibirnya.
Keyla kembali mendekati papanya dan naik kepangkuannya. Tari pun menyusul ingin dipeluk Wilard namun...
"Eeiiiit mama sebentar." Keyla menahan langkah Tari dengan tangannya.
"Kenapa sih...tadi kan kau yang bilang mama boleh peluk papa."
Keyla berdehem...tak juga mampu menahan rasa posesifnya...
"Besok saja kita berbagi papa..hari ini biarkan papa mejadi milikku dulu."
Tari memejamkan matanya teramat kesal...
__ADS_1
"Apa kau benar-benar putriku."
"Yah...aku adalah putri mama." seru Keyla tersenyum menang...
"Aku harap kali ini anakku laki-laki." ucap Tari meninggalkan Wilard dan Keyla yang saling menatap...
"Mama kenapa marah."? ucap Keyla kembali memeluk papanya...
"Mama hanya sedang berlatih drama. ucap Wilard asal...
"Hah..."? Keyla menggeleng lalu tertawa....
Teramat damai jika Keyla sudah memeluk papanya, dan ia sangat mencintai papanya lebih dari apapun di dunia.
💗💗
Mike memasuki halaman perusahaan group A, supir membuka pintu mobil untuknya dan iapun melangkah keluar dari sana dengan tatapan dingin.
Aura masa muda Alex terlihat jelas di mata dan wajahnya.....
"Mike...tunggu.." terdengar suara di belakangnya dan Mike menghentikan langkahnya. ia tau siapa yang memanggilnya itu Mikha....gadis itu berlari dsri arah belakang dan berdiri dihadapannya untuk menghalangi jalannya.
Keduanya bertatapan.......
"Maaf..Mikha jika kau ingin bicara yang tidak terlalu penting aku...ada rapat saat ini." ucap Mike tersenyum dingin.
"Mengapa kau menolak perjodohan kita....mengapa."?Mikha tidak terima, ia diberitahu oleh orangtuanya pagi ini kalau Mike tidak mau dijodohkan dengannya..
Apa kekurangannya, bahkan ia sudah mencintai Mike sejak kecil..mereka adalah pasangan serasi di setiap drama sekolah, Mikha selalu mendampinginya meski Mike sering bersikap dingin. Mikha percaya hanya dirinya yang pantas mendampingi Mike. namun mengapa pria ini malah menolaknya...?
Meike memijit pelipisnya dengan sedikit geram, bundanya sudah mencecarnya sejak tadi pagi dengan pertanyaan tidak penting, lalu Mikha masih saja mengikutinya. pria itu sungguh kesal karna ia menjadi tontonan beberapa pegawai perusahaanya sendiri. jika Ayah tau...maka Ayah pasti akan menegurnya.
Mike menatap Mikha dengan tajam....
"Kau tau jika hari ini aku ada rapat, mengapa malah kau mendatangiku sepagi ini dan menanyakan hal pribadi."
Mikha terdiam sebentar menyadari mereka sedang di tatap dengan tajam...
"Mike...maafkan aku tapi aku tidak bisa melakukan apapun selain aku memikirkan hubungan kita."
Mike mengeraskan rahangnya lalu mendekat pada Mikha hingga tak ada jarak....
"Hubungan yang mana,..bukankah aku tidak pernah menjanjikan apapun dalam huhungan kita...
bukankah....kita hanya akan menjadi seorang teman untuk selamanya.....
Mikha melebarkan matanya...
"Hanya seorang teman.."? desisnya tidak terima...
"Aku sangat sibuk hari ini Mikha, jadi maafkan aku."
__ADS_1
Mike melangkah melewati Mikha yang sedang mengepalkan tangannya dengan gemetar....
"Kau adalah milikku Mike....selamanya." ucap Mikha mengepalkan tangannya..