
"Cinta."? ulang Livia dengan tatapan tak terbaca.
"Yah...kalau kau mencintai Rusell maka ingatlah bahwa aku juga akan merebut cintanya."
"Tidak mungkin Eva."
"Apa yang tidak mungkin."
"Rusell mencintaiku dan..."
"Jika dia mencintaimu maka Rusell tidak akan mencariku."
"Kau ingin mengujiku Eva."?
"Yah...aku ingin melihat bukti jika kau bisa membuat Rusell jatuh cinta kepadamu."
"Dia akan memilihku Eva."
"Baiklah aku menunggu bukti."
Livia menyerahkan Angel di tangan Pelayannya dan meninggalkan Eva yang tersenyum menang. rencananya berhasil dan Rusell pasti akan senang.
Livia membuka pintu kamarnya dengan kesal, sementara Mira yang sedang menunggunya menghampiri Livia.
"Nyonya Livia, saya sudah menyiapkan gaunnya."
"Benarkah, tunjukan kepadaku." tatap Livia tajam. lalu mengikuti langkah Mira kedalam ruang ganti dan terpaku melihat sebuah gaun berwarna biru gelap bertabur kristal. gaun itu bermodel zabrina panjang sampai di ujung kakinya. Livia pun mengangguk dengan sanagt puas.
"Aku suka ini Mira."
"Tentu saja nyonya, gaun ini akan memudahkan anda untuk berlari." ucap Mira dengan penuh arti.
Livia mengangguk lambat-lambat entah mengapa perasaan tidak enakknya kembali muncul seperti dahulu ketika ingin melarikan diri dari Rusell.
Livia masih mematung di depan gaun panjang yang indah itu, apakah semua akan berakhir dengan baik.? apakah rencananya pergi adalah keputusan yang tepat?
Pintu kamar terbuka dan mengalihkan tatapan Livia dari gaun pestanya.
"Rusell." ucap Livia melihat Rusell mesuk kekamar dan duduk di sofa dengan wajah lelahnya. Livia mendekati Rusell.
"Kau darimana."?
"Aku baru saja pulang dan aku ingin melihat Angel."
"Angel, dia sedang bermain bersama pelayan di taman." ucap Livia pelan.
"Ow..baiklah aku akan menyusulnya."
Livia meremas kedua tangannya dengan gugup dan menatap Rusell yang sudah beranjak ke pintu.
"Tunggu."
Rusell tersenyum tipis ia senang mendengar suara Livia memanggilnya dia sangat Rindu.
"Ya." ucapnya tanpa membalikan tubuhnya.
"Kau mau kemana lagi."?
"Aku ingin ke taman."
"Bersama siapa."?
"Apa yang ingin kau tau Livia."
Rusel, membalikan tubuhnya dan menatap lurus pada Livia yang bersikap sangat aneh.
Livia mendekat.
"Siapa aku bagimu."
"Kau Livia istriku."
__ADS_1
Livia sedikit tersenyum mendengar panggilan itu.
"Itu artinya kau harus berjalan hanya bersamaku, baik itu makan, tidur bicara...."
"Ada apa denganmu aku rasa sikapmu ini sungguh aneh." ucap Rusell heran.
"Aku tidak aneh."
"Kau aneh Livia mengakulah, kau bersikap sangat memaksa."
Livia berdiri dihadapan Rusell dan menatap Rusell dengan tajam.
"Karena aku adalah istrimu."
Rusell melonggarkan tenggorokannya, ini pertama kalinya Livia bersikap sangat manis dan sedikit posesif. dan Rusell menyukainya.
"Apakah itu artinya."
"Yah....kau harus mengusir Rebeka sekarang juga."ucap Livia penuh dendam.
"Mengapa sampai mengusirnya."?
"Karna hanya aku istrimu dirumah ini."
"Hah.."
"Yah Rusell, kau tidak boleh melihat wanita lain selain aku."
Livia mendekatkan tubuhnya dan tersenyum ketika Rusell juga menatapnya penuh keinginan.
"Kau tidak ingin aku sentuh bukan."?
"Jika kau menyuruh dia pergi maka aku akan melakukan semua kewajibanku yang selama ini tertunda."
"Livia jangan main-main padaku kau tau aku..."
"Aku berjanji..asal wanita itu pergi dsri sini dan kau harus mengusirnya dihadapanku agar dia tau siapa nyonya rumah yang sebenarnya."gumam Livia jengkel.
"Hahahahha....kau sungguh lucu Livia."
Rusel menatap Livia dengan sangat tajam...
"Sudah berkali kali kau sengaja menyiksaku dalam kesepian ingat..aku rasa kepercayaanku mulai menipis." Rusell menggeleng dengan enggan.
Pria itu kembali menuju pintu dan hendsk membukanya...
"Jadi kau lebih memilih dia dari pada aku istrimu."? jerit Livia kesal.
"Aku memang tidak percaya kepadamu dan mengenai Eva..setidaknya dia tidak pernah menolakku."
Rusell membuka gagang pintu...
"Berhenti Rusell." jerit Livia keras.
Rusell membalikan tubuhnya menatap Livia dan tertegun karna Livia mendekatinya dengan tatapan tajam...
Sesaat kemudian...Livia mendekatkan wajahnya dan melum** bibir Rusell dengan begitu kuat dan penuh perasaan cinta yang meluap begitu dahaga.
Rusell terkejut tidak menyangka mendaost kejutan yang manis dipagi hari. matanya bersinar penuh rasa haus.
"Kau sungguh-sungguh berani menggodaku Livia."?
"Kau harus berjanji dulu padaku."
"Apapun itu sayangku ..akan kuberikan kepadamu."tatap Rusell dengan mata yang berkabut.
Livia tersenyum...
"Kita deal."
"Yah..deal...bagaimana sekarang." tatap Rusell tidak sabar.
__ADS_1
"Lakukan yang kau mau suamiku." ucap Livia yakin.
Pintu kamar kembali diitutup oleh Rusell kali ini pria itu menguncinya dan segera tersenyum puas pada Livia yang siap untukknya.
Didalam hatinya Rusell senang Eva melakukan pekerjaan dengan sangat bagus.
Skipppp........
Rusell dan Livia keluar dari pintu lift dengan begitu mesra hingga Eva terkejut ia bangkit dari tempat duduknya dan menatap mereka dengan tajam.
"Ada apa ini Rusell aku menunggumu selama berjam-jam disini dan kau malah bersama dengan Livia." tatapnya tidak suka.
Livia ingin sekali maju dan berkata kasar namun ia dipeluk Rusell dengan posesif, Livia menoleh.
"Mengapa kau mencegahku apa kau sedang membelanya sekarang." tatap Livia kesal.
"Aku yang memulai semuanya sayang, jadi biarkan aku menyelesaikan semuanya."
"Baik." ucap Livia menurut.
Rusel menatap Eva dengan tajam....
"Aku minta maaf Eva tapi sepertinya kau tidak bisa tinggal disini lagi."
"Mengapa begitu, aku mencintaimu Rusell." ucap Eva tidak terima."
"Tapi aku sadar sekarang bahwa tidak ada yang membuatku bisa meninggalkan istriku."
"Rusell.." jerit Eva sedih.
"Maaf... tapi kau harus segera pergi seperti keinginan Livia."
Eva menatap Livia dengan tajam...
"Semua gara-gara kau."?
Livia mendekat dan tersenyum penuh kemenangan pada Eva...
"Kau liat kan...aku adalah istri sah dari suamiku dan kau lah yang terusir sekarang."
"Kau benar-benar telah menang dariku."? Eva melirik tidak terima.
"Pergilah jauh dari keluargaku Eva dan jangan mengganggu lagi..percuma kau tidak akan menang."
"Aku akan membalasmu ketika kau lengah nyonya Livia."
"Aku yakin itu tidak akan mungkin Eva..aku akan menjaga keluargaku dari sekarang."
Eva mengepalkan tangannya ia sangat kesal harus kalah dari Livia. Evapun mengangguk dan tersenyum.
"Aku akan mengawasimu nyonya Livia dan aku tidak akan lengah."
"Pergilah kau membuatku sakit kepala mendengar kata-katamu yang tidak akan menjadi kenyataan."
Eva mengangguk mungkin ini akhir diujung kisahnya. Eva akan kembali menjadi seorang pengusaha butik. dan ia senang melihat senyum puas diwajah Rusell. dan berharap mereka akan baik-baik saja.
Rusell menatap puas pada Eva yang telah pergi dan memandang Liiva yang begitu cantik, tak pernah bosan Rusell memandangnya.
"Bagaimana apa kita bisa melanjutkan yang tadi."
"Astaga Rusell, kau akan membuatku lumpuh ya." ucap Livia terkekeh ketika tubuhnya kembali dipeluk dengan kuat.
"Aku tidak akan pernah bosan kepadamu sayang, taukah kau berapa lama aku harus menahan diriku."
"Rusell...apa kau dan Eva."?
Rusell memejamkan matanya siall...lidahnya menjadi bodoh sekarang bicara tanpa berpikir.
"Maksudmu aku merindukanmu Livia ini sama sekali berbeda dengan Eva."
"Jangan berbohong..."
__ADS_1
"Aku mencintaimu Livia Wins."
"Hah....Livia Wins."? ulang Livia tertawa.....