Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku
Maaf yang terlambat


__ADS_3

Angell telah menekan tombol itu dan memegangnya erat dalam genggamannya. ia tertegun mendengar suara langkah Wili mendekat dari balik pintu. Angell sontak panik ia melirik ke kanan dan kekiri tak tau harus melakukan apa..bersikap bagaimana.


Sementara langkah itu semakin dekat...


Angell menatap ranjang dengan tajam. lalu menaikinya dan berpura-pura tidur, ia tak ingin menatap Wili dan tak ingin terlibat pembicaraan apapun dengan pria itu.


Pintu terbuka, dengan langkah berat Wili mendekati Angell yang sepertinya sudah terlelap. pria itu merasa bingung, ia tak tau bersikap seperti apa di hadapan Angell meminta maaf secepat ini, Angell tak akan memaafkannya. mungkin ia harus memperbaiki sikapnya dulu setelah Angell mulai merasa nyaman Wili akan meminta maaf.


Pria itu menatap Angell yang tengah tertidur lelap, jemarinya tak tahan untuk segera naik dan menyentuh pipinya, dan menyibakkan anak rambut Angell yang menghalangi wajahnya..dan membelai rambut Angell dengan lembut. di dalam hatinya Wili berjanji ia akan mulai berubah. Ia telah memutuskan melepaskan Grace agar tenang..dan melupakan dendam itu karna tak ada yang bisa disalahkan atas keputusan bunuh diri yang dilakukan Grace. dan saat ini ia berjanji jika ia akan mempersembahkan hidupnya untuk Angell dan menebus kesalahannya dengan memberi Angell kebahagiaan yang selama ini tak pernah Angell terima sebagai seorang istri.


Wili pun segera naik ke ranjang dan tidur di sampingnya. tanpa di duga Angell, pria itu melingkarkan lengannya di pinggang Angell. dan kemudian memejamkan matanya tanpa sedikitpun merasa bersalah.


Angell menahan nafasnya, ia tak bisa bergerak ketika Wili memeluknya dengan begitu erat. jemarinya mengepal. apakah pria ini sedang bercanda dengannya, apakah pria ini sedang mengujinya atau memberinya sedikit nyaman sebelum benar-benar memberi rasa sakit yang lebih lagi.? besok Wili akan membawanya pergi dari kota ini entah kemana. namun ia benar-benar berharap jika Alex akan menolongnya. hanya Alex satu-satunya harapan Angell saat ini. ia tak ingin melibatkan orangtuanya atau adikknya. yah...biarkan ia menyelesaikan sendiri persoalannya dan jika sudah tiba waktunya Angell akan melibatkan keluarganya. mama Livia rutin menelfon namun Angell berusaha menelan rasa sakit ketika menceritakan kebahagian semu yang ia rasakan. sungguh rasanya seperti menelan duri ketika menceritakan kondisinya yang berbanding terbalik dengan semua cerita indahnya, namun demi orangtuanya Angell bahkan mampu menelan duri selama mungkin.


Angell memejamkan mata, pelukan Wili padanya malam ini terasa hambar, hatinya terlanjur sakit dan tak ada obatnya. ia ingin pergi sejauh mungkin dari Wili, dan menutup pintu hatinya pada pria ini.


💝💝


Alex tersenyum penuh kemenangan ketika alarm berbunyi dengan sangat keras. itu artinya Angell sudah memilihnya. dan dengan mudah Alex sudah melacak dimana Angell berada saat ini dan tinggal mengejutkan Wili lalu merebut Angell dari pria itu selamanya.


Alex berada di sebuah ruangan pribadinya yang selalu dengan cahaya yang redup dan pria itu tertawa dengan keras.


Rasanya bagai mimpi ketika Angell hampir berada di dalam genggamannya..di dalam pelukannya.


"Angell Wins..kau adalah milikku." teriak Alex dengan suara yang menggelegar di malam hari. suara ketukan pintu lalu gerakan membuka perlahan,


salah seorang anak buahnya menunduk penuh hormat.


"Tuan Alex..semua anak buah kita telah berada ditempat yang akan di lewati oleh mobil nyonya Angell."


"Panggil dia Nyonya Alex..biasakan mulut kalian dari sekarang." ucap Alex dengan nada tinggi.


"Ampuni aku tuan Alex, aku tak akan melakukan keslahan lagi."

__ADS_1


"Bagus..katakan berita apa yang kau bawa."?


"Tuan Alex, jadi kami tinggal menunggu perintah untuk menyerang rombongan tuan Wili."


"Aku senang sekali..aku akan memberi petunjuk..kita akan kesana malam ini juga aku sudah tidak sabar lagi menjemput milikku." desis Alex dengan nada yang dingin tidak tersentuh.


"Baik tuan Alex, kami menunggu perintah."ucapnya dengan siap.


Alex hanya menganggukan kepala tanda setuju...lalu bangkit dari tempat duduknya, dan melangkah kekiar ruangan dengan langkah yang ringan.


💖💖


Pagi sekali....


Angell menyelesaikan sarapan dalam diam sementara Wili menatapnya dari seberang meja. mereka akan berangkat setelah selesai sarapan.


"Bagaimana apakah kau tidu nyenyak semalam." sapa Wili dengan lembut, seperti bukan dirinya. Angell menghentikan aktifitas makannya dan tersenyum getir.


"Setidaknya aku masih hidup sekarang, itu yang penting bagimu bukan...tenang saja." ucap Angell dengan dingin.


"Kita akan memulai perjalanan yang jauh dan aku ingin kau menjaga kesehatan."


Angell kembali menatap Wili, rasa muak kembali hadir..dengan sikap baik Wili. mengapa pria ini harus memakai topeng lagi setelah wajahnya di kenali. mengapa harus bersikap baik setelah sebelumnya bersikap sadis kepadanya.?


"Yah...akuakan selalu mengingat semua kata-katamu seumur hidupku Wili."


"Angell...


"Mengapa..apa semua kata-kataku salah dan menyinggungmu? apakah kau ingin menyiksaku lagi.? ucap Angell dengan mata berkaca-kaca.


Wili merasa nyeri yang menusuk di hatinya menyadari tatapan kebencian dari mata Angell.


"Aku minta maaf Angell." ucapnya pelan..

__ADS_1


"Minta maaf."?


"Yah..tentang semua yang telah aku lakukan aku...."


"Apa kau sudah menemukan kebenaran." ucap Angell dengan mata yang basah...


Wili terdiam...itu berarti benar, ya Tuhan..setelah semua penyiksaan yang dia alami. Wili baru menemukan kebenaran itu. baru membuka hatinya untuk menerima kebenaran itu. setelah ia membuat Angell terluka sangat parah.


"Maaf..tapi semua sudah terlambat Wili aku...sudah tersakiti."


"Angell....maafkanlah aku jika.."


"Tidak....setelah semua yang kau lakukan kepadaku, setelah semua rasa sakit yang begitu menyiksa..tidak Wili..aku tak bisa." isak Angell pelan..


Wili memejamkan matanya hingga matanya basah...ia bangkit dari tempat duduk dan mendekati Angell. namun wanita itu menggeleng mundur.....


"Berhenti..kumohon jangan memaksaku Wili." tatap Angell dengan tatapan hancur.


"Baiklah...aku tak akan memaksamu sekarang Angell, hanya saja beri aku kesempatan sekali lagi."


Wili terdiam disana dengan wajah pasrah....


❣❣


Akhirnya rombongan Wili dan Angell keluar dari luar kota mereka akan menuju pelabuhan kapal Wili. hari sudah mulai gelap di antara jalan yang sunyi. mereka hanya terdiam di sepanjang perjalanan.


Wili menatap Anggel lalu mengambil sesuatu dari dalam sakunya. sebuah Kalung berlian kecil lalu di letakan di dalam genggaman Angell.


"Ini adalah tanda cintaku Angell, aku tau kau tidak akan memakainya sekarang..cukup kau menyimpannya aku sudah bahagia Angell."


Angell menatap kalung berlian itu dengan datar, namun ia segera menyimpannya di dalam saku jaketnya.


Monil melewati terowongan panjang dan tiba-tiba saja termadi benturan ringan, mobilpun berhenti mendadak seiring Sebuah lampu sorot yang begitu terang dan menyilaukan menghantam mata Wili dan Angell.

__ADS_1


Wili mengerang..ketika ia dapat melihat sosok yang ia kenali turun dari mobilnya dan melangkah mendekati mobil mereka...


"Alex."? ucap Wili dan Angell bersamaan..........


__ADS_2