
Mikha membuka pintu ruang rapat dan mengejutkan semua orang yang ada disana termasuk Stela juga sang papa..
Mikha berdehem, mengangkat wajahnya tinggi dan melangkah pelan ke tempat duduk di samping ayahnya. ia menatap tajam ke arah Stela yang tersenyum sinis.....
Tuan Aksana mengambil alih perhatian, ia pun berdiri dan tersenyum di hadapan para pemegang saham SM group.
"Aku senang karna hari ini aku bisa menyelesaikan tugas akhirku, dengan demikian aku akan menyerahkan kepemimpinan pada yang lebih muda dan memilih mengawasinya di balik layar." ucapnya tersenyum..
Semua yang hadir mengangguk setuju dan saling melempar senyuman satu sama lain,
Namun hal itu tidak menular pada Stela dan juga Mikha, keduanya bahkan berusaha saling membunuh di dalam tatapan.....
Mikha tertegun ketika mendapatkan pesan....
sesaat kemudian ia meraih ponselnya dan mendecak kesal...pesan dari Martin..astaga, Mikha memijit keningnya dengan kesal.
0815××××
Aku mencintaimu Mikha...
Martin.
Ach.....Mikha sangat kesal sehingga tidak sadar membanting ponselnya di atas meja hingga menimbulkan bunyi yang mengerikan, sekaligus menghentikan pidato sang papa...
Tuan Aksana menatap tajam ke arah putrinya....dan Mikha sudah bisa menebak apa arti tatapan itu, kemarahan......sedangkan Stela dia sangat menikmati kecerobohan yang di lakukan sang adik..tak menyia-nyiakan kesempatan ia pun menenangkan sang papa dengan lembut dan secara ajaib papanya tersenyum kembali dan melupakan kemarahannya...Stela tersenyum penuh kemenangan pada Mikha....
Penjilat...desis Mikha dengan tatapan tajam...
Tuan Aksana kembali melanjutkan pidatonya...
"Dan...aku..akan menyerahkan kursi kepemimpinanku kepada putriku yang bernama Stela Aksana."
Ruangan seketika menjadi hening, masih terkejut dengan keputusan tuan Aksana. bukan rahasia lagi kalau selama ini Mikha yang terlihat susah payah membantu membangun perusahaan. ia sangat loyal pada karyawan dan sangat pintar, dan keputusan tuan Aksana kali ini sungguh di luar dugaan. nona Stela selama ini berada di luar negri dan tidak pernah bersentuhan dengan perusahaan, hidupnya hanya berfoya-foya mengapa malah dia yang terpilih menjadi pemimpin perusahaan..mengapa bukan Mikha....
Mikha mengepalkan tangannya ia menatap sang papa yang sedang berbicara dengan Stela sama sekali tidak melihatnya, sementara yang lain hanya menatapnya dengan iba..
"Tuan Aksana...maafkan saya...bagaimana bisa anda menunjuk nona Stela untuk memimpin perusahaan sedangkan selama ini nona Mikha yang bekerja keras untuk memajukan perusahaan..maafkan saya kalau lancang tuan Aksana tapi menurut saya, nona Mikha lebih pantas menjadi pemimpin perusahaan di banding nona Stela." ucap salah seorang pemegang saham dengan bijak....
Tuan Aksana mengangguk lalu sesaat kemudian menatap Mikha yang juga menatapnya meminta jawaban...
"Aku punya alasan sendiri menunjuk putri tertuaku tuan Hartono..aku ingin dia belajar menjadi pemimpin dan tentu saja Putriku yang satunya akan membantu kakaknya, bukan begitu."? ucap Tuan Aksana menatap Mikha dengan penekanan.
Rasanya sakit sekali ketika kau di hianati oleh orang terdekatmu. seperti di tusuk oleh pisau yang sangat tajam...seperti itulah yanb dirasakan Mikha, selama ini ia membantu perusahaan di samping papanya, sementara Stela pergi mengejar dunia bebasnya dan setelah sekian lama ia datang dan mengambil semua hasil jerih payah Mikha dengan begitu saja.....
__ADS_1
"Tentu saja tuan Aksana, aku akan membimbing putri anda." jawab Mikha dengan sorot mata tajam......
💖💖
"Aku tidak mau..." ucap Mikha meraih seluruh barang-barangnya dan meletakannya di dalam dus besar, ia sudah memutuskan akan pergi dari perusahaan..
"Mikha..." seru sang papa dengan suara tajam, berusaha menahan putrinya pergi.
"Aku akan tetap pergi dan berhenti bersikap manis padaku..aku merasa di permainkan tuan ." Mikha kemudian meraih tasnya...
"Aku papamu, tidakkah kau menghormatiku."? suara tuan Aksana meninggi di ruangan kerja putrinya..
"Jangan berteriak padaku papa, apakah kau bersikap adil padaku..mengapa...anakmu."?
"Mikha....dia kakakmu...dia putri pertama papa, jadi dia berhak menggantikan posisi papa."
"Kalau begitu pembicaraan kita selesai papa..aku harus pergi."
Baru sampai di pintu Stela pun masuk dan menahan Mikha disana..
"Ternyata kau pengecut juga..." desisnya penuh sindiran..
"Apa maksudmu."?
"Aku iri padamu yang benar saja..." ucap Mikha bersedekap....
Stela tersenyum...
"Kalau begitu terima tawaran papa, ayo kita bersaing demi membuktikan siapa yang pantas diantara kita sebagai pemimpin."
"Baiklah....aku setuju." ucap Mikha cepat...
"Bagus..jangan pernah lari sebelum aku mengalahkanmu Mikha." usai berkata Stela menatap Mikha yang berdiri dengan penuh rasa kesal....
Tuan Aksana mendekati kedua putrinya dan menyentuh pundak keduanya..
"Ada rencana pembangunan Hotel kita yang baru...siapa yang ide Desainnya lebih unggul dan terpilih maka dialah pemenangnya, dan papa akan menunjuk dia sebagai pemimpin...bagaimana adilkan buat kalian."? ucap sang papa menatap Stela dan Mikha bergantian...
"Baiklah papa..." jawab keduanya serempak.....
💞💞💞
Mikha menghela nafasnya, ia melangkah pelan menuju parkiran, Stela...mengapa kakaknya sangat serakah..? mengapa mereka tak pernah bisa akur....
__ADS_1
Suara klakson mobil membuat Mikha seketika melompat, ia menatap ke arah sebuah mobil yang terparkir, sementara Martin keluar dari sana dan menatapnya dengan senyuman..
Pria itu mendekatinya....dan meraih punggungnya dengan posesif...
"Aku menjemputmu apa kau tidak tersentuh."?
"Lepaskan aku."
Martin mengangguk...
"Ayo kita pergi..."
"Tidak...siapa kau, kita tidak punya hubungan apapun." desis Mikha kesal...
Sementara dari arah belakang Stela membeku....melihat sosok pria yang selama ini ia rindukan..sementara berbicara dengan Mikha....
"Martin.." desahnya dengan mata berkaca-kaca....
Stela kemudian mendekati Martin dan Mikha yang sedang berbicara..ia pun langsung mengambur ke arah Martin dan memeluknya dengan erat di depan mata Mikha...hingga Mikha melebarkan matanya dengan kesal, sesuatu di dadanya bergemuruh...
"Aku merindukanmu Martin,...aku sangat merindukanmu." tangis Stela pecah di pelukan Martin hingga Martin membeku...
Mikha yang melihat Stela memeluk Martin begitu marah, dengan kuat ia pun menarik tubuh Stela menjauh dari Martin...
"Ada apa denganmu Mikha." jerit Stela mengepalkan tangannya....
Martin tertegun melihat reaksi Mikha yang diluar dugaan, ia tak menyangka jika Mikha marah melihat Stela memeluknya..pria itu tersenyum...
Mikha mengangkat dagunya tinggi-tinggi di hadapan Stela....dengan cepat ia mendekati Martin dan menatap pria itu yang menatapnya dengan heran..
"Sayang."bisiknya dengan mesra hingga Martin terpana...
"Apa hubunganmu dengan Martin..katakan.." jerit Stela gusar..
Mikha tersenyum......lalu menatap mata Martin yang masih terlihat menjengkelkan baginya namun, Mikha berusaha menahan semua rasa kesalnya ia tidak akan kalah dengan Stela...
"Hubunganku dengan Martin maksud kakak."?
"Yah....apa hubunganmu dengan pria yang aku cintai."? ucap Stela dengan sorot mata marah...
Mikha tersenyum penuh kemenangan..ia mendekati Martin dan melum** bibir Martin dengan posesif...
"Dia kekasihku kakak." Mikha tersenyum, sungguh menikmati wajah pucat kakaknya....
__ADS_1
Martin menatap mata Mikha dengan seringai tajam...