
Tubuh Wilard rubuh jatuh tak berdaya membentur aspal. ia mengerang ketika rasa sakit itu menghantam bahunya dengan sangat kuat..
Sementara Alex begitu terkejut melihat kehadiran Tari yang menyelamatkan hidupnya, pria itu menatap ke arah Rafael yang hanya mampu terdiam..tak pernah di sangka mereka bahwa Tari justru yang menyelamatkan hidup mereka.
Tari berlari kecil ke arah Alex dan Rafael dengan senyuman...
Alex hanya tersenyum lega lalu membalikan tubuhnya menatap Wilard yang jatuh tidak berdaya sambil memegang bahunya yang mengeluarkan darah, sementara masing-masing anak buah mereka hanya saling menodongkan pistol dengan tatapan membunuh. karna mereka sama-sama kuat tak ada yang berani memulai kekacauan.
Alex tersenyum sinis, sedikit menunduk untuk menatap Wilard yang masih mengerang kesakitan..
"Mau bermain curang ya...apa hanya itu kemampuanmu Wilard."?
"Aku akan mengingat hari ini Alex....tersenyumlah karna aku akan memberi airmata pada keluarga kalian.." desis Wilard penuh dendam..
"Kau tau jika aku bisa membunuhmu saat ini." ucap Alex tajam..
"Lakukan sekarang Alex." geram Wilard tak kalah tajam..
Alex menggeleng.......
"Sayangnya aku bukan pengecut seperti dirimu yang mau menembak orang dari belakang...aku tidak serendah itu."
Wilard terdiam......
"Kau....."desis Wilard marah....
"Baca file yang kuberikan kepadamu dan tentukan pilihanmu..aku tidak akan diam Wilard." ancam Alex dengan sinar mata membunuh...
"Alex.....liat saja nanti." desis Wilard kembali menajamkan tatapannya pada sosok Tari yang menatapnya penuh arti.
Alex mengangguk....menyadari arti tatapan Wilard pada Tari....
"Tari masih terlalu kecil untuk kau incar Wilard." sindir Alex tersenyum kejam....
Wilard lagi-lagi terdiam..ia memilih tidak menjawab kata-kata Alex...dia semakin marah ketika Alex tertawa....
"Lain kali hadapi aku dari depan, maka aku aku akan dengan senang hati menghadapimu." Alex mengepalkan tangannya....
Alex berdiri dan akan melangkah....namun langkahnya terhenti ia menoleh ke arah Wilard...
"Pastikan kau ingat kata-kataku jika kau menyentuh istriku maka...aku akan menghancurkanmu dengan segera." Alex tersenyum dengan tenang...
Wilard membuang memalingkan wajahnya ke arah lain....membiarkan Alex meninggalkan tempat itu.
Wilard di bantu anak buahnya berdiri menatap tubuh Alex, Rafael dan juga Tari yang menjauh...pandangan Wilard justru tertuju pada Tari yang sesekali masih menoleh kebelakang dan mereka saling menatap tajam.
"Tuan Wilard..mengapa tuan tidak membiarkan kita menyerang saja." ucap salah satu anak buahnya menunduk hormat..
"Belum saatnya kita bertindak, aku lebih suka caraku menyakiti dan sedikit waktu lagi aku akan mengejutkan mereka.." sinar mata Wilard menajam di sela kesakitannya...
__ADS_1
"Baik tuan Wilard."
"Tari......aku ingin kalian mengawasinya dari sekarang, dia harus membayar semua perbuatannya kepadaku." desah Wilard kesakitan...
"Kami akan melakukan perintah tuan Wilard." ucap anak buahnya dengan penuh hormat.
"Ayo kita pergi." ucapnya Wilard dingin.
Wilard melangkah tergopoh-gopoh terasa menyakitkan untukknya apalagi dia dilukai oleh seorang gadis kecil. seumur hidup Wilard di segani bahkan dengan gampangnya ia melukai..namun ironis yang terjadi kepadanya hari ini..Tari..dia akan membayar dengan sangat mahal karna sudah berani melukai Wilard. pria itu bahkan akan turun tangan sendiri untuk membalas Tari...
💞💞
Tari tertunduk di dalam mobil ketika di tatapan secara bergantian oleh Alex dan juga Rafael....
"Bagaimana caranya kau masuk mobil, dimana kau duduk..mengapa kami bahkan tidak melihatmu."? ucap Alex menatap dari kaca.
Tari menggaruk kepalanya.....
"Aku..bersembunyi di bagasi mobil."
Betapa terkejutnya Alex dan Rafael jika Tari mampu berada di bagasi yang panas dan pengap bahkan hanya ada sedikit udara disana....
"Kau.....bersembunyi disana."? ulang Rafael sambil menggelengkan kepalanya..
"Itu karna kakak tidak mau aku ikut." Tari menundukan kepalanya dalam-dalam...
Alex dan Rafael saling menatap penuh arti, Tari adalah gadis pemberani. dan mau tidak mau mereka berhutang budi kepadanya jika bukan Tari yang menembak Wilard, hari ini Alex pasti sudah mati di ikuti Rafael.
Tari mengangguk dengan cepat..
"Dari mana kau belajar menembak Tari."?
"Dari Drama yang aku nonton. ucap Tari tersenyum dengan sangat polos...
Alex dan Rafael tertawa seketika, suasana di dalam mobil mencair...
"Trimakasih Tari kau bergerak sangat cepat untuk menyelamatkan kakak." ucap Alex menghela nafasnya, jika ia tertembak maka ia tak akan bisa bertemu istri dan anaknya.....matanya berkaca-kaca, ia bersyukur pada Tuhan untuk itu.
"Kakak jangan khawatir, Tuhan menolong kakak lewat aku." ucap Tari rendah hati.
Rafael dan Alex hanya mampu tersenyum bangga......
Mobil itu melaju pulang dengan kemenangan yang luar biasa....
💗💗
Angell tak mampu membendung airmatanya ketika melihat Tari, Alex dan juga Rafael muncul di pintu. wanita hamil itu melangkah cepat untuk memeluk tubuh Tari dengan erat.
ia sudah mendengar cerita Alex jika hari ini Tari menyelamatkan hidupnya dan Rafael..kalau Tari tidak ada Alex dan Rafael tidak akan kembali dalam ke adaan hidup. Rusell, Livia, Zefanya, anakknya,dan Mike juga tidak mampu menahan rasa haru dan syukurnya....
__ADS_1
"Tari....." jerit Angell langsung memeluk tubuh adikknya dengan gemetar....
"Kak Angell." Tari mengusap punggung kakaknya dengan pelan.
"Kau menyelamatkan kak Alex dan kak Rafael..kau benar-benar berani...trimakasih Tari." Angell lalu melepas pelukan lalu Livia.
Tari hanya mengangguk, ia tak menduga jika seluruh keluarganya memperlakukannya semanis ini. satu demi satu pelukan ia dapatkan dari papa dan mama juga Mike lalu kak Zefanya..
"Kakak tidak bisa mengatatakan hal lain lagi Tari, selain kakak sangat bangga padamu..kau sangat berani." ucap Zefanya lalu memeluk Tari dengan erat..
"Aku mencintaimu kakak.."
Semua yang ada di ruangan itu hanya tersenyum lega.....
⚘⚘
Makan malam.....
"Aku keluar dari mobil dan mengendap-endap di sisi mobil sambil mencari Kak Alex dan kak Rafael, dan aku melihat pria psikopat itu mengarahkan pistol ketika kak Alex membelakanginya, aku tidak bisa berpikir lagi selain mengangkat pistol dan menembak pria itu." cerita Tari dengan mata berbinar..semua keluarga hanya mendengar dengan penuh rasa bangga, seorang gadis mampu menembak itu adalah hal yang luar biasa.
"Kak Tari keren sekali, apakah bisa mengajarkanku cara menembak."? tanya Mike seketika dan membuat suasana ruang makan jadi hening....
Masing-masing lalu berfokus pada makanannya...
Angell hanya menggeleng ke arah Tari...Mike anak yang kritis. dan mereka tidak mampu menjawabnya..
Tari terseyum....
"Katika kau sudah dewasa kakak akan mengajarimu." ucap Tari mengedipkan matanya, semua yang ada di ruang makan hanya mengangguk lega...
💖💖
Disebuah ruangan perawatan khusus, Wilard hanya memejamkan mata ketika dokter selesai membalut luka tembak di bahunya. peluru itu menembus sampai di tulang Wilard hingga menimbulkan rasa sakit luar biasa...
Seorang anak buahnya masuk dan menunduk di hadapan Wilard...
"Tuan...apakah tuan yakin akan melakukannya besok..apakah tidak sebaiknya kita menunggu sampai tangan tuan pulih."?
"Tidak...aku tidak akan menunda apapun menyangkut gadis itu, dia harus segera membayar perbuatannya." desis Wilard tajam.
"Baik tuan Wilard..."
"Apakah kau sudah menyiapkan segalanya termasuk semua dokumennya."?
"Sudah tuan, semua sudah siap..."
"Bagus.."
Wilard tertawa dengan tidak sabar....
__ADS_1
"Tari.....kau akan mendapat kejutan." Wilard tersenyum dingin.