
Angell terdiam di dalam ruangannya dan menatap ke arah Tari yang sedang menenangkannya. airmatanya mengalir..
"Aku tak menyangka jika Dina mampu menghianatiku seperti ini." ucap Angell dengan airmata yang menetes.
"Aku sudah curiga sejak awal kak, semua kejadian aneh yang menimpa kakak ada hubungannya dengan Dina." ucap Tari menjelaskan.
"Jadi semua yang terjadi karna ulah Dina."? ulang Angell dengan syok..
"Iya kak..entah siapa yang menyuruhnya namun ia menyebut nama Wilard."
"Wilard."?
"Yah..apakah kakak kenal."? tanya Tari penasaran.
"Tidak...aku belum pernah mendengar nama itu Tari."
"Kakak tenang saja aku sudah memberitau kak Alex dan kak Rafael."
"Kak Alex dan kak Rafael."?
"Yah..kak Alex juga kak Rafael harus tau kalau kakak dalam bahaya." ucap Tari menenangkan kakaknya.
Angell menyandarkan tubuhnya di sofa dengan jemari yang gemetar menutup wajahnya. ia sungguh tak menyangka ada yang menginginkan kematiannya, padahal ia tidak sedikitpun mengenal siapa Wilard. kali ini Tari benar, Alex dan Rafael harus tau segala yang ia rasakan saat ini.
"Tari terimakasih..kau benar-benar adikku yang baik."
"Tentu...aku akan selalu melindungi kakak."
"Kamu baru genap 17 tahun bulan lalu, tapi kau sangat pintar dan dewasa." puji Angell dengan senyuman lega.
"Aku kan anak mama Livia." ucap Tari terkekeh..
"Benar sekali..kau sangat mirip dengan mama." keduanya sedikit tersenyum untuk sekedar melupakan kejadian sesaat yang menguras emosi.
Pintu ruangan terbuka dan tampak dari sana sosok Alex dan Rafael yang melangkah beriringan dengan wajah marah. mendekati Angell dengan cepat kedua pria itu memeluk bergantian pada tubuh Angell dengan sangat erat..
"Alex." desah Angell menumpahkan airmatanya di dada bidang suaminya, sedang Rafael memilih duduk di sebelah Tari dan menatap dengan sedih karna kakaknya dicelakai orang lain...
Alex melepaskan pelukannya sembari masih memeluk tubuh istrinya yang rapuh..
__ADS_1
"Dimana Mike." tanya Angell menatap Alex dan Rafael..
"Tenang saja sayang, Mike sedang dirumah papa dan mama, aku rasa untuk sementara waktu Mike disana dulu sampai kita menemukan Wilard, dia pria yang kejam tanpa rasa belas kasih...aku takut dia akan menyakiti putra kita." ucal Alex menghela nafas.
Angell mengangguk setuju, ia bisa tenang jika Mike ada dirumah Papa dan mama. Papa Rusell akan menjaga Mike dengan perlindungan ektra.
"Kau tenang saja sayang jangan sedih dan menangis." ucap Alex menenangkan istrinya yang masih sangat syok...
"Aku tidak tau siapa pria yang mengincar kematianku hari ini..jika bukan karna Tari aku mungkin sudah mati." tangis Angell sesegukan..
Alex menatap Tari dengan senyuman lega...
"Trimakasih Tari..kau adik yang luar biasa." ucap Alex dengan rasa bangga. Tari hanya mengangguk pelan...
"Kakak tenanglah dulu kakak akan sakit jika terus memikirkan tentang pria itu, kak Alex sudah tau siapa Wilard." ucap Rafael.
Angell mengangkat wajahnya...
"Kau sudah tau siapa dia sayang."?bisik Angell dengan suara tercekat...
"Kau mungkin akan terkejutt sayang..tapi yang pasti aku akanbilang bahwa semua akan baik-baik saja, aku akan melindungimu dengan nyawaku sayang." janji Alex hingga Angell sangat terharu..
"Sayang....aku mencintaimu." ucap Angell memejamkan matanya...
"Wilard adalah saudara kembar Wili."? ula g Angell dengan mata yang melebar, airmatanya menetes lagi...
"Dia yang juga telah membunuh Wili...sayang..dia adalah psikopat tersadis yang terkenal tidak memiliki hati. dia bahkan dengan entengnya membunuh adik kembarnya Wili dengan sadis."
"Apa....dia membunuh Wili."? kali ini hati Angell begitu terasa nyeri, peristiwa kecelakaan yang menimpa suaminya hampir 6 tahun lalu itu bukan tabrakan biasa namun Wilard yang telah membunuhnya.? bagaimana bisa.?
Alex kembali memeluk tubuh Angell yang begitu terguncang dengan berita yang mampu menjungkir balikan dunianya..masih ia ingat teror yang di lakukan Wilard yang berpura-pura menjadi Wili dan meyakinkan Angell jika Wili masih hidup....
wanita itu semakin menangis sesegukan, sementara Tari juga tak kuasa menahan kesedihan meski saat itu ia masih kecil namun ia sempat mengenal kak Wili dan ia menjadi saksi betapa hancurnya kak Angell atas kepergian kak Wili yang begitu mendadak. Wilard Pearl lelaki yang sangat kejam.. jika boleh ingin sekali Tari menyumpahinya jika suatu saat ia akan mengalami kesakitan yang sama. Tari menggertakan giginya..
"Sudahlah sayang jangan menangis lagi."
"Dia sangat jahat..bagaimana bisa dia menyalahkan aku atas kematian Grace...aku tidak bersalah." jerit Angell sedih..
"Aku tau..kami semua tau sayang, tapi Wilard adalah seorang psikopat kejam,dia tak akan berhenti sampai mendapatkan apa yang dia inginkan, termasuk membunuhmu sayang." ucap Alex pelan..
__ADS_1
Angell menggeleng takut..ia merapatkan tubuhnya di tubuh Alex, sedikit ngeri dengan penjelasan Alex..
"Apa yang harus kita lakukan."?tanya Angell dengan kerutan di keningnya.
"Kita akan merencanakan sesuatu untuk melumpuhkannya dan aku.,sudah punya caranya sayang." ucap Alex dengan senyum...
Tari yang dari tadi hanya diam berdehem untuk meminta perhatian..
"Ehm..kak Alex, aku ingin ikut menangkap bajingan itu." ucap Tari dengan lugunya.
Sontak kata-katanya membuat Alex dan Rafael sangat yerkejut dan saling menatap...
"Apa maksudmu."? sambung Rafael..
"Kaka bisa menjadikan aku sebagai umpan, pancing psikopat gila itu keluar dan kita menangkapnya..." ucap Tari dengan serius..
Kata-katanya membuat Alex dan Rafael tertawa dengan lebar...keduanya saling menatap dan menggeleng..
"Zefanya akan membunuh kakak jika terjadi sesuatu padamu sayang, jadi...lebih baik kau mengawasi butik dan bunga saja."ucap Rafael dengan nada tenang...
Tari menghela nafas dengan kasar, padahal ia paling suka dengan adegan jebak-menjebak menangkap penjahat seperti yang ia sering nonton di tv. diam-diam Tari mendengarnya, ia sudah memutuskan ikut campur dan Tari tidak akan mundur, meski kak Zefa benar-benar akan membunuhnya.
"Baiklah aku minta maaf aku bercanda kok, lagi pula aku tidak bisa pergi jauh dari mama." ucapnya jujur.
Mereka akhirnya mengangguk lega.....dan kembali berfokus pada penangkapan Wilard.
"Jadi kapan kita akan melaksanakan rencana kakak."?tanya Rafael dengan nada serius...
"Lusa...kita akan menghancurkan psikopat gila itu." ucap Alex mengepalkan tangannya.
"Baik kak..aku akan menyiapkan orang-orangku." ucap Rafael dengan setuju.
💖💖
Wilard sedang meneliti sebuah senjata barunya yang baru saja di belinya, ia tersenyum sinis sekaligus tidak sabar ketika mendengar ada seorang gadis kecil yang menantangnya bukan hanya menantang tapi sudah berani menghinanya....Wilard tanpa sadar tersenyum ketika ia telah meminta seorang anak buahnya untuk menyelidiki siapa yang bernama Tari itu.
"Mungkin aku akan senang bermain-main dengannya baru setelah puas, aku akan membunuhnya." desis Wilard dengan sinar mata membunuh.
Seorang anak buahnya tampak masuk dan menunduk hormat kepadanya..
__ADS_1
"Tuan Wilard...saya sudah mendapatkan informasi tentang Nona Tari."
"Bagus......hahahhaha....." Wilard bangkit dari tempat duduknya dengan senyuman puas..