Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku
Tak ada lagi cinta


__ADS_3

"Apa maksudmu." jawab Melinda dengan geram. beraninya anak angkatnya sendiri ingin menghabisinya..anak yang ia besarkan dengan tujuan untuk menjadi pelayan Angell di kemudian hari. anak ini ternyata ingin memiliki Angell. Melinda tidak akan membiarkannya.


Alex menarik sebuah kursi kayu dan duduk dekat dengan Melinda. pria itu tersenyum dingin.


"Apa kau tidak mengerti maksudku ibu."?


"Kau ingin membunuhku untuk melancarkan niatmu."?


"Yah...aku pikir kau sudah terlalu lama hidup di dunia Ibu, lagipula kau akan menjadi penghalangku huhunganku dengan Angell."


Alex....sadarlah, Angell bukanlah milikkmu kau tidak bisa menjadikannya milikkmu."


"Aku bisa....dan akan kulakukan Ibu."! teriak Alex dengan suara yang menggelegar.


"Aku sangat mencintainya dan tidak akan aku lepaskan."


Melinda kehilangan kata ia hanya terdiam ketika Alex bangun dan meraih sebuah kertas kosong dan menatap ke arah Melinda.


"Tulis disini sesuai yang kukatakan ibuku tersayang." ucap Alex dengan sorot mata berkilat.


"Apa maksudmu."


Mata Alex menajam dengan seyuman mematikan....


💜💜


Angell menatap pasrah semua barang-barangnya yang sedang dimasukan ke dalam koper oleh para pelayan. tak sengaja matanya menangkap sebuah kotak hitam kecil yang di berikan Alex waktu pesta pernikahan. Angell berdiri dan meraih kotak hitam tersebut dan bermaksud untuk menyimpannya namun baru saja ia akan menyembunyikannya, pintu terbuka dan Wili melangkah masuk, pandangannya menatap lurus ke arah yang sama dengan Angell.


"Berikan kotak hitam itu padaku." ucap Wili, ia mengenang kotak itu adalah milik Alex. yang di bawa pada hari pernikahan mereka.


Angell menggeleng...tidak ia tak akan memberikan kotak itu kepada Wili, Alex bilang kotak itu berisi rahasian tentang Wili dan Angell harus mengetahuinya.


Wili mendekat dan Angell menghindar sejauh mungkin dari jangkauan Wili hingga pria itu semakin marah.


"Keluar kalian semua dari ruangan ini dan tutup pintunya, jangan ada yang mendekat ke kamar." ucap Wili penuh peringatan.


Para pelayan itupun langsung berlari keluar menyadari aura kemarahan yang menguar dari Wili. tinggalaah mereka berdua sendiri di ruangan itu.


Hening............

__ADS_1


Wili menatap tajam ke arah Angell yang tidak mau menyerahkan kotak hitam itu kepadanya. apa yang sedang di sembunyikan Angell..mungkinkah di belakangnya Angell memberi harapan juga pada Alex. dan mungkin kotak itu berisi pesan dari Alex untuk Angell. Wili terbakar cemburu, jika benar kotak itu berisi pesan dari Alex maka ia tak akan mengampuni Angell.


"Cepat berikan."


"Ini bukan apa-apa Wili." jerit Angell bergerak mundur menjauhi Wili.


Wili mendekat...


"Jika bukan apa-apa mengapa kau tidak mau menyerahkannya kepadaku." ucapnya dengan tenang.


Angell menatap Wili dengan nanar, segala rasa cintanya yang mungkin tersisa sedikit, Angell berusaha mengingat semua kenangan manis mereka, ketika Wili bersikap baik kepadanya, lembut dan penuh kemesraan. bagaimana mungkin Wili melupakan semuanya dalam sekejap, bagaimana mungkin Wili bisa setega itu menghakiminya tanpa menyelidiki terlebih dahulu, mengapa Wili bisa melakukan hal yang kejam kepadanya yang adalah istrinya sendiri. bagaimana bisa Wili menciptakan neraka kecil untukknya tanpa rasa bersalah.


"Wili....jawab aku sekarang." ucap Angell menahan airmatanya.namun ia berusaha kuat. ia harus meyakinkan hatinya walau untuk yang terakhir walau Angell sendiri tak yakin apakah Wili masih punya perasaan.


"Katakanlah dan aku akan menjawabnya." ucap Wili mengeraskan rahangnya.


Angell mendekat hingga keduanya saling bertatapan...menemukan kebenaran jika cinta di mata Wili mungkin telah hilang untuknya atau mungkin tidak pernah ada untuknya. entahlah..Angell tak mampu menyelami isi hati Wili namun wajah yang ditampilkan pria ini sekarang adalah. wajah dingin yang tidak tersentuh. dan Angell pasrah atas segalanya.


"Aku setuju menikahimu karna aku jatuh cinta kepadamu Wili." ucap Angell dengan tetesan airmatanya yang tumpah.


"Katakan apa lagi...kau mengharapkan aku memberimu cinta dan kasih sayang seperti istri pada umumnya."? Wili tertawa sinis..


"Dengar baik-baik Angell..kau memang akan terus menjadi istriku selamanya namun kau tidak akan pernah menjadi istriku yang sebenarnya....kau..."


"Aku tidak pernah menyangka Wili..jika hatimu begitu jahat, aku mencintaimu dan aku benar-benar memberikan hatiku agar kita bisa bahagia.,tapi kau..menuduhku dan menyiksaku."


Wili terdiam..menatap mata Angell begitu terluka...


"Aku tidak bisa memberikan hatiku kepada seorang pembunuh sepertimu..aku sangat membencimu Angel, Wins."


"Baiklah...Angell mengangguk dengan rasa sakit yang seakan menusuk jantungnya ia menatap dengan sisa ketegaran yang ada...tetaplah membenci itu lebih baik untuk kita..jangan pernah mengijinkan hatimu melunak Wili..karna mungkin saat itu sudah sangat terlambat bagimu" ucap Angell tajam.


Wili mengangguk setuju...


"Aku tak butuh rasa cinta Angell, aku hanya butuh dirimu sebagai pemuasku dan untuk itulah aku menikahimu." ucap Wili tanpa perasaan.


"Aku ingin bercerai." ucap Angell dengan suara yang serak...


"Cerai....? Wili tertawa dengan keras, kau tidak akan mendapatkannya Angell Wins."

__ADS_1


Wili mencengkram lengan Angell dengan geram lalu mendekatkan wajahnya....


"Kau akan berada di dalam genggamanku seumur hidupmu Angell, kau telah menyebabkan luka di hatiku karna kehilangan Grace. kau harus menjadi obat disaat aku membutuhkannya....


"Serahkan kotak itu kepadaku Angell." perintah Wili mendekat mengulurkan tangannya.


Angell hanya terdiam..tanpa mampu melawan, ia telah kehiangan kekuatan di hadapan pria yang ia cintai yang telah menipunya dengan sangat kejam.


Jemari Angell keluar dari persembunyiannya di balik punggung.


Wili menatap tajam kotak itu dan tersenyum kejam...lalu menghempaskan tubuh Angell dengan kasar ke ranjang dihadapannya. lalu meninggalkan kamar itu dengan jejak mengerikan....


Angell memejamkan matanya, segera menghapus airmatanya...


"Aku tidak akan memaafkanmu Wili...tidak akan pernah." jerit Angell dengan rasa sakit di dadanya, wanita itu tersungkur dengan ekspresi dendam yang memebara.


Angell kemudian melirik tas kecilnya dan mempertimbangkan sebuah alat yang berisi tombol yang yang diberika Akex untukknya yang masih dia simppan.


Angell menggenggam dengan erat...dia harus pergi dari sini sebelum Wili membawanya keluar negri. yah...ia harus segera pergi.


❤❤


Wili membuka pintu ruang kerjanya dengan tidak sabar, meletakan kotak hitam itu di atas meja kerjanya dan merenung. apa isi kotak ini.....


Wili lalu duduk dan mulai meneliti bungkusan.dari luar bahkan pitanya berwarna hitam sungguh penyamaran yang sempurna. Angell wanita itu tidak akan pernah dibiarkan Wili pergi kemanapun juga.


Angell, adalah milikknya....dan ia akan menghancurkan siapapapun yang berani merebut Angell. termasuk Alex.


Satu demi satu lapisan kado ia buka dengan hati-hati. terlalu hati-hati hingga kegiatan membuka kado adalah pekerjaan yang membutuhkan waktu beberapa menit.


WIli membuka lapisan terakhir dan tertegun...ada sebuah flasdish.


"Apa ini."? tadinya Wili berpikir jika itu adalah sebuah surat atau petunjuk yang diberikan Alex...


Dengan cepat ia mengambil labtop dan menyambungkan dengan flasdish yang dipengangnya.


Betapa terkejutnya Wili ketika Flashdisk itu di nyalakan, ia melihat sebuah rekaman yang membuat dunianya terbalik saat itu juga...


"Apa ini."? desahnya dengan wajah pucat...

__ADS_1


__ADS_2