Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku
Mikha yang Ikut Campur


__ADS_3

Damian menatap tajam ke arah Mikha dan Dion secara bergantian dengan tatapan membunuh...hingga Mikha merasa panas...


Mikha merasa Dion merapatkan tubuh padanya bahkan jemarinya gemetar di dalam genggaman Mikha...mau tak mau Mikha harus menghadapi Damian, demi membela Dion.


"Ehhm....tuan Damian, aku sungguh minta maaf, aku kebetulan kemari untuk belanja keperluanku dan secara tidak sengaja aku bertemu Dion.." ucap Mikha tersenyum.


"Kau tidak sengaja bertemu Dion yah...sungguh kebetulan yang pas...kkian berdua seperti punya ikatan batin yang kuat begitu."?


"Mungkin...yah, tuan Damian tau kalau kami menjadi dekat hanya sekali pertemuan."


"Bagus...teruslah berbohong dan melindungi Dion maka kau juga harus menerima hukuman." ucap Damian tegas...


Mikha merasa sudah gila karna ia ikut campur dalam masalah rumah tangga Damian tapi mau bagaimana lagi, ia tak bisa mengabaikan Dion yang ingin bertemu dengannya, naluri keibuannya muncul seketika meski...Mikha mungkin tak akan merasakan bagaimana melahirkan seorang anak. batinnya merasa nyeri....matanya berkaca-kaca.


Damian memusatkan tatapan kejamnya pada Dion...dan sesaat kemudian ia melirik ke anak buahnya dan tidak lama tubuh Mikha dan Dion di masukan paksa kedalam Limusin milikknya, tanpa perlawanan berarti...Dion semakin merapat pada Mikha.


Damian melirik sekilas dan menganggukan kepala penuh isyarat, pada anak buahnya yang berbaju hitam untuk meninggalkan parkiran Mall itu tanpa membuat sekeliling curiga. karna Damian tau ada cctv yang terpasang di area ini..


💝💝


Mikha memejamkan mata sesaat apalagi Dion sama sekali tidak ingin jauh darinya bahkan duduknya ia tak ingin melepaskan Mikha..duduk bersama Damian di mobil ini seperti duduk di depan harimau ganas, ia tak bisa leluasa bergerak dan bernafaspun terasa panas.


Sementara Damian duduk sendirian di hadapan mereka berdua, seperti hakim yang akan menjatuhkan vonis..


"Kau tau jika hari ini aku kehilangan beberapa proyek penting karna kenakalanmu Dion."? ucap Damian tanpa ekspresi apapun di wajahnya...


Dion semakin ketakutan dan menyembunyikan wajahnya di perut Mikha hingga Mikha melindunginya dengan kedua tangannya ia menatap Damian, yah..meski ia takut dan merasa segan dengan Damian namun hatinya tidak tega melihat betapa ketakutannya Dion saat ini.


Damian tentu menyadari perlakuan Mikha yang sontak melindungi Dion dari amarahnya...


"Maaf...tuan Damian.." Mikha mengangkat wajahnya untuk menantang pria dewasa ini, dan sedikit terbatuk-batuk ketika sadar aura kejam begitu terlihat di wajah Damian, entah apakah pria ini pernah tersenyum dalam hidupnya atau tidak..


Damian mengangkat alisnya kini ia menatap Mikha..


"Tolong maafkan Dion,dia masih anak-anak...dan sebenarnya ia tidak nakal namun sedikit kesepian."


Mikha akhirnya bisa menyelesaikan kata-katanya dengan suara yang bergetar...beruangkali ia melonggarkan tenggorokannya dan tak berhenti mengutuk kebodohannya, mengapa ia masih takut dengan pria ini. dimanakah sosok Mikha yang pemberani.

__ADS_1


Damian memajukan tubuhnya, ia melepas jasnya dan melonggarkan dasinya...


"Kau mau mengajarkanku cara mengurus anak begitu, Dion anakku jadi kau tidak punya hak untuk membelanya..."


"Tuan Damian aku hanya....."


"Jadi aku peringatkan urus hidupmu sendiri selagi aku masih menginjinkanmu hidup Mikha, jangan pernah menemuinya lagi di belakangku..walaupun ia menghubungimu...atau aku tidak akan mengampuni nyawamu." ucap Damian tajam...


Mata Mikha berkaca-kaca, sekilas ia memandang ke arah Dion yang menggeleng seolah tak ingin pisah darinya..


"Tuan Damian....aku mohon, jangan terlalu keras padanya, dia masih sangat kecil..usia 5 tahun masih terlalu..."


"Diam......" teriak Damian sangat keras hingga mampu mengejutkan Mikha dan Dion....


Dion mulai terisak di pelukan Mikha dan hal ini membuat Damian semakin kehilangan kesabaran. ia ingin Dion menjadi sepertinya dan bukan pria kecil yang cengeng dan berlindung di pelukan seorang wanita,..


"Ayah akan mengirimu keluar negri besok, dan kau akan mulai sekolah di asrama." ucap Damian menajamkan tatapannya pada Dion...


Dion sangat terkejut hingga mulai menangis..


Mikha juga ikut sedih ia semakin memeluk tubuh kecil Dion dengan iba, lagi-lagi naluri membelanya muncul dan menguasainya...jemarinya mengepal, rasa takutnya menguap begitu saja mendengar tangisan Dion..


"Tuan Damian...mengapa anda begitu egois.."?


"Apa maksudmu.."?


"Kau tau sangat sulit bagi Dion hidup tanpa ibunya, kau tau betapa dia mencoba mengerti dan menjadi anak baik..."?


Mikha tak mengerti mengapa ia sungguh sedih, bahkan airmatanya menetes di wajahnya...


"Mikha...kurasa kau mulai melampaui batasanmu."


"Yah...memangnya mengapa, apakah karna kau seorang pria yang kaya seorang mafia yang kejam jadi semua orang harus menurut padamu...bagaimana mungkin kau setega itu pada darah dagingmu...Dion kesepian dan hanya meminta sedikit perhatian dariku dan bagi aku tidak masalah..."


Damian tersenyum kejam...rasanya tidak percaya ada seorang wanita yang berani menentangnya...sementara hari sudah mulai gelap...Damian menekan sebuah tombol di kursinya dan mobilpun berhenti di ikuti Pintu Limusin yang otomatis terbuka,...


Damian menatap kejam ke arah Mikha......

__ADS_1


"Aku sedang tak ingin mengotori tanganku dengan membunuhmu malam ini Mikha,tapi aku yakin...kau akan mati dengan cara lain." ucap Damian dengan senyum menang...


Mikha menoleh keluar dan tertegun, di luar sangat gelap hingga hampir tak bisa melihat apapun. ia juga tidak tau ini di daerah mana, karna tak ada satupun cahaya lampu....Mikha melonggarkan tenggorokannya, jemarinya terkepal..kondisi paling buruknya adalah seseorang mungkin akan menemukannya di jalan dan membunuhnya atau ada binatang buas yanb berkeliaran disini......


Damian bisa membaca ketakutan yang kentara di wajah Mikha...


"Ada kata-kata terakhir sebelum kau turun."? ucap Damian..


Mikha menoleh pada Dion dan kembali memeluk tubuh Dion, mungkin ini pertemuan terakhirnya....


"Dion sayang jangan takut, teruslah belajar dan jadi anak baik..ayah sayang padamu kok, hanya saja Dion belum menyadarinya sekarang.."


Damian membeku mendengar perkataan Mikha pada Dion....


"Tante mau kemana...."? tatap Dion dengan polos..


"Sudah sampai dirumah tante, berjanjilah....jangan lupakan tante..."ucap Mikha membiarkan airmatanya jatuh, Dion mengangkat jemari kecilnya dan menghapus airmata Mikha...


"Jangan sedih tante....aku janji akan jadi anak baik dan menuruti ayah."


"Anak baik." ucap Mikha tersenyum lalu menatap Damian yang seolah kehilangan jiwa...


"Maafkan aku tuan Damian..tapi aku harus mengatakan ini, jika tuan tak mampu menjadi orang yang baik setidaknya kau bisa menjadi ayah yang baik bagi putramu yang berharga." ucap Mikha lalu menunduk dan melompat turun dari Limusin mewah itu....


Limusin itu bergerak meninggalkan Mikha sendirian di tengah kegelapan...Mikha menatap sekelilingnya..


lalu menyalakan lampu ponsel untuk melihat jalan...namun baru melangkah beberapa saat ia kembali merasakan sakit di perutnya. keringat dingin kembali membasahi wajahnya....


kali ini lebih dakit dari biasanya karna Mikha lupa meminum obat pereda nyeri. tubuhnya menjadi goyah.....dan Mikha tersungkur di aspal....


Pandangannya mulai kabur dan ia kehilangan orientasi sesaat....


"Aaacch.........sakit sekali." jerit Mikha mengeluh....


Sementara dari arah berlawanan sebuah lampu mobil menangkap tubuhnya yang jatuh tidak sadarkan diri...


"Mikha......"

__ADS_1


__ADS_2