
Rafael menatap Jay dengan tajam...
"Zefanya menjadi pelac**, sejak kapan dia melakukan itu."?
Serasa mendapat angin segar karna sepertinya Rafael percaya dengan ceritanya. Jay percaya diri untuk terus membual dan mengatakan kebohongan pada Rafael.
"Gaya hidup Zefanya sangat tinggi tuan Rafael, sehingga ia menjadi pelac** dari masih sekolah dulu..aku sudah melarangnya namun Zefanya tidak menurut." Jay memasang wajah sedih.
Rafael menyipitkan matanya tak mampu menahan rasa marahnya. berani-beraninya pria ini memfitnah istrinya yang berharga. bahkan Zefanya masih menjaga kesuciannya dan Rafael adalah pria pertamanya. seluruh bagian penting dari tubuh Zefanya masih belum tersentuh atau terjamah tangan lelaki. dan Rafael yang mendapat kenikmatan itu dari istrinya. bagaimana bisa pria ini mengatakan kebohongan kepadanya.? Rafael mencoba bersabar untuk mencari informasi lagi dari Jay, kakak tirinya. ia akan memancing Jay untuk berbicara sepuasnya setelah itu maka ia akan menjebaknya.
"Berarti dia berbohong padaku." ucap Rafael terdengar kecewa.
"Yah..Zefanya adalah wanita licik yang bersembunyi di balik wajah lugunya, entah dia sudah tidur dengan berapa laki-laki sebelum menjadi istri anda tuan Rafael." ucap Jay dengan licik.
Rafael mengangguk mengerti....
"Aku sangat berterimakasih kepadamu Jay..kau membuka mataku." ucap Rafael mengusap wajahnya.
"Tentu aku sangat perduli padamu tuan." Jay semakin senang.
"Tapi...jika aku menceraikannya aku sulit untuk mendapatkan wanita lagi." ucap Rafael memalingkan wajahnya.
Jay tersenyum...ini yang dinamakan keberuntungan tiba-tiba. ia mendekati Rafael. mungkin ia bisa mendapatkan lebih banyak uang sekarang. Jay sudah membayangkan mencium bau uang yang sangat banyak.
"Sebenarnya ada seseorang yang masih mengharapkan anda tuan."
"Mengharapkanku."? Rafael menoleh sambil tersenyum.
"Yah."
"Siapa."
"Nona Elena."
"Elena."? ulang Rafael mengerutkan dahi. jadi semua yang terjadi ada hubungannya dengan Elena Rive.? Rafael tidak menyangka Elena berubah sekejam ini. bagaimana bisa Elena yang polos berubah menjadi sangat jahat dan mengerikan.? dan mampu merencanakan hal sekeji ini. Rafael benar-benar kecewa jika Elena memang ada di balik semua ini.
Rafael melangkah mendekati meja kerjanya lalu meraih ponselnya. dan mengetik pesan. ia menyeringai tajam.
"Duduklah dulu Jay, aku sangat berterimakasih karna ada orang baik di dunia ini seperti kau..dan aku ingin menjamu dengan minum teh."
"Baiklah tuan...aku akan menunggu." ucap Jay dengan santai. ternyata mendapat uang itu sangat mudah, hanya di perlukan pandai bersilat lidah dan semuanya akan teratasi.
Tak berapa lama kemudian seseorang mengetuk pintu dan Rafael membukanya dengan menekan tombol yang ada di atas meja kerjanya. Jay hanya terkagum kagum dengan kecanggihan Ruangan Rafael. pria ini memang kaya raya.
Pintu terbuka dan seorang pelayan masuk dan meletakan minuman dan beberapa kue kecil yang tampak lezat.
"Minumlah dulu." ucap Rafael dengan sangat ramah....
__ADS_1
Jay memang sudah sangat haus, sedari tadi ia ercerita panjang lebar dan memang ia butuh minum.
Jay meneguk teh yang begutu manis dan harum itu sampai tandas di dasar cangkir...
"Teh ini sangat harum tuan Rafael."
"Kau tau apa yang kau minum itu."? tanya Rafael menyadarkan punggungnya di meja kemejanya sambil menatap Jay dengan tajam...
"Teh yang sangat enak..tuan Rafael."
"Salah....itu adalah racun paling mematikan yang pernah dibuat, mungkin jika kau tidak mendapatkan penawarnya kau akan mati dalam satu jam ke depan." ucap Rafael dengan santai.
"Aaappa...raa...rac..racun."? jerit Jay dan panik dan segera bangkit berdiri dan berusaha memuntahkan segala yang ia bisa dari tenggorokannya. namun tak bisa, ia menatap Rafael dengan wajahnya yang pucat.
"Tuan Rafael...." jeritnya sangat ketakutan.
"Beraninya kau datang dan ingin menipuku..beraninya kau datang memfitnah istriku yang aku cintai..beraninya kau....bilang Zefanya menjadi seorang pelac**. "
Rafael menarik ujung baju Jay dan membawanya mendekat dengan tatapan buas.
"Kau mau mau menguji kesabaranku ya."
"Tuan Rafaelll aku mohon ampun, aku tidak ingin mati dengan cara seperti ini tuan Rafael." Jay mulai menangis tidak terkendali hingga sesegukan.
Rafael menikmati wajah kesakitan milik Jay, dan ia merasa puas. sebenarnya tak ada racun apapun di dalam cangkir Jay, Rafael hanya menakutinya dan lihat betapa lelaki pengecut ini ketakutan setengah mati.
"Buuuuuugggggggghhhhhhhh......."
Rafael memukul wajah Jay dengan sangat keras hingga pria itu jatuh ke lantai dengan sangat keras. hingga wajahnya kesakitan.
"Kau belum tau siapa aku ya..kau pikir aku bodoh dan gampang percaya kepadamu."?
"Tuan Rafael....maafkan aku, sebenarnya aku hanya marah kepada Zefanya, aku dulu mencintainya dan dia hanya menganggapku kakak, jadi aku dendam." Jay masih memegang wajahnya yang kesakitan.
"Dasar manusia sampah...jika kau tak bisa menjadi orang baik, paling tidak jangan menjadi pria pengecut..kau mempermalukan aku sebagai sesama pria." ucap Rafael menggeleng sinis.
"Maafkan aku tuan..."
"Siapa dibalik ini semua..apakah kau datang sendiri kesini atau seseorang menyuruhmu."? tatap Rafael.
Jay memejamkan matanya, jika ia memberitahunya maka ia akan kehillangan 150 juta tapi jika ia tidak memberitahunya maka ia akan mati. apa yang harus ia lakukan sekarang. apakah ia harus memberitahu yang sebenarnya.?
"Waktumu tidak banyak Jay, jika kau tidak memberitauku sekarang maka aku akan menendangmu keluar dari sini dan membuatmu kesakitan dan mati di pinggir jalan dengan mengenaskan."
Jay menggeleng ketakutan...apa arti uang jika dia mati.?
"Aku akan memberitamu tuan Rafael." ucap Jay dengan putus asa.
__ADS_1
" Bagus...katakan maka aku akan memberikan penawar nya sekarang."
Jay mengangguk dengan cepat......
"Sebenarnya aku bekerja sama dengan nona Elena."
"Elena."?
"Yah...dia sudah membayarku 50 juta, dan jika aku berhasil maka aku akan mendapat 150 juta lagi." Jay menunduk lemas ketika uang 150 juta seakan melambai pergi darinya.
"Elena...Elena yang menyuruhmu mempengaruhiku."?
"Yah tuan Rafael."
Rafael duduk di kursinya dwngan kerutan dalam di dahinya. ia benar-benar mendapat kejutan lagi. Elena...mengapa wanita itu tidak menyerah saja..mengapa wanita itu malah berubah menjadi jahat.
Bukankah dulu dia yang meninggalkan Rafael, mengapa ia malah melakukan hal keji.?
"Tuan...bagaimana dengan penawar racunku..aku sudah memberitahumu maka jangan membiarkan aku mati tuan." Jay memperlihatkan wajah pucatnya.
"Aku tidak mencampur apapun di dalam minumanmu."
"Apa maksudmu tuan Rafael."?
"Aku tidak meracunimu." ucap Rafael santai.
"Jadi aku tak akan mati."
"Yah.."
"Dan bagaimana dengan uangku tuan...aku sudah kehilangannya, sekarang aku tidak punya pekerjaan,aku makan apa nanti."?
"Aku akan memberimu uang dan pekerjaan bagaimana."?
"Benarkah."?
"Tentu asal kau mau melakukan sesuatu untukku."
Jay mengangguk dengan cepat..
"Katakan tuan."
"Kau harus bilang pada Elena jika kau berhasil meyakinkan aku."
"Lalu."?
"Sisanya aku akan mengejutkannya dengan caraku." seringai Rafael tajam.
__ADS_1