
Rafael sudah menunggu dengan tidak sabar di sebuah salon terkenal. yah...hari ini ia akan membawa Zefanya pulang sebagai kekasihnya di hadapan Orangtuanya, tentu Rafael harus merubah gaya pakaian, gaya rambut, dan memberi sedikit sentuhan makeup di wajah polos Zefanya agar terlihat segar dan cantik. memang tanpa makeup pun Zefanya sangat manis. tapi karna malam ini istimewa karna akan ada rapat keluarga untuk persiapan pernikahan kak Angell. semua keluarga akan hadir dan tentu orangtua Elena juga akan hadir. meski Rafael tak tau apakah Elena dan suaminya Kenzo ada atau tidak. namun ia bisa tenang karna jika Elena ada itu tak akan menganggunya. ia seorang pria dan pantang baginya mengingat mantan tunangan yang telah menghianatinya. dia memegang tinggi harga dirinya.
"Tuan Rafael..silahkan masuk, nona Zefanya sudah sangat siap." ucap pegawai salon dengan sopan.
Rafael mengangguk..
"Terimakasih."
"Mari ikut saya Tuan."
Rafael mengikuti pegawai itu dengan langkah pelan melewati sebuah pintu kaca dan akhirnya. Rafael menghentikan langkahnya. matanya melebar, jantungnya berdegub kencang dengan kegugupan yang kentara. ia sungguh terpana melihat sosok Zefanya yang berubah sangat cantik.
Memakai dres simple berbahan sutra yang lembut menyatu dengan kulitnya warna dres itu berwarna putih corak pink. ia terlihat seperti sorang putri. rambut panjangnya di biarkan tergerai dengan sentuhan ikal di ujungnya. Zefanya memang memiliki kulit yang putih jadi dia tak perlu susah payah merawat lebih.
Zefanya menatap wajah Eafael yang tak terbaca.
"Apakah aku terlihat aneh."? ucap Zefanya merasa percaya dirinya menguap.
Rafael mendekat dengan senyuman memuja.....
"Bagaimana..bisa kau secantik ini Zefanya."? Rafael menyentuh bahu Zefanya yang putih.
"Hah."?
"Kau sangat cantik Zefanya Arneta." bisik Eafael mendekat, menatap bibir Zefanya yang kemerahan dan terlihat indah.
"Aaku...cantik."? ulang Zefanya seperti tidak percaya namun ketika Rafael memutar tubuhnya untuk sama-sama menatap ke arah cermin. Zefanya baru menyadari kalau ia memang terlihat berbeda. terlihat sangat cantik sampai ia sendiri tidak mampu mengenali wajahnya sendiri.
"Mamaku pasti akan senang bertemu denganmu." ucap Rafael dengan senyuman puas.
Zefanya melonggarkan tenggorokannya, semoga saja..namun ia tak boleh menaruh hati di dalam pernikahan mereka nanti. semua ini hanya sebuah mimpi baginya dan ketika ia harus bangun maka ia harus segera pergi. seperti cindirela yang harus pergi di tengah malam, seperti itulah Zefanya. Ia dan Rafael mereka jelas berbeda. namun ia beruntung merasakan kebahagiaan ini walau sesaat.
"Ayo kita pergi sayang." ucap Rafael.
"Sayang."? sambung Zefanya.
"Kau harus mulai membiasakan diri memanggilku dengan sebutan sayang."
"Tapi.."
"Cobalah...agar kita terlihat lebih mesra."
Zefanya berdehem....wajahnya tersipu....
__ADS_1
"Sayangku." ucap Zefanya dengan tatapan tajam.
Mata keduanya saling bertatapan..dan terdiam, masing-masing dengan debaran jantungnya....
"Bagus." desah Rafael meraih punggung Zefanya mendekat..
Kemudian menunduk..lalu melum** bibir Zefanya dengan lembut dan sedikit lama. lalu melepaskannya. ia terkekeh melihat lipstik Zefanya sudah terhapus oleh gairah mereka saat ini.
"Astaga Rafael, lipstikku hilang." jerit Zefanya jengkel..
"Salahmu sendiri mengapa kau begitu manis, bersiaplah aku tunggu di depan."
"Baiklah tuan Rafael." Zefanya menggeleng menatap bibirnya yang sedikit bengkak.
"Mereka pasti merasa kesal karna harus memperbaiki riasanku." keluh Zefanya pasrah.
🧚♀️🧚♀️
Angell menatap dirinya di cermin. cukup puas dengan penampilannya. sebuah dres sampai lututnya motif bunga yang elegan yang dia buat sendiri melekat pas di tubuhnya. Angell terlihat sangat cantik.
Pintu kamar terbuka dan Mama Livia masuk..
"Sayang..kau sangat cantik sekali." mama Livia memuji.
"Mama selalu memuji di setiap keadaanku, mama..taukah dirimu jika aku sangat mencintaimu."?
"Sayang...mama lebih mencintaimu lagi dan berharap kau..akan selalu bahagia nak..."
"Itu pasti mama...Wili mencintaiku."
"Mama bisa melihat di wajahnya sayang, ayo turun semua sudah menunggumu."
"Tentu saja mama."
Kedua pasangan ibu dan anak itu melangkah turun ke lantai satu dan menemui semua orang.
Tatapan mata Angell melebar ketika melihat Rafael menggandeng seorang gadis yang sangat cantik dan terlihat baik. Angell hanya mengangguk setuju dan Rafael senang akan penilaian kakaknya.
Wili memandang dengan terpana ketika Angell sampai di hadapannya. ia mengecup jemari kekasihnya dengan lembut.
Rusell Wins hanya mengangguk puas. ia melihat kehidupan anakanaknya baik, Rafael sudah mendapatkan pasangannya dan tidak terpuruk dalam patah hatinya. dan Angell, putri kecilnya akan menikah sebentar lagi...
"Baiklah..semua sudah hadir dan aku akan mengumumkan jika pernikahan Angell akan dilaksanakan lima hari dari sekarang." ucap Rusell di amini semua keluarga besar. termasuk Angell-Wili.
__ADS_1
Semua bertepuk tangan ada orangtua Elena, walau Elena dan suaminya sendiri tidak hadir. Dani-Fela juga hadir.
Selesai pengumuman Rusell para pria termasuk Wili langsung membicarakan tentang persiapan pernikahan.
Mama Livia dan Angell tersenyum ketika Rafael mengenalkan Zefanya.
"Selamat malam tante, kak Angell." sapa Zefanya dengan sangat sopan.
Angell mengulurkan tangan dan langsung memeluk tubuh Zefanya dengan erat.
"Kau sangat cocok dengan adikku."
"Terimakasih kak Angell."
Lalu tatapan Zefanya beralih pada mama Livia, wanita ini terlihat sangat cantik dan wajah Rafael sangat mirip dengan mamanya.
"Kau cantik sekali.. siapa namamu nak." ucap mama Livia dengan penasaran. kesan pertama ia langsung menyukai gadis ini.
"Zefanya Arneta." Zefanya mengulurkan tangannya.
Tanpa di duga mama Livia langsung memeluk Zefanya membuat gadis itu membeku. perasaan yang ia rasakan adalah nyaman. pelukan seorang ibu adalah pelukan ternyaman yang sudah lama tak pernah dirasakan Zefanya. yah..orangtuanya meninggal ketika ia berusia 13 tahun dan mulai saat itu kehidupan keras selalu menyertai langkahnya. mata Zefanya berkaca-kaca sesaat kalau boleh ia ingin sedikit lebih lama di pelukan Livia namun ia tau diri dan buru-buru melepaskan diri.
dan tersenyum dengan lebar.
"Kapan kalian akan menikah." ucap mama Livia.
"Setelah kakak menikah, kalian harus cepat menikah." ucap Angell terlihat senang.
"Baiklah..kami akan secepatnya menikah." ucap Rafael tertawa dengan senang.
Sementara semua keluarga sedang berkumpul, suara mobil memasuki halaman Mansion, keluarga Rusell Wins.
Angell, Wili juga yang lain sedang berbincang santai sambil menikmati kue. ketika dari arah pintu seorang pria tampan masuk dan tersenyum dengan begitu lembut.
"Selamat malam semuanya..maaf jika aku sedikit terlambat."
Wili mengepalkan jemarinya.......dan menatap dengan tajam..
Alex tersenyum di depan pintu,...
"Alex."? desah Angell melonggarkan tenggorokannya, sesaat ia melihat ke arah Wili yang terlihat sangat marah.
Alex mendekat dan berhenti di hadapan Wili...
__ADS_1
"Apa kabar calon pengantin yang berbahagia."? ucapnya dengan alis yang terangkat..
"Kau...."? geram Wili dengan sangat kesal.