Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku
Masih Cinta


__ADS_3

Elena masih tenggelam di dalam pelukan Kenzo, hingga pria itu mengusap punggungnya...


"Kau tidak lelah menangis, sebaiknya makan dulu."


"Baiklah."


Elena melepaskan pelukannya, membiarkan Kenzo menuntunnya di meja makan lalu ia pun makan didalam diam. Kenzo memilih masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan dirinya ia takut Elena akan merasa malu jika ia menunggunya makan.


💖


Usai makan Elena lantas membersihkan piringnya. bagian dapur kamar ini terletak sedikit jauh di sudut lorong kamarnya.


Elena merasa lega karna ia sudah selesai mengisi perutnya. dan segera mendekati tempat tidur untuk melihat Radit. pria kecilnya itu masih tertidur dengan lelapnya. tiba-tiba saja Radit menangis karna haus. ia merasa bingung karna tak tau cara membuat susu sementara Ken masih di kamar mandi.


Elena berinisiatif untuk mengangkat Radit membawanya ke pelukannya. mungkin ini saatnya ia harus memberi Radit asi secara langsung. Elena membawa Radit ke dadanya. dan membuka sedikit kancing bajunya dan membiarkan putranya menikmati asi dari tubuhnya. untuk pertama kalinya Elena membiarkan dirinya menjadi seorang ibu yang sesungguhnya. Radit kemudian menghentikan tangisannya karna sudah menemukan yang ia cari. matanya tertutup dan ia pun mulai tertidur. sementara Elena tersenyum senang, rasanya aneh dan asing namun ia sangat beruntung tubuhnya masih memproduksi asi secara melimpah.


ia kembali mencium dengan gemas Radit yang telah tertidur lelap. sambil bersandar di dinding Elena iku memejamkan mata, ini sudah malam walau ia tak tau jam berapa sekarang.


"Sudah malam."? desahnya membuka mata...ia baru sadar jika ia harus pulang. walau entah mau pulang kemana. ia pergi dari rumah tanpa sepengetahuan orangtuanya dan hanya meninggalkan surat kalau ia sedang liburan. bahkan ia tak memegang ponsel dan uang.


Pintu kamar mandi terbuka dan sekaligus menghempaskan lamunan Elena yang putus asa. Kenzo disana berdiri dengan tatapan beku. ia terdiam melihat Elena melakukan kewajiban seorang ibu yang selama ini tidak pernah ia lakukan yaitu memberi putranya asi secara langsung.


Keduanya bertatapan dalam diam, masing-masing dengan pikirannya sendiri..


"Elena..kau.."


"Maafkan aku..aku tidak tau dimana susu formulanya jadi aku melakukannya." seru Elena tersenyum pasrah jika Kenzo akan marah melihat tindakannya.


Kenzo tersenyum dan menggelengkan kepalanya ia mendekati Elena dan duduk di samping ranjang.


"Terimakasih..kau mau mengorbankan diri demi anakkmu."


Airmata Elena menetes....seharusnya ia berterimakasih karna Ken masih menerimanya. dan sangat baik untuk dirinya.


"Aku yang harus berterimakasih Ken, aku....bahagia kau masih memberiku kesempatan untuk menjadi seorang ibu lagi."


"Tidak apa Elena."


"Maaf sekrang jam berapa."?


"Jam 9 malam."


"Hah."? desah Elena terkejut.


"Mengapa..."? tanya Ken dengan penasaran..


"Bolehkan aku menginap disini.? besok pagi aku akan pulang." ucap Elena meminta.

__ADS_1


"Tentu saja Elena." Ucap Kenzo dengan senyuman tulus.


Setelah Radit tertidur, Elena membawa kembali ke ranjang dan membaringkannya di dalam box bayinya. karna Ken pati akan tidur di ranjangnya.


Kenzo menatap seluruh aktifitas Elena dengan rasa panas yang entah mengapa terus menguasai pikirannya sejak Elena datang. Sial..ada apa dengannya.


Kenzo berulangkali mengusap wajahnya mengusir pikiran erotis di kepalanya. Harumnya tubuh Elena membangkitkan kenangan kebersamaan mereka dulu.


"Ken.." ucap Elena mengejutkan Kenzo..pria itu menoleh.


"Yah.."?


"Aku tidak membawa baju ganti bisakah kau meminjamkan aku bajumu aku ingin mandi...."


"Yah...boleh." Kenzo bangkit dari tempat duduknya ia menghindari kontak fisik di antara mereka. bukan apa-apa, ia merasa terbakar dan tak akan bisa mengendalikan diri jika Elena menyentuhnya.


Kenzo membuka lemari dan meraih kemejanya lalu memberikannya pada Elena.


"Ukuran ini sangat besar jadi ini akan menjadi dres bagimu." ucap Kenzo sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. mengapa ia merasa gugup.?


"Terimakasih, aku akan mencobanya."


Elena meraih kemeja itu dan segera masuk ke kemar mandi..


Kenzo menghembuskan nafasnya dengan kasar, rasanya ia akan segera melahap Elena jika tidak menahan diri. astaga Elena semakin cantik saja. tubuhnya lebih berisi dan padat, yah Elena mampu merawat dirinya dengan baik.


Satu menit,dua menit,dan akhirnya 30 menit kemudian Elena keluar kamar dengan wajahnya yang segar. kulitnya yang memang puih mulus begitu memancar dari kemeja putih yang diberikan Kenzo.


"Hah."?


"Maksudku kemeja itu sangat pas di tubuhmu."


"Yah....aku memakai alat mandimu Ken."


"Bau kita akan jadi sama." balas Ken dengan senyuman tipis.


Elena mendekati Ken yang sedang duduk di ranjang dan menatapnya.


"Apa kau sudah sangat lelah."?


"Tidak...aku ingin bicara padamu Elena, aku ingin tau apa yang sebenarnya terjadi kepadamu." tatap Ken dengan serius.


Elena mengangguk lalu tersenyum getir...


"Bagaimana kalau kita duduk di balkon saja sambil menatap laut di malam hari sambil kau menjelaskan." ucap Ken menawar.


"Yah..boleh..aku akan membuatkanmu kopi." ucap Elena tersenyum?

__ADS_1


"Teimakasih Elena."


"Yah.."


Hanya ada sebuah kursi panjang di situ dan mau tak mau Elena dan Ken duduk berdampinhan sambil menatap keindahan laut.


"Aku pergi dari rumah Ken."


"Apa."?


"Aku lelah dengan semuanya...aku merasa jiwaku kosong dan dipenuhi rasa bersalah."ucap Elena Sedih.


"Apa yang terjadi sebenarnya."?


"Aku...melakukan sesuatu yang jahat dan aku sangat bersalah. lalu Elenapun menceritakan segalanya tanpa ada yang terlewat. hingga Ken mendengarkan dengan seirus.


"Kau masih mencintai Rafael.."?


"Aku...merasa sebenarnya aku tidak mencintainya, hanya saja karna rasa bersalahku di masa lalu membuat aku belum merelakannya..tapi sekarang aku sadar cintaku hanya untukk anakku." ucap Elena smbil menghapus airmatanya.


"Maaf..."


Elena menoleh ke arah Ken....


"Maaaf untuk apa."?


"Akulah pria yang menghancurkan hubunganmu dengannya, akulah pria yang menjadi orang ketiga di antara kalian, aku jujur awalna aku hanya inhin menaklukanmu tapi akhirnya aku sadar kalau aku sebenarnya telah mencintaimu."


"Benarkah....aku sudah memaflkanmu Ken."?


"Ya...Elena, bahkan sampai saat ini aku masih menjaga hatiku tetap di tempatnya."


"Aku tidak pantas Ken..setelah apa yang aku lalukan."


Kenzo menggeleng, sesaat kemudian ia mendekatkan wajahnya dan tak menunggu lama..


Kenzo melum** bibir Elena dengan penuh kerinduan, mencium Elena dengan penuh hasrat, dan menyadari kalau Elena tidak meronta malah seakan memberi lampu hijau, Kenzo semakin memperdalam ciumannya. sampai beberapa saat mereka masih larut dengan saling mema*** bibir, suasana malam ini sangat mendukung, hingga Elena hanya memejamkan matanya membiarkan Kenzo memuaskan kerinduan kepadanya....


Ciuman itu akhirnya terlepas ketika masing-masing menahan debaran jantungnya, Kenzo masih menyentuh permukaan bibir Elena yang sedikit bengkak dan kemerahan. mereka saling melempar senyum dengan satu gairah yang sama...


"Aku merindukanmu Elena dan sangat menginginkanmu malam ini." desah Kenzo dengan suaranya yang parau.


"Aku mengijinkanmu Ken..untuk menyentuhku." balas Elena dengan suara yang serak...


Kenzo mengangguk senang lalu mengangkat tubuh Elena ke pelukannya dan membawanya ke atas ranjang dan segera menindihnya..


"Aku mencintaimu Elena."

__ADS_1


Pria itu langsung menyambar bibir Elena dengan penuh hasrat...........


Sekipppppp yah.....😉😉


__ADS_2