
Angell turun dari mobil sambil membawa kotak kue di tangannya, beberapa pelayan tampak mengerubuninya untuk mengambil alih membawakan kue.
"Hati-hati ya bawanya..setelah itu letakan saja di dalam dan susun di piring..aku akan melihatnya nanti setelah mandi." ucap Angell sambil tersenyum kepada pelayannya.
"Baik nona Angell." jawab pelayan itu menunduk hormat.
Angell lalu meninggalkan para pelayan dan segera masuk kedalam ruang tamu, ia tersenyum melihat mama Livia sedang menata bunga. Angell mendekat dan segera memeluk tubuh wanita yang dicintainya itu.
"Mama...."bisik Angell sambil mencium pipi mama Angell dengan penuh rasa sayang.
"Putri mama udah pulang...ayo cepat mandi sana sebentar lagi adikk kamu dan tamu kita akan segera datang."
"Siap..mamaku sayang." Angell segera melangkah menuju tangga sambil bersiul.
Tak berselang lama Rusellpun datang dan memeluk tubuh istrinya dari belakang dan memberi kecupan penuh cinta di pipi istrinya.
"Sayang...sibuk sekali." bisiknya lembut.
Livia menghentikan pekerjaannya menata bunga dan menatap suaminya.
"Mama senang sekali bisa bertemu dengan penolong Rafael...entah apa jadinya jika dia tidak menolong putra kita...." mata Livia berkaca-kaca.
"Hey...jangan sedih sayang, semua itu sudah berlalu dengan campur tangan Tuhan, anak kita selamat lewat pria itu..dan papa juga tidak sabar lagi untukk bertemu dengannya." Rusell memeluk tubuh istrinya.
"Maaf ya..mama jadi merusak suasana bahagia begini."
"Sudahlah..papa sudah pernah bilang bukan, bahwa mama boleh menangis sepuasnya di depan papa."
"Tentu saja mama selalu ingat." ucap Livia tersenyum..
"Kau sangat cantik istriku." tatap Rusell dengan bangga.
"Tentu saja, siapa dulu suaminya." goda Livia.
"Yah..usiamu baru saja genap 40 tahun sedangkan aku hampir 60 tahun." ucap Rusell merenung.
"Apaan sih...papa akan selalu terlihat muda dan tampan di usia papa saat ini."
"Terimakasih istriku, kau tau aku sangat bangga memilikimu." tatap Rusell memeluk tubuh Livia. rasanya baru kemarin dia menculik Livia dan menjadikan wanita cantik ini istrinya. waktu berlalu dengan sangat cepat.
"Aku mencintaimu suamiku." bisik Angell mengusap punggung suaminya.
💝💝
Akhirnya waktu yang di tunggu-tunggu telah tiba, mama Livia, papa Rusell dan Angell tersenyum ketika mobil Rafael berhenti di depan rumah, dan sosok adikknya keluar dari sana, tidak sendiri namun bersama seorang pria yang sangat tampan dan juga manis..karna ketika tersenyum ia memperlihatkan lesung pipinya.
__ADS_1
Pria tersebut menunduk hormat kepada Rusell dan Livia selaku orangtua Rafael.
"Selamat datang anak muda." ucap Rusell dengan ramah."
"Terimakasih tuan Rusell."
"Tatapan Alex kemudian beralih pada sosok keibuan Livia dan tak lupa membungkuk hormat.
"Selamat datang nak..kau sangat tampan." puji Livia yang membuat Rusell cemberut.
"Terimakasih nyonya Livia."balas Alex dengan senyuman.
Lalu pandangan Alex berhenti di depan Angell hingga keduanya saling bertatapan.. Angell tersenyum..
"Tuan Alex...apa kabar."
Semua yang ada di tempat itu terkejut menyadari ternyata mereka saling menģenal.
"Kakak mengenal kak Alex." ucap Rafael menghampiri keduanya.
Angel mengangguk dan melirik Alex..
"Tuan Alex adalah pelanggan baru di butik kakak." balas Angel.
"Aku memesan gaun untuk ibuku di hari ulangtahunnya nanti." ucap Alex dengan senyum malu.
Livia menepuk pundak Alex..
"Ibumu pasti bangga punya anak sepertimu." ucap Livia tersenyum.
"Terimakasih nyonya." ucap Alex dengan mata berkaca-kaca.
"Ayo kita masuk saja dan berbincang di dalam." ucap Rusell dengan nada hangat.
Semua pun mengikuti dan melangkah menuju ruang tamu yang hangat, sementara Alex sedari tadi menatap Angell dengan tatapan penuh arti. jelas saja Angel, sangat cantik dan mampu menggetarkan hatinya. Rafael yang menyadari itu hanya tersenyum..siapa yang bisa menolak pesona kak Angell, dia telah menjadi saksi betapa kak Angell begiu dipuja dari jaman sekolah dulu.
"Akhirnya kami bisa bertemu dengan penolong anak kami, kau tau Alex..kami sangat berhutang budi padamu." ucap Rusell dengan tulus.
"Itu hanya kebetulan tuan..aku menemukan Rafael yang tidak sadarkan diri di jalanan membuat hatiku sedih lalu aku menolongnya." ucap Alex menunduk seolah mengenang.
"Tapi jika bukan karnamu bagaimana nasip adikku." Angell menimpali dengan suaranya yang terdengar lembut di telinga Alex. gadis ini luar biasa. batin Alex jatuh cinta.
"Itu bukan masalah nona Angell."
"Aku senang karna malam ini aku sebagai papa dari Rafael bersyukur bisa bertemu denganmu yang telah menolong dan menemani Rafael ketika dia sedang mengalami kecelakaan yang fatal, aku ingin kau tau bahwa..kami menganggapmu sebagai anakk kami..jadi, mulai sekarang jangan sungkan." ucap Rusell dengan hangat.
__ADS_1
Alex membeku mendengar kata-kata yang keluar dari mulut seorang Rusell Wins, hingga ia tersenyum dan mengangkat muka..
"Aku sangat beruntung tuan Rusell." ucapnya dengan tulus.
Livia, Angell dan juga Rafael hanya menganggukan kepalanya tanda setuju..
"Bagaimana dengan bisnismu Alex." tanya Rusell.
"Bagus tuan, saat ini kami sedang dalam tahap peresmian sebuah hotel di atas air." ucap Alex menjelaskan.
"Wah...bisakah aku nanti menginap disana." seru Angell tersenyum.
"Tentu, Hotel itu akan selalu terbuka untukkmu nona Angell." ucap Alex menatap Angell dengan dalam.
"Bagus..anak muda yang pekerja keras." ucap Rusell menganggukan kepalanya.
Livia menyadari tatapan Alex kepada Livia dan hanya menghela nafasnya. pria ini akan kecewa jika tau putrinya akan menikah. Wili tidak akan melepaskan Angell.. entahlah Livia hanya berharap putrinya mendapatkan pria yang baik dan mencintainya.
"Malam ini aku senang sekali..bisakah kita mulai makan malam." ucap Livia menatap Rusell.
Pada saat bersamaan bunyi mesin mobil berhenti di halaman rumah. membuat mereka saling menatap.
"Akan ada tamu lagi papa." tanya Livia mengerutkan dahi.
Rusell mengangukkan kepalanya seraya tersenyim dengan semangat..lalu sekilas melirik Angell yang juga menatapnya sambil menaikan alisnya.
"Malam ini calon suami Angell akan datang, waktu yang pas untuk mengenalkan juga kepadamu Alex."
Wajah Alex berubah dingin...buku jarinya terkepal dengan kuat....mengapa, malam ini harus terganti dengan kedatangan tamu yang mengganggu..Angel, Wins..adalah milikknya. batin Alex mengerang.
Semua memandang ke arah pintu termasuk Angell, ia sudah menebak, itu pasti Oscar yang datang..papa memang tau cara merusak moddnya. tapi Angell teringat jika Oscar berhutang jawaban kepadanya dan dia akan menagihnya sekarang...
Hening.............
Sesaat kemudian seorang pria tampan muncul didepan pintu dan tersenyum dengan puas. semua yang ada disana tersenyum teerkecuali Alex dan Angel, yang tampak sangat terkejut.
Angell menatap ke arah papanya lagi dan meminta penjelasan namun papa hanya mengedipkan matanya..
Pria itu mendekat dan tersenyum..
"Selamat malam semuanya apa aku terlambat."?
Angell terlalu syok hingga hampir terjatuh kalau saja Rafael tidak menahan tubuh kakaknya..
"Kau....."? suara Angel terdengar lemah...
__ADS_1