Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku
Merasa Lega


__ADS_3

"Apa."?


Rusell dan Livia saling menatap ini adalah berita yang mampu menjungkir balikan perasaan mereka. apa maksud Alex jika Angell waktu itu bukanlah hamil anak Wili dan malah anak Alex?


Rusell menatap tajam ke arah Alex yang tertunduk..


"Apa maksudmu Alex..waktu itu Angell hamil anakmu dan kami tidak tau apapun."? ucap Rusell dengan wajah kecewa.


Alex mengangkat wajahnya...dan mulai bercerita..


"Waktu itu aku mengaku kalau aku memang merencanakan dengan matang agar Angell memilihku. dan jalan satu-satunya adalah dia harus hamil anakku, dan aku berhasil... mata Alex menjadi basah karna kenangan itu, aku mencoba membujuknya dengan segala cara agar Angell memilihku namun, aku kalah tuan dan nyonya. karna Angell lebih memilih bersama Wili karna ia mencintai Wili dengan sangat besar."


"Sadarkah kalian jika Mike yang jadi korban disini? bagaimana perasaannya jika tau bundanya berbohong padanya tentang siapa ayah kandungnya, bagaimana reaksinya."? ucap Rusell kehilangan kata, semua informasi ini begitu mengguncang ia dan Livia sehingga mereka tidak bisa berpikir lagi.


"Panggil Angell pulang sekarang juga..." teriak Rusell dengan suara yang tegas, hingga Livia mengangguk. ia menghampiri meja dan meraih ponselnya dan segera menelp Angell.


Sekitar 15 menit kemudian Angell sampai, ia bahkan tak sempat menghabiskan makan siangnya ketika mendengar suara mama Livia yang bergetar. oh..Tuhan apa yang terjadi disini, mengapa jantungnya berdebar. Angell sama sekali tidak tau kalau Alex sudah ada di dalam dan sedang menunggunya. walau ia sedikit bertanya siapa pemilik mobil asing yang terparkir di garasi. Angell hampr saja terjatuh ketika berlari sehingga salah satu pelayan menahan lengannya agar tidak jatuh.


"Hati-hati non Angell." ucapnya khawatir, pelayan itu sudah bekeja lama dirumah ini sejak Angell masih kecil.


"Apa papa sedang marah, apa yang terjadi aku sangat gugup."


"Non Angell akan tau sendiri,cepatlah masuk."


"Baiklah." Angell menghela nafas sebelum ia membuka pintu ruangan kerja papanya. lalu menutup di belakangnya iapun berbalik dan membeku...


"Alex...."suaranya menguap di udara ketika melihat Alex menatapnya begitu dalam. oh.....tidak apa yang telah pria ini katakan pada orangtuanya, mengapa Angell sangat takut sekarang.?


"Angell, kemarilah." ucap Rusell mengulurkan tangan.


Angell merasa seperti akan di eksekusi, yah semua perasaan bercampur di dadanya saat ini. namun ia menguatkan dirinya dengan mendekati orangtuanya walau matanya menajam ke arah Alex...


"Papa..apa yang..."


"Kau tidak perlu takut apalagi mencoba berbohong Angell..karna Alex sudah mengatakan semuanya dengan jujur." ucap Rusell bersedekap.


Angell duduk di sebelah Alex, sesaat ia menatap mata pria disampingnya yang tampak begitu dingin. rasanya Angell ingin mengumpat Alex dengan semua umpatan yang tertahan di bibirnya.


Alex menoleh...dan tersenyum tipis.....


"Apa benar semua yang Alex katakan kalau Mike adalah putra kandungnya."? tanya Rusell dengan wajah yang merah padam.

__ADS_1


Angell menghela nafas....


"Maafkan aku papa, aku merahasiakan ini dari kalian aku...sungguh-sungguh tidak bermaksud seperti itu."


"Papa dan mama sangat kecewa padamu Angell, namun..kami tidak akan menghakimimu dengan masa lalu, tapi sekarang yang jadi perhatian kita adalah bagaimana Mike dan hubungan kalian." ucap Rusell menekan..


"Papa soal hubungan kami, kami akan memikirkannya..aku hanya belum..."


"Sampai kapan, Mike berhak bahagia dengan orangtua lengkap."


"Papa....dia punya Wili sebagai papanya, dan dia sudah menerima itu papa." ucap Angell membela diri.


"Wili bukan papa kandungnya Angell, mengapa kau terus saja membohongi dirimu nak, taukah kau jika kami sangat sedih melihatmu terlebih Mike, betapa ia merindukan ayahnya, dan kenyataannya adalah Wili bukan papa kandungnya."


"Tidak...." airmata Angell menetes ia menggeleng begitu merasa sakit ketika orangtuanya seolah tidak menganggap Wili lagi karna dia sudah ,meninggal. hatinya sungguh sakit sekali.


"Mengapa Tidak...sudah 5 tahun lebih kau selalu mengurung diri, menutup diri dari teman sahabat, dan yang paling menyakitkan adalah kau mengabaikan anakkmu sendiri Angell"


"Aku mencintai Wili papa, mama.... Alex...tolong jangan memaksaku." isak Angell sedih.


"Jika kau tidak segera sadar maka kau akan kehilangan semua yang kau cintai Angell." ucap Rusell dengan tajam.


Angell menutup wajahnya dengan kedua tangannya ia sangat sedih saat ini. Alex mendekati Angell dan menahan tubuh wanita yang sangat ia cintai itu dengan kuat, agar tidak terjatuh.


Rusell dan Livia kembali saling menatap dan menganggukan kepala setuju. mereka yakin jika Alex sangat mencintai putrinya dan bersyukur untuk itu.


"Baiklah...kami sebagai orangtua akan menyerahkan keputusan pada kalian berdua, tapi papa hanya mohon..jangan terlalu lama menunda pernikahan , Mike pantas mendapatkan kasih sayang utuh dari kalian berdua, papa tau Mike adalah anak yang baik dan begitu dewasa ia pasti bisa menerimanya dengan baik." ucap Rusell.


"Baik tuan." ucap Alex masih memeluk Angell.


"Kami akan keluar sebentar, dan membiarkan kalian berdua bicara."


Rusell dm Livia melangkah keluar dari rungan itu meninggalkan mereka berdua sendiri.


"Mengapa kau jujur pada orangtuaku Alex, mengapa...setidaknya kau bilang dulu padaku." isak Angell tidak terima. kalau begini papa dan mama akan mendesak mereka terus untuk menikah.


"Aku mencintaimu Angell, dan aku ingin papa dan mamamu menerimaku dengan kejujuranku, aku tidak ingin lagi kehilangan kalian berdua." ucap Alex tak mau kalah.


"Aku belum siap Alex."


"Kau tidak akan pernah siap sampai kapanpun jika kau tidak mencoba memulai."

__ADS_1


"Aku mau pulang sekarang.." ucap Angell kesal.


"Aku akan mengantarmu."


"Tidak." Angell meraih tasnya dan segera melangkah keluar.


"Angell berhenti." Alex menahan lengan wanita itu dan memaksanya berbalik.


"Kita akan memulai semuanya dari awal Angell dan aku mau memulainya sekarang." ucap Alex tegas.


"Kau...."?


"Aku tidak akan bicara apapun pada Mike..tapi setidaknya ijinkan aku menatap wajah anakku dari dekat Angell." ucap Alex penuh harap.


"Baiklah tapi ini perjumpaan pertama kalian dan aku ingin kau..tdiak menujukan ekspresi yang membuatnya curiga." ucap Angell mengingatkan.


Alex mengangguk dengan cepat...


"


"Aku akan menjaga sikap Angell.."


Angell menangguk...


"Kita akan menjemputnya di sekolah."


"Baiklah ayo..aku tak ingin dia menunggu lama disana." Alex melangkah lebih dulu meninggalkan Angell di belakangnya.


Wanita itu ternganga jengkel, apakah dia harus merasa cemburu sekarang, bahkan Alex berlari demi menatap anakknya. Angell menggeleng...


Setelah berpamitan pada orangtua Angell, mobil Alex meninggalkan parkiran dan menuju sekolah Mike.


Dari jauh tampak Mike sedang duduk bersandar di depan gerbang. hati Alex berdebar semakindwkat mobil itu semakin pula ia gugup. bahkan cara duduk Mike persis sepertinya..


"Ayo turun...aku ingin mengatakan sekali lagi jaga sikapmu Alex."


"Aku mengerti Angell, meski aku kejam namun aku tidak akan mau menyakiti hati anakku biar aku yang tersakiti saja." ucap Alex dengan nada pelan.


Angell mengangguk lalu membuka pintu mobil di ikuti Alex.


Mike begitu senang melihat sang bunda datang menepati janjinya.....ia banhkit berdiri dan melangkah ke arah Angell, dan di saat bersamaan, pandangannya jatuh pada sosok Alex yang menatapnya dengan tajam.

__ADS_1


"Bunda...siapa dia."? ucap Mike mengeraskan tatapannya..


Alex mendekat dan tersenyum.....


__ADS_2