Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku
Pertemuan penuh haru


__ADS_3

Roland menundukan kepalanya sebelum meninggalkan ruang kerja milik Sean.. wajahnya benar-benar terlihat gusar hingga beberapa anak buahnya mendapat sasaran kemaran darinya..


Roland membuka pintu kamarnya dan menghancurkan semua barang-barang di dalam kamarnya, panjang mahall..guci dan beberapa barang kesukaannya terlihat hancur tak berbentuk, suara pecahan kaca memenuhi seluruh kamar yang memang kedap suara itu...


"Aaaaaaaaaaaccchhhhh.....paman...beraninya kau mau merebut kebahagiaanku demi kebahagiaanmu...aku tidak akan pernah membiarkan itu terjadi."


Nafas Roland terengah-engah menandakan emosi yang sudah begitu menguasainya...ia menggertakan gigi dengan kemarahan yang siap membakar...ia tidak akan mengalah kali ini dan akan menghadapi pamannya...yah...walau mungkin harus melakukan hal yang akan membuat pria itu marah.....


"Toni...."ucap Roland pada pria yang menjadi kaki tangannya selama ini.


"Ya tuan Roland..."


"Lakukan sesuatu untukku, karna aku tidak akan mengalah pada pria tua itu." geram Roland..


"Baik tuan." Toni menundukan kepala.....


๐Ÿงก๐Ÿงก


"Ikuti kemanapun dia pergi dan....laporkan kepadaku, awasi setiap pergerakannya.."


"Baik tuan...tapi bagaimana jika dia menyadarinya."?


"Habisi saja dia." ucap Sean dengan tatapan membunuh.


"Sesuai keinginan tuan Sean." pria di hadapannya menunduk dengan patuh...


Sean lalu melangkah meninggalkan ruang kerjanya, ia harus menemui Tari...baru beberapa jam dan ia sudah rindu....


๐Ÿ’–๐Ÿ’–


Tari bergerak mundur ketika menyadari ada gerakan di pintu. Sean masuk dengan senyum yang mengembang di wajahnya...


"Bagaimana kabarmu hari ini sayang."


"Aku...ingin bertemu dengan Keyla,.... Sean aku mohon..."


"Apa kau tidak merindukanku juga...setelah kita..."


"Sean...cukup...aku mohon sekali saja, kau membiarkanku menemui putriku...setelah itu aku akan membuat keputusan." Tari menatap penuh permohonan..


Sean mendekati Tari yang sampai berlutut di hadapannya..seorang ibu akan melakukan apa saya untuk anakknya bukan...? Sean akan memberi keringanan.. ia tau tidak mungkin membiarkan Tari menderita...nanti setelah Tari hamil anaknya maka Sean akan mengancam Tari dengan cara yang sama. pria itu tersenyum tidak sabar...


Lalu meraih tubuh Tari untuk berdiri dan sejajar dengannya...menatap kedua mata Tari yang masih sangat indah...membelai rambut panjang Tari, pria itu kemudian menajamkan tatapan...

__ADS_1


"Baiklah...aku tidak hanya mengijinkanmu menemuinya Sayang, namun aku akan menginjinkan kalian berdua menginap di kamar yang sama..aku mengerti bahwa kerinduanmu tak akan cukup jika hanya bertemu."


Wajah Tari penuh senyum...ia mengangguk.........


"Terimakasih Sean...kau selalu menolongku."


"Tari.....ingat ini baik-baik....pastikan kau memberi jawaban yang terbaik untukku...dan jangan membuatku marah." lirik Sean menyentuh permukaan bibir Tari dan mengusap disana dengan jemari kekarnya...


Keduanya saling menatap.....


Tari akhirnya mengangguk dengan pasrah..ia tidak punya pilihan sama sekali, demi anaknya maka Tari akan melakukan apapun...Keyla adalah hidupnya...


"Baiklah Sean...aku tidak akan mengecewakanmu." ucap Tari dengan mata berkaca-kaca..


"Bagus...aku suka kau mulai menurut."


Sean menarik setengah memelluk tubuh Tari lalu kemudian menundukan kepala dan melum** bibir Tari dengan perasaan yang dalam....


๐Ÿ’–๐Ÿ’–


Keyla sedang duduk di balkon dan merajut, belakangan ini ia sudah mulai belajar merajut dari bibi Tera..pelayan tua berusia sekitar 60 tahun, karna bibi Tera adalah pengasuh paman Sean dulu maka wanita itu masih dipertahankan di rumah besar ini.


Suara gerakan pintu terbuka membuat Keyla mengangkat muka...dan matanya melebar dengan ekspresi tidak percaya melihat Wanita yang berdiri di hadapannya...


"Mama....." desahnya dengan suara yang serak....


"Keyla...." jerit Tari dengan airmata yang tumpah...


Tidak menunggu kedua pasangan ibu dan anak itu berlari untuk memeluk tubuh masing-masing dan tangisan itupun pecah saat itu juga.....


"Mah.....mama....." isak Keyla semakin mempererat pelukannya pada wanita yang melahirkannya itu...


Sementara Sean hanya terdiam, lalu melangkah meninggalkan kamar itu membiarkan Tari melepaskan rindu dengan putrinya, dengan senyum yang puas.....


โคโค


"Maafkan aku Mama..maaf.." Keyla masih sesegukan ketika berada di pelukan sang mama.


"Duduklah dan tenang Keyla mama ingin bicara padamu." tatap Tari dengan wajah serius...


Keyla menghapus airmatanya dan melangkah duduk di balkon kamar. Tari tau di setiap sudut kamar ada cctv yang siap memantau apa yang mereka lakukan sekarang.dan Tari bersikap lebih hati-hati.


"Ada apa mama.." ucap Keyla dengan wajah serius..

__ADS_1


"Jaga sikapmu Keyla jangan terlihat serius menatap mama, kita sedang di awasi di cctv." ucap Tari tersenyum berusaha serilex mungkin agar terlihat di camera bahwa mereka hanya berbincang ringan saja.


Keyla pun mengangguk menurut lalu tersenyum...


"Ada apa mama."? Keyla tersenyum seolah sedang bercanda....walau dalam hatinya di liputi ketakutan...


"Sayang...kau dijebak oleh paman Sean dan juga Roland."


Wajah Keyla benar benar- terkejut namun Tari segera memberi isyarat agar Keyla tidak memperlihatkan wajah takutnya...


"Apa maksud mama..paman Sean orang jahat." tatap keyla sedikit kecewa.


"Sayang Paman Sean tidak seperti yang kau pikirkan Keyla." ucap Tari menjelaskan.


"Jelaskan padaku Ma aku berhak tahu..."


Lalu Tari menjelaskan rencana Sean terhadap hidupnya dan hidup Tari, bagaimana ancaman Sean terhadapnya, hingga wajah Keyla begitu pucat...


"Mama...itu berarti ini semua kesalahanku Mah, aku membuat mama ikut terjebak."? airmata Keyla menetes lagi...


"Jangan menangis Keyla..kau sudah dewasa sekarang, kau sedang hamil dan mama minta, tenanglah...disaat paling sulitpun kau harus bersikap tenang..lalu kau akan bisa menemukan jalan keluarnya." ucap Tari tajam..


Keyla mengangguk....ia menghentikan tangisnya da mendengarkan sang mama.....


"Kau akan bebas nak..kau..akan pergi dari rumah ini mama janji," desah Tari penuh tekat..


"Bagimana dengan mama."?


"Jika kita pergi berdua maka kita akan mati sayang, bagi mama....cukup melihat kau selamat dan kembali pada Mike itu cukup bagi mama..."


"Mike.."? kata-kata Keyla terputus..Mike akan membunuhnya bila bertemu...Keyla memejamkan matanya takut....


"Mama sudah memberitahunya lokasi tempat ia menemukanmu besok."


"Besok."? lagi....Keyla tak mampu menahan rasa terkejutnya....


"Yah Keyla...mama akan mengarang situasinya agar kita bisa keluar dari Mansion ini..mama sangat yakin, kau akan terbebas....tatap Tari dengan suara yang gemetar....


Di tatapnya Keyla yang tampak cantik dengan perut yang menonjol, jemarinya naik dan membelai wajah putrinya....


"Mama sangat mencintaimu putriku..mama sangat mencintaimu." isak Tari kembali meraih Keyla ke pelukannya...mencium hampir seluruh wajah Keyla dengan ucapan syukur, dan menumpahkan tangannya di atas perut Keyla sambil mengucap doa...agar Keyla bisa bebas bersatu dengan suaminya....


"Keyla anakku....mama akan melakukan apa saja untuk membebaskanmu sayang, meski nyawa taruhan mama."

__ADS_1


"Mama..jangan berkata begitu...kita akan pergi bersama-sama...kita akan pergi dari sini." isak Keyla menangis kencang............


__ADS_2