Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku
Maafkanlah aku


__ADS_3

"Angel Wins." Wili mencekal lengan Angell sedikit kuat hingga mau tak mau langkah Angell tertahan. sekali lagi ia harus mengalah.


"Apa lagi."


"Tarik ucapanmu tentang hubungan kita karna aku tidak akan melepaskanmu." ucap Wili dengan tajam.


"Aku tidak mau..bukankah tadi kau yang menuduhku."?


"Itu karna aku terbawa emosi..dengarkan aku Angell..aku minta maaf karna menuduhmu..tapi cobalah kau menjadi seperti aku..apa yang ada di dalam pikiranmu."


"Kalau aku jadi kau....maka aku akan menanyakan dulu paling tidak menyelidiki..tapi kau tidak, kau langsung menuduhku Wili." jerit Angell tidak terima.


Angell mengusap airmatanya, seribu alasan Wili tak mampu menggoyahkan hatinya.


"Angell..aku hanya terlalu emosi mengingat semua fotomu yang sedang berada dipelukan Alex."


"Tapi bukan berarti kau menuduhku sehina itu Wili..kau pikir aku wanita murahan yang dengan gampang melemparkan tubuhnya pada sembarang orang hah...apa aku seperti itu dimatamu."?


"Aku minta maaf Angell..aku sangat menyesal pernah mengeluarkan kata-kata itu untukmu."


"Apa kau tau Alex memelukku."?


Wili terdiam........


"Kau bahkan tidak tau namun kau berani menuduhku berdasarkan penglihatan matamu."


"Angell...."


"Aku hampir saja tertabrak mobil, dan Alex menyelamatkanku..jika bukan karna dia menarikku..mungkin sekarang aku sudah mati."jerit Angell marah.


Wili mengangguk dengan menyesal.....


"Aku tau aku bersalah Angell, tolong maafkan aku." pinta Wili sekali lagi.


"Tidak akan." ucap Angell menantang.


Angell menghempaskan pegangan tangan Wili dan melangkah pergi..ia terus berjalan di tengah panasnya siang itu. Angell tak merasakan panas sedikitpun, karna hatinya sudah lebih panas lagi.


Wili mengusap wajahnya lagi memandang Angell yang terus melangkah seolah tidak terganggu dengan panasnya matahari. pria itu kembali berlari menyusul Angell kali ini. habislah sudah kesabarannya. Angell harus mengikutinya. taukah Angell kalau dia benar-benar cemburu. taukah Angell rasanya ia seperti tidak bisa bernafas ketika menelp wanita ini namun ponselnya tidak aktif. tidak.....Wili tak bisa...ia tidak mampu melawan perasaanya sendiri kalau cinta itu begitu kuat ia rasakan hanya untuk Angell. demi apapun Wili akan selalu menahan Angell untuk pergi darinya.


"Angell." Kali ini Wili melangkah menghalangi Angell. berdiri berhadap-hadapan dengan wanita itu.


"Apa lagi."


"Ikut aku sekarang."


"Aku tidak mau."


"Benarkah...apa aku menerima penolakan."


Mata Angell membulat sempurna ketika Wili menundukan tubuhnya, dan mengangkat tubuh Angell tinggi di dalam gendongannya ala bridal style.


Wili tak peduli betapa kuatnya Angell memberontak. tubuhnya yang memang tinggi dan berotot memudahkan dirinya untuk membawa Angell. penolakan Angell sama sekali tidak berarti untuknya.


"Lepaskan aku Wili, turunlah aku." jerit Angell sangat kesal.


"Tidak...sudah kubilang aku tidak akan melepasmu." Wili tersenyum dengan tampan.

__ADS_1


Angell mengeluh dalam ketidak berdayaannya melawan Wili sedikitpun. bahkan ketika Wili memasukannya di dalam mobil, Angell hanya bisa terdiam membisu dan memasang wajah kusut.


Wili hanya menghela nafas sambil duduk di sebelah Angell, lalu menghidupkan mesin mobil.


Kembali....mereka dilanda keheningan yang sunyi. Angell membuang muka ke arah jalan tak sedikitpun menatap ke arah Wili yang sesekali menatapnya.


"Angell...maafkan aku, katakan apa yang harus kulakukan agar meredakan amarahmu." ucap Wili membujuk. mengapa sekarang dia yang harus minta maaf..padahal Angell yang sudah pergi tanpa kabar. Wili hanya menggeleng pasrah.


Astaga...wanita memang tidak pernah mau kalah dan selalu merasa benar. mau bagaimana lagi ia sudah terlanjur cinta kepada Angell.


"Aku sangat lelah hari ini..aku mau pulang saja."


Wili memejamkan matanya lelah....


"Baiklah..tapi kita makan dulu bagaimana, aku sangat lapar." ucap Wili dengan suara yang terdengar lemah.


"Mengapa kau tidak makan saja tadi."?


"Aku hanya memakan sedikit roti dan langsung mencarimu." ucap Wili masih fokus ke arah jalan.


Kali ini Angell menoleh....


Lagi ia menemukan sudut bibir Wili yang ada bekas darah yang mengering. Angell langsung teringat dengan perkelahian tadi. buru-buru ia memalingkan wajahnya. bukankah ia masih marah.


"Ayolah...kita makan dulu."


"Singgah dulu di apotik dan aku akan membersihkan lukamu." ucap Angell pelan.


Wili tersenyum dalam diam lalu menatap ke arah Angell yang juga sedang menatapnya.


Wili menghentikan mobilnya di salah satu apotik dan hendak turun namun, Angell menahannya.


"Tunggu..biar aku saja yang turun." ucap Angell tenang.


"Baiklah." Wili menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


Ia menatap tubuh Angell yang yang turun dari mobil dan melangkah menuju apotik lalu keluar dari sana menjinjing sebuah tas berisi perlengkapan kotak P3K


Angell membuka pintu lalu meletakan kotak itu di dalam kabin mobil dan mulai mengambil kapas, alkohol dan obat merah. ia pun menatap Wili.


"Kotak ini harus selalu ada disini."


"Yah..Angell."


"Kemarikan wajahmu." ucap Angell pelan.


Wili menganggukan kepalanya dan mendekatkan wajahnya. membiarkan Angell membersihkan lukanya dengan telaten.


"Aow..." keluh Wili ketika kapas berisi alkohol itu mendarat di lukanya. pria itu memekik pelan.


"Bertahanlah..memang harus terasa sedikit sakit kok."


"Yah.."


Angell melirik mata Wili yang tertutup karna merasa nyeri. wanita itu hanya tertawa pelan. ia memang sedikit kuat ketika membersihkannya tadi.


Langkah terakhir adalah meneteskan obat merah. dan kali ini Wili mencoba menahan.

__ADS_1


"Selesai Wili." ucap Angell membiarkan Wili membuka mata.


Keduanya bertatapan.....


"Terimakasih Angell."


"Tentu."


"Boleh aku memelukmu."


"Baiklah..aku calon istrimu."


Wili meraih tubuh Angell ke pelukannya dan memejamkan matanya. bagaimana mungkin ia bisa terus merencanakan dendamnya jika hatinya hari demi hari semakin lemah pada Angell. tapi bagaimanapun dendam Grace harus terbalas bukan. Wili merasa sungguh bingung dengan semua yang ia rasakan saat ini. bahkan ia belum memulai semuanya.namun sudah mulai tak sanggup.


"Aku ingin kita segera menikah Angell, tak perlu menunggu sampai dua bulan." bisik Wili masih memeluk Angell.


"Mengapa..bukankah aku sudah bilang alasanku menunda pernikahan kita."


Wili melepaskan pelukannya masih menggenggam jemari Angell. pria itu menatap Angell dengan begitu dalam.


"Aku bisa gila jika harus menunggu sampai dua bulan lagi."


"Wili..tapi."


"Aku tidak akan membatasimu Angell, setidaknya jika kita sudah menikah maka aku akan lebih tenang." ucap Wili dengan ekspresi memohon.


"Beri aku waktu selama dua hari ini dan aku akan menjawabnya."


"Baiklah..aku menunggu jawaban yang pasti darimu."


"Ayo kita makan sekarang." ucap Wili dengan lebih bersemangat.


Angell mengangguk setuju...



Alex menggertakan giginya ketika ia memasuki Mansionnya. luka-lukanya masih dibiarkan begiu saja. yah...ia akan mengingat semua perlakuan Wili kepadanya hari ini. pria itu harus......mati.


Begitu sampai di pintu mansion, seorang pelayan membuka pintu.


"Tuan..sekertaris tuan ada di dalam sedang menunggu."


"Baiklah."


Alex melangkah menuju ruang tamu dan menatap sekertaris yang merangkap sebagai tangan kanannya sedang menunduk ke arahnya.


"Diaz."....bagaimana apa kau sudah menemukan sesuatu."? lirik Alex tajam.


Pria berbadan tegap di hadapannya hanya menunduk penuh hormat...


"Informasi ini akan sangat menarik tuan Alex." ucap Diaz menunduk lagi.


"Bagus.."


Alex menghela nafasnya dengan lega...luka ini tidak ada apa-apanya dibanding luka yang akan Wili dapatkan darinya..yaitu luka batin.


"Hahahaha...." tawa Alex menggelegar di ruangan yang luas itu dengan pantulan yang mengerikan... ia sungguh tidak sabar lagi....

__ADS_1


__ADS_2