Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku
Kebenaran yang menyakiti


__ADS_3

Lusi menatap Mikha dengan sisa airmata yang masih tertinggal di pipinya...


"Mikha...sebenarnya, ada seseorang yang sedang memfitnah mama dengan mengatakan jika kau bukan anak kandung papamu Aksana."


Mikha mengerutkan dahi,...


"Aku tidak mengerti Mah...apa maksud mama."?


Wanita itu menghela nafasnya menyembunyikan luka di hatinya,


Dulu sebelum mama hamil dirimu, kakak dari papamu tinggal disini dia sangat baik dan kadang menjadi teman mama bicara."


"Mengapa di tinggal disni."?


"Saat itu perusahaan papa terlilit hutang dan kakaknya kemari untuk menolong, dia tinggal hampir sebulan dan ketika dia pergi mama hamil kau Mikha..."


Mikha mencoba mendengarkan dengan baik..walau hatinya sakit sekali..apakah perlakuan papa kepadanya karna ia meragukan Mikha bukan anakknya..?


"Lalu.."?


Lusi menghela nafasnya...


"Entah dari mana dia mendengar fitnah itu yang menyebutkan mama selingkuh dengan kakaknya."


"Mama tidak selingkuh bukan...aku bukan anak hasil perselingkuhan kan."? desah Mikha dengan suara bergetar takut...


Lusi menggeleng sedih...


"Mana mungkin mama melakukannya Mikha, mama berani bersumpah kalau mama tidak pernah melakukan hal sekeji itu..apalagi menghianati papa...mama sangat mencintainya Mikha.."


"Apakah papa menuduh mama."?


"Yah...sejak saat itu hubungan kami menjadi dingin, di tambah lagi ketika kau lahir wajahmu benar-benar tidak mirip dengannya dan malah mirip mama...dia sangat marah."


"Bagaimana mungkin pikiran papa sepicik itu, wajah antara orangtua dm anak tidak selalu sama lagi pula aku sangat mirip dengan mama bukan."


Lusi menggeleng.....


"Dia dibutakan cemburu, karna di dalam pikirannya Stela sangat mirip dirinya jadi kau juga harus mirip dengannya, tapi kenyataanya tidak..kau malah mirip mama, dan sifatmu sama keras kepalanya dengan papamu."


"Mengapa tidak tes DNA Mah....bukankah semua akan kebenaran akan terjawab.."?


"Mama sudah melakukannya Mikha, tapi mama tidak menyangka jika hasilnya berbeda..mama tidak tau siapa yang menukarnya Mikha..sungguh mama sangat bingung.."


Lusi menunduk dengan frustasi...

__ADS_1


"Berarti ada yang sengaja ingin menghancurkan mama dan aku..." desis Mikha mengepalkan tangannya...


"Mama tidak tau Mikha...sejak saat itu, sikap papa berubah dingin, kami tidak pernah tidur seranjang lagi, dan hanya bersikap mesra di hadapan para rekan bisnis atau tamu bahkan tidak ada yang tau betapa dinginnya hubungan kami Mikha..." isak Lusi tampak hancur...wanita itu bahkan gemetar ketika membayangkan betapa menyedihkan hidupnya...


Mikha mengangguk memandang sang mama yang tampak hancur.....ia kemudian mendekati wanita yang telah melahirkannya itu dan menyentuh bahunya....


"Mengapa mama bersikeras menjodohkanku, jika mama mencintaiku, mama pasti ingin yang terbaik bagiku dengan tidak memaksa." ucap Mikha dengan kesedihan yang dalam...


Lusi menatap Mikha dengan genangan airmata....


"Kau pikir mama tidak hancur melihatmu Mikha, hampir setiap malam mama selalu menangisimu, betapa mama berharap kau bisa menemukan kebahagiaan lewat perjodohan ini...dan secepatnya terlepas dari nerak* ini Mikha.."


"Apa maksud mama dengan neraka."?


"Stela,....dia bukan anak kandung mama, dia adalah anak dari istri pertama papa yang telah meninggal dia sangat jahat dan selalu mengancam mama."


"Apa..."? Mikha benar-benar terkejut sama sekali tidak menyangka jika Stela bukan terlahir dari rahim yang sama dengannya, dan bersikap kurang ajar pada mama yang telah membesarkannya..?


Lusi mengangguk,


"Mama membesarkannya sejak ia berusia 5 tahun, dia gadis yang licik dengan mengambil keuntungan karna ia mirip dengan papamu dan papamu sangat memihak padanya."


Mikha menghela nafas...karna itulah, mama tidak berani mengambil sikap untuk menekan Stela karna Stela dengan mudah akan memanfaatkan situasi...


Mikha memeluk tubuh wanita yang sempat ia benci itu dengan permohonan ampun, karna ia sudah salah dalam bersikap dan menuduh tanpa bukti. mama adalah tetap seorang wanita yang melahirkannya kedunia yang akan mengorbankan apapun untukknya, bahkan mama akan melakukan apa saja untuknya...termasuk menahan semua penderitaan seorang diri, menangis dalam kesepian dan menelan rasa sakit....


Mikha mendekap tubuh itu dan menangis bersama, meluapkan perasaan yang selama ini tertahan, ia bahkan lupa kapan terakhir kalinya memeluk tubuh Mama dengan begitu dekat seperti sekarang ini.


"Maaf karna aku salah menilai mama, maafkan aku..."


"Aku mencintaimu putriku, maafkan mama karna selama ini menutup semua kenyataan darimu,..maaf karna selama ini mama bersikap keras padamu." ucap Lusi dengan kesedihan....


"Aku mengerti mama..aku mengerti sekarang..kau sangat mencintaiku..terimakasih."


Pelukan itu terlepas....


"Mama mau bekerjasama denganku....aku tidak akan membiarkan papa terus tenggelam dalam kendali Stela, aku adalah anak kandungnya jadi aku berhak untuk menyadarkannya..."


"Bagaimana caranya Mikha..mama sangat takut..." Lusi menggeleng enggan.


"Ssst....dinding punya telinga mama, jadi bersikap tenanglah aku akan mengatasi segalanya, mama hanya perlu ikut semua kata-kataku, tidak perlu takut apapun, mama punya aku sekarang." bisik Mikha pelan..


Lusi menganggukk sesaat ia menatap putrinya yang telah dewasa dan pintar, ada rasa bangga di dalam dirinya, wajah mereka nyaris sama, hanya saja Mikha sangat berani dan keras seperti papanya...Lusi hanya berharap Aksana bisa sadar jika Mikha adalah putri kandung yang butuh kasih sayangnya...


"Apa rencanamu Mikha.."?

__ADS_1


"Bersikaplah seperti biasa..aku akan menuruti semua keinginan papa, lalu membuat Stela lengah..lalu aku akan merebut semuanya Mah.."


"Mama senang mendengarnya..kau harus hati-hati Mikha."


"Tentu saja Mama...aku ingin melakukan melakukan satu hal untukku."


"Apa itu Mikha.."


"Aku ingin melakukan tes DNA ulang.." ucap Mikha dengan pelan...


Lusi menganggukan kepalanya...


"Mama akan melakukan apapun untukkmu nak." ucap Lusi mengusap wajah putrinya dengan penuh kasih...


"Aku berjanji mama..papa akan berlutut meminta maaf kepadamu." ucap Mikha dengan mata tajam....


Keduanya saling menatap dengan senyuman bahagia...


💗💗


Kau bersedia melakukan perjodohan itu Mikha.."? ucap Aksana dengan mata tajam...


Mikha mengangguk menatap Stela yang terus ada di dekat sang papa seperti penjilat..


"Aku bersedia asal itu membuat papa tenang..bukankah aku selalu menurutimu."? ucap Mikha dengan nada lembut.


Mikha berdiri dan mendekati sang papa, selama ini tak pernah memeluknya dan nyaris selalu bersikap dingin padanya...


Mikha mendekat hingga sepasang mata mereka saling menatap tajam...ada kerinduan yang begitu besar untuk bisa bersikap manja dengan papanya..


"Mikha..apa yang kau lakukan...papa dia mulai bersikap manis, jangan percaya padanya." ucap Stela berbisik..


Aksana terdiam mengabaikan hasutan Stela.....ia masih menatap wajah Mikha yang tampak sedih.....


"Bolehkan aku memelukmu papa, sebentar lagi aku akan menikah dan meninggalkan rumah ini..aku akan sangat merindukanmu." ucap Mikha dengan permohonan..


Aksana tertegun ia menatap wajah Lusi yang datar tanpa ekspresi..mengapa hatinya menghangat, Mikha seperti biasanya akan bersikap keras dan menantangnya, dan ketika ia bersikap lembut Aksana sangat tersentuh....


"Tentu saja..." ucap Aksana langsung meraih tubuh Mikha dan memeluknya..


Untuk pertama kalinya, Aksana memeluk tubuh Mikha, rasanya lain...ia merasa hatinya bergetar dengan sebuah rasa bersalah yang timbul, di ikuti rasa sayang samar mulai mucul secara perlahan di hati Aksana...


Ada apa dengannya..mengapa ia merasa dekat dengan "Mikha padahal bukan darah dagingnya..? Aksana memejamkan matanya dengan rasa tenang ketika memeluk Mikha..


Sementara Stela merasa terbakar cemburu dengan kedekatan Mikha dengan papanya..Stela sungguh takut jika Mikha akan merebut perhatian dari papanya...

__ADS_1


__ADS_2