
"Lepaskan aku." jerit Angell dengan suara yang keras, hingga pelukan mereka terlepas dengan dramatis.
Alex menatap Angel dengan tajam, masing-masing menguji kekuatan mereka...
"Aku tidak akan menikah denganmu Alex."
"Kau harus dan akan menikah denganku."
Angell menggeleng memutus kontak mata di antara mereka....Angell memijit pelipisnya yang kembali terasa sakit ketika merasa gugup atau tertekan....tubuhnya terhuyung dan hampir jatuh, namun beruntung karna dengan sigap Alex menahan tubuh Angell yang hampir jatuh. keduanya kembali terjebak dalam tatapan.
"Kau sudah jatuh terlalu dalam dan lama dalam duka tak berujung Angell, saatnya kau harus melepaskan semua." ucap Alex penuh penekanan.
Angell memejamkan matanya, tidak sampai kapanpun ia tidak bisa melepaskan semua kenangan Wili tidak....
"Aku tidak bisa Alex."
"Kau tidak mencoba."
"Yah...aku tidak ingin mencoba karna aku tidak akan pernah bisa kehilangan mereka sampai selamanya."
"Kau sudah kehilangan..tidakkah kau sedang membohongi dirimu sendiri,"? tatap Alex maeah.
Angell meronta melepaskan pegangan Alex padanya, ia bersedekap seakan mendapat kekuatan lebih sekarang iia bersedekap....
"Mengapa kau ikut campur tentang kehidupanku, bukankah kita adalah masa lalu, bisakah kau membiarkan aku sendiri."
Alex menggeleng....
"Kau lupa Angell jika ada anakku disini dan aku berhak ikut campur, aku tidak akan membiarkan anakku hidup menderita karna kekurangan kasih sayang dari ibu kandungnya sendiri."
"Tau apa kau tentang anakku Alex."
"Anakku juga Angell, jangan lupa di dalam darahnya begitu kuat mengalir darahku." ucap Alex tegas.
"Apa maumu sebenarnya Alex, mengapa kau ingin menghancurkanku." jerit Angell dengan frustasi.
"Aku memang datang untuk menghancurkan semua sikap keras kepalamu yang memilih mempertahankan kenangan bersama Wili yang sudah meninggal dan mengabaikan anakku.....
Alex mendekat....aku ingin kau menjadi kekasihku dan kita menjalankan hubungan normal sebelum ke tahap pernikahan, aku ingin memberi kesempatan Mike mengenalku secara perlahan..."ucapnya penuh penekanan......
"Bagaimana Angell."? tawar Alex tersenyum...
"Tidak aku tidak mau, berapa kali aku bilang bahwa kita tidak akan menjalin hubungan atau menikah Alex."
"Kau tidak punya pilihan Angell."
"Bagaimana kalau aku menolak."? Angell menatap tajam.
Alex menyandarkan tubuhnya di dinding persis di hadapan foto Wili.
__ADS_1
ia tersenyum menang....
"Gampang..aku akan menemui Mike dan mengatakan akulah ayah kandungnya..dan kita liat apa reaksi anakku." Alex menilai wajah Angell yang begitu terkejut.
Angell bangkit dari tempat duduknya dengan wajah pucat, mendekati Alex yang sedang menatapnya dengan dingin. Angell memegang kedua lengan Alex ia menggeleng..airmatanya menetes, ia bisa membayangkan bagaimana reaksi Mike, putranya akan bingung dan pada akhirnya semua akan menjadi hancur.
Mike pasti akan membencinya.. tidak, Angell tak bisa membiarkan itu terjadi.
"Jangan..aku mohon jangan katakan apapun padanya." ucap Angell memohon..
"Mike berhak tau ayah kandungnya Angell."
"Aku mengerti..aku tau jika aku tidak bisa menyimpan rahasia ini selamanya."
"Lalu."?
"Aku akan mengatakan tepat pada waktunya." pinta Angell.
"Kalau begitu kau harus menerimaku untuk menjadi kekasihmu Angell." ucap Alex dengan senyum lembut.
Angell terdiam...apa yang harus ia lakukan sekarang. bagaimana ini, menolak Alex itu berarti ia harus menghadapi kemarahan Mike namun jika ia menerima maka ia akan menghianati Wili dan cintanya..
"Waktumu tidak banyak Angell, aku harus pergi krna ada rapat."ucap Alex memeluk unggung Angell dengan posesif...
"Baiklah...aku bersedia, tapi aku ingin kau tidak memaksaku, kita tak perlu cepat menikah...."
" 3 bulan Angell..aku memberimu waktu 3 bulan untuk menikah.."
"Tidak..aku belum siap."
"Kau harus siap Angell, usiaku sudah tidak lagi muda..aku ingin punya anak lagi darimu dan memberi adik untuk Mike, tidakkah kau kasian padaku."?
"Astaga kau mesum sekali Alex, jangan macam-macam padaku." Angell melepaskan pegangan Alex kepadanya..
Angell melangkah ke arah jendela...
"6 bulan..aku perlu waktu 6 bulan untuk memulihkan hatiku."
Alex mendekat mendekap Angell dari belakang....seraya mengecup bahunya seringan bulu...
"Awas saja..jika ditengah jalan kau hamil maka kau harus menikah denganku, lebih cepat dari waktu yang kau berikan." lirik Alex semakin mempererat pelukannya.
"Alex......"
💖💖
Alex menatap ke arah Mansion keluarga Rusell Wins, ia menghela nafas sebelum memutuskan turun dari mobil. Alex, dia pria yang tidak pernah takut pada apapun, hari ini juga ia memutuskan akan jujur pada kedua orangtua Angell mengenai masa lalunya...dan rencana masa depannya, meski mungkin orangtua Angell akan marah namun, Alex akan menghadapinya demi Angell dan juga anakknya...
Alex merasa bahagia ketika tadi berhasil mendapatkan Angell walau ia tau itu tidak mudah,Angell masih terikat kuat pada Wili walau pria itu sudah meninggal. dan Alex harus menerima kenyataan kalau ia harus bersaing untuk mendapatkan hati Angell dengan orang yang sudah meninggal.
__ADS_1
namun sekali lagi Alex tidak akan mundur....
Pria tampan di usia matang itu turun dari mobil mewahnya, langkahnya terukur namun pasti mendekati rumah besar itu.
Seorang pelayan menunduk kepadanya ketika bertemu..
"Selamat siang Tuan."
"Siang, apakah tuan Rusell dan nyonya ada dirumah."?
"Ada di teras samping dekat kolam, sedang memberi makan Angsa." ucap pelayan penuh hormat.
"Baiklah..aku akan menemuinya.." ucap Alex tenang..
Pelayan kembali menunduk hormat seraya memberi Alex jalan. pria itu bergegas ke taman di samping rumah besar itu.
Dari jauh ia bisa melihat pasangan suami istri yang terlihat begitu saling mencintai sedang melempar makanan untuk Angsa putih yang berenang di kolam. hatinya menjadi hangat...ia mendekati mereka.
"Selamat siang tuan dan nyonya." Alex menundukan kepalanya dengan penuh hormat.
Keduanya menoleh dan begitu terkejut melihat Alex di hadapan mereka, Livia sampai melebarkan matanya dengan ekspresi tidak percaya melihat Alex, bukan karna sudah lama ia tak bertemu namun, Livia baru menyadari kemiripan yang begitu kentara antara wajah Alex dan Mike......apakah ini hanya kebetulan.?
Rusell bangkit dari tempat duduknya begitu juga Livia..
"Alex Sebastian." ucap Rusell dengan wajah heran, yah sudah 11 tahun mereka berpisah, Rusell terakhir bertemu ketika Alex pamit untuk pergi keluar negri dan menerima kekalahannya dalam memperebutkan Angell. Alex tak berubah selama 11 tahun, wajahnya semakin matang dan tentu tampan, Rusell tertawa..ia semakin melihat kemiripan Alex dalam dirinya dulu.
"Apa kabar Alex."? tanya Rusell mendekati Alex dengan senyuman cerah, ia yakin pria ini datang untuk Angell. Rusell lega jika Alex memang masih mencintai putrinya.
"Aku baik-baik saja tuan...apa kabar tuan dan nyonya."
"Kami baik-baik saja nak." ucap Livia dengan senyuman seorang ibu yang membuat Alex senang. kesan yang ia dapat adalah ia diterima dengan baik oleh kedua orangtua Angell.
"Aku ingin bicara pada tuan dan nyonya." ucap Alex tenang.
Rusell mengangguk dan melihat istrinya....
"Mari kita bicara di ruang kerjaku saja Alex." ucap Russel dengan senyuman lalu melangkah bersama Livia dan Alex di belakangnya.
💝💝
Rusell dan Livia duduk di kursi pasangan yang memang ada di ruangan kerja Rusell. sementara Alex duduk di hadapan mereka.
"Ada apa Alex."? tanya Rusell tak sabar.
Alex berdiri dan mendekati kedua orangtua itu dan seketika itu juga ia menjatuhkan tubuhnya di hadapan mereka.
"Alex.."?
"Aku ingin mengatakan jika...aku masih mencintai Angell dan ingin jujur kalau Mike adalah anak kandungku bersama Angell."
__ADS_1
"Apa.."? betapa terkejutnya Rusell dan Livia mendengar kejujuran dari Alex......