Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku
Kesedihan


__ADS_3

Angell menuruni tangga dengan lemah, hari ini peringatan 40 hari meninggalnya Tari, seluruh keluarga masih berduka dan sangat terluka. bahkan sang mama sering sakit-sakitan karna merindukan Tari, begitu juga dengan sang papa.


Alex menyambut jemari Angell dan menggenggamnya, dan di sebelahnya Mike tampak menuntun sang bunda, hari ini mereka akan berkumpul ke rumah sang mama untuk doa bersama dan juga menemani mama dan papa yang masih dalam kedukaan yang dalam.


**^^**


Mobil berhenti di halaman mansion keluarga Rusell. sudah ada Rafael, istri dan anaknya juga ada orangtuanya yang sedang duduk ditaman.


Mereka bertiga melangkah pelan menuju halaman belakang..Livia menyadari kehadiran Angell, Alex dan Mike hingga wanita paruh baya itu tersenyum senang, Mike pun segera berlari memeluk nenek dan kakeknya yang menyambutnya hangat..


"Mike...apa kabar sayang.'? ucap Livia mencium pipi cucunya.


"Aku sangat baik nek, aku dan bunda membuat kue untuk nenek, aku harap nenek menyukainya."


"Terimakasih cucuku sayang, pasti rasanya sangat enak.' jawab Livia menatap kotak kue yang tampak lezat itu.


Viona kecil yang melihat Mike langsung menghampiri kakaknya,


"Aku juga mau kuenya kakak.' bisik Viona manja.


"Tentu saja cantik kakak juga membawa khusus untuk Viona."


Gadis kecil itu melompat senang dan langsung meminta Mike menemaninya main.


**^^**


"Apa persiapan untuk doa bersama sudah siap." tanya Livia menatap Zefanya.


"Sudah mama.."


Livia mengangguk dengan mata yang basah, semua kenangan Tari ada dirumah ini, mulai dari kedatangannya untuk pertama kali yang mencuri hati Livia lalu sikapnya yang manis dan penurut..sungguh Livia sangat merindukan Tari meski gadis itu bukanlah darah dagingnya, dalam mencintai Livia memang sepenuh hati.


"Bagus..kita akan memulai acaranya sebentar lagi." ucap Livia dengan senyuman sedih.


Rusell membimbing istrinya masuk lebih dahulu ke dalam rumah meninggalkan ke empat anak dan menantunya.


"Aku khawatir pada mama." ucap Zefanya memulai pembicaraan.


"Aku juga...mama sangat terpukul dengan kepergian Tari." ucap Angell dengan sedih.


Alex dan Rafael juga mengangguk setuju, mereka selalu melihat mama merwnung sendirian, apalagi memang Tari dibesarkan dirumah ini jadi semua bayangan Tari seolah hidup dirumah ini.


Alex menyentuh pundak istrinya meminta perhatian...


"Bagaimana kalau untuk sementara papa dan mama tinggal bersama kita, rumah kita ada dua didalam satu komplek jadi papa dan mama bisa dekat denganmu apalagi, kau akan melahirkan." ucap Alex memberi solusi.


Rafael dan Zefanya mengangguk setuju...

__ADS_1


"Jarak rumah kita juga tidak jauh kak Angell aku setuju agar mama bisa melupakan kesedihannya, setidaknya kakak bisa menjadi teman bicara mama."


Angell menghela nafas dan menganggukan kepala dengan setuju..


"Baiklah..aku juga cemas jika terus seperti ini kesehatan mama dan papa akan terganggu." ucap Angell.


"Baiklah kita sepakat sekarang, dan kita tinggal meminta Mike dan Viona agar membujuk papa dan mama agar setuju dengan rencana kita." ucapan Rafael membuat mereka tersenyum lega...


๐Ÿงก๐Ÿงก


Disebuah ruangan kerja.......


Seorang pria tampan sedang duduk di kursi kebesarannya sambil menatap lembaran perjanjian di tangannya. senyumnya tajam hingga dapat membunuh hanya melalui tatapan...


"Tari Wins.....sedikit waktu lagi kita bertemu, aku harap kau masih ingat padaku." desisnya dengan puas.


Sean Slowi


Pria berusia 20 tahun memiliki bisnis dimanapun, disegani karna ketegasan dalam berbisnis, tak segan ia menjatuhkan lawan-lawannya dengan cara tragis, hingga mengantarkan ia menjadi sosok yang kejam dan tidak berbelas kasih. pria itu sangat dingin dan mengerikan. tidak memberi ampun meski pada orang terdekatnya. bagi Sean mereka adalah serangga kecil yang gampang ia basmi. dan Sean tidak pernah memakai hati dalam berbisnis. seperti yang ia lakukan dengan Wilard Pearl yang menawarkan seorang gadis yang sangat cantik dan muda. tentu saja Sean tertarik, ia penikmat gadis muda. ia tidak pernah bisa menolak pesona gadis cantik walau mereka hanya menjadi teman tidurnya...namun berbeda dengan Tari, gadis yng pernah mencuri hatinya 8 tahun lalu, gadis yang membuatnya tersenyum untuk pertama kalinya. dialah Tari Wins......


Seseorang mengetuk pintu ruangannya dan membukanya dengan cepat,


Sean menatap tajam ke arah anak buahnya yang masuk dan menunduk ke arahnya dengan penuh hormat.


"Tuan Sean."


"Tuan Sean, maaf..tapi utusan tuan Wilard hendak bertemu dengan tuan dan sepertinya ingin membatalkan perjanjian itu." ucap anak buahnya dengan menundukan kepalanya.


Sean mengepalkan tangannya dengan sinar mata tajam, matanya berkilat-kilat menahan kemarahan.....


"Jadi dia ingin mempermainkan aku begitu."?


"Saya tidak berani menyimpulkannya."


"Katakan kepada utusannya bahwa perjanjian yang sudah di sepakati tidak akan pernah bisa dibatalkan.....aku...tidak akan pernah mengampuni siapapun yang berani mempermainkan aku." desis Sean dengan mata tajam menyala-nyala.


"Baik tuan akan saya sampaikan."


Pria itu berbalik dan hendak melangkah namun langkahnya terhenti.....


"Tunggu." ucap Sean.


"Ya tuan."


"Aku mau kau menghancurkan salah satu gudang Utama milik Wilard dan buat kerugian yang besar dipihaknya..buat anak buahnya menjadi korban dalam jumlah yang banyak, aku mau liat..bagaimana ia mengatasi semua kekacauan itu." Sean tersenyum penuh rencana.


"Baik tuan Sean...akan kami laksanakan." ucap Anak buahnya dengan penuh hormat.

__ADS_1


Sean tertawa dengan keras hingga wajahnya menggelap...tidak ada yang tak bisa ia dapatkan....


"Tari Wins...akan menjadi milikku." bisiknya yakin.


๐Ÿ’š๐Ÿ’š


Tari sedang memetik bunga untuk di letakan dikamar Wilard dan dirinya, juga ruang tamu..ia tampak bersenandung.


"Apakah sudah cukup nona, bunga yang akan di petik."?


"Yah..cukup, setelah itu kau beri sedikit air yah...biarkan aku yang meletakan di kamar dan kau meletakannya di ruang tamu."


"Baiklah nona." pelayan itu menunduk hormat.


Tari melangkah menaiki lift dan melangkah menuju kamar, membukanya ia menatap Wilard yang sedang di perban lukanya oleh dokter.


"Bunga yang indah." ucap Wilard memuji, ia tersenyum ke arah Tari yang menggeleng malu, gadis itu meletakan bunga di atas meja di samping ranjang.


Tari lalu berdiri di samping dokter dan membantunya memegang perban, sementara Wilard hanya menatap Angell tanpa berkedip..


"Sudah selesai...kau akan segera sembuh tuan Wilard."


"Terimakasih dokter." ucap Wilard dan Tari secara bersamaan.


Dokter itu pergi dan membiarkan mereka berdua sendiri... Tari membantu Wilard untuk menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang, sementara ia menatap Tari yang begitu perhatian..


"Kau cantik sekali pagi ini."


"Bukankah aku selalu cantik.."? puji Tari pada diri sendiri.


Wilard meraih wajah Tari dan menariknya mendekat, menikmati wajah cantik Tari yang begitu indah..


"Aku mencintaimu Tari..aku tergila-gila kepadamu." desah Wilard seraya mengecup bibir kekasihnya dengan penuh cinta..


"Aku juga mencintaimu sayang."balas Tari memeluk tubuh Wilard dengan penuh cinta..


Ponsel berbunyi membuat Wilard menatap Tari..


"Bisa ambilkan ponselku sayang."?


"Baiklah." ucap Tari meraih ponsel milik Wilard dan meletakannya di tangan pria itu.


Wilard tertegun..ada telp dari Theo.?


Wilard : Ada apa.?


Theo : Tuan sesuatu yang buruk terjadi...

__ADS_1


Wilard mengepalkan tangannya.........


__ADS_2