
"Selamat berbahagia untuk calon pengantin." ucap Alex dengan senyuman tajam.
Wili tersenyum lalu mendekati Alex yang sedang menatapnya masih tenang....
"Kebetulan..Alex, aku ingin bicara kepadamu." ucap Wili menaikan alisnya.
Alex mengangguk....
"Tentu saja Wili karna aku juga ingin bicara denganmu."
"Kak Alex senang bisa melihat kak Alex bisa datang." sapa Rafaell.
Alex menganggukan kepalanya...
"Aku senang datang untuk bertemu langsung dengan calon kedua mempelai."
"Terimakasih Alex." ucap Angell tersenyum.
Alex menatap mata Angell dengan tatapan penuh arti...
"Angell jangan sungkan apalagi jika kau ingin memberiku tugas untuk acara besar kalian..aku sangat bersemangat." Alex tersenyum melirik ke arah Wili yang sudah memasang wajah dingin.
"Tentu saja..akan aku pikirkan." ucap Angell sungguh-sungguh.
Lalu Alex menunduk kepada Rusell dan Roni dengan penuh hormat. Rusell dan Roni tampak senang dengan perkataannya. memang itulah tujuan Alex. mencari simpati keluarga ini.
Angell menatap mereka bergantian...
"Jangan lama-lama..dan jangan bertengkar." ucap Angell penuh peringatan.
Alex dan Wili sontak menggeleng...
"Mungkin ini saatnya kami mendekatkan diri sebagai saudara." ucap Alex bijak.
Wili terdiam...ia hanya mengangguk tanpa sepatah katapun.
mereka pun melangkah keluar ruangan menuju taman di samping rumah Angell.
Wili menatap Alex dengan tajam..
"Aku mengakui bahwa kau adalah pria yang masih masih tidak tau malu." Wili berswru dengan lantang.
"Aku senang kau menghafal sifatku yang sebenarnya." ucap Alex tenang.
"Apa tujuanmu sebenarnya Alex."?
Alex memutar tubuhnya menatap keindahan bunga-bunga ini seumpama Angell di dalam impiannya. ia lalu tersenyum.
"Aku hanya datang untuk memperingatkanmu bahwa jika kau melakukan sebuah kesalahan maka...kesempatan Angell menjadi milikku akan sangat besar.
Wili menaikan alisnya tak suka..ia mendekati Alex dan menantang pria itu.
__ADS_1
"Kau pikir kau siapa berani mengancam seorang Wiliam Pearl."
"Hahaha...aku suka rasa percaya dirimu Wili dan aku semakin senang, karna suatu saat harga dirimu sendiri yang akan menghancurkanmu sampai ke dasar, dan saat itulah aku akan memetik hasilnya." sinar mata Alex menyala-nyala.
"Kau tidak akan bisa melawanku Alex..kau bukan tandinganku."
"Benarkah....kita liat saja Wili."? Alex tertawa dengan keras.
Wili mendekati Alex kesabarannya mulai menipis bahkan mungkin sudah habis. dengan sebelah tangannya ia meraih ujung jass pria itu dan hendakk memukul...Kepalan tangan Wili sudah hampir sampai di wajah Alex..namun tertahan di udara seketika.
"Berhenti." jerit Angell dengan tatapan tidak terima.
Angell tak habis pikir kedua pria ini selalu bertengkar di setiap bertemu. Angell meletakan minuman dingin dan beberapa kue kecil di atas meja lalu mendekati keduanya dengan bersedekap.
"Mengapa aku melihat wujud dua orang anak nakal di dalam dua tubuh dewasa kalian."? ucap Angell menggelengkan kepala dengan kesal. apa jadinya jika orangtuanya dan beberapa keluarga yang lain mendengar keributan mereka berdua.
Wili dan Alex saling melempar pandangan tajam, masih belum menyerah. jika saja Angell tidak masuk tiba-tina mungkin saja mereka sudah saling melampiaskan rasa marahnya masing-masing.
Wili mendekati Angell meraih tubuh Angel kepelukannya. dan terdiam..
"Maafkan aku sayang." bisik Wili sengaja ingin memanasi Alex yang menatap mereka tidak terbaca.
Alex memalingkan wajahnya ia semakin marah dengan pemandangan mesra di hadapannya. tunggu saja Wiliam Pearl nikmatilah hari terakhirmu sebelum Bom itu meledak tepat dan menghancurkan segalanya. Alex tertawa dengan puas.
"Baiklah aku rasa aku harus pulang sekarang." ucap Alex menatap kecantikan Angell yang begitu kuat menghipnotisnya.
"Terimakasih Alex.. jangan lupa datang ke pernikahanku."
Angell menaikan alisnya berpikir, ia sama sekali tidak tau apa yang di maksud Alex dengan kado spesial. hatinya terus bertanya-tanya.
"Kado seperti apa."?
Alex mendekati Angell dan tersenyum misterius...
"Kau akan tau setelah melihatnya."
Angell mengangguk menyerah... mungkin Alex akan menghadiahkan perhiasan atau sesuatu seperti itu. Angell memutuskan tidak memikirkannya lebih dalam lagi.
"Baiklah...terimakasih sebelumnya Alex."
Alex melirik Wili yang sengaja menjauhkan tubuh Angell darinya.
"Jika kau ingin pergi maka pergilah..."
"Wili..jangan kasar begitu bagaimanapun Alex datang dengan maksud baik." ucap Angell tak suka.
"Kau percaya pria ini..dia seperti ular."
"Wili jangan memfitnahku." Alex menggeleng dengan wajah tanpa dosa.
"Pergilah kau sekarang juga Alex.."
__ADS_1
"Baiklah...aku akan segera pergi."
Angell hanya menggeleng ia tak mampu lagi menjadi penengah mereka.
Alex pun pamit dan meninggalkan keduanya.
"Papa mencarimu lebih baik kita masuk sekarang." ajak Angell menggandeng tangan Alex dengan mesra.
"Baiklah sayang ayo..." balas Wili dengan memeluk pinggang Angell dengan mesra.
Alex menuju mobilnya dengan senyuman puas....lalu segera menelp seseorang..
Sekarang giliranmu Kenzo..buat Rafael cemburu.
Kemudian Alex masuk kedalam mobilnya dan berlalu dari sana.
💓💓
Rafael sedang berbincang bersama Zefanya dan Angell. mereka sedang membahas dan memilih gaun yang akan di pakai Zefanya. Zefanya dan Rafael di tunjuk sebagai pengantin bayangan.
Dari arah pintu muncul pasangan suami istri. Kenzo dan Elena.
Angell melirik ke arah Rafael yang menatap mereka dengan tajam.Rafael tertegun melihat tubuh kurus Elena yang kentara. wanita itu sedang hamil dan seharusnya ia mengalami kenaikan berat badan namun sebaliknya. Elena menyisir seluruh ruang dengan mata sayunya. ia mencari sosok yang ia rindukan Rafael.
Dan..mata Elena melebar ketika melihat Rafael disana tidak sendiri namun bersama seorang gadis, masih sangat muda namun begitu cantik. jemari Elena mengepal. seharusnya ia yang berdiri disana..seharusnya...
"Ayo kita akan menyapa Rafael dan Kakaknya." ucap Kenzo dengan tegas.
Mereka mendekati Rafael, Angell dan Zefanya yang sedang berbincang.
"Selamat malam semuanya."? sapa Kenzo menggandeng Elena dengan mesra.
Rafael menatap keduanya dengan tajam...ia hanya terdiam menatap Elena dengan begitu dalam.
"Terimakasih sudah datang, Elena..bagaimana kabarmu dan kehamilanmu." ucap Angell bersikap biasa.
Elena menatap Angell dengan sangat malu...sejak peristiwa itu ia belum bertemu dengan Angell.
"Aku baik-baik saja kak Angell."
Rafaell menatap Elena....
"Kenalkan..ini calon istriku..kami akan menikah setelah pernikahan kak Angell." ucap Rafael seraya memluk Zefanya, namun matanya tertuju pad Elena.
Elena menahan dengan susah payah airmatanya agar air matanya tidak jatuh. pemandangan Rafael memeluk Zaefanya sungguh membuatnya terluka. rasanya sakit sekali ketika penyesalan ini datang dan menuduhmu, setelah semuanya sudah sangat terlambat bagi Elena.
Apakah Rafael sudah melupakannya..secepat itu.? apakah sudah tidak ada harapan lagi baginya,..jika Rafael bersedia menerimanya kembali.. Elena akan senang hati meninggallkan Kenzo.
Elena mengangkat muka..menatap tajam ke arah gadis bernama Zefanya yang telah menggantikan posisinya.
"Dimanakah keluargamu Zefanya, maksudku..apakah keluargamu seorang pembisnis juga..kau kuliah dimana."? tanya Elena menatap Zefanya dengan sangat tajam.
__ADS_1
Zefanya terdiam.......