
Mike menatap pegunungan yang ada di hadapannya dengan tatapan beku.ia tak mampu menahan perasaan sakitnya. lembaran USG anakknya di genggam dengan penuh rasa sakit di dadanya, anakknya..ia sangat rindu untuk menyentuhnya, hatinya sakit sekali membayangkan saat ini dan entah sampai kapan ia tak akan bisa menyentuh anakknya lagi. semua harapan dan angannya hancur di depan matanya. Keyla telah membunuhnya..membunuh seluruh hati dan perasaannya dengan kejam....
Airmata Mike menetes dengan perasaan yang hancur....ia menundukan kepalanya dengan rasa sesal yang begitu dalam......pria yang selalu tampak kuat itu tersungkur seolah telah kehilangan kekuatannya dia tak lebih seperti seorang pesakitan yang tak akan pernah bisa tertolong oleh obat apapun dan hanya menunggu kematian.....
Martin yang ada di belakangnya menunduk di hadapan sang tuan yang tampak begitu hancur...
"Tuan Mike....ayah tuan sedang menunggu tuan di Hotel."
Mike terdiam........
"Ayah kesini."? ulang Mike...
"Yah, tuan dan anda diminta ke Hotel sekarang." Martin mempersilahkan Mike naik ke mobil. Akhirnya Mike hanya mengangguk...
Sesaat ia melihat ke sekeliling rumah penuh kenangan itu dan hanya mampu menghela nafas....ia akan mencari Keyla walau harus menghabiskan seluruh hidupnya...
โคโค
Keyla tertegun ketika seorang pria di depannya membuka pintu kamar untuknya, kamar di hadapannya begitu luas dan penuh dengan barang-barang mahal. yah tentu saja, ia di bawa ke sebuah Mansion yang megah dengan penjagaan luar biasa ketat...hingga Keyla hanya mampu ternganga, paman Sean bukanlah pria sembarangan.....
"Paman Sean...kamar ini terlalu luas untukku." ucap Keyla menggaruk kepalanya yang tidak gatal. ia sungguh tak nyaman......
"Paman pikir tadinya kau akan berpikir kamar ini lebih kecil dengan kamarmu di rumah orang tuanmu Keyla."
"Paman sedang bercanda yah...tentu saja kamar ini lebih besar...aku dan anakku akan betah disini." ucap Keyla sumringah...
Paman Sean adalah teman Papa dan mama, usia paman Sean 38 tahun selisih 2 tahun dari mama yang berusia 36 tahun. Paman Sean sangat kaya dengan perusahaan yang berkembang di berbagai negara.
Paman Sean hidup sendirian selama ini dan belum menikah...Keyla di perkenalkan dengan paman Sean dari sang mama ketika kecil dulu..mama sering mengajak Keyla ke Mall milik paman Sean bahkan ke restorannya. walau papa tidak pernah tau apapun. paman Sean selalu menolongnya di setiap masalah yang ia hadapi..sedangkan mama, tidak tau jika paman Sean yang membantunya pergi...
"Paman senang kau ada dirumah ini, anakmu akan meramaikan rumah ini Keyla...selama ini paman hidup sendiri dan tidak punya seorangpun yang menemani...tapi dengan adanya dirimu paman tidak khawatir akan kesepian lagi." Sean terlihat sangat bahagia...
Sean membetulkan letak kacamatanya....dan menyentuh bahu Keyla dengan lembut....
"Kau tidak keberatan kan tinggal disini dengan paman."? Sean menatap dengan penuh harap.
__ADS_1
"Sama sekali tidak, aku dan anakku akan sangat senang menemani paman." ucap Keyla tersenyum lalu masuk ke dalam kamar dengan senyum puas..paman sama sekali tidak melupakan warna favoritnya..
Sean mengangguk senang....
"Paman akan meninggalkanmu sebentar..kau bisa istirahat dan juga....jangan ragu untuk memangill pelayan jika kau butuh sesuatu Keyla."
"Tentu saja paman, terimakasih kau sudah seperti papa kedua bagiku." Keyla menganggukk..
Sean lalu melangkah keluar kamar...
Keyla langsung menutup pintu dan kembali menikmati semua keindahan dan kemewahan di dalam kamar barunya..
Keyla menutup senyumnya...lalu memeluk perutnya dengan rasa sedih luar biasa...ia merindukan Mike, walau masih sangat membencinya namun...ia tak mampu menghapus perasaan kalau ia...sedih atas apa yang terjadi pada hubungan mereka....
"Mike....semoga kau baik-baik saja..karna aku dan anakku akan baik-baik saja." Keyla memejamkan matanya airmatanya menetes.....
๐๐
Sean melangkah memasuki lift dengan seringai tajam ia lalu menunggu lif terbuka dan menekan tombol disana yang langsung terhubung dengan ruangan kerjanya, ia tersenyum tipis menyadari...ia sangat bahagia dan tidak sabar lagi mengejutkan Tari...
"Aku sudah menunggu terlalu lama sayang, bukankah ini saatnya kau menebus semuanya...aku akan mendapatkanmu dengan segera." desis Sean dengan senyuman cerahnya..ia sudah mendapatkan kepercayaan yang sangat mahal dari seorang Keyla, dan ini saatnya ia memanfaatkannya dengan baik..dan tidak kehilangan kesempatan lagi.
Jemarinya menekan nomor di di ponsel dan menelfon......
Sean : Hallo...Tari...
Tari : Sean.....kaukah itu ( sedikit segan dan malu-malu.)
Sean : Yah..aku...bisakah kita bertemu..
Tari : Bagaimana mungkin kita bertemu Sean, kau kan sedang di luar negri dan suamiku...tidak akan mengijinkannya..
Sean : Apa kau yakin tidak ingin bertemu, soal tempat anak buahku akan menjemputmu dengan pesawatku, kau hanya tinggal bilang yah dan semua beres.
Tari : Kau memikirkannya dengan cepat Sean.
__ADS_1
Sean : Ini tentang Keyla..."
Tari : (Terkejut.....) Sean..........
Telp terputus dengan dramatis menyisakan pertanyaan di kepala Tari. tubuhnya seketika melemas....mengapa Sean tau tentang Keyla..mengapa seolah Sean sedang menekannya lewat pertemuan itu....
Astaga mengapa dia sangat gugup..bagaimana kalau Wilard tau pertemuannya dengan Sean...?
๐งก๐งก
"Jadi dia pergi lagi yah." ucap Alex mengerutkan keningnya.
"Yah....dia pergi membawa anakku dan aku merasa sangat hancur Ayah." Mike mengepalkan jari-jarinya...ia terlihat begitu terguncang..
Alex mengangguk mengerti, memang saat ini ia belum tau siapa yang membawa Keyla pergi dari putranya, terlebih group S...masih sangat asing di telinganya, ia pernah mendengar nama perusahaan itu tapi bukan di negara ini namun di luar negri, negara yang sangat jauh dari sini. Alex menghela nafas... namun bukan berarti tak mungkin, demi Mike ia akan menyelidiki semuanya...
"Mike....kita akan mencarinya bersama-sama...ayah akan membantumu."
Mike menatap mata ayahnya dan menemukan kekuatan disana...
"Terimakasih ayah."
"Ayah tak akan membiarkan hal yang ayah rasakan dulu kau juga merasakannya Mike, sangat menyakitkan jauh dari darah daging kita." ucap Alex seolah mengenang nasibnya dulu ketika harus terpisah dengan Mike.
"Aku...akan mendapatkannya Ayah...aku akan menemukan mereka lagi." ucap Mike tajam...
Alex hanya mengangguk setuju...
๐๐
Tari menarik koper kecilnya menuruni tangga, ia menatap Wilard yang sedang duduk di teras depan dengan hati yang cemas....bagaimana kalau Wilard tidak mengijinkannya...? tapi ini tentang Keyla jadi Tari akan melakukan apapun.....
"Ehhm......Wilard." bisik Tari meminta perhatian...
Wilard menoleh....
__ADS_1
"Kau mau kemana...sayang."? Wilard bersedekap penuh tanya.......