Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku
Kebenaran Yang Menuduh


__ADS_3

Aksana membeku.... dengan cepat ia melangkah mendekati lembaran yang di jatuhkan Mikha, setengah menunduk pria itu memungut lembaran itu dan hendak membacanya..


"Papa...." jerit Stela di belakangnya..


Aksana memegang lembaran yang belum sempat di bacanya itu dengan erat lalu menoleh menatap Stela yang tampak sedih...


"Ada apa.."


"Jangan pernah membaca semua yang dikatakan Mikha... dia pasti mencoba meracuni papa."


"Apa maksudmu...papa bahkan belum tau apa isi lembaran ini Stela...apakah kau..sudah tau."? tanya Aksana dengan tajam....


Stela menggeleng ia memang tidak tau tapi itu pasti rencana licik Mikha untuk membujuk papa menyerahkan proyek Hotel kepadanya..dan Stela tidak akan membiarkan itu..


"Aku tidak tau..tapi Mikha pasti meminta proyek Hotel kepadamu Papa aku tidak akan..."


"Diam...dan tenanglah Stela..biarkan papa membaca isinya." ucap Aksana tegas.


Stela terdiam mau tak mau ia harus mendengarkan sang papa..yah jika pikirannya benar maka Stela tidak akan membiarkan Mikha menang. hanya dia satu-satunya anak kandung papa dan hanya dia yang berhak untuk mewarisi semua kekayaan papanya, termasuk perusahaan dah Hotel..


Aksana menatap lembaran itu dengan penuh perhitungan. ia membaca kalimat demi kalimat dengan penuh konsentrasi..tidak lama...


"Hasil Tes DNA."? ucap Aksana mengerutkan kening..


Matanya melebar dengan ekspresi tidak percaya melihat isinya... bahwa dirinya dan Mikha 99,9% memiliki hubungan bahwa ia dan Mikha adalah satu darah..bahwa Mikha sesungguhnya adalah putri kandungnya...


Aksana sungguh terkejut,wajahnya pucat dengan ekspresi hancur....Mikha diam-diam melakukan tes DNA ulang dan hasilnya adalah Mikha adalah anak kandungnya..apa yang terjadi..mengapa semuanya membingungkan untuknya, bukankah hasil tes DNA dulu mengatakan mereka tidak punya hubungan darah..mengapa semua kenyataan ini begitu menyakitkan...?


FlasbackOn#


Aksana begitu marah memegang tes DNA di tangannya, ia merasa hancur ketika menatap kenyataan bahwa Mikha bukan putri kandungnya. padahal ia sudah memberi cinta dan perlindungan yang ternyata adalah kenyataan menyakitkan untukknya....


Pandangannya tajam ke arah Lusi yang menangis, dengan langkah cepat...


"Paccccccccckkkkk" suara tamparan itu sangat keras menghantam wajah Lusi hingga ia tersungkur, pria itu meraih lengan Lusi secara kasar dan kembali melayangkan tamparan bertubi-tubi hingga bibir Lusi pecah....Aksana begitu marah dan merasa terhianati hatinya sunggiun sakit dan tidak terima jika istrinya tega bermain hati dengan kakaknya sendiri..


Kecurigaanya benar, selama ini kakaknya bgitu dekat dengan Lusi mereka sering menghabiskan waktu di rumah sementara Aksana kerja. inikah balasan Lusi atas cintanya..ia sudah setia mengapa justru kenyataan pahit yang ia dapat...

__ADS_1


"Aku bersumpah Aksana aku tidak pernah menghianatimu aku benar-benar tidak selingkuh."


"Sudah ada bukti yang akurat mengapa kau masih saja berkilah Lusi."


Aksana kembali menghempaskan tubuh lemah Lusi ke sembarang arah dengan keras, hingga tubuh Lusi membentur lemari di belakangnya. ia sungguh tidak mengerti mengapa hasil tes DNA justru menghianatinya dengan kejam.rasa sakit begitu menghantamnya dengan kuat, sakit di tubuhnya tidak sebanding dengan sakit di hatinya. Lusi merasa sangat hancur....


"Tapi aku bersumpah..aku mencintaimu Aksana..aku tidak mungkin...."


Aksana terlanjur kecewa hingga ia meraih ujung kemeja Lusi dan mencekiknya...


"Mulai sekarang, menjauhlah dariku kau dan juga anak Harammu itu Lusi, dan kau...harus menanggung hukuman menjadi budak dirumah ini...aku tidak akan pernah menyentuh tubuh kotormu..tidak akan." ucap Aksana dengan tatapan membunuh...


"Aksana aku mohon...pasti ada yang salah...aku tidak mungkin menghianatimu."


"Hana......"teriak Aksana keras...


Seorang wanita muda melangkah dari arah dapur, ia melirik Lusi dengan pandangan sinis, lalu menunduk di hadapan Aksana dan Lusi....


"Ya Tuan Aksana."


Aksana melangkah melewati Lusi dengan tatapan jijik sementara Lusi mencoba menyentuh lengan suaminya memohon.....


"Aksana aku mohon....beri aku kesempatan untuk melakukan tes DNA ulang, aku yakin seseorang pasti mengerjaiku." tangis Lusi memohon....


"Diam...sampai 1000 kali kau meminta hal itu tidak akan pernah ada gunanya, hasilnya tetap akan sama...kau wanita hina dimataku..."


"Aksana...aku mohon..dengarkan aku...Aksana...." tangis Lusi pecah memenuhi ruangan....


FlasbackOff#


Aksana tersungkur di lantai karna kakinya tak mampu menopang tubuhnya lagi. airmata menetes di wajahnya.....selama bertahun tahun ia selalu menyiksa Lusi dan Mikha, memaksa mereka melakukan kehendaknya,dan menyakiti mereka dengan begitu dalam...dan ternyata yang ia siksa adalah anak kandungnya dan istri yang tidak pernah menghianatinya...


"Papa...ada apa, mengapa papa terlihat sedih."? Stela mendekati sang papa yang terlihat kehilangan jiwanya,Stela kemudian mengambil lembaran itu dan menemukan kebenaran....


"Mikha...adalah putri kandung papa."? ucap Stela dengan wajah syok....


"Papa telah menyakiti anak papa sendiri, papa menyakiti mereka dengan sangat kejam." ucap Aksana benar-benar hancur...

__ADS_1


Stela menggeleng....


"Tidak mungkin papa....mana mungkin Mikha adik kandungku itu tidak mungkin." jerit Stela dengan histeris....


"Setelah semua bukti yang ada kau masih saja membenci adikkmu Stela."? suara Aksana meninggi hingga Stela ketakutan....


"Papa aku hanya..."


"Mulai sekarang dewasalah Stela..karna bujukanmu juga papa bersikap tidak adil pada adik dan ibumu yang telah membesarkanmu...jika kau masih membantah..maka kau tau sendiri apa yang mampu papa lakukan." desis Aksana tajam.


Aksana mengepalkan tangannya, ia berdiri menegakan tubuhnya dan dengan segera memanggil anak buahnya untuk menyelidiki dua hasil tes DNA yang berbeda, termasuk siapa dalang di balik surat DNA palsu, Aksana tidak akan memaafkannya.


Stela sungguh masih terkejut kemudian tanpa sengaja ia melempar pandangan pada Hana yang tampak ketakutan, tubuhnya bahkan gemetar. Stela mengerutkan kening...mengapa Hana terlihat ketakutan.?


Sementara Aksana menatap dingin pada Stela dan ia melangkah keluar dengan tatapan membunuh...


💗💗💗💗


Sementara di dalam mobil Mikha mengepalkan tangannya dengan kuat, baru saja ia ingin membuktikan pada papanya bahwa dia putri kandung seorang Aksana namun justru mama memintanya melupakan semuanya...


Adilkah untukknya...?


"Mengapa wajahmu terlihat tidak senang Mikha."


"Mengapa mama tidak membiarkan aku menjelaskan siapa aku di depan matanya..mengapa kita harus pergi seperti pengecut." jerit Mikha kesal...


Lusi menghela nafasnya....menghentikan mobilnya di tengah jalan..dan menatap putrinya yang sedang menangis...


"Pria itu...sudah menyakiti mama dengan sangat dalam Mikha..dan mama tidak bisa bertahan lebih lama lagi."


"Tapi setidaknya mama membiarkan aku ikut membalas pria itu......aku hanya ingin membuktikan bahwa aku adalah anakknya,.aku ingin melihat wajah tersiksanya Mah...aku ingin melihatnya menderita seperti yang aku rasakan." jerit Mikha histeris kemudian......


Lusi memeluk tubuh Mikha dan membiarkan tangis putrinya pecah di pelukannya...


"Rasanya sakit sekali Mah.." tangis Mikha dengan kuat...


"Mama mengerti Mikha...kau..akan bertemu dengannya dan melihat kesakitannya walau hanya sekali..mama berjanji nak.." tangis Lusi memejamkan matanya dengan airmata kesedihan yang dalam.

__ADS_1


__ADS_2