Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku
Kehancuran Mikha


__ADS_3

"Kau baru saja menjalani operasi pengangkatan tumor sekaligus rahimmu..."ucap Damian tajam..


Wajah Mikha pucat seketika, seperti sebuah bom di ledakan di hadapannya, semuanya hancur dan melukainya...hidupnya seketika gelap di tangan Damian....mengapa dia bisa di operasi? bahkan Mikha tidak sadar ketika dilakukan operasi semua dilakukan tanpa persetujuannya.


Mengapa..Damian melakuakn sesuatu tanpa ijin darinya.hati Mikha sakit sekali. jemarinya terkepal dengan gemetar...sungguh ia tau keadaannya dan resikonya, dan Mikha sudah membuat keputusan bahwa ia akan berusaha hamil apapun yang terjadi, meski nyawa taruhannya. baginya ia ingin menjadi seorang ibu paling tidak sekali saja..


"Mengapa kau melakukannya....mengapa kau mengambil keputusan atas hidupku."?


Damian terdiam sebentar....mengamati wajah hancur yang di tunjukan Mikha saat ini.....


"Mikha....operasi itu di lakukan untuk menyelamatkan nyawamu.."Damian berseru dengan dingin.


"Aku bahkan tidak perduli nyawaku tuan."...tangis Mikha pecah memenuhi kamar itu, dan Damian hanya disana terdiam....


"Apa maksudmu."?


"Kau tau bagi wanita menjadi seorang ibu adalah impian.."


"Aku tau tentang itu.....tapi kondisimu berbeda Mikha...jika kau memaksakan diri, kau akan mati..." desis Damian kesal..


"Aku tidak perduli hidupku tuan....siapa kau yang memutuskan hal yang paling penting dalam hidupku."?


"Kau wanita paling bodoh yang pernah aku temui Mikha." desis Damian kesal..


Mikha membeku sesaat ia menatap ke arah Damian yang tampak marah. mengapa pria ini marah..bukankah seharusnya Mikha yang marah. ini kehidupannya bahkan Damian tidak punya hak untuk mengatur hidupnya, mengapa pria ini mengambil keputusan di luar haknya......


"Yah..anggaplah aku bodoh karna keinginanku tuan Damian, yah....aku bodoh karna menginginkan seorang anak, salahkah aku.....ini hakku dan aku berhak menentukan hidupku sendiri tuan, dan mengapa malah kau memutuskan sesuatu tanpa konfirmasiku tuan Damian..kau jahat...kau sangat jahat.." teriak Mikha histeris......ia meronta ingin melepas infusnya.


Damian terkejut dan segera menahan kedua tangan Mikha dan wanita itu tak bisa menggerakan tubuhnya, keduanya saling bertatapan tajam...


"Apa yang kau lakukan Mikha.."


"Aku membencimu....kau mengambil semua hidupku kau mengambilnya dengan kejam.."


"Mikha tenanglah....aku harus melakukannya untuk hidupmu jika kau tidak melakukan operasi itu maka kau akan mati,...akan mati..."


"Aku tidak perduli...aku hanya ingin menjadi seorang ibu, aku ingin merasakan melahirkan anak, tapi semuanya hancur..kau membunuh impianku tuan Damian..kau membunuhnyal."


"Apa gunanya kau bisa hamil kalau pada akhirnya kau akan meninggallkan anakkmu sendirian..."? ucap Damian dengan kata yang tajam.


Mikha terdiam di sela tangisnya, ia kehilangan kata....


"Kau pikir di dunia yang kejam ini adalah sikap bijak masih berpikir dengan caramu yang naif....? kau sangat egois Mikha.."


"Apa maksudmu.."?


"Yah....anakmu, kau akan mempercayakan pada siapa, bagaimana kalau di disakiti oleh orang lain..bagaimana luka yang ia alami ketika suatu saat ia mendapat kebenaran tentang kelahirannya, bukankah hidupnya akan hancur....bukankah rasa bersalahnya alan menguasainya dengan cepat...itu sama saja, kau sedang memegang bom yang bisa meledak kapan saja...."

__ADS_1


Mikha menundukan kepalanya dalam-dalam,otaknya serasa buntu tak mampu memikirkan segala yang sekarang memenuhi kepalanya...


"Tidak........aku hanya ingin..."


"Hidupmu lebih penting sekarang Mikha setidaknya kau harus lebih bersyukur...." ucap Damian seraya melepas pegangannya pada Mikha...


"Aku....sangat lelah..." Mikha memejamkan matanya..kepalanya terasa sakit dan entah bagaiamana hidupnya nanti, siapa yang akan menerima wanita tanpa rahim bahkan Martin pasti akan berpikir dua kali..bagaimana dengan orangtuanya pasti akan sangat sedih dan hancur...bagaimana dengan pandangan orang-orang tentangnya...


"Istirahatlah Mikha jangan berpikir diluar kemampuanmu, semua akan baik-baik saja..." ucap Damian tegas lalu melangkah keluar ruangan meninggalkan Mikha yang sendirian dan masih merenungi nasibnya....


❤❤


Martin tertegun matanya merah karna sudah 2 hari ia hampir tidak tidur mencari Mikha.. namun semuanya sia-sia...Mikha seakan hilang di telan bumi..


Ketukandi pintu membuatnya menoleh......menekan tombol sebentar lalu pintu terbuka...


Stela berdiri disana dengan tatapan tajam..


"Ada apa kau kesini."? ucap Martin bangkit dari tempat duduknya mengitari meja kerjanya dan menyandarkan punggungnya di meja kokoh itu sembari bersedekap.


"Aku ingin bicara padamu ini penting...."


"Penting...? tentang apa...aku sedang sangat kesal sekarang...jadi aku tidak menerima pembicaraan tidak penting." ucap Martin mengingatkan.


"Ini tentang Mikha...."


"Mikha."?


"Yah....."


"Duduklah...."


Stela mengangguk lalu mengambil tempat di sofa tamu di ruang kerja yang luas itu,


dan Martin ikut duduk berhadapan dengan Stela....


"Katakan sesuatu tentang Mikha...apapun, aku merasa gila dengan kehilangan kabar tentangnya." Martin mengepalkan tangannya dengan sangat kuat.


Stela menghela nafas....


"Aku curiga dia sedang berada bersama tuan Damian Russ."


"Damian Russ."? ulang Martin mengerutkan kening..


"Aku terlibat masalah dengannya, dia mengincar Mikha sekarang......"


"Mengincar Mikha."?

__ADS_1


"Yah..."


Martin mengangguk,


"Aku akan menyelidiki pria itu..dan aku, tidak akan pernah melepas Mikha..walau harus bertaruh nyawa..." ucap Martin tegas.


Stela mengangguk setuju dan kemudian berdiri dan menatap Martin....


"Aku harap Mikha selalu bahagia...aku mohon bahagianya dia Martin."


"Tentu saja Stela..aku mencintainya."


"Baiklah...aku harus pergi sekarang, jangan lupa kabari aku jika kau mendapat petunjuk."


"Baik aku akan menghubungimu Stela."


Stela kemudian melangkah keluar ruangan meninggalkan Martin yang hanya menatap dengan gusar.


Ia kemudian meraih ponsel dan menghubungi anak buahnya,


"Carikan informasi tentang tuan Damian Russ untukku..aku ingin secepatnya mendapat kabar baik." ucap Martin tajam.


💗💗


Mikha masih terbayang di ranjang rumah sakit yang luas itu sendirian dan sepi...Damian masih menengoknya untuk memastikan kalau semua Obat-obatnya masuk dan memastikan luka di perut Mikha membaik.


Mikha sudah merasa bosan seminggu lamanya ia terbaring di ranjang dan ingin segera pulang.


Mikha mengeluh.....dan pintu ruangan segera terbuka.....


ia terpaku melihat sosok kecil yang berdiri di depan pintu lalu menatapnya dengan tatapan polos...


"Tante......"?


"Dion...."? Mikha tersenyum dengan senyum lebar, senang rasanya melihat pria tampan itu ada di hadapannya sekarang.


Apakah itu artinya Dion tak jadi di sekolahan di luar negri.? entahlah namun melihat Dion saat ini membuat hatinya jadi lebih baik.....


Dion mendekat dan segera memeluk tubuh Mikha dengan erat, membuat wanita itu membuka tangannya menyambut Dion ke dalam pelukannya....


"Apa kabarmh tampan."?


"Aku tidak baik-baik saja tante aku sangat merindukanmu." jerit Dion dengan kesedihan yang dalam.......


"Tante juga rindu padamu Dion...." airmata Mikha menetes pelan.....


Sementara Damian membeku melihat pertemuan Dion dan Mikha seperti di dalam drama....

__ADS_1


Hatinya menghangat, seiring senyum yang terbit di sudut bibirnya......


__ADS_2