Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku
Undangan


__ADS_3

Angell baru selesai mandi dan hendak keluar kamarnya namun ia terkejut melihat orang tuanya masuk ke kamarnya.


"Papa."


"Papa ingin bicara." ucap Rusell dengan wajah dingin. sementara Livia hanya terdiam.


"Baiklah....dimana kita akan bicara."?


"Disini saja, karna di bawah Mike sedang bermain bersama Mama dan Tari." ucap Rusell.


"Baiklah papa," ucap Angell menghela nafasnya.


Merekapun duduk di balkon kamar Angell,


"Angell...Papa tau kau tadi mendengar pembicaraan kami bertiga."


"Iya..aku mendengarnya papa."


"Lalu kau tau apa artinya."?


Airmata Angell mengalir lagi...


"Aku tau jika selama ini aku kurang memberi waktu untuk Mike, tapi...aku punya alasan..Wili..."


"Orang yang sudah meninggal tak akan bisa lagi merasa, kita sudah berbeda alam Angel...papa sangat mengerti kesedihanmu..papa dan mama memutuskan kami tidak ikut campur itu karna kami menghormati perasaanmu...tapi melihat betapa Mike sangat menderita saat ini kami terluka Angell."


"Papa...jangan meminta aku berhenti mengunjungi makam karna aku tidak bisa....aku tidak bisa, Wili dan anakku akan sedih..."


"Bagaimana dengan Mike, apa kau pikir dia yang masih hidup tidak merasakan kesedihan...dia sangat membutuhkanmu dan kau malah mengabaikanya."


"Papa....."


"Dengarkan papamu Angell..papa tidqk akan membiarkan kau terus berada di jalan yang salah, papa tidak ingin kau menyesal ketika suatu saat Mike akan membencimu karna luka di hatinya sangat dalam."


"Papa..maafkan aku..apa yang harus aku lakukan, karna aku tau Mike pasti sedang membenciku sekarang..."?ucap Angell putus asa.


Rusell meraih sebuah undangan dari dalam sakunya. ia meletakannya di genggaman putrinya.


"Apa ini papa."?


"Itu adalah undangan peresmian jiotel yang baru milik tuan Aksana kau tau siapa dia,"?


"Teman bisnis papa."?


"Yah..sayang papa mau kau pergi dengan membawa Mike, ajak dia bersamamu agar dia merasa kau peduli dan mencintainya."


Angell menatap undangan itu dengan enggan. sudah lama sejak kematian Wili ia menyepi tak pernah menghadiri suatu acara apapun. sekarangpun begitu ia merasa tidak nyaman.


"Papa..aku tidak bisa.."


"Mengapa kau tidak bisa."?


"Aku...."


"Berapa lama kau harus terus bersembunyi atas nama duka? apakah kau akan membiarkan kami orangtuamu menanggung beban karna terus memikirkan masa depanmu bersama Mike."

__ADS_1


"Apa papa sedang membiarkan aku pergi untuk mencarikan aku jodoh."?


"Kenapa tidak, usiamu baru 32 tahun masih sangat muda Angell dan papa tidak akan pernah membiarkanmu menyiksa dirimu sendiri seumur hidup." Rusell menajamkan tatapanyna.


Angell mendesah...jika papa sudah memperlihatkan ekspresi seperti itu maka tidak ada pilihan selain mengikutinya.


Angel, tak punya pilihan sekarang..


"Bagaimana apakah kau ikut kata-kata papa atau tidak Angell."?


"Tenanglah papa aku ikut semua perkataanmu." ucap Angell mengalah.


"Baiklah...sekarang temuilah anakkmu, dan perbaiki hubungan kalian...Mike berhak bahagia Angell." ucap Rusell dengan mata berkaca-kaca.


"Baiklah..aku akan menemuinya."


Angell mendekati papanya dan tersenyum...lalu memeluk tubuh orangtuanya yang begitu mencintainya dengan rasa haru. airmata Angell menetes.


"Terimakasih papa..sampai saat ini pun ketika aku dewasa, kau masih saja mengkhawatirkan aku." isak Angell sedih.


"Perlu kau tau Angell, sedewasa apapun seorang anak, akan tetap menjadi makluk kecil di mata orangtua..kami tidak akan pernah berhenti memikirkan anak-anak..bahkan sampai kami menutup mata."


"Aku mencintaimu Papa..."


"Papa juga mencintaimu putriku, akan selalu mencintaimu."


Angell mengangguk dengan lega....ia bersyukur, orangtuanya tetap mencintainya sepanjang usia. Angell berjanji akan memperbaiki hubungannya yang telah rusak dengan putranya.


💖💖


Dengan membawa beberapa camilan kesukaan Mike, Angell mencoba mengambil hati anakknya.


"Mike." bisiknya pelan hingga membuat permainan Mike terhenti. ia menatap pada sang bunda yang duduk di sampingnya dan meletakan camilan di atas meja.


"Bunda..belum tidur."?


"Bunda belum bisa tidur.." ucap Angell dengan suara yang sedih.


"Mengapa..."? Mike menatap Angell dengan begitu tajam, untuk beberapa saat entah mengapa Angell melihat tatapan Alex di dalam tatapan Mike, apakah karna kemiripan mereka hingga Angell sulit membedakannya. ya..Mike tumbuh semakin hari semakin mirip dengan Alex. astaga apa yang ia pikirkan. Alex pasti sudah hidup bahagia di suatu tempat yang tidak diketahuinya. mungkin Alex juga sudah punya beberapa anak lagi, ini sudah 11 tahun tidak mungkin ia hidup melajang.


"Bunda."


"Yah..."


"Mengapa malah melamun dan tak menjawab pertanyaanku.?


"Maafkan bunda sayang, bunda hanya sedang sedih karna ada seorang pria tampan yang cuek pada bunda."


"Siapa."?


"Saat ini dia sedang duduk di sebelah bunda." ucap Angell melirik Mike.


"Aku.."?


"Hmm.."

__ADS_1


"Bunda aku tidak..."


"Bolehkan bunda memelukmu putraku."? tanya Angell dengan mata yang terasa panas.


"Tentu saja bunda."


Angell memeluk Mike dengan begitu erat. hal yang sudah lama tidak pernah ia lakukan. airmatanya menetes.


"Maafkan bunda Mike..bunda selalu mengecewakanmu..maafkan bunda."


"Aku tidak marah padamu bunda..aku baik-baik saja." ucap Mike dengan suara yang mulai serak.


"Mulai sekarang bunda akan berubah, bunda akan lebih mengutamakanmu Mike." Angell melepaskan pelukannya dan menggenggam jemari Mike.


"Jangan terlalu berjanji bunda aku tidak butuh itu, aku juga tidak meminta bunda berubah..aku hanya minta sedikit saja bunda memperhatikanku..aku akan senang."


"Baiklah...bunda janji." Angell mengangkat jari kelingkingnya. Mike tersenyum sembari jari kelingkingnya mengait di jadi bundanya.


"Aku mencintaimu bunda."


"Bunda sangat mencintaimu Mike..oya, besok malam kau ikut menemani bunda ke pesta, mau."?


"Pesta apa."?


"Peresmian hotel Aksana group."


"Kakek Micha...dia teman sekolahku..kakeknya adalah pemiliknya."tebak Mike menyunggjngkan senyum tampannya..


"Bunda tau karna itu bunda mengajakmu Mike."


"Baiklah..aku akan menemani bunda." ucap Mike bersemangat.


Keduanya saling menatap dan tersenyum tanda pedamaian...


"Baiklah..kau sedang main apa Mike."?


"Balap mobil bunda."


"Bagaimana kalau kita bermain sambil bertaruh."?


"Apa taruhannya Bunda."? lirik Mike tertarik.


"Kita masing-masing akan mengabulkan apapun keinginan pemenang." tawar Angell.


"Baiklah..aku setuju bunda." seru Mike tak takut.


Beberapa menit permainan, Angell kewalahan dan menyerah. Mike memang sering memainkan game ini, wajar jika dia lebih ahli dibanding Angell.


" Aku menang Bunda jangan ingkar tentang perjanjiannya, aku akan menagihnya nanti disaat aku butuh." ucap Mike mengedipkan matanya.


"Baiklah...bunda akan menepatinya." Angell berjanji.


Kedua pasangan ibu dan anak itu kembali melanjutkan permainan mereka.


Dari balik pintu Rusell dan Livia tersenyum, mereka ikut bahagia melihat pasangan ibu dan anak itu sudah berdamai, yah...mereka sudah lega sekarang dan berharap Angell akan menemukan pasangan baru dan hidup bahagia.....

__ADS_1


__ADS_2