Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku
Dimata dunia kau sudah mati


__ADS_3

Tari berlari ke arah rumah besar dengan wajah yang penuh emosi, ia berlari sampai di depan dan tertahan oleh para pria berwajah batu.


"Mau kemana nona."?


"Bertemu Wilard."


"Tuan Wilard, nona biasakan mulutmu memanggil dengan kata tuan atau kau akan dilempar kelaut dan menjadi makanan hiu lapar." ucap penjaga itu dengan wajah yang garang.


"Baiklah..aku menyerah, bisakah aku bertemu dengannya."? Tari merasa ngeri mendengar kata-kata pria itu yang begitu tajam.


"Baik nona silahkan masuk, tuan juga sudah menunggu anda."


Tari mengangguk dengan tatapan putus asa...ia mengikuti salah satu pelayan yang berjalan di depannya. Rumah ini sangat pantas dijuluki rumah besar karna ruangannya yang begitu luas dan megah, melangkah mendekati lift mereka lalu naik ke lantai dua.


Pelayan itu bersikap sangat hati-hati dan sedikit takut, ia juga melangkah dengan berjaga jarak. akhirnya mereka sampai di ujung sebuah pintu besar dan pelayan perempuan itu berhenti sejenak, mengulurkan tangan untuk menekan tombol dan seketika itu juga pintu terbuka dengan sendirinya.


Iapun menatap Tari..


"Silahkan masuk nona,tuan kami sudah menunggu nona di dalam."


Tari melonggarkan tenggorokannya...wajah pelayan ini sangat dingin seperti wajah tuan mereka, apakah mereka tidak pernah tersenyum..atau menikmati hidup ya ampun...


"Terimakasih." ucap Tari melangkah masuk..


💖💖


Tari melangkah masuk dengan wajah yang ternganga, ini adalah kamar pribadi Wilard..astaga sangat mewah dan berkelas...


Wilard duduk di sebuah sofa single yang seolah di buat khusus untukknya, pria itu tersenyum dengan sangat dingin pada Tari...


"Akhirnya kau menemuiku juga."


"Wilard aku ingin bicara." ucap Tari dengan tak sabar.


"Bagaimana kamarmu yang aku siapkan, apakah kau menyukainya."?


"Yah..sangat bagus tuan Wilard yang sangat baik hati, aku sampai menangis karna terharu." Tari memutar bolla matanya. kamar pengap yang sangat bau itu yang dimaksud sangat bagus oleh Wilard? dasar psikopat gila.


"Bagus aku senang kau menyukainya, kamar ini aku siapkan khusus untukmu."


"Aapa..kamar ini.? bukan kamar pengap itu..."?


Wilard menggeleng sambil tersenyum...


"Kau sungguh penuh kejutan." Tari bersedekap jengkel.


Wilard mendekat kembali mengeluarkan pisau kecil yang berkilat, ia mendekati Tari dengan sinar mata yang tajam..

__ADS_1


meraihnya dengan satu hentakan sehingga gadis muda itu dengan mudah jatuh ke pelukannya..mereka saling bertatapan tajam.


Wilard membeku ketika jantungnya berdesir pelan, ketika ia merasakan sesuatu yang berbeda ketika menatap mata indah milik Tari yang selalu menantangnya, jauh di dalam jiwanya meronta ketika kulit mereka bersentuhan....


Sial...ia menginginkan Tari Wins menjadi milikknya....


"Kamar pelayan itu akan menjadi kamarmu jika kau berani mengujiku, dan sekaligus kamar eksekusi bagimu." lirik Wilard tajam.


"Lepas...kau pikir aku takut padamu ya..aku bahkan telah bersiap untuk mati." ucap Tari menantang.


"Benarkah,.kau siap menyambut kematianmu." sinar mata Wilard berkilat...


Pisau itu di arahkan di leher Tari..sembari Wilard berbisik pelan...


"Bagaimana dengan lehermu, aku akan merobeknya dengan pisau ini." desis Wilard dengan seringai tipis.


"Tunggu...." suara Tari bergetar gugup, bahkan seorang penjahatpun tak akan berani menghadapi kematian, apalagi dirinya, Tari hanya bercanda....


"Mengapa..."?


"Aku taa..kut darah."


"Bukankah kau akan mati mengapa justru takut melihat darah."


Tari melepaskan pelukan Wilard padanya sambil mengelus lehernya yang ngilu karna sempat merasakan dinginnya pisau itu mendarat di kulitnya..


"Aku menyerah..aku takut mati." Tari memalingkan wajahnya karna malu..


"Jangan tertawa, aku hanya seorang gadis 17 tahun aku hanya, merasa sayang sekali jika hidupku harus berakhir setragis ini."


Wilard menutup tawanya dengan cepat, lalu mendekati Tari...


"Bagus, itu berarti kau harus ikut semua mauku Tari."


"Baik..katakan saja aku akan mempertimbangkannya."


"Kau harus menikah denganku di usiamu yang ke 18 tahun."


"Apa."? wajah Tari memucat, ia sangat syok dengan pernyataan Wilard, jelas dia pria yang sangat dewasa bagaimana mungkin Tari menikah dengan pria yang seumuran kak Wili...apakah pria ini sudah putus asa untuk mendapatkan wanita yang seumuran dengannya, mengapa malah mengincarnya.?


"Cepat tentukan pilihanmu, jika kau menolak maka mungkin aku akan melemparmu saja ke kolam berisi penuh ikan piranha dan aku akan senang hati melihat kau mati dengan mengenaskan."


"Kau terlalu sadis, aku seorang gadis." ucap Tari kesal.


"Aku hanya heran, mengapa kau mengincarku..mengapa bukan wanita lain saja..aku seorang virgin, aku masih kecil dan,....."


Kata-kata Tari terputus ketika Wilard dengan mudah meraihnya dan seketika itu juga, melum** bibirnya dengan penuh keinginan, lidahnya menjelajah kenikmatan baru yang sungguh membuatnya gila, Tari Wins gadis ini menyimpan sejuta pesona sejak mata mereka saling memandang untuk pertama kalinya, entah karna obsesinya ataukah memang perasaanya, bibir mereka menyatu dengan sangat mudah tanpa perkenalan namun langsung jatuh cinta, Wilard mengerang ketika ia benar-benar menginginkan Tari....

__ADS_1


Pria itu akhirnya melepaskan ciuman panas mereka ketika Tari meronta dan terengah-engah mengimbangi ciumannya..


Wajah mereka dipenuhi kabut gairah....


"Kau......pria tua yang mesum." jerit Tari dengan tangisan yang pecah...ini pertama kali baginya di cium seseorang apalagi pria ini jelas jauh lebih tua darinya..


"Kau akan menyukainya dan akan terbiasa." tegas Wilard denan tajam.


"Aku ingin pulang." suara Tari bergetar dengan putus asa..


"Pulang..? aaah..kau belum tau yah..kalau saat ini kau sudah mati dimata keluargamu." Wilard tersenyum penuh kemenangan.


Tari membeku...


"Apa maksudmu."?


"Kau sudah mati, dan disinilah di sisihku kau sharusnya berada Tari Pearl."


"Tidak..apa maksudmu dengan aku sudah mati."?


Wilard kebali mendekati Tari, menikmati wajah yang ia sendiri tidak pernah bosan...keinginan untuk memiliki Tari semakin kuat saja...


"Kau sudah mati di dalam mobil yang terbakar di dasar jurang."


"Kau memalsukan kematianku."?


"Ya....aku baik bukan karna aku tidak benar-benar membunuhmu Tari tapi aku hanya membunuh kehidupan lamamu, sekarang kau adalah miikku."


Tari tak mampu berkata apapun, bisa ia bayangkan betapa hancur hati orangtuanya saat ini kakaknya Zefanya.


Tubuh Tari tersungkur dengan tangisan yang begitu sakit hati..ia sudah meninggal dimata keluarganya, kehidupannya sudah lenyap di tangan pria kejam ini.


Tari mendongakan wajahnya menatap Wilard yang juga sedang menatapnya....


"Kau sangat kejam, kau monster kau...penjahat."


Wajah Wilard berubah memerah ia kemudian meraih Tari dengan sebelah tangannya memaksa gadis itu berdiri..


"Aku bahkan bisa membunuhmu saat ini juga."


"Aku tidak heran karna kau begitu mengerikan Wilard."


"Kau akan membayar perbuatanmu kepadaku karna berani menembakku seumur hidupmu Tari Wins..dengan menjadi pemuasku."


"Aku menyesal karna aku tidak membunuhmu saja waktu itu."


Wilard tersenyum dingin..

__ADS_1


"Sayangnya aku beruntung masih hidup Tari."


Wilard langsung menghempaskan tubuh Tari ke ranjang luas di hadapannya...


__ADS_2