
Wajah Tari memerah malu, ia tak mampu menyembunyikan wajahnya yang begitu salah tingkah. bahkan Wilard belum mengatakan apapun kepadanya...
"Kemarilah......"Wilard mengulurkan tangannya dan Tari menyambutnya...
"Ada apa."?
"Kau harus menceritakan segalanya padaku Tari...tentang bagaimana bisa Sean melepasmu dipulau..apakah semua hanya bagian dari rencananya."?
Tari menggeleng.....
"Dia menyerahkan aku padamu, dia memberikan kesempatan pada cinta kita."
"Apa maksudmu."?
"Aku mengatakan pada Sean, jika aku mencintaimu." ucap Tari dengan jujur.
"Dan dia menerimanya begitu saja."?
"Yah....dia terlihat tulus Wilard."
Wilard terdiam......benarkah...? Wilard menatap Tari yang begitu cantik, aura kemudaanya begitu terpancar hingga Wilard sangat takut kehilangan gadis ini...benarkah Sean semudah itu melepaskan Tari ataukah memang ini bagian dari rencananya...entahlah namun Wilard tak akan cepat percaya...seorang Sean mudah menyerah...ini pertama kali terjadi dalam sejarah hidup Sean. namun untuk sementara Wilard hanya mencoba percaya, lagi pula ia tak ingin membuat Tari kecewa.
"Jadi....apakah kau sungguh-sungguh mau menerimaku menjadi pria yang kau cintai."
Tari mengangguk....
"Aku mencintaimu Wilard tentu saja aku mau menerima dirimu."
"Aku ingin sekali memelukmu." Wilard mendesah...
"Bersabarlah.." Tari mengedipkan matanya..
"Tentu sayangku." balas Wilard menggenggam jemari Tari dengan lemah.
Tari duduk di samping ranjang Wilard dan mengigit bibir tipisnya..
"Tentang menjadi kekasih..yang kau katakan pada perawat itu."
"Aku hanya ingin menakuti perawat itu saja, lihatlah wajahnya ia menatapmu seperti kelaparan."
Wilard terkekeh....
"Lalu...kau menatapku seperti apa."?
"Aku.....hmmm..entahlah, aku bingung..mungkin seperti Om ku."?
Wilard terbatu-batuk mendengar perkataan Tari, ia kemudian mengerang ketika gadis itu memberikan pernyataannya...
"Hey...jangan batuk dulu.." jerit Tari cemas...
"Kau mau membunuhku ya.."
"Apa maksudmu..mana mungkin aku mau membunuhmu." Tari melotot tidak terima..
"Kau akan membunuhku dengan kata-katamu kau sangat kejam." ucap Wilard menahan sakit di dadanya sementara Tari menyesal dengan pekataanya.
"Maaf.."suara Tari pelan..
Wilard memejamkan matanya...
"Apakah kau tidak malu mencintai aku yang seperti om sendiri."?
__ADS_1
Tari menggeleng...
"Cinta tak mengenal usia, aku benar kan...aku mencintaimu sangat mencintaimu walau kau sudah seperti om ku." Tari terkekeh...
Wilard mengangguk dengan sakit hati....kenyataan jika umur mereka cukup jauh membuatnya semakin merasa cemburu..wajarkah???
"Jika saja aku bisa bergerak bebas maka...."
"Maka apa..."? tantang Tari..
"Aku akan menciummu sampai bibirmu bengkak."
Tari lagi-lagi...tersenyum malu di hadapan Wilard..
"Baiklah..aku tak sabar.." ucapnya menantang..
Gadis itu bangkit dari tempat duduknya dan mendekati Wilard mencium bibirnya dengan pelan...
"Kau harus istirahat sekarang."
Tari menaikan selimut lalu meraih jaketnya...
"Kau mau kemana....."? tanya Wilard yang melihat Tari mulai memakai jaket..
"Kerumah Sean...aku tidur disana dan juga mandi."ucap Tari polos.
"Apa..."? jerit Wilard kembali menahan sakit didadanya.
Tari kembali menghampiri Wilard dan menggenggam jemarinya..
"Ada apa."?
"Jangan coba-coba pergi ke rumahnya." ucap Wilard dengan tegas...
"Kakak...tidak, dia bukan kakakmu Tari..dia adalah pria yang akan menerkammu ketika kau lengah," ucap Wilard dengan tegas.
Mendengar hal itu Tari mendecak.....
"Satu-satunya pria yang ingin menerkamku itu kau Wilard Pearl." ucap Tari mencibir...
"Aku mencintaimu...setelah aku sehat aku akan menikahimu jadi jangan coba-coba pergi dariku." tatap Wilard membuat Tari mengurungkan niatnya pergi.
"Astaga... aku tidak pergi darimu...Tari memutar bola matanya dengan kesal..aku hanya akan mandi dan istirahat sebentar." ucap Tari membujuk, lagipula dieumah Sean itu sangat nyaman dan disana dia dilayani dengan sanagt baik. Sean adlaah kakak terbaik baginya seperti kakak Zefanya.
"Kau...apakah kau ingin aku menjadi gila."? teriak Wilard mengancam.
"Sayang...jangan begitu."
"Mandi dan tidurlah di sini di dekatku Tari...lagipula kamar ini punya segala yang kau butuhkan dibanding kau harus keluar dan bersama pria itu." ucap Wilard menekan.
"Mengapa kau jadi menyebalkan sih." Tari meringis kesal..
"Tari kau inhin aku cepat sembuh atau tidak....."
"Baiklah..aku akan tinggal disini tapi aku akan menelfon Sean dulu bahwa aku mulai sekarang disini bersamamu sampai kau sembuh."?
Willard mengangguk puas...
"Telp dia dihadapanku.." lirik Wilard tajam..
Tari mengangguk lalu menelfon Sean untuk minta maaf karna ia tak bisa lagi ke tempat Sean. karna Wilard sudah sadar...untunglah Sean bisa menerimanya dengan baik, ia tidak tersinggung atau marah. Sea memang pria yang baik.
__ADS_1
Setelah menelfon Tari meminta pelayan untuk mengambil perlengkapan mandinya di mobil lalu gadis itupun segera ke kemar mandi, meninggalkan Wilard yang terdiam......
Pria itu menghela nafasnya, ia bahkan baru saja sadar dan tak bisa tenang....
"Aku harus benar-benar cepat menikahimu Tari, kalau tidak aku bisa gila jika terus memikirkan kau bisa saja di rebut pria lain..apalagi Sean, dia lebih segala-galanya dariku."
Pria itu memejamkan matanya dengan berat.....
💝
Tari keluar dari kamar mandi dengan wajah yang segar dan tampak sangat cantik, rambut panjangnya basah dan Tari benar-benar mempesona memakai dres berwarna hijau cerah, Tari mendekati Wilard dan duduk di samping ranjang..
"Kau mau makan sesuatu sayang."?
"Yah...." jawab Wilard gemas..
"Katakan saja.."
"Aku mau memakanmu." ucap Wilard
Tari tertawa seketika...
"Kau jadi sangat manis setelah sadar...yang sakit dadamu sayang bukan kepala." Tari mengecup punggung tangannya..
"Aku ingin segera keluar dari sini dan menikahimu."
"Mengapa.."?
"Apa lagi kalau nukan aku mencintaimu.."
Tari menggeleng tak percaya....
"Bilang saja kau ingin cepat-cepat menikah agar kita melakukan malam pertama." ucap Tari dengan telak...
"Itulah sebabnya aku tergila-gila pada gadis kecil sepertimu sayang, kau sangat mengerti diriku sebelum aku mengatakan keinginanku."
"Aku beruntung bukan."? ucap Tari seraya mengambil buah mengupasnya dan menyuapi Wilard.
Sekali lagi Wilard terdiam,seumur hidupnya ini pertama kalinya seorang wanita menyuapinya...apalagi dalam keadaan tidak berdaya. Tuhan benar-benar mengasihinya sehingga mengirim Tari untukknya.
"Apakah terasa manis."?
"Yah...lidahku terasa pahit dan ini terasa segar."
"Makanlah sayang dan cepat sembuh untukku."
Wilard tersenyum.....
Dari arah pintu muncul seorang dokter muda yang tampan ia masuk dan menatap Tari seolah tak bisa memalingkan matanya. dokter itu berusia sekitar 20an dan sangat tampan.
"Selaamt malam."
Tari tersenyum dan berdiri memberi jalan bagi dokter untuk memeriksa keadaan Wilard.
dokter itu mulai memeriksa Wilard dan sesekali matanya memandang ke arah Tari..
"Kondisi tuan stabil, jika sampai beberapa hari kedepan tetap stabil maka kami akan mencabut sebagian alat-alat ini. tunjuk dokter pada selang yang menghiasi tubuh Wilard."
"Terimakasih dokter...aku senang sekali.."ucap Tari menunduk hormat.
"Pamanmu akan sembuh nona Tari." ucapan dokter muda itu membuat Wilard meradang...
__ADS_1
Paman.....dia memanggilku dengan sebutan paman....? tatap Wilard tajam...?.