
Rusell kembali membuat pengumuman pada keluarganya jika Angel akan memikirkan tentang perjodohan itu selama sebulan dan semua setuju untuk memberi Angel waktu untuk berpikir. merekapun melewati makan malam bersama dengan tenang.
Wili mendekati Angell yang sedang menikmati kue dengan tenang.
"Bisakah kita berdua bicara sebentar." tatap Wili menaikan alisnya.
Angell menoleh ke sekelilingnya. orangtuanya sedang sibuk bicara dengan papa Roni dan mama Aleta, sedang Rafael tak henti-hentinya mengikuti kemanapun Elena pergi. Angel tersenyum miris..disini hanya dia dan Wili yang tak punya pasangan.
"Baiklah, lagipula semua orang sepertinya sedang sibuk, ayo..aku akan menujukan taman mama yang dipenuhi bunga-bunga indah." ajak Angell dengan antusias.
Angel melangkah lebih dulu membiarkan Wili harus mengejarnya agar berjalan bersama.
Taman bunga yang terletak di samping mansion itu begitu indah memanjakan mata. ada banyak warna di taman bunga ini, ada berbagai jenis mawar, tulip dan berbagai jenis bunga Wili tak menghafal namanya. ada dua bangku taman di tengah-tengah taman dan sebuah menja kecil di tengahnya.
"Silahkan duduk Wili." ucap Angel.
Keduanyapun duduk dan saling melemparkan senyuman.
"Disini sangat indah, apa kau yang membuat tanaman ini."? tanya Wili basa-basi.
"Mana bisa aku mengerti tentang bunga-bunga ini..Angel menggeleng, ini adalah taman bunga yang dibangun oleh mama, dan kau percaya Wili..disetiap kamar kami mama selalu meletakan bunga ini setiap hari..mama tidak pernah lelah melakukan itu."
"Tante memang wanita cantik yang begitu berkelas dan keibuan." Wili mengakui, ketika datang untuk pertama kali dirumah ini. ia sangat terkejut dengan perlakuan tante Livia yang sangat ramah dan keibuan.
"Aku sangat mencintai dan berharap bisa menjadi kebanggaan mama."
"Aku melihat cinta itu dimatamu Angel." tatap Wili setuju.
"Terimakasih." Angell mengangguk dengan malu.
"Angel..mengapa sudut bibirmu berdarah." ucap Wili masih tenang.
"Achh...ini adalah bentuk cinnta papa...dia menyadarkanku akan banyak hal."
"Aku mengerti Angel." senyum Wili.
"Oya, apa yang ingin kau bicarakan padaku." Angell menyandarkan punggungnya di kursi dengan santai.
"Mengapa kau menolak perjodohanmu, padahal Oscar lelaki kaya dan mapan..kalian akan jadi pasangan yang serasi."
__ADS_1
Angell menggeleng tegas......
"Ini tentang kesalahan di masa lalu."
"Kesalahan di masa lalu."? ulang Wili tampak penasaran.
"Ya...tentang aku..sahabatku dan pria brengsek itu." ucap Angell sedikit kesal.
"Sahabat...apa yang terjadi pada sahabatmu."? lirik Wili seraya mengepalkan tangannya.
"Dia bunuh diri 3 tahun lalu." Angel lalu memijit pelipisnya. peristiwa itu sangat menyakitkan untukknya.
"Apa yang terjadi sebenarnya pada sahabatmu..mengapa dia bunuh diri."
"Grace.....dia...." Angell memejamkan matanya ia tak mampu melanjutkan kata-katanya lagi.
"Angel...kau menyebutnya Grace...apakah..."
"Wili..mengapa kau tertarik sekali dengan hidupku yah." Angel berseru tidak suka. mengapa lelaki ini jadi sangat tertarik mengorek semua tentangnya.
"Aku hanya perduli kepadamu Angel, aku ingin...."
"Kuharap kau tau batasanmu Wili, kita tak punya hubungan apapun, kau hanyalah klien yang memesan gaun pengantin dariku..dan aku..akan menyelesaikan secepatnya untukmu agar kita tidak perlu bertemu lagi....selamat malam Wili." Angell meninggalkan pria itu yang mengerang dengan kesal.
Sial....padahal sedikit lagi, ia bisa mngorek semua yang terjadi dengan masa lalu adikknya Grace dan Angell. benarkah mereka adalah sahabat. ataukah sebenarnya mereka berdua adalah musuh.
"Aku tak akan pernah melepaskanmu Angel, kau akan tetap berada di dalam kendaliku..dan aku pastikan, kau akan terikat denganku selamanya." Wili menatap tajam tubuh Angel yang telah menjauh dengan ekspresi mengerikan.
❤❤
Angell baru saja bangun pagi..ini hari libur dan dia sengaja bermalas-malasan dikamar. ia sengaja mematikan ponselnya ia takingin diganggu kali ini oleh siapapun.
Pintu diketuk pelan......lalu sesaat kemudian terbuka. Rafael muncul disana dengan tatapan tak terbaca.
"Boleh aku bicara kakak."?tanya Rafael dengan sopan.
"Tentu saja..masuklah." ajak Angell sambil melangkah menuju balkon kamarnya. meraih dua botol minuman dingin dan meletakannya di meja. Rafaelpun ikut duduk di hadapan kakaknya. ia tersenyum..kebiasaan mereka berdua adalah minum minuman dingin di pagi hari secara sembunyi-sembunyi. kebiasaan yang sudha sangat jarang mereka lakukan namun begitu ia rindukan.
Angell mengusap wajah paginya, ia terlihat tertekan..
__ADS_1
"Mengapa kau menatapku seperti itu." tatap Angel menaikan alisnya.
"Mama akan marah jika melihat kita masih melakukan kebiasaan kita." Rafael mengangkat botol minuman dingin itundan menegukknya dengan sangat banyak.
"Kita melakukannya sembunyi-sembunyi atau mama akan membunuh kita dalam kemarahannnya." sambung Angell juga meminum minuman dingin itu.
Rafael berdehem...
"Apakah ini ada hubungannya dengan masa lalu kakak dengan kak Grace, karna itu kakak menolak Oscar."?
"Aku tidak mau bicara tentang itu semua Rafael...kau datang sepagi ini untuk bertanya itu." Angell memandang ketinggian dari lantai 3 balkon kamarnya dan mendesah.
"Jika kakak tidak suka padanya batalkan saja, papa pasti mengerti." ucap Rafael sunggguh-sungguh.
"Kau..sudah dewasa juga sekarang, aku tidak menyangka.." Angell menepuk pundak Rafael dengan senyuman senang.
'Kau tau aku sangat menyayangimu kakak." ucap Rafael.
Angel merasa matanya berkaca-kaca..... `
"Aku hanya ingin kakak berhenti merasa bersalah tentang kematian kak Grace, karna sebagai sahabat kaka sudah melakukan bagian kakak dengan baik, dan keputusan bunuh diri adalah keputusannya."
"Jika saja kaka tau dari awal...kakak pasti akan bisa mencegah patah hati yang Grace alami..dan dia tidak akan mengakhiri hidupnya Rafael." airmata Angel menetes.
"Bukan salahmu kak...Grace hanya terlalu mencintai pria brengsek itu dan tidak mendengarkanmu sedikitpun sebagai sahabatnya."
"Oscar..pria itu..dialah yang menyakiti hati kakak, dan menghancurkan hubungan persahabatan kakak dan kak Grace." Rafael itu geram membayangkan betapa semalam ia juga menahan kekesalannya melihat wajah Oscar. ia akan melindungi kakaknya dari pria brengsek itu."
"Kakak tidak akan menikah dengannya Rafael...tapi kakak akan mematahkan hatinya seperti dia mematahkan hati kakak dan kak Grace sekaligus..dia harus menerima balasannya." lirik Angell tersenyum. Rafael mengangguk dengan puas."
"Aku...ada dibelakangmu kakak, aku akan melindungimu dari jauh." balas Rafael berjanji. di iringi senyuman hangat dari Angel..
*********************************
Disebuah pemakaman mahal, berhentilah sebuah mobil yang mewah, Wili turun dari sana dan melangkah mendekati salah satu makam dengan tatapan yang begitu terluka.
Meletakan bunga ditengah makam yang begitu terawat itu Wili memejamkan matanya dengan penuh sesal.
Tiga tahun lalu, jika saja ia tidak melakukan perjalanan bisnis, mungkin saja ia bisa mencegah apa yang terjadi pada Grace...
__ADS_1
"Kakak berjanji padamu sayang..mereka berdua akan mendapatkan hukuman yang pantas...kaka pastikan itu." ucap Wili dengan suara yang bergetar penuh dendam...