
Angell membeku di pelukan Alex, ia tak menyangka bisa melakukan kesalahan fatal.
"Maafkan aku Angell." ucap Alex segera melepaas pelukannya dan buru-buru menegakan tubuh Angell.
"Terimakasih Alex" kau selalu menollongku." Angell mengusap wajahnya.
"Dan aku selalu bilang padamu bahwa...aku tidak akan membiarkanmu tersakiti."
"Hah."
"Lupakan, bisakah kau melihatku dengan Jass itu..penilaianmu sangat penting."
"Tentu saja." Angell mengangguk.
Mama Livia dan Zefanya segera menghampiri Angell.
"Hati-hati nak...apa ada yang terluka."? ucap mama Livia sangat khawatir...
"Tidak...Alex menolongku lagi mah."
Mama Livia menatap ke arah Alex dan menyentuh punggung pria itu.
"Kau selalu menjadi penolong anak-anakku....terimakasih Alex." ucap mama Livia pelan.
"Tante..jangan terlalu dibesar-besarkan...aku melakukannya berdasarkan naluriku."
"Kau sekarang menjadi anakku juga dan aku ingin kau tau bahwa..aku sangat bahagia menyadari hatimu begitu baik dan hatimu tulus." sambung mama Livia.
Alex terdiam mendengar kata-kata, Livia..Hati yang baik dan tulus. ia hanya menaikan sudut bibirnya.
"Terimakasih Tante."
"Ya sudah tante mau menemani Zefanya memilih gaun, kalian berdua silahkan lanjutkan saja yah."
"Baik mama" ucap Angell menatap Alex.
"Ayo...aku akan menemanimu." ucap Angel melangkah lebih dahulu kali ini ia lebih hati-hati.
Alex mulai mencoba satu persatu Jass yang di pilih Anggel.
"Bagaimana menurutmu." tatap Alex yang melirik Angell duduk di sofa sambil mengemil biskuit coklat.
"Terlalu ketat." ucap Angell dengan ekspresi tak suka.
"Baiklah." Alex mengalah dan mengganti Jasnya.
"Kalau yang ini."
"Terlalu norak warnanya warna kulitmu terlalu putih untuk itu."
"Baik..astaga susah sekali mencari yang cocok dimatamu Angell." Alex mulai terlihat bosan.
Lalu ia mencoba Jass yang ketiga setelan jas tiga potong itu membuatnya terlihat lebih dewasa dan tampan.
Angell menganggukan kepalanya, ia sampai berdiri melihat Alex tampak sangat berbeda...
"Kau sangat tampan Alex." ucap Angell mengarahkan dua jempolnya kepada Alex.
__ADS_1
"Akhirnya aku menemukan jass yang tepat."
"Hahah..kau sangat beruntung Alex."
"Tentu saja."
"Baiklah...bagaimana kalau kita menunggu mama dan Zefanya sambil menikmati kopi di cafe itu."? tunjuk Alwx pada sebuah cafe kecil yang terletak di depan butik.
Angell terdiam.....bagaimana jika Wili tau ia duduk di cafe bersama Alex, bukankah pria itu akan sangat marah. tidak sebaiknya Angell menghindari masalah lusa adalah hari pernikahan mereka dan Angell tak akan mengundang rasa marah Wili.
"Maaf Alex...kita menunggu disini saja."
"Baiklah...kita duduk saja disini." Alex menyerah dan duduk di samping Angell.
❣❣
Wili turun dari mobil dan memasuki Mansion melihat aktifitas beberapa pekerja ruamahnya mereka sedang berkemas karna begitu selesai menikah Wili akan langsung membawa Angell jauh dari keuarganya. tentu Angell tak tau apa-apa. Angell pikir mereka akan tetap tinggal di kota ini. tapi tidak Wili telah menyiapkan semua ini dari jauh-jauh hari. jika ia ingin membalaskan dendamnya itu berarti Angell harus dijauhkan dari keluarganya. itu adalah penyiksaan pertama yang akan ia lakukan.
Wili membuka pintu dan menarik nafas ketika melihat Dani sedang menunggunya bersama Fela. ia melangkah acuh melewati mereka dan hendak ke kamar.
"Kakak.." Dani bangkit dan menghampiri kakaknya, iji adalah usaha terakhirnya untuk meyakinkan kakaknya jika apa yang dilakukan Wili akan membuatnya sangat menyesal.
"Ada apa...bukankah aku sudah memperingatkanmu jika aku tidak suka kau ikut campur masalahku."? ucap Wili menatap Dani dengan tajam.
"Kak....ini." Dani memberikan semua bukti bahwa kematian Grace tidak ada hubungannya dengan Angell.
Wili tak sedikitpun melihat bukti yang di berikan Dani. pria itu berteriak keras dan meraih ujung baju Dani.
"Brengsek...aku sangat mencintai kalian sebagai adik-adikku inikah balasannya."? ucap Wili marah.
"Aku sangat bersukur dengan semua kasih sayangmu kak Wili tapiaku tidak terima jika kau melindungi adikkmu dengan menghancurkan anak orang lain." balas Dani tak kalah tajam.
"Kau sudah benar-benar dibutakan oleh rasa bersalahmu kak."
"Terserah apa katamu Dani jangan pernah ikut campur urusanku."
"Keluarganya tidak akan tinggal diam jika tau kau menyakiti putri satu-satunya keluarga Rusell Wins. ayahnya tidak akan pernah mengampunimu. ucap Dani menhingatkan.
Wili tertawa kencang sehingga Fela yang berada di ruangan itu sedikit takut.
"Aku tidak perduli..aku akan membungkam Angell selamanya."
"Kemana kau akan membawanya."
"Ke tempat yang tak akan pernah diketahui oleh semua orang termasuk dirimu Dani."
"Aku mohon kakak."
"Diam...lebih baik kau tutup mulutmu dan jika kau berani bersuara maka aku akan melupakan ikatan darah kita Daniel Pearl." ucap Wili mengancam.
Wili menghempaskan tubuh Dani dan melangkah meninggalkan ruangan itu dengan tatapan membunuh.
Fela mendekati Dani dan membantunya berdiri....
"Kau tidak apa-apa."
"Tidak...aku baik-baik saja sayang."
__ADS_1
"Apa yang harus kita lakukan sekrang."? ucap Fela dengan frustasi.
"Aku harus memberitau Angell." ucap Dani dengan tekat yang kuat.
"Wili akan membunuhmu Dani." jerit Fela histeris.
Dani menatap mata Fela....
"Aku sama sekali tidak takut Fela, tapi membiarkan Angell menerima hukuman yang untuk kesalahan yang tidak ia lakukan aku...tidak akan pernah membiarkannya."
Fela hanya menganggukan kepala...
"Baiklah...semoga Tuhan melindungi kita Dani." ucap Fela menangkan Dani.
💚💚
Alex menepikan mobilnya dengan pelan di parkiran Mansion milik keluarga Rusell Wins. mama Livia turun dan Zefanya ikut bersamanya.
Angell turun di ikuti Alex disampingnya....
"Terimakasih tumpangannya Alex."
"Sama-sama tante." ucap Alex menundukan kepalanya dengan hormat.
"Baiklah...tante dan Zefanya masuk lebih dahulu karna Tante harus mempersiapkan segalanya untuk hari pernikahan nanti." ucap mama Livia.
"Baiklah tante."
Angell mempersilahkan Alex untuk duduk..
"Aku tidak mengganggu bukan."?
"Sama sekali tidak..aku beruntung karna masih diberikan waktu untuk santai..mama mempersiapkan dengan baik segala sesuatunya."
"Cinta...semua karna cinta yang tulus dari orangtuamu Angell."
"Kau benar."
"Wili...apakah setelah menikah kau akan tinggal dikota ini atau malah pergi dari sini."? tanya Alex santai.
"Aku akan tetap tinggal di kota ini..dan tidak akan pergi kemanapun."
"Apakah Wili setuju."? tanya Alex ingin tau.
"Yah..dia pasti setuju."
"Itu artinya kalian belum membicarakan ini."?
Angell tertegun...yah memang ia membicarakan apapun dengan Wili...ia mengangguk kepada Alex.
"Mengapa kau menanyakan ini kepadaku."
"Aku hanya bertanya saja, aku melihat wanita sepertimu akan sangat hancur jika jauh dari orangtua." Alex tersenyum..
"Bagaimana jika dia membawamu pergi dari keluargamu tanpa kau tau Angell."?
Angell menghela nafas...mengapa Alex menanyakan ini kepadanya..mungkinkah Alex lebih banyak tau tentang Wili.?
__ADS_1
"Alex....apakah kau...mengetahui lebih banyak tentang Wili."?
Alex tersenyum......