Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku
Malam pengantin yang indah


__ADS_3

Rafael tidak menyia-nyiakan waktu ia langsung membawa Zefanya menuju apartemennya untuk melakukan malam pertama. adikknya Zefanya yaitu Tari berada di rumahnya bersama mama Livia. sebenarnya Rafael ingin mereka menghabiskan malam pernikahannya di Hotel namun, Zefanya menolak dengan alasan ia lebih nyaman berada dirumah sendiri. dan Rafael mengalah untuk itu. apartemen adalah pilihan keduanya, yang telah di hias sedemikian rupa menjadi indah untuk pasangan pengantin.


Di mobil....


"Kau sudah makan kan sayang."?


"Sudah." ucap Zefanya mengangguk sambil memakai sabuk pengaman.


Rafael tersenyum senang...


ia segera menghidupkan mesin mobil dan bergegas pergi..mereka meninggalkan para tamu yang terpaksa harus di temani orangtua Rafael lalu Angell dan suaminya.


"Kita kan sudah melakukannya berkali-kali. mengapa kita harus pulang dengan cepat sih." ucap Zefanya lembut sambil melirik Rafael.


"Ini beda..malam pertama atau malam pengantin kita, kau tau kenapa aku berhenti menyentuhmu selama beberapa hari ini."?


"Yah..." Zefanya dengan cepat mengangguk, biasanya Rafael akan menyerbunya hampir setiap hari. bahkan pria ini seakan punya kekuatan cadangan yang ia simpan khusus untuk bercinta, walau ketika pulang ia sudah sangat lelah.


"Itu karna aku mempersiapkannya untuk malam ini."


"Benarkah."?


"Yah...dan kau harus siap untukku." ucap Rafael dengan suara seraknya.


Wajah Zefanya memerah malu........ia hanya menganggukan kepala menyerah lagi pula ia tetap harus melayani Rafael yang sekarang telah menjadi suaminya.


"Baiklah...suamiku."!! ucap Zefanya dengan sikapnya yang manis.


"Astaga aku seperti ingin memakanmu sekarang." lirik Rafael tak tahan.


"Tunggulah sampai di apartemen."


"Tentu saja." Rafael mengedipkan matanya.


Rafael segera mengebut laju mobilnya menuju apartement dengan tidak sabar. tak berapa lama kemudian ia pun sampai di parkiran sebuah apartemen mewah, lalu memarkir mobilnya disana.


Ia keluar lebih dahulu dengan melangkah ke sebelah mobil sembari membuka pintu untuk Zefanya karna istrinya sangat kesulitan dengan gaun pengantin panjangnya.


"Mau aku menggendongmu."?


"Tidak terimakasih, mungkin kau bisa menuntunku..ini berat sekali." tunjuk Zefanya pada gaunnya.


Rafael hanya mengangguk dengan penuh pengertian lalu melangkah bersama penuh kesabaran menuju kamar mereka.

__ADS_1


Ting.....pintu lift terbuka..


Rafael membuka pintu dan segera menarik Zefanya masuk....


"Aku heran mengapa kau tidak mau kita menginap di hotel saja, itu akan lebih baik bukan."? tanya Rafael sambil membuka jassnya.


"Aku menyukai rumah sendiri, untuk apa di Hotel jika kita tetap akan kembali ke rumah." ucap Zefanya mulai melepas jepitan di rambut panjangnya.


"Kau wanita sederhana yang unik." Rafael menatap kagum.


"Aku tau..maafkan aku yah...kau pasti lebih menyukai di Hotel." ucap Zefanya menyesal..


Rafael mendekat....dan menyentuh dagunya...


"Aku ingin kau tau jika aku sangat kagum padamu kau...wanita yang cantik namun sederhana, aku suka semua sikapmu...di Hotel, rumah, apartement sama saja bagiku yang terpenting hanya ada kita berdua."


"Baiklah terimakasih Tuan Rafael, kau membuatku tersanjung..bisakah,kau membantuku melepas gaun berat ini dan mandilah."


"Baiklah istriku." ucap Rafael bergerak cepat dengan melepaskan gaun pengantin itu dengan hati-hati. satu demi satu kancing gaun itu terlepas..memperlihatkan tubuh belakang Zefanya yang putih mulus.


Rafael begitu kagum dengan keindahan tubuh Zefanya yang menggoda hasratnya. tentu wanita ini masih sangat muda 19 tahun jadi ini masa keemasan baginya.


"Selesai..dan bagaimana kalau kita mandi bersama."? tawar Rafael nakal.


"Rafael...astaga kau tidak sabar sekali."


"Aku memang tidak sabar lagi istriku." Rafael menutup pintu kamar mandi dengan cepat.


Skipp yah.....😉😉.


Pagi yang lelah namun penuh rasa puas, setelah kegiatan bercinta yang menguras tenaga..Rafael membuka matanya perlahan dan melirik jam di samping ranjangnya astaga sudah jam 10 pagi. Rafael mengisap wajahnya yang masih mengantuk, terbayang indahnya percintaan semalam membuat Rafael bahagia dan ketagihan, bagaimana Zefanya yang polos namun mampu memuaskannya di ranjang, dari mana Wanita itu belajar.? padahal kan ia masih perawan sejak Rafael mendapatkannya.


Bau harum masakan membuat perut Rafael berbunyi, lamunannya terhempas kalah dengan rasa laparnya. ia tersenyum..yah, Zefanya sangat pandai memasak dan masakannya astaga, tidak kalah dengan makanan yang ada di Restoran.


Baru saja ia hendak bangun, suara pintu kamar terbuka mengalihkan pandangannya. Zefanya muncul disana dengan cantikknya, ia masih memakai Lingerie yang transparan hingga membuat Rafael melotot, ia bingung mau memakan makanan Zefanya atau Zefanya sendiri.


"Selamat pagi." ucap Zefanya dengan senyuman manisnya.


"Kau cantik sekali." puji Rafael menggoda.


"Terimakasih, sekarang kau harus mandi dan makan." ucap Zefanya meletakan nampan berisi makanan itu selagi hangat.


"Baiklah."

__ADS_1


Rafael masuk ke kamar mandi dan keluar disana dengan cepat, ia menatap Zefanya yang sedang merapikan tempat tidur, dan percayalah..dia tampak anggun dari samping. Rafael mengenang..mama Livia selalu merapikan kamar tidurnya dan tidak membiarkan pelayan yang menyentuh kamar Rafael. dan itu sangat berkesan untuk Rafael, sifat dan beberapa sikap Zefanya hampir mirip dengan mama Livia dan itu membuatnya merasa hangat dan nyaman.


Rafael mendekati Zefanya dan memeluknya dari belakang. hingga wanita itu merasangeli karna Rafael menciumnya lagi dan lagi.


"Astaga hentikan..ini masih sangat pagi..ayo cepat ganti baju dan makan."


"Tapi aku masihn ingin memelukmu, menciummu, dan aku masih ingin kita tidur di ranjang." ucap Rafaelmpenuh dengan hasrat.


"Baiklah kita akan melakukannya nanti aku berjanji." ucap Zefanya menyerah.


"Baiklah jangan keluar dari pintu kalau tidak aku akan mengikat tubuhmu di ranjang."


"Yah." balas Zefanya tersenyum pasrah.


Rafael melepaskan Zefanya lalu mengganti pakaiannya dengan pakaian santai. iapun mendekati meja dan mulai makan dalam diam. dan mengangguk senang dengan sarapan yang di buat Zefanya.


"Ini enak sekali."


"Aku membuatnya dengan cinta." ucap Zefanya keceplosan.


"Cinta."? desah Rafael terkejut.


Zefanya seperti tersadar dengan kata-katanya, lalu berdehem dengan gugup.


"Setiap kali aku memasak, aku selalu bilang bahwa aku memasak dengan cinta, tapi bukan cinta sebenarnya maksudku. aku harus menggunakan perasaanku ketika memasak supaya masakanku menjadi enak." Zefanya mengutuk bicaranya yang terdengar begitu gugup.


"Aku hanya bertanya saja Zefanya, jangan segugup itu."


"Astaga aku melupakan kue di oven." seru Zefanya terkejut sendiri.


"Baiklah..pergi dan cepat kembali Zefanya," Rafael memberi peringatan.


"Aku akan cepat kembali." ucap Zefanya berlari keluar kamar terburu-buru.


Rafael hanya menggeleng sambil tersenyum, iapun tertegun ketika ada pesan masuk.........


ia menghentikan makannya dan meraih ponselnya. menatap ke layar ada nomor yang tidak dikenal mengirim pesan.


Siapa yang mengirim pesan sepagi ini..orang kantor tidak mungkin. Rafael memutuskan untuk membacanya siapa tau itu penting.


Pengirim tidak dikenal.


Istrimu menyembunyikan kebohongan besar darimu, jika kau ingin mengetahui semua tentangnya, kau bisa datang sekarng juga ke cafe Cokelat. aku menunggumu.

__ADS_1


Rafael meletakan ponselnya dengan malas. itu pasti Elena. Sial...wanita itu tak pernah menyerah.


__ADS_2