
Tari membeku.....Rasanya tidak percaya mendengar dari telinganya kalau Wilard membentaknya dan bersikap sangat kasar yah...ia terkejut setengah mati menyadari hatinya terluka bahwa ia tak menyangka mendapat sasaran kemarahan dari sang kekasih, airmatanya menetes ia mundur beberapa langkah ketika Wilard menatapnya garang....
"Apa yang terjadi padamu Wilard..apa kesalahanku, mengapa kau bersikap kasar." tangis Tari dengan kesedihan luar biasa...
"Seharusnya waktu itu aku membakarmu di dalam mobil seharusnya kau mati Tari."
"Mengapa kau mengatakan hal ini mengapa...bukankah kau mencintaiku..apakah aku tidak berarti bagimu Wilard, katakan." tangis Tari pecah saat itu juga.
Tari begitu terluka dengan kata-kata Wilard yang begitu menyakitkan baginya, ia mencintai Wilard dan mengapa pria ini tega menghancurkan hatinya, bahkan Wilard adalah cinta pertama di dalam hidupnya, sungguh Tari tak sanggup menerima kenyataan ini..
"Cinta....yah..bukankah aku harus menguji semua ini aku mencintaimu atau kau hanya obsesiku saja." ucap Wilard dengan tajam.
Wilard mendekat......meraih Tari dengan mudah dan menghempaskannya ke ranjang, namun gadis itu berusaha bangun dan kembali menghindar namun Wilard dengan mudah menangkapnya menghempaskannya lagi ke ranjang dan menciumi Tari dengan membabi buta, Wilard melum** bibir Tari dengan penuh hasrat dan kasar hingga bibir Tari memerah dan sedikit bengkak, sekuat tenaga gadis itu meronta dan melawan hingga akhirnya tindihan Wilard terlepas..
Tari bergerak menghindar dengan tubuh yang gemetar sangat ketakutan....
namun Wilard masih terus mengejarnya dan memeluknya saat itulah mereka bertatapan tajam......
Airmata Tari menetes...
"Bunuh saja aku..dari pada kau memaksaku, aku juga telah kehilangan segalanya, bahkan aku sudah di anggap mati oleh dunia.." ucap Tari dengan tatapan nekat.
"Kau hanya gadis kecil..apa kau mau mengujiku..kau pikir aku tidak berani membunuhmu." ucap Wilard meraih pistol dan menempelkan di kepala Tari...
"Lakukan sekarang...aku tidak akan menghindar, ini adalah takdirku bukan...setidaknya aku bisa mati di tangan pria yang aku cintai." desis Tari menantang...
Wilard membeku berulang kali ia ingin menembak Tari namun jemarinya gemetar tak terkendali..matanya basah ketika bertemu dengan mata sayu milik Tari, betapa Tari ketakutan, nafasnya tersengal-sengal karna melakukan perlawanan sebisanya, ia terlihat menyedihkan, bajunya juga terkoyak akibat tarikan keras Wilard..
"Baiklah..kau menang karna aku tidak bisa menembakmu tapi kau telah aku jual pada tuan
Sean Slowi, dia pantas mendapatkan kesucianmu dengan harga yang mahal." Wilard tertawa hingga semua tampak mengerikan dimata Tari..
Tari menyentuh lengan Wilard dengan kekuatan yang tersisa, hatinya sakit sekali menyadari pria yang ia cintai menjualnya pada pria lain...
"Kaa..kau menjualku."? isak Tari dengan suara yang tercekat di tenggorokannya..
"Yah...kau benar, kau cantik dan mahal." desis Wilard tajam.
__ADS_1
Tari tidak terima ia mencoba menyadarkan Wilard dengan mengguncang tubuh kekasih yang dicintainya..
"Kau berbohong kan, ini tidak lucu Wilard..kau bilang kau akan menikahiku...kita akan bahagia tinggal di pulau ini..aku...aku rela melupakan semuanya demi dirimu Wilard mengapa kau tega padaku mengapa."? tangis Tari semakin keras saja...
"Diam....."
Sekuat tenaga Wilard menampar wajah Tari hingga gadis itu terhempas membentur kursi, dahi dan bibirnya terluka.....
"Wilard...."
"Pergi dari sini atau aku...akan membunuhmu dengan segera." ucap Wilard tajam.
Tari mengangguk walau rasa sakit itu sangat menyiksa hatinya terlalu dalam...Tari mencoba berdiri walau dengan keadaan yang mengenaskan ia tersenyum di sela tangisnya dan menundukan wajahnya penuh hormat pada pria yang mencintainya dan memberinya luka Tari menunduk...
"Maafkan aku...tidak seharusnya aku mengharapkan apapun, cinta..itu hal yang terlalu tinggi bagiku, aku minta maaf padamu Wilard, dan terimakasih atas segalanya aku tetap akan mencintaimu." Tari menundukan kepalanya lalu berlari keluar dengan cepat.
Sedangkan Wilard hanya terdiam seolah terkejut dengan tindakannya sendiri yah...ia harus memilih dan Tari bukanlah pilihannya yang tepat. yah...ia akan segera melupakan Tari.....
Wilard tersungkur di kamarnya ma"tanya basah...hatinya terasa perih, apa yang terjadi ini..mengapa ia juga merasakan sakit, kalaj ini obsesi mengapa mempengaruhinya...?
Tari berlari keluar dengan tangisan yang pecah sampai di depan pintu rumah besar ia tertegun melihat Theo menunduk padanya.
"Nona Tari..bisakah kita bicara."?
Tari menghapus airmatanya dan menganggukan kepala, mengikuti Theo sampai ke taman bunga....
"Wilard mengalami kerugian besar."? ulang Tari mendengar penjelasan Theo..
"Tuan Sean adalah pria yang kejam dan dingin dia tak segan menghancurkan seseorang yang menghalangi jalannya."
"Seberapa besar kerugiannya."? ucap Tari
"Tuan Wilard hampir bangkrut dan bukan itu saja, ratusan anak buah tuan Wilard mati dengan mengenaskan."
Tari memejamkan matanya..
"Jadi maksudmu adalah, aku menjadi penebusnya."?
__ADS_1
"Bukankah ini saatnya anda berkorban nona, tuan Wilard tidak membunuh anda dan memberikan cinta dan perlindungan selama ini bukankah itu cukup menjadi alasan nona membalas budi."?
"Theo.....hidupku dipertaruhkan disini....lalu kau mau aku mengorbankan diriku."jerit Tari enggan.
"Dan bagaimana dengan kami nona...jika kami terus melawan kami semua akan mati di tangan Tuan Sean dan mungkin juga tuan Sean tidak akan segan membunuh tuan Wilard demi egonya." ucap Theo dengan tajam.
Tubuh Tari melemah jika mengingat Wilard, ia sangat mencintai Wilard demi apapun.
"Theo..jika aku menyerahkan diriku, Sean..dia tidak akan menyakiti Wilard."? ucap Tari dengan airmata yang menetes.
"Tuan Sean meski dia kejam, tapi dia selalu menepati janjinya."
Tari mengangguk......
"Jika aku sudah pergi, jagalah dia untukku Theo..perhatikan makanannya dan kesehatannya...dia sangat marah padaku saat ini jadi...aku tidak bisa berada di dekatnya sampai tuan Sean datang." ucap Tari dengan suara yang gemetar
Theo menundukan wajahnya dalam-dalam ia sungguh terharu dengan cinta nona Tari pada tuan Wilard walau rasanya tidak mungkin mereka bersatu..
"Aku akan mendampingi tuan seumur hidupku nona, aku berjanji."ucap Theo menunduk hormat.
"Aku bersedia Theo...kapan tuan Sean akan datang"? tanya Tari pelan...
"Besok tuan Sean akan datang nona, dan aku mohon agar nona melakukan yang terbaik dan menyelamatkan tuan Wilard."
"Hum...baiklah, aku akan melakukannya dengan baik Theo." ucap Tari mengusap wajahnya..
"Nona..anda terluka biarkan pelayan mengobati anda."
"Tidak...aku baik-baik saja Theo, lukaku...aku akan mengobatinya sendiri." ucap Tari kemudian memalingkan wajahnya dan Theo meninggalkan ia sendirian.
Tari memejamkan matanya.........lalu membukanya dengan kesedihan luar biasa.. ia menatap kelopak bunga yang sedang mekar..
" Bisakah kau menjaganya untukku, bisakah kau memberi keharumanmu yang akan membuatnya tenang.. karna sungguh, aku akan kehilangan waktuku bersamanya." airmata Tari mengalir deras...
Haiii...jangan luoa dukung Author dengan Like, Komen dan Vote...
Love u All 💖💖
__ADS_1