Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku
Bersedia


__ADS_3

Rusell mengepalkan tangannya, ia naik ke ranjang dan mencengkram wajah Livia untuk tetap menatap matanya. tubuh besar Rusell melingkupi Livia dengan kuat. mata mereka saling mengunci bibir mereka sangat dekat saat ini jika salah satu dari mereka menggerakan tubuhnya ciuman itu pasti terjadi.


"Kau tidak dalam posisi menolak semua perintahku."


"Bagaimana jika aku menolak." ucap Livia menaikan alis dengan angkuh.


"Maka begitu orangtuamu sampai aku pastikan kau lebih dulu melihat aku melempar mereka ke jurang, setelah itu giliran tunanganmu Roni." Rusell tersenyum kejam.


"Kau..jahat sekali."


"Maka itu menurutlah, ikuti semua yang telah aku katakan padamu." Rusell menjauhkan tubuhnya dan masih menahan tatapannya.


💗


Livia melonggarkan tenggorokannya, airmatanya menetes mereka tidak saling mengenal bagaimana bisa ia harus menikah dengan pria yang tidak punya hati ini bagaimana dengan Roni tunangannya yang sebenarnya..tapi jika ia tidak menurut maka ia akan kehilangan mereka semua, mungkin akhirnya Livia juga akan di lempar ke jurang.


Livia menutup wajahnya dengan kedua tangan dengan frustasi.


"Katakan apa jawabanmu."? Rusell masih menjebak matanya.

__ADS_1


"Kau bilang menikahiku karna Angel bukan."?ucap Livia pelan.


"Yah...aku butuh Ibu sebenarnya untuk Angel, kita akan menikah di atas kertas jadi kau tidak usah berpikir kita akan melakukan semua yang ada dipikiranmu Livia."


Livia mendorong tubuh Rusell menjauh, berada di dekat Rusell membuat jantungnya semakin berdebar kencang ia merasa gugup ketika mereka berdekatan. Livia menaikan sudut bibirnya sinar matanya berubah lebih cerah. setidaknya ia tidak harus melakukan kewajiban sebagai seorang istri di tempat tidur, perlahan ia mengangguk.


"Baiklah, kau harus ingat janjimu Rusell kita tidak akan melakukan itu semua."ulang Livia mengingatkan.


Rusel tersenyum dan duduk di depan ranjang..


"Aku belum selesai menjelaskan semuanya Livia."


"Hah."


Wajah Livia memerah, tidak..ia tidak akan pernah sudi menjadi istri Rusell yang sebenarnya. tanpa berpikir ia mengangguk. toh..apa yang Rusell katakan tak akan pernah terjadi.


"Jangan pernah lupa pada janjimu Rusell."


"Baiklah, tapi jika kau berubah pikiran setelah menikah maka aku akan...

__ADS_1


"Jangan bermimpi karna aku tidak akan pernah sudi mejadi milikmu." Livia memalingkan wajahnya dengan benci.


Rusell bangkit dari tempat duduknya. ia yakin jika suatu saat ia akan memilik Livia dengan cara apapun tapi tidak sekarang. pria itu tersenyum penuh kemenangan dan meninggalkan Livia seorang diri.


Runtuh sudah pertahanan Livia, kehidupannya telah hancur dan tidak dapat diselamatkan lagi. bagaimana bisa hidupnya berakhir di tangan Rusell. ia benci jika harus menangis karna pria itu Livia memejamkan matanya merasa lelah..mengapa ini terjadi kepadanya.


💚


Roni membuka pintu mobil begitu, ia sampai dirumah orangtua Livia. seorang pelayan membuka pintu. Roni langsung menemui orangtua Livia yang duduk di ruang keluarga dengan wajah syok.


"Pa..Mah." Roni membungkuk sopan.


"Roni." bagaimana kabarmu nak, bisik tante Lidya ibu dari Livia sambil memeluk Roni yang sudah seperti anak mereka sendiri."


"Aku akan baik-baik saja jika kita sudah menemukan keberadaan Livia." tatap Roni penuh penyesalan.


"Roni sebenarnya ada yang harus papa dan mama katakan kepadamu." ucap Ayah Livia sambil membetulkan letak kacamatanya.


"Apa sudah ada yang menemukan Livia." tatap Roni dengan penuh kerinduan.

__ADS_1


"Achh Roni, sebaiknya hubungan kalian berdua sampai disini." Papa Livia bersedekap dengan tatapan menyesal.


"Apa maksud Papa dan mama."? Roni menatap dengan pucat.


__ADS_2