Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku
Bertemu masa lalu


__ADS_3

Akhirnya keluarga Wilard Pearl kembali ke kota asal Tari dan mulai membeli rumah di pusat kota, senuah hunian berlantai 2 dengan halaman yang sedikit lebih luas menjadi pilihan Wilard dan Tari saat ini. dan rjmah itu berada di kota yang sama dengan tempat tinggal Rusell sekeluarga dan juga Alex sekeluarga.


Kayla kecil sedang menyusuri kamar barunya bersama pengasuh kesayanganya bibi Meri.


Sedangkan Wilard dan Tari bersantai di halaman depan rumah besar ini.


Tari memejamkan matanya ketika rasa haru memenuhi hatinya...bertahun-tahun meninggalkan kotanya dan kembali menghirup udara di tempat ini membuat Tari begitu bahagia...kerinduan yang besar pada kakaknya, orangtuanya dan keponakannya begitu membayang di benak Tari hingga ia terdiam lama...seolah tenggelam dengan pikirannya sendiri. wanita itu sangat merindukan keluarganya hingga jauh di dalam hatinya ia ingin bertemu dengan mereka lagi.


"Sayang..."


Wilard tau bahwa Tari merindukan keluarganya, itu terlihatjelas dimata Tari, bahkan saat di pesawatpun wanita itu lebih banyak diam...


Wilard menghela nafas.....


"Sayang..."


Kali ini Tari menoleh...


"Ya...."?


"Aku aku akan mengajakmu ke suatu tempat sayang, jadi bersiaplah.." ucap Wilard bangkit dari tempat duduknya, ia tak ingin menunda waktu untuk mempertemukan Tari dengan keluarganya, biarkan semua reaksi mengalir seperti air dan Wilard akan menerima apapun yang akan terjadi..


Tari hanya menatap dengan bingung ke arah Wilard yang sudah melangkah lebih dahulu meninggalkannya.


💝


Keyla kecil menatap sang papa dan mama yang sudah bersiap-siap ia juga sudah siap dengan gaun prinsesnya, rambutnya di kepang dua.


"Kita akan kemana papa." ucap Keyla mengerutkan dahinya...


"Ke tempat yang seharusnya kita pergi."


Sementara Tari belum mengerti bahwa ia dan Keyla akan di bawa ke kediaman keluarga Rusel yang baru, Tari tidak tau jika keluarga Rusell sudah lama pindah dari tempat tinggalnya dulu dan saat ini tinggal di satu kompleks yang samaa dengan Angell dan Alex.


"Ayo...kita harus cepat pergi."


Wilard memeluk pinggang istri dan anakknya lalu membawa mereka menuju mobil, dan segera berlalu dari sana. di sepanjang perjalanan Keyla selalu terpukau dengan keindahan kota di malam hari, ada banyak lampu-lapu berwarna-warni yang menghiasi jalan. ini pertama kalinya Keyla melihatnya itu sebabnya sehingga ia tak berhenti untuk berceloteh kagum. tentu saja di pulau tak ada yang bisa ia liat ketika malam tiba...


"Indah sekali." ucap Keyla dengan senyum senang....


"Papa akan sering mengajakmu jalan-jalan sayang, kau akan menikmati yang lebih dari ini."


Aku mencintaimu papa." ucap Keyla mengedipkan matanya sedangkan Tari hanya menghela nafas...


Setelah beberapa lama di mobil, akhirnya mobil mewah itu memasuki sebuah gerbang tinggi dihadapannya...

__ADS_1


Tari menoleh...


"Kita dimana Wilard jangan bercanda denganku." ucap Tari merasa tidak enak.


"Apa maksudmu sayang, aku hanya mengajakmu kerumah temanku aku ingin mengenalkan kaoian agar kau punya teman disini."


Tari akhirnya menganggukan kepalanya......dan tersenyum, entah mengapa jantungnya berdebar ketika mobil ini memasuki kawasan masion, jelas ini adalah rumah teman Wilard mengapa ia malah merasa mereka sedang berada di rumah orangtuanya...


"Ayo..Mah...kita masuk, aku ingin melihat rumah besar ini." ucap Keyla tak sabar.


"Baiklah sayang ayo...."


Wilard lebih dahulu turun dan menuntun istri da anakknya ikut keluar lalu mereka berjalan beriringan menuju halaman rumah yang sepi itu.


Semakin dekat hati Tari semakin gugup entah mengapa....


Sampai di ujung pintu ruang tamu Wilard kembali menarik tubuh Tari dan juga Keyla..


Dan.........


Hening.......


Hening.......


Tari membeku dengan airmata yang menetes di wajahnya, apa ini..apakah dia sedang bermimpi..?


Tari melebarkan matanya sekali lagi untuk menajamkan tatapannya pada pemandangan di depannya yang mampu menghantam dadanya dengan kuat...


Disana....


Sudah ada orangtuanya, ada kak Alex dan kak Angell juga kak Rafael dan kak....Zefanya beserta anak mereka...


Tari merasa sungguh sedih, hingga ia tak mampu manatap wajah keluarga yang selama ia rindukan....


ia menatap ke arah Wilard merasa di curangi...


"Mengapa kau membawaku kesini..mengapa...."isak Tari dengan suara yang bergetar...tubuhnya bergetar saat ini, sementara Keyla mengerutkan kening, ia menatap dengan bingung pada sang mama, mengapa mama menangis. Keyla lalu mengarahkan pandangan pada seluruh keluarga dan berhenti pada sosok pria yang sebaya dengannya tampak tersenyum padanya, namun Keyla langsung memasang wajah jutek...dan memalingkan wajahnya. mengapa ia menatapku seperti itu, batin Keyla kesal.


"Tari....." suara yang tampak lemah namun begitu dirindukan dirinya membuat Tari kehilangan kata-katanya, ia menoleh dengan airmata yang menetes...


Melihat mama Livia duduk di kursi roda dan mengulurkan tangan kepadanya...Tari tak mampu membendung airmatanya, betapa ia merindukan mama Livia setiap malam....


"Mah...." jerit Tari dengan suara yang tercekat di tenggorokan....


"Apa kau tidak merindukan mama, karna itu kau menjauh nak..."? ucap Livia dengan airmata yang menetes.

__ADS_1


Tari menggeleng lalu melangkah dengan gemetar, ia merasa tubuhnya serasa melayang ketika kenyataan ini terlalu indah sekaligus sakit untuk di terimanya...


Semua kakak-kaknya hanya berdiam diri dan terharu dengan pertemuan ini....


Tari sampai di hadapan Livia dan Rusell yang sedang menatapnya dengan mata yang basah...


"Mama....papa." sudah lama sekali bibir Tari tidak menyebut nama itu dan rasanya begitu menyakitkan.....


"Tari putriku." tangis Livia pecah saat Tari menghambur ke pelukannya.


Wanita itu menangis keras hingga ia sesegukan, betapa bahagianya Livia memeluk putrinya lagi...betapa ia merindukan Tari selama 10 tahun terakhir, Livia tersiksa jauh dari putri kecilnya dan ia bersyukur jika ia masih bisa bertemu Tari di usia senjanya....


"Maafkan aku Mah....maafkan aku..." jerit Tari semakin mempererat pelukannya mencium aroma khas tubuh sang mama yang begitu ia rindukan..


"Mama senang melihatmu Tari...." ucap Livia dengan airmata yang menetes.....


Pelukan itu terlepas.....


"Aku sangat bahagia mama."


"Jangan tinggalkan mama lagi.." ucsp Livia menuntut..


"Aku akan menebus dosaku dengan mengabdi padamu mama." senyum Tari bahagia...


Livia mengangguk....


Tari lalu memeluk papa Rusell dan kembali menangis, kemudian.....


Kak Angell, kak Alex, dan kak Rafael dan juga yang terakhir adalah kak Zefanya...


"Kau sangat keibuan Tari." ucap Zefanya lalu memeluk erat tubuh adik kecilnya......


"Aku telah menjadi sorang ibu kakak."


Zefanya melirik ke arah Keyla kecil dan tersenyum...


"Dia mirip kak Wili." ucap Zefanya menekan....


Tari terdiam......lalu menatap ke arah Wilard..


"Aku ingin memperkenalkan suami dan anakku pada semua keluargaku malam ini." ucap Tari menatap hati-hati pada kak Angell, dia takut kak Angell akan marah..


"Kami sudah bertemu sebelumnya dengan suamimu Wilard." ucap Alex tersenyum misterius...dan Angell mengangguk tersenyum...


"Hah.."? Tari tak mampu menyembunyikan rasa terkejutnya......

__ADS_1


__ADS_2