Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku
Bersikap keras


__ADS_3

Livia terbangun dari tidurnya dan terkejut melihat mereka tidur dalam selimut yang sama wajahnya menjadi pucat, ia bergerak cepat akan menuruni ranjang ketika lengannya ditarik kebelakang dan jatuh tepat di atas tubuh Rusell. pria itu menatap Livia yang begitu cantik diwajah paginya. dan melirik bibirmya yang merekah.


"Selamat pagi sayang."


"Kau...brengsek..berani sekali kau..."


Rusell membungkam kata-kata Livia dengan sebuah ciuman dipagi hari yang membuat Livia terpaku. terlalu indah dan memabukan hingga ia tak bisa mengelak selain menikmatinya.hingga pria itu puas mencumbunya. Livia kemudian menampar Rusell dengan sekuat tenaga.


"Paccckkkkkk."


Rusell tak bergeming menatapnya dengan dingin.


"Apa yang kau lakukan kepadaku."?


"Bukankah wajar jika aku meminta hakku sebagai suami."?


"Kau sudah berjanji tidak akan menyentuhku Rusell."


Rusell meraih lengan Livia memaksanya mendekat, hingga keduanya saling menantang.


"Kau mulai bersikap pembangkang setelah aku mulai melunak padamu Livia, kau tau aku tidak bisa bersabar lagi kepadamu."


"Apa maksudmu." Livia sekuat tenaga ia meronta.


"Semua aturan yang telah aku buat harus kau ikuti."


"Kau mengancamku."?


"Yah...aku sedang mengancammu lagi dan jangan coba-coba melawan."


"Rusell."


"Nikmati saja apa yang kuberikan kepadamu."


Rusell kembali meraih Liivia secara paksa. didalam kendalinya.


"Apa kau sudah seputus asa itu Rusell."?


Pria itu terdiam....matanya meminta penjelasan.


"Bukankah kau punya sederet wanita yang akan memuaskanmu."

__ADS_1


"Lalu." ucap Ruael tenang.


"Kau bisa memilih bersama mereka bukan."?


"Itu artinya wnaita itu harus tinggal dirumah ini." lirik Rusell nakal.


"Aku tidak perduli."


"Benarkah, kau tidak akan cemburu?


"Aku tidak mencintaimu lagi untuk apa aku cemburu, asal kau tidak menyentuhku lagi."? ucap Livia yakin


Rusell mengangguk dengan cepat, dan senyuman lebar.


"Aku akan penuhi permintaanmu Livia, besok wanita itu sudah ada disni, dan ingat..jangan cemburu."


"Tidak akaan."jawab Livia dengan cepat.



Livia menunduk seraya makan dalam diam. harinini Rusell membawa seorang wanita yang entah siapa untuk datang menginap. wanita itu cantik dan berkelas. hingga Livia merasa tidak selera untuk makan.


Rusell hanya mengangguk seolah tidak perduli kepadanya, sementara wanita disampingnya hanya menatapnya sinis.


Livia melangkah menahan kesal dihatinya.ia m3asih bisa mendengarkan suara mereka yang saling merayj dan mwnggeleng jijik. seharusnya dia senzng, mulai sekarang Rusell tidak akan mendekatinya lagi dan dia bebas. namun, mengapa hatina marah...mengapa terasa sakit disani. desah Livia menekan tombol lift dan menghilang dibaliknya.


Wanita itu menatap Rusell tak mengerti.


"Dia sangat canti Rusell." ucap Eva melirik nakal.


"Aku mencintainya," ucao Rusell meraih minuman beralkohol di dalam gelas.


"Dia memang pantas bersamamu, itukah sebabnya kau menyewaku, aku tidak keberatan untuk benar-benar melayanimu tuan Rusell." goda Eva mengedipkan matanya.


"Sayangnya aku tidak bergairah pada wanita lain selain istriku Eva, aku ingin selama disini kau...membuatnya cemburu." ucap Rusell tegas.


"Baiklah, itu pekerjaan mudah dengan bayaran yang luar biasa." ucap Eva senang.


Eva sangat berhutang budi pada Rusell yang menebusnya dari rumah pelacu*** dan memberinya modal untuk membuka usaha butik. dan ia sangat menghormati Rusell dan tidak akan berpikir dua kali jika lelaki ini butuh bantuannya.


"Dia sangat beruntung bisa dicintai oleh seorang pria yang begitu kuar biasa sepertimu Rusell." ucap Eva menggeleng seakan tidak percaya.

__ADS_1


"Sayangnya dia tidak merasa seperti itu Eva."


"Dia hanya belum menyadarinya Rusell, tenang saja aku akan membuatnya sadar akan perasaannya." Eva tersenyum penuh keyakinan.


💛


Dasar pria brengsek, lihat betapa cepatnya dia berpaling pada wanita lain, apa kelebihan wanita itu aku lebih cantik darinya dan...


Livia menatap dirinya di cermin dan menatap seluruh tubuhnya, sesekali dia berputar-putar dan mengagumi keindahan tubuhnya namun wajahnya kembali murung. jika mengingat wanita yang bersama Rusell itu.


"Dia mempunyai dada yang sangat besar astaga." Livia menggeleng mengusir semua pikiran buruknya dan mencoba melupakan Rusell dan wanita itu.


Livia mendekati keranjang bayi dan meraih Angelk yang terlihat sudah bangun.


"Haii sayang, anak mama sudah bangun yah." Livia mencium wajah putrinya dengan gemas dan membawanya berkeliling ruangan dengan wajah sumringah. lalu mendekati tempat favoritnya yaitu balkon.


dan mulai mengajak Angel bermain-main. namun tetap saja ia tidak bisa melupakan bagaimana Rusell dan wanita itu bersikap sangat mesra dihadapannya bahkan saling menyuapi dengan tidak tau malu.


"Accch.. dasar tidak tau malu." desisnya kesal.


Sedangkan Angell hanya tertawa ,melihat Livia sedang jengkel sendiri. bayi kecil itu bahkan hanya berceloteh berpikir kalau Livia sedang bicara kepadanya.


Pintu kamar diketuk dan Rusell muncul disana dan menatap Livia yang kebetulan juga menatapnya. Livia langsung memebalikan tubuhnya dengan cepat.


"Bagaimana Angell hari ini."?


"Baikk." ucap Livia ketus.


Rusell tersenyum mendekati Livia dan menatap pegunungan dihadapan mereka.


"Mengapa kau disini."? ucap Livia.


"Apa aku salah disini, lagipula Eva sedang istirahat karna nanti malam kami menikmati waktu berdua."


"Terserah.." ucap Livia menghindar ketika Rusell mendekatinya.


"Apa kau mau ikut."?


Livia menggeleng dengan tegas dan lebih memilih melangkah menuju ranjang dan bermain bersama Angel dan tak sedikitpun menatap Rusell.


"Baiklah, aku pergi dulu Livia." ucap Rusell kemudian meninggalkan kamar itu dengan senyuman puas. Livi mulai cemburu.

__ADS_1


__ADS_2