
Disebuah rumah sederhana di sebuah pinggiran kota serang wanita berusia 40 tahunan duduk dengan tatapan kosong, memandang lurus ke depan. hamparan pegunungan yang hijau dan sepi. duduk di kursi roda ia bahkan telah kehilangan segalanya. kehidupan glamor, banyak uang, dan berfoya-foya bahkan sudah lama hilang dari kehidupannya.
Airmatanya sudah kering bahkan membatu seiring keras hatinya untuk menghancurkan. rasanya menunggu hari ini tiba seperti menunggu seribu tahun lamanya. rasa marah dan emosi itu berubah menjadi lahar yang siap membakar.
Sebuah mobil mewah berhenti di halaman rumah, dan seorang pria keluar dari sana. dengan setelan jas rapi memandang ke arahnya. ia tampak sedikit berbincang pada seorang satpam. dan kemudian mendekati wanita itu dengan tatapan sedih, membawa seikat bunga ia meletakan bunga itu di pangkuan wanita itu, lalu menjatuhkan tubuhnya di hadapan wanita itu dan menggenggam jemarinya. pria tampan itu mendongakan wajahnya dengan mata yang berkaca-kaca.
"Apa kabarnya Ibu."
Wanita itu menundukan wajahnya pada putranya yang begitu tampan dan kini telah sukses. putranya begitu ia banggakan karna bisa menjadi senjatanya untuk membalas dendam.jemarinya naik dan menyentuh wajah anakknya dengan tatapan tajam. mencengkram wajah pria itu sedikit keras..
"Aku membesarkanmu dengan darah dan airmata, jadi bisakah kau membalasku dengan keberhasilanmu.. kali ini."
Pria itu melonggarkan tenggorokannya dengan anggukan kepala. hal yang paling ia cintai adalah Ibunya dan apapun akan ia lakukan..
"Aku akan melakukan semuanya dengan rapi dan aku janji ibu akan menyaksikan keluarga mereka hancur selamanya." janji pria muda itu dengan penuh tekad.
"Aku akan menunggu hari dimana kau....menunjukan keberhasilanmu menghancurkan mereka."
"Secepatnya ibu..aku berjanji." ucapnya tersenyum kejam.
*************
Ken menatap Elena yang sedang asikk mengerjakan tugas kuliahnya.
"Serius sekali sih."
"Aku benar-benar harus mengejar nilai yang baik ken." tatap Elena membetulkan letak kaca matanya. ia selalu menggunakan kacamatanya untuk membaca atau menghadap layar labtob.
Pria itu hanya mengangguk dengan penuh pujian. jauh didalam hatinya ia sangat kagum dengan Elena. selain cantik..Elena juga pintar dan rendah hati. diam-diam Ken menaruh hati pada Elena tanpa disadari gadis itu.
"Bisakah kau mengerjakan tugas punyaku Elena, aku sedang tidak enak badan."pinta Ken dengan wajah memelas.
Elena menoleh pada Ken dengan wajah selidik...ia tampak sedikt khawatir.
"Mengapa memaksakan diri untuk datang jika kau sedang sakit."
"Aku harus mengumpulkan tugas, ingat."
"Kau bisa mengirim pesan padaku, dan aku akan mengerjakan tugas untukmu Ken, tak perlu memaksakan diri." Elena menyakinkan dengan suara lembut yang terdengar tulus.
Ken hanya mengangguk....
__ADS_1
"Baiklah....mulai sekarang aku akan mendengarkanmu Elena." ucapnya dengan senyuman senang.
"Baguslah..." balas Elena kembali tenggelam didalam buku-buku tebal dihadapannya. sedang Ken hanya menatapnya dengan penuh angan-angan.
bagaimana jika ia menyatakan cinta pada Elena.?
************************
Angel menatap puas melihat separuh pekerjaannya yang mulai terlihat indah. direnggangkan tubuhnya dengan rasa pegal yang mulai menyerangnya, ia terlalu menunduk tadi.
Saat ini sudah sore hari dan saatnya ia untuk pulang, kebetulan Wili sedang meting bersama kliennya di luar kantor.
"Nona Angel, kami akan pulang lebih dahulu."ucap kedua asistennya dengan wajah yang lelah. yah,..membuat sebuah gaun terasa lebih melelahkan dibanding bekerja sebagai cs, karna butuh ketelitian dan konsentrasi tingkat tinggi untuk menghasilkan sebuah gaun yang indah. bagi Angel itu hal biasa untukknya."
"Yah..tentu saja,sampai ketemu besok, dan hati-hati." Angel merasa heran sendiri dengan sikapnya yang mulai menghangat pada orang lain terutama pada asistennya. Angel mengenang, dahulu ia bahkan tak pernah bersikap lembut pada orang lain.
"Nona Angel juga hati-hati" ucap salah seorang dari mereka.
"Terimakasih." Angell mengangguk dan menatap kedua wanita itu keluar dari ruangan.
Angel segera merapikan barang-barang dan meraih tasnya. hari ini ia akan pulang lebih awal karna papa bilang, mereka akan kedatangan tamu istimewa yaitu kedua orangtua Elena. karna itu ia harus bergegas, ia ditugaskan mama untuk membeli bunga dan mengambil pesanan kue untuk penyambutan keluarga Elena. dan Angel sangat bersemangad untuk itu. ia senang menyadari Rafael pasti sangat antusisas karna ia tau betapa adikknya sangat ingin menikahi Elena. Angel tanpa sadar tersenyum, lalu menekan tombol lif dan segera masuk.
"Hai...Angel."
"Dani...." seru Angel bersemangad, sejujurnya ia suka gaya Dani yang lebih ramah dan tau cara memperlakukan wanita. tidak seperti kakaknya.
"Kau sudah mau pulang."
"Yah...aku harus mampir ke suatu tempat."
"Aku menebak kau pasti butuh bantuan... pria itu tanpa malu menawarkan dirinya, bagaimana kalau aku mengantarmu sekaligus mengantarmu."
"Tapi aku bawa mobil." ucap Angel tidak yakin.
"Ayolah...kita tinggal dijaman apa, aku..akan meminta orang untuk membawa mobilmu kerumahmu tanpa lecet sedikitpun." Dani berjanji dengan senyum meyakinkan.
Angell hanya menggeleng penuh senyuman.....
"Baiklah..asal tidak merepotkanmu."
"Tidak kok."
__ADS_1
Dani merasa seperti mendapat angin segar, ia segera melangkah bersama Angel menuju halaman parkir.
Mereka hampir sampai di mobil ketika, sebuah mobil mewah masuk ke area gedung dan berhenti tepat di hadapan keduanya.
Wili keluar dari sana dengan tatapan tidak terbaca.
"Mau kemana kalian."?
"Aku akan mengantar Angel pulang kak." Dani terlihat antusias.
Sinar mata Wili menajam di iringi seringai misterius, beraninya Dani ingin mengambil kesempatan yang seharusnya untukk Wili. jika Dani bukan adikknya maka Wili pasti sudah menghabisi Dani. Sial...apakah ia harus bersaing bersama adikknya sendiri.?
"Apa kau lupa kalau hari ini jadwalmu untuk menemui klien di luar kota Dani."
Wajah Dani berubah pucat, sesaat ia berpikir namun tidak ingat kalau harus menemui klien di luar kota.
"Ini adalah perintah tadi pagi Dani dan aku mau sekarang kau berangkat." Wili memberi peringatan tegas.
"Tapi bagaimana dengan Angel...."
"Kakak akan mengantarnya, kau jangan khawatir." ucap Wili dingin.
"Aku tak mau." jerit Angel mengejutkan keduanya."
"Mengapa." tatap Wili dingin.
"Akku...maksudku aku akan pulang bersama mobil ku saja." Angel menunjuk ke arah mobilnya namun, ia harus menelan kecewa karna mobilnya sudah dibawa lebih dahulu oleh anak buah Dani. gadis itu hanya memejamkan matanya dengan kesal.
"Maaf sepertinya kau harus ikut kakak, karna aku sudah mengirim mobilmu pulang."
Angel mengangguk dengan senyum pasrah.....
mengapa harus menaiki mobil dengan manusia es ini sih...Angell tak berhenti menggerutu.
Danipun pamit lebih dahulu untuk pergi menyiapkan beberapa file untuk di bawa keluar kota,ada banyak yang harus ia persiapkan di tengah keputusan mendadak kakaknya.
Kini tinggalah mereka berdua..
"Masuklah, jangan bersikap manja karna kau telah salah orang, aku melakukan ini tak ada maksud apapun..jadi masuklah sebelum kesabaranku habis."
"Astaga kau seperti seekor harimau saja." gerutu Angel dan segera masuk ke mobil. di ikuti Wili yang masuk ke bagaian kemudi, hari ini dia membawa mobilnya sendiri tanpa supir.
__ADS_1