Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku
Mengalah


__ADS_3

Lusi terbangun dengan mata yang sayup dan langsung merasakan sakit di sekujur tubuhnya, yah...ia mengerang kesal ketika menyadari Aksana bahkan tidak berhenti memasukinya berkali-kali...entah apa yang terjadi kepadanya, mengapa dia melakukan itu pada Lusi. mengapa dia bergairah dengan tidak terkendali.


"Kau sudah bangun"? ucap Aksana dengan senyuman puas yang tak bisa disembunyikan di wajahnya..


Lusi berusaha bangun dari ranjang walau sedikit sulit ia merasakan sakit ketika bergerak,...Lusi mengerang hingga terdengar di telinga Aksana pria menoleh dan mengakui ia melakukannya tanpa jeda dan Lusi sangat lelah..


"Apa kau baik-baik saja."?


Lusi memilih tidak menjawab kata-kata Aksana. wanita itu memilih mencengkram erat selimutnya dan membawanya ikut serta, ia mencoba berdiri dengan sisa kekuatan yang ada..dan melangkah ke kamar mandi...


Namun belum sampai disna Aksana sudah mencekal tangannya keduanya bertatapan....


"Mengapa kau tidak menjawabku Lusi."


"Apakah ada artinya aku menjawabmu."?


Aksana terdiam sebentar..lalu tersenyum sinis..


"Kau mulai mencoba menantangku yah.."?


Lusi memejamkan matanya sesaat...


"Lakukan sesukamu karna aku tidak perduli."


"Apa maksudmu Lusi."?


"Aku masih belum lupa semua penghinaan yang kau tuduhkan padaku dan fitnah yang menyakiti anakku Aksana, hatiku sudah lelah untuk memahamimu..karna aku sadar yang paling terluka dai semua ini adalah anakku."


"Mikha...bukankah kau harus berterimakasih padaku aku masih menyembunyikan kebenaran tentangnya."


"Kau yang telah tertutup mata hati dengan kebenaran Aksana..aku pastikan ketika kau tau segalanya, itu sudah sangat terlambat."


Aksana tertawa...hingga tawanya lebih seperti seringai...


"Lusi.....kebenaran tentang tes DNA sudah bisa membuktikan dua kejahatan yang kau lakukan padaku, yang pertama kau menghianatiku dengan kakakku dan yang kedua kau hamil anakkna dan akulah yang harus bertanggung jawab....Aksana menajamkan matanya...kau harus ingat Lusi bahwa hukumanmu akan berlangsung selama kau hidup, dan tak ada yang mampu membebaskanmu, dan jika kau berani meninggalkan aku maka aku akan menghancurkan anak kesayanganmu itu." ancam Aksana tajam...


"Yah,...terserah apa maumu Aksana aku tidak perduli..lakukan sesukamu hingga kau merasa puas menyakitiku berkali-kali,..lakukan saja...airmata Lusi menetes, menghempas pegangan Aksana yang melemah dan kemudian masuk ke kamar mandi dan tenggelam disna..


Aksana terdiam...merasa nyeri ketika melihat airmata Lusi.....apakah dia terlalu kasar....batin Aksana merasa hatinya bergetar...


💖💖


Stela masuk ke dalam rumah dan langsung menemui Aksana yang sedang duduk di ruang keluarga..ia ditemani Lusi..

__ADS_1


Stela begitu terbakar amarah, haRi ini ia mendapat kabar jika Mikha mendapatkan ide tentang pembangunan Hotel dan Papanya sudah menyetujui nya...Sial, bahkan semua rencana Stela menjadi berantakan...


"Papa..aku ingin bicara." ucap Stela dengan nada penuh emosi..


Aksana hanya berdehem dan mengangguk....


"Bicaralah...." ucap Aksana dengan serius..


Stela memandang ke arah Lusi dengan tatapan kesal....


"Aku ingin bicara berdua dengan papa...bisakah ibu pergi dulu."? sinisnya dengan sombong..


Aksana berdehem lagi kali ini sedikit kasar...


"Mengapa kalau ibumu ada disini."


"Papa...tapi...."


"Mulai sekarang setiap pembicaraan apapun akan melibatkan ibumu."


Stela sungguh marah, apa yang telah di lakukan ibu hingga papa mulai berpaling padanya,apa yang di lakukan wanita keji ini padanya....? sungguh Stela begitu kesal......


"Baiklah...terserah papa, aku hanya ingin menanyakan satu hal. mengapa papa menerima proposal milik Mikha."?


"Papa...tidak,hanya aku pewaris satu-satunya papa... Mikha dia bukan siapa-siapa...mengapa papa mengijinkannya papa." jerit Stela begitu keras hingga Aksana dan Lusi terkejut....


Aksana berdiri dari tempat duduknya, dan menatap tajam ke arah Stela, mengapa Stela mengatakan hal itu seolah ia tidak mengakui Mikha adikknya.? apakah Stela tau jika Mikha memang bukan anakknya..? kalau tau siapa yang memberitaunya, hasil tes DNA itu di simpan di dalam brangkasnya dan tak ada yang tau selain dirinya dan Lusi.


"Stela..apa maksudmu..kau bicara apa ini."?


"Mengapa papa coba berbohong...mengapa papa mencoba melindungi anak haram itu." teriak Stela dengan berapi-api.


Lusi gemetar mendengar perkataan Stela tentang Mikha, entah siapa yang meracuni otaknya hingga Stela mampu mengatakan hal serendah itu.....


Lusi mendekat dan menatap mata Stela dengan tajam...ia merasa seperti mimpi anak yang di besarkannya seperti anak sendiri malah tumbuh menjadi wanita jahat..


"Siapa yang mengatakan kebohongan itu padamu Stela...siapa.."?


Stela bersedekap menantang Lusi tanpa rasa hormat,ia tersenyum kejam...


"Apakah selamanya ibu akan berlindung dengan tampilan anggun itu,aku sangat muak Bu....ibu mau melindungi anak haram itu dan ingin menguasai harta papa bukan...ibu sangat kejam..."


"Beraninya mulut kecilmu memfitnahku,wanita yang membesarkanmu dengan susah payah." suara Lusi bergetar.....

__ADS_1


"Kau memang pintar ibu, kau sengaja merawatku agar mendapatkan hati papa...padahal kau memang mengincar harta papa untuk putri harammu Mikha....kau pikir aku akan diam saja.,...tidak...aku satusatunya putri papa,dan aku tidak akan membiarkanmu merebut semuanya..."


"Paaaacccckkkkkkkkk........"


Suara tamparan itu begitu keras hingga Stela terjatuh dengan darah yang menetes di sudut bibirnya...airmaanya menetes.....


Aksana membeku melihat Stella jatuh dan berdarah...ia memalingkan wajahnya pada Lusi yang sama sekali tidak menyesal....Aksana baru saja akan membuka mulutnya..


"Aku bersumpah demi hidupku sendiri, bahwa aku tidak pernah menghianati papamu, dan Mikha adalah anak kandung papamu sama sepertimu Stela.."


"Bohong...kau seperti ular....aku membencimu."


Stela berdiri dengan kekuatan yang tersisa ia menatap Aksana dengan penuh ancaman..


"Ceraikan wanita ular ini papa..usir mereka dari sini."jerit Stela penuh tangis..


"Masuk kekamarmu Stela..sekarang." ucap Aksana dengan nada tegas...


"Tidak...sebelum aku mendengar pilihanmu papa," ucap Stela tajam.


"Apa maksudmu."?


"Jika papa memilih wanita ini dan anak haramnya maka aku akan pergi dari sini dan menghilang..aku berjanji kau tidak pernah bertemu denganku lagi..."


"Stela...kau sedang mengancam papamu."? ucap Aksana kecewa, ia di landa dilema sekarang..


"Yah...aku sedang memberimu pilihan papa..aku...akan berada di sisihmu menjadi yang terbaik untukmu dan meneruskan semuanya tapi....papa harus menceraikan ibu dan mengusir mereka dari kota ini." ucap Stela penuh dendam..


Lusi meneteskan airmata...ia sudah lelah membela diri, sudah bertahun-tahun ia mencoba meyakinkan Aksana namun pria ini sama sekali tidak percaya...percuma......


Aksanasungguh bingung memilih....hingga akhirnya ia mendengar suara......


"Aku dan Mikha yang akan pergi." ucap Lusi dengansatu tekad yang kuat.....


Ia menoleh pada Aksana yang begitu terkejut mendengar keputusannya....


"Lusi aku tidak akan membiarkan kau....."


"Aku lelah menjadi orang ketiga antara kau dan Stela....Selamat tinggall." ucap Lusi melangkah ke kamarnya dengan cepat...


Sementara Stela tersenyum menang ia menganggukan kepala ke arah sisi tirai yang tersembunyi disana ada Hana yang tersenyum padanya...


"Bagus Stela." Hana mengangkat kedua jempolnya tanda berhasil.....

__ADS_1


__ADS_2