
Mikha menghentikan mobilnya di depan gerbang rumahnya yang megah. namun ia tidak masuk dan hanya menatap dari jauh, bukannya Mikha jahat karna tak ingin menemui orangtuanya..hanya saja ia belum sanggup untuk bertemu dengan mereka dan memilih hanya memandang dari jauh sampai Mikha merasa ia siap untuk bertemu mereka maka saat itulah ia akan menemui orang tuanya...
Mobilnya mengarah pada sebuah tepi laut, hari ini ia ingin menemui Stela dan mengatakan segalanya....mobilpun akhirnya sampai di sebuah pantai yang sepi, Mikha keluar dari sana dengan senyuman yang cerah. ia langsung tersenyum melihat Stela sedang menunggunya...
Mikha mendekat dan langsung memeluk Stela dengan erat, hingga masing-masing meneteskan airmata kerindun yang dalam.....
"Kau kemana saja..aku sangat mengkhawatirkanmu." ucap Stela mulai terisak....
Mikha memejamkan matanya mendekap erat tubuh Stela dan tak kuasa menahan semua perasaannya, ini pertama kalinya mereka berpelukan sebagai seorang seorang saudara, selama ini memang telah saling memaafkan tapi belum pernah mencurahkan isi hati masing-masing...
"Apa semua baik-baik saja Mikha...maaf, aku tak bisa menjadi sandaran ketika kau butuh aku..aku tak ada di saat kau butuh seseorang..aku kakak yang jahat bukan, selama ini aku selalu menyakiti hatimu Mikha..." tangis Stela dengan dalam....
Mikha akhirnya melepaskan pelukan, dahinya mengerut dengan dalam,
"Kau tau semuanya..."?
"Maaf..aku menemukan hasilnya di dalam laci kerjamu saat kau menghilang..aku begitu cemas...."
Mikha mengangguk,
"Kau tidak memberitahu orangtua kita kan."? tanya Mikha sedikit cemas...
Stela menggeleng, mana mungkin ia tega memberitau orangtua mereka, itu bukan hakknya...
"Aku tidak memberitau mereka Mikha jadi jangan cemas, aku hanya bilang kau sedang istirahat di suatu tempat dan mereka mengerti."
"Terimakasih Stela...."
Keduanya melangkah bersama menuju pinggir pantai dan duduk di atas pasir sambil memandang laut, hal yang sudah lama tidak mereka lakukan...Tuhan punya cara untuk menyatukan mereka kembali, dan Mikha bahagia sudah tak ada dendam atau perebutan harta di antara mereka....
"Aku menemui tuan Damian dan memohon agar dia melepaskanmu Mikha..." ucap Stela jujur...
Mikha menoleh......
"Kau menemuinya."?
"Yah....tapi kau tau apa jawabannya."?
"Apa."?
"Dia tak mau melepasmu..dia sangat marah ketika aku meminta agar kita berganti posisi, namun ia menolak..."
Mikha tertawa...dan tawa itu sangat mengejutkan untuk Stella....
__ADS_1
"Mengapa kau tertawa Mikha, dia sangat menyeramkan kau tau...bahkan ia ingin mencekikku..aku sangat takut sekali."
"Dia tidak sejahat itu Stela..."
"Apa maksudmu itu Mikha, aku jadi takut padamu."
"Damian yang menolongku Stela....dia membuat keputusan atas hidupku dan aku tau..dia hanya melakukan yang terbaik..."
"Kau sudah melakukan operasi itu."? tanya Stela dengan wajah serius....
"Yah...aku..tak akan pernah bisa memiliki anak Stela." ucap Mikha meneteskan airmatanya lagi.....
Stela begitu terkejut, hingga ia menjatuhkan airmata lagi sungguh..ia tak menyangka jika membayangkan menjadi Mikha, pasti rasanya sakit sekali....
Stela menggenggam jemari Mikha dan meremasnya dengan erat,
"Itu bukan akhir dunia Mikha...aku bisa melahirkan anak untukmh kalau kau mau..." ucap Stela dengan tatapan serius...
Mikha terdiam...sungguh, kata-kata Stela seperti hujan di ladang yang gersang sangat menyejukan hati Mikha.....
"Terimakasih Stela.......kau tau, aku sangat bersyukur memiikimu dan apa yang terjadi di antara kita....aku ingin meminta sesuatu darimu Stela, dari pada kau harus melahirkan anak untukku.."
"Apa itu Mikha..."?
💖💖
Mikha mengemudikan mobilnya sambil memegang tiket di dalam tangannya, yah....hari ini juga Mikha qkan pergi jauh, ia ingin memulai hidup baru dan melupakan semunya,
Kakaknya bisa di andalkan dalam hal ini, Mikha hanya ingin menjauh untuk sementara dan menenangkan diri, dan ia sudah punya pulau yang akan ia datangi, Mikha sudah tidak sabar lagi.......
Sesampainya di bandara kecil khusus yang di pesan Stela, Mikha meraih koper kecilnya dan menariknya sendiri sementara ada penjaga bandara yang sedang menunggunya...
Mikha merasa cara mereka melayaninya sangat ramah dan lembut, memintany segera naik ke pesawat kecil yang sudah menunggunya dari tadi.......
Mikha menaiki tangga tanpa ragu sedikitpun, hatinya sudah tidak sabar la ingin pergi dan tidak pernah memikirkan apapun lagi.
"Selmat pagi Nona Mikha.." sapa sang pramugari yang sangat cantik padanya...
"Kau tau namaku...kau baik sekali." ucap Mikha tersenyum hangat...
"Tentu saja, anda tamu penting kami nona Mikha sesuai permintaan nona Stela..."
"Baiklah...aku senang dan puas, teimakasih kau cantik sekali" puji Mikha basa-basi....
__ADS_1
Pramugari itu tersenyum lalu menundukan kepalanya dan mempersilahkan Mikha memasuki kursi penumpang karna pesawat akan segera pergi dari sana.....
Mikha menganggukan kepala, semakin cepat maka semakin baik.....batin Mikha tidak sabar lagi.....
Mikha lalu melangkah ke kursi pesawat dan segera duduk disana dan menatap keluar jendela...hantinya menghangat....
💖💖
Stela mematikan ponselnya, dan menatap ke arah langit ia tersenyum ketika pesawat melintas di atas kepalanya, senyum yang paling manis....
"Adikku sayang maafkan aku...mungkin aku...akan sedikit membuatmu terkejut tapi aku yakin kau akan bahagia...dan aku harap kau bahagia...." bisik Stela lalu melangkah menuju mobil dan segera berlalu dari sana, meninggalkan kawasan bandara denga nsangat cepat.
❤❤
Mikha tertegun ketika seorang pramugari memberikan ia minuman yang begitu menggiurkan dimatanya, warna minuman dingin itu berwarna biru yang meneduhkan...hingga Mikha sangat tertarik hanya melihat minuman itu...
"Silahkan nikmati minuman ini dan perjalanan anda akan indah Nona Mikha..." suara pramugari itu sangat lembut merayu agar ia minum.....
"Minuman apa ini."?
"Minuman yang sangat enak nona Mikha, silahkan.." bisik sang pramugari tidak sabar melihatnya minum........
"Baiklah aku akan minum." ucap Mikha masih menatap ragu ke arah pramugari yang terlihat memaksanya....
Mikha mengangkat gelas dan membawanya di dekat mulutnya namun sesaat ia melirik ke arah pramugari yang tidak juga pergi....
"Mengapa kau tidak pergi saja...aku minta maaf tapi aku sedikit risih dengan tatapanmu itu....." ucap Mikha dengan mata yang curiga..
Pramugari cantik itu menegakan tubuhnya dan menatap ke arah Mikha dengan wajah polos....
"Sebenarnya minuman itu andalan di pesawat ini..aku hanya penasaran dengan rasanya, aku takut tidak cocok dengan lidah nona..mungkin aku bisa merekomendasikan minuman lain..."ucapnya masih sangat sopan.....
Mikha kehilangan kata,....mengapa ia merasa seperti sedang di paksa...?
Akhirnya Mikha meneguk sampai habis minuman berwarna biru itu..dan senyum puas tampak di wajah sang pramugari....
"Enak...." ucap Mikha merasa sedikit pusing...
"Bagus nona..."
Mikha merasa sedikit mengantuk.........ketika ia melihat sosok pria berjas mendekatinya dan tersenyum...
"Aku mendapatkanmu Sayangku." bisiknya dengan suara yang berat....
__ADS_1