
Angell menatap gaun pengantin hasil rancangannya sendiri dngan tatapan puas. Angell melipat tangannya di dada sambil mengagumi gaun yang berkilau itu dengan senyuman tipis. sedikit merasa geli karna ia menjadi desainer gaun pengantin untuk pernikahannya sendiri.
"Maaf nona Angell bisakah kami pulang sekarang." ucap salah satu asistennya dengan menundukan kepala.
Angell tersenyum sambil melirik jamnya, iapun menganggukan kepalanya..
"Pergilah dan hati-hati yah." sambil memberikan beberapa lembar uang kepada kedua asistennya.
"Terimakasih nona Angell." keduanya menunduk hormat lalu meninggalkan ruangannya. Angell menghela nafas masih memperhatikan gaun pengantinnya sambil meminum capucino dari dalam gelasnya.
Pintu ruangan terbuka dan Wili muncul disana dengan wajah letihnya. rapat yang padat menyita pikiran dan tenaganya. namun ketika melihat Angell ia lalu tersenyum. mendekati Angell dan mencium puncak leher calon tunangannya dengan mesra, sementara jemarinya sudah memeluk Angell dari arah belakang seolah menyandarkan semua bebannya.
"Aku merindukanmu sayang."
"Bagaimana rapatnya."?
"Berhasil dengan baik namun sangat melelahkan." bisik Wili pelan.
Angell memutar tubuhnya dan menatap wajah tampan dan lelah calon suaminya dengan sayang.
jarinya naik dan membelai rahang kokoh Wili. pria itu hanya memejamkan mata meresapi sentuhan Angell yang membuatnya merindu.
"Kau harus lebih banyak istirahat sayang." bisik Angell mendekatkan wajahnya.
"Tidak...nanti saja setelah pernikahan, aku beristirahat sekaligus kita berbulan madu." ucapnya memeluk pinggang Angell. dan tertegun melihat gaun pengantin di belakang Angell yang sudah hampir selesai. yah...beberapa hari ini ia sedikit sibuk dan tak memperhatikan Angell bekerja.
"Bagaimana sayang."
Wili sampai menghela nafasnya..luar biasa ini gaun terindah yang pernah dilihatnya. Jassnya yang cocok dengan gaun Angell. matanya berkaca-kaca karna terlalu senang.
"Kau sangat luar biasa sayang..aku benar-benar hampir tak percaya..kau sangat berbakat sayang."
Wili menatap wajah Angell dan sesaat kemudian melum** bibir Angell yang seolah siap untuknya. terlalu indah perasaan yang mereka rasakan. lama...bibir mereka saling memberikan kenikmatan yang tak mampu dibendung keduanya. Wili mendesak Angell hingga wanita itu tersudut di dinding ruangan. Wili masih tidak melepaskannya.hingga nafas Angell terengah-engah akhirnya Wili melepas ciuman mereka,namun dahi mereka masih saling bertautan enggan ingin melepaskan.
"Aku sangat merindukanmu, sangat mencintaimu Angellku."
"Hari ini kau agresif sekali sayang." bisik Angell tersenyum senang.
"Itu karna aku sedang bergairah.."
__ADS_1
"Bersabarlah sampai kita menikah."
"Itu artinya kau sedang membunuhku tanpa menyentuh." desisnya tersiksa.
"Bagaimana persiapan pernikahan kita Wili, kau sudah memastikan semua siap dalam dua minggu."
"Tentu...aku tak sabar lagi memilikimu seutuhnya Angell Wins."
"Bukankah kau sudah memiliki aku."
"Aku masih setengah Angell, kau seperti Madu yang sedang di incar para semut."
"Bisa saja...ayo kita makan dulu..aku sudah sangat lapar." pipi Angell merona.
Wili mengangukk dan melepaskan pelukannya. ia juga memang sudah sangat lapar.
"Ayo.." balas Wili meraih tas Angell dan menggantungnya dibahu Angell.
"Terimakasih calon suamiku."
"Sama-sama calon istriku." Wili mengecup bibir Angell dengan gemas.
"Ting......"
Pintu lift terbuka merekapun melangkah bersama. Wili dan Angell terlihat sangat bahagia beberapa kali mereka terlihat tertawa.
"Kakak." sapa Dani.
Wili mengepalkan tangannya. mengapa Dani selalu menganggunya..mengapa adik kandungnya justru menjadi batu sandungan untuk rencananya.? Wili memutar tubuhnya dan mendapati Dani tersenyum lebar, tidak sendiri namun bersama Fela. untuk beberapa detik Wili dan Fela saling melempar pandangan.
"Mau kemana kakak dan calon kakak iparku." ucap Dani mendekat ia dan Fela tampak sangat serasi bersama.
Wili hanya terdiam dan memasang wajah dinginnya. namun sikap sebaliknya di tunjukan Angell. ia tersenyum ramah pada Dani dan Fela. Angel ersenyummelihat wajah lega Fela.
"Kami akan makan siang Dani dan Fela."
"Wah...kebetulan sekali...kami juga mau makan siang."
"Benarkah."?
__ADS_1
"Yah..apakah kami boleh ikut kakak makan bersama, sekaligus mengakrabkan diri masing-masing..biar bagaimanapun kita akan menjadi saudara." ucap Dani melirik ke arah Wili yang terlihat kesal.
"Dani...kami tidak bisa..."
"Aku sangat setuju kok, lagipula kita bukan makan siang bersama orang lain tapi dengan saudara kandung sendiri..kurasa kita harus sering melakukannya agar hubungan kita tetap kuat." ucap Angell dengan bijak.
Dani dan Fela tersenyum dengan senang hati, sementara Wili hanya terdiam. mau tak mau ia harus mengikuti semua perkataan Angell. dan membiarkan adiknya ikut makan bersamanya.
"Baiklah...sebaiknya kita cepat karna aku sudah sangat lapar." ucap Wili menatap tajam ke arah Dani, dan meraih jemari Angell untuk berada disisihnya.
Restoran Jepang.....
Makan siang yang kaku, itu yang terlihat dari mereka berempat. Faela menatap sambil mengerutkan dahi. mereka sedang makan atau dikuburan.
"Ehm....bagaimana dengan persiapan pernikahanmu Angell, sudah berapa persen." tanya Fela mencoba mencairkan suasana dengan pertanyaan.
Angell tersenyum baru saja akan menjawab...namun kata-katanya tertelan setelah Wili memotong pembicaraan mereka.
"Kakak..kau harus mulai membiasakan diri memanggilnya kakak jika mau menjadi adik iparku." tatap Wili dengan tajam sehingga Fela menjadi sangat gugup. mengapa sikap kak Wili sangat aneh dan menjadi kasar.
"Baiklah maafkan aku kak Wili."
"Sebenarnya aku tidak apa-apa Wili." ucap Angell merasa tidak enak.
"Tidak bisa sayang...kau adalah calon istriku dan aku ingin semua menjadi jelas tentang saling hormat."
Angell hanya mengangguk saja entah mengapa Wili terlihat menyimpan kemarahan di matanya.
"Ah...kak Angell, bagaimana apakah kau mengundang semua temanmu..maksudku teman sekolah atau kulaih." ucap Dani melirik tajam ke arah Wili yang sudah memegang kuat sumpitnya. Wili memandang Dani dengan penuh peringatan. agar jangan coba-coba memancingnya.
"Ah...mungkin semua teman kuliahku yang masih ada di negara ini aku akan mengundangnya Dani, namun..kalau untuk teman SMA...Ada jeda di nada suara Angell yang terdengar lemah. aku akan memikirkannya."
"Jika kakak merasa sudah kehilangan kontak dengan teman-teman kakak, bagaimana dengan Oscar..dia pasti bisa membantu kakak." Dani menebar perang di depan Wili. kedua kakak beradik itu saling menatap tajam menguji kekuatan mereka masing-masing.
"Oscar.." ulang Angell langsung teringat dengan kata-kata terakhir Oscar kepadanya tentang sebuah rahasia yang masih tersimpan rapat yang belum sempat diceritakan pada Angell dulu.
"Yah..dia pasti akan menemukan satu-persatu temanmu yang hilang."
Wili tiba-tiba berdiri dan membuat mereka terkejut. rahang ya mengeras tanda dipenuhi emosi saat ini.
__ADS_1
"Aku sudah kenyang sayang..ayo pergi dari sini." tatap Wili dengan nada tegas.