Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku
Rasa Benci


__ADS_3

Aksana sungguh terkejut atas sikap Mikha yang dingin, namun ia mengerti sungguh mengerti rasa sakit yang di tunjukan Mikha, sebagai ayah..ia telah gagal memberi rasa cinta, matanya tertutup oleh amarah dan tidak melihat kebenaran di depan matanya. Aksana sungguh-sungguh menyesal..


"Mikha...papa mohon..dengarkan papa."


"Papa......apakah kau baru sadar bahwa kebenaran itu sudah sangat terlambat."? desis Mikha dengan mata berkaca-kaca.


Aksana menghela nafas,...


"Papa tau...dengan semua yang terjadi kau dan mama yang paling tersakiti....aku sebagai seorang ayah merasa gagal dan merasa sungguh berdosa."


Mikha tertawa kesal.....


"Mudah sekali bagimu mengucap kata maaf dan mudah sekali bagimu bilang berdosa...kau pikir semua akan kembali seperti biasa...kau pikir semua akan kembali seperti tidak terjadi apa-apa."?


"Mikha..tolonglah papa minta maaf, bisakah kau dan mama kembali ke rumah."? pinta Askana dengan suara yang bergetar..


Mikha mengeraskan tatapannya...


"Itu tidak akan pernah terjadi tuan Aksana." ucap Mikha meraih dusnya dan melangkah melewati Aksana namun...


Lengannya tertahan oleh pegangan Aksana..keduanya saling bertatapan dengan sorot mata yang sama...dan saat itu Aksana baru sadar, jika Mikha mewarisi tatapan tajamnya...sikap kerasnya dan juga keras kepalanya...Walau secara fisik Mikha lebih mirip Lusi.


"Papa mohon....maafkan papa Mikha, katakan apa yang harus papa lakukan agar kau mau memaafkan papa, dan setidaknya ijinkan papa bertemu dengan mamamu Mikha."


Mikha menaikan alisnya, meletakan dus di atas meja dan tersenyum ke arah Aksana..


"Kalau papa bisa mengembalikan hidupku seperti dulu, maka aku akan memaafkanmu papa..... kembalikan semua senyumku..kembalikan waktuku yang penuh tangis... hilangkan rasa sakitku ketika aku mengemis kasih sayang kepadamu...." tangis Mikha mengenang.....


"Mikha....." suara Aksana terputus....


Aksana sungguh terpukul, ia ingat jelas betapa ia selalu menolak ketika Mikha mendekat atau ingin bermanja-manja dengannya, ia selalu membentak jika Mikha bersikeras ingin dipeluknya...semua itu terasa menyakitkan hatinya sekarang,..betapa kejamnya dia dulu....kini hanya penyesalan yang tersisa di dalam dada Aksana hingga ia sudah mulai merasakan apa arti luka yang ia rasakan..


"Kau selalu membedakan aku dan Stela, kau kejam padaku, kau bersikap tidak adil dan jahat." Mikha sungguh marah....


"Papa akui..papa melakukan itu semua Mikha...papa terlalu menyakiti......"


"Tak taukah papa jika aku menderita,...airmata Mikha menetes...Stela selalu melakukan apa yang disukainya sedangkan aku...aku selalu mengalah, aku selalu hidup penuh aturanmu dan tak boleh melakukan kesalahan..."


Aksana mengangguk penuh airmata....

__ADS_1


"Papa minta maaf Mikha.."


"Tak taukah papa..jika aku selalu berdiri di balik tirai dan hanya menatap iri ketika kau memuji Stela, kau memeluknya dan kau selalu membanggakannya padahal Stela selalu berbuat hal diluar batas, tapi papa selalu memaafkannya." ucap Mikha penuh dendam..


"Papa mengerti Mikha...berhentilah cukup..papa tidak sanggup mendengarnya..papa minta maaf."


"Jika papa sudah mengerti..bukankah papa sudah kehilangan kesempatan."


Aksana meraih pundak Mikha dengan ekspresi sedih, ia benar-benar tak mampu menerima kebencian dari putri dan istrinya sendiri itu seperti pisau tajam yang di arahkan di jantungnya...


"Mikha.....papa mohon padamu papa akan melakukan apa saja demi kau dan mama, kau boleh meminta apa saja...apa saja asal kau bisa kembali kerumah.."


"Tidak..., aku tidak sudi."


Mikha menghempaskan pegangan Aksana padanya...


namun pria itu tidak patah arah..ia kembali menyentuh lengan Mikha dengan putus asa...tidak....ia bersedia melakukan apapun tapi tidak melepaskan Mikha dan Lusi itu sama saja membunuhnya...


Dan jika ia melepaskan Mikha saat ini mungkin seumur hidupnya ia tidak akan bertemu lagi dengan Mikha ataupun Lusi...dan Aksana akan hancur tak bersisa..


"Katakan Mikha...apa yang harus papa lakukan untuk bisa mendapat maafmu."? Aksana sungguh merasa gusar,...


Mikha menoleh dengan sinar mata membara...senyumnya terbit di wajahnya...


Aksana terdiam......


"Apa maksudmu Mikha.."?


Mikha melepaskan pegangan Aksana dengan cepat...


"Aku ingin kau...menyerahkan segalanya kepadaku, perusahaan dan semua yang kau punya papa, dan biarkan aku menjadi pewaris tunggalmu dan biarkan Stela menderita sama sepertiku aku ingin dia merasakan rasanya jadi aku yang terbuang dan di abaikan.."


Aksana sungguh terkejut dengan permintaan Mikha...namun ia tak bisa melakukan apapun, Stela selama ini sudah mendapatkan segalanya kasih sayang dan juga kenyamanan sebagai putri dari Aksana. namun Mikha sebaliknya, hidupnya menyedihkan dengan sederet aturan dan tekanan yang ada...Mikha sangat tersiksa....tak ada salahnya membalikan keadaan dan membiarkan Mikha merasakan segala yang tak pernah ia rasakan sebelumnya...


Aksana akhirnya mendekat dan menatap Mikha denan senyuman...


"Papa akan melakukan segalanya, kau putri bungsuku Mikha..dan papa berjanji akan mengembalikan semua yang seharusnya kau rasakan dan akan melakukan sesuai permintaanmu tentang Stela.."


"Bagus..aku ingin Stela menjadi asistenku papa, aku ingin Stela...mendengar pada rapat pemegang saham papa mengumumkan jika aku adalah penerusmu di perusahaan ini." ucap Mikha tajam...

__ADS_1


"Baik...papa akan melakukan itu semua..jadi kapan papa akan bertemu mama."? tanya Aksana dengan wajah yang terlihat lelah...sejak Lusi meninggalkan rumah, ia sama sekali tidak bisa memejamkan matanya. bayangan Lusi selalu menuduhnya dan membuatnya gila...


Mikha tersenyum.....


"Jika aku sudah mendapatkan segalanya..pada saat itulah papa akan bertemu dengan mama." ucap Mikha dengan ucapan Misterius...


Aksana menghela nafas....


"Papa mohon....Mikha jangan lama mempertemukan papa dan mama...sungguh papa tak sanggup jauh dari mamamu."


"Anggaplah itu hukuman dari mama untuk papa, karna selama ini papa selalu tidak perduli perasaan mama..ini akan menjadi adil bukan."?


"Mikha...papa mohon...."


"Selesaikan semua perpindahan pewaris maka secepat itulah papa akan bertemu mama lagi...dan untuk saat ini, merenunglah...apa arti mama dalam kehidupan papa...permisi." Mikha melangkah menuju pintu namun sebelum ia menutupnya Mikha menoleh...


"Aku menunggu kabar darimu papa." Mikha tersenyum dan melangkah pergi..


Sedangkan Aksana tersungkur......rasanya kepalanya mau pecah memikirkan Lusi dan merindukannya sebesar ini.....


"Maafkan aku Lusi....aku berjanji, akan menebus semua kesalahanku pada putri kita dan dirimu." ucap Aksana dengan penuh sesal..


❤❤


Mikha melangkah keluar ruangan dan tersenyum sinis, sebentar lagi..ia akan menguasai segalanya, itu pantas baginya....


"Wah......ternyata kau masih punya muka ya...untuk datang ke perusahaan ini." ucap Stela bersedekap dengan tatapan tajam...


Mikha tertawa....hingga tawanya terlihat seperti seringai tajam......


"Kakak....aku merindukanmu." Mikha menunjukan ekspresi sedih yang disengaja...


"Aku bukan kakakmu Mikha dan tak sudi menjadi kakakmu."


Mikha kembali ke wajah dinginnya...


"Baguslah....jadi aku tidak perlu lagi berpura-pura karna itu sangat melelahkan Stela..lagipula mulai sekarang kau akan berada di bawah kakiku." desis Mikha senang...


"Apa maksudmu."?

__ADS_1


"Sebentar lagi kau akan merasakan apa yang pernah aku rasakan kakakku sayang." Mikha tertawa dengan penuh kemenangan hingga wajah Stela menjadi pucat..


"Apa maksudmu." jerit Stela gusar.


__ADS_2