Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku
Saingan


__ADS_3

Rafael baru saja keluar dari rapat dan melangkah menuju ke ruangannya Rafael menghentikan langkahnya ketika mendengar teguran seseorang, ia pun menoleh dan menemukan seorang pria yang tersenyum kepadanya.


"Kak Alex."? ucapnya dengan senyum yang lebar.


Mendekat Alex langsung memeluk Rafael dan menepuk bahunya.


"Lama tidak bertemu Rafael."


"Yah...sudah lima tahun." Rafael mendekat dan mengulurkan tangannya kepada pria yang di panggilnya kakak itu.


"Ayo..kak Alex, kita bicara di dalam ruanganku." ucap Rafael sumringah menunjukan jalan pada Alex.


"Tentu saja..aku ingin melihat seberapa suksesnya dirimu yang sekarang Rafael.


"Itu semua berkat dirimu kak Alex." ucap Rafael dengan nada yang merendah.


Pintu ruangan terbuka dan Alexpun masuk, ia tertegun sesaat ketika melihat sebuah foto keluarga dalam ukuran yang besar terpajang di tengah ruangan. Alex terus menatap dengan tajam terutama pada sosok seorang wanita yang akhir-akhir ini mengganggu tidurnya.


Rafael menangkap tatapan penasaran Alex pada foto keluarganya.


"Itu foto keluargaku, yang cantik itu adalah kakak perempuanku satu-satunya." ucap Rafael dengan bangga.


Rafael mempersilahkan Alex untuk duduk.


"Apakah kakakmu mempunyai butik." tanya Alex ingin tau.


"Yah...kakak punya butik..apakah kak Alex pernah bertemu dengannya."?


"Yah....kakak memesan gaun untuk ibu, di butik milikknya, tapi aku tidak menyangka jika dia adalah kakakmu." Alex mengenang tanpa sadar iapun tersenyum.


Rafael hanya menyunggingkan senyumnya, kakaknya adalah wanita cantik dan berkharisma, tentu saja...siapa yang tak akan tergoda kecantikannya.


"Apakah..dia sudah punya tunangan." tanay Alex ketika mengingat sosok Wili pria dingin yang menyebalkan itu.


"Papa memang menjodohkan kakak, tapi...dia belum memutuskan akan menerimanya atau tidak."


Alex hanya mengangguk dengan senyuman misterius, itu berarti dia masih punya kesempatan....


"Mengapa kita jadi membahas kakakku. bagaimana kabar kak Alex."?


"Kakak baik-baik saja seperti yang kau lihat Rafael, bagaimana dengan dirimu..setelah kecelakaan dulu apakah kau baik-baik saja."?


Rafael secara refleks memegang bahunya yang patah karna tabrakan lima lalu, kala itu mobilnya di tabrak oleh orang yang tidak dikenal. dan untungnya kak Alex menolongnya tepat waktu, kalau tidak dia pasti tidak akan selamat, kak Angell tak tau tentang cerita kak Alex yang menolongnya, kakaknya hanya tau dia kecelakaan dan di tolong seseorang.


"Aku sangat berhutang budi padamu kak Alex." ucap Rafael dengan senyuman terimakasih.


"Kau sudah seperti adikku sendiri jangan sungkan padaku."


"Aku ingin kau tau jika aku sangat berutang besar padamu dan aku sangat menghormatimu."


"Oya..bagaimana kak Alex tau perusahaanku disni." tanya Rafael.


"Kau salah satu pengusaha muda yang cukup punya nama Rafael, tidak susah mencarimu."

__ADS_1


"Kakak terlalu memuji, aku belajar cara berbisnis darimu..kau adalah guruku."


Keduanya tertawa dengan ekspresi senang,...


"Rafael, bagaimana kabar ibumu..kakak ingin bertemu lagi dengannya, bolehkah jika nanti mengunjungi rumahmu."tanya Alex dengan senyuman yang tenang.


"Tentu saja, bagaimana jika pulang kantor nanti kita sama-sama kerumahku."


"Kakak tidak sabar lagi." ucap Alex menganggukan kepalanya.


****************


Angell sedang berkonsentrasi mengerjakan gaun yang dipesan Alex di butikknya, tinggal penyelesaian terakhir dan gaun itu sudah siap dipakai. itu berarti mulai besok ia akan melanjutkan pembuatan gaun pengantin Wili.


Bunyi pesan masuk mengejutkan Angel, meraih ponselnya Angel membaca pesan itu


Rafael


Kakak...pulanglah sekarang, akan ada tamu yang datang dirumah, kakak ingat tentang kecelakaan dulu, dialah orang yang menyelamatkan aku kak, aku ingin kakak juga mengenalnya.


Angell mengangguk dan tersenyum, ya...ia ingat tentang kecelakaan itu dan tentu saja ia harus bertemu dengan penolong adikknya dan berterimakasih.


Angellpun mulai mengetik pesan di ponsel untuk membalas.


Angel


Tentu saja kakak akan cepat pulang, mungkin kakak akan membeli kue setelah pulang.


Angel meletakan Ponselnya dan baru tersadar jika ini jam makan siang, mungkin ia harus memesan makanan saja, Angell meraih ponselnya ingin memesan makanan, namun terkejut ketika pintu terbuka lebar dan tampak Wili masuk dengan beberapa kantong di tangannya. Angell mengerutkan dahinya. pria ini sangat aneh..mengapa malah datang kesini.


"Cepat, siapkan makanan ini..aku sudah sangat lapar Angell."


Wili duduk di sofa ruangan Angell tak perduli tatapan tajam wanita itu kepadanya.


"Apa aku istrimu, mengapa malah mencariku kesini kalau kau sudah sangat lapar." Angell bangun dari tempat duduknya dan meraih kantong makanan itu dan membuka serta meletakan di piring masing-masing.


"Kau masih berhutang makan siang denganku ingat."? ucap Wili menegakan tubuhnya ketika Angell membawa makanan itu dan menaruhnya di meja.


"Astaga..kemarin kan sudah lewat masa hukumanku, mengapa kau masih melanjutkannya." keluh Angel membuka minuman botol dan menaruhnya lagi dihadapan Wili.


Wili tersenyum tipis, walau ia mendapat omelan dari Angell, namun perlakuan manis Angell selalu membuatnya merasa bahagia. yah..Angell akan melayaninya makan seperti seorang istri kepada suaminya. mungkin karna selama sebulan Angell melakukan aktifitas itu dan tanpa disadarinya ia mulai terbiasa.


"Makanlah...nanti kau sakit." ucap Angell membuat Wili merasa sangat..sangatt..senang.


"Baiklah..aku sudah sangat lapar."


Wili mulai mengambil makanannya dan melhapnya dengan sedikit cepat, ia tidak berbohong jika ia memamng lapar. dan makan bersama Angell selalu membuatnya nyaman.


Angell hanya menggeleng dan tidak tahan untuk tak tersenyum melihat Wili yang makan dengan lahap.


"Apakah kau akan kembali ke kantor setelah ini."? tanya Angell.


"Yah...ada rapat sore ini...bagaimana denganmu Angell."?

__ADS_1


"Setelah ini aku harus pulang."


"Mengapa..bukankah masih terlalu siang untuk pulang." Wili menghentikan makannya sesaat dan menatap Angell.


"Itu bukan urusanmu, kau seperti kekasihku saja..aku tidak harus melapor kepadamu kan."? Angell melirik kesal.


Wili menudahi makannya dan meminum minuman botol dan menatap Angell.


"Bagaimana kalau kau jadi kekasihku."


"Uhugg..uhugg....." Angell terbatuk dengan keras sampai Wili harus menepuk pundakknya. Angell menatap Wili, iapun menggeleng..


"Apa artinya."


"Jika Dani yang memintaku maka aku akan langsung menjawabnya."


"Apa maksudmu..apa aku jelek." ucap Wili dengan nada serius.


"Aku sudah kenyang...dan harus pulang." Angell bangun dari tempat duduknya dan hendak melangkah, namun jemarinya tertahan...


"Apa kau tidak menyukaiku sedikitpun."? ucap Wili menggenggam jemari Angell.


Angell membalikan tubuhnya....


"Bukankah kau bilang sudah punya kekasih..kau pikir aku suka jadi orang ketiga, enak saja."


"Soal itu aku...."


"Sudahlah, aku buru-buru..Rafael akan membunuhku jika aku terlambat." Angell melepaskan pegangan Wili dan mulai merapikan bekas makan mereka lalu meraih tas kecilnya.


"Angell...."


"Yah..."


Wili berdiri dari tempat duduknya dan mendekati wanita itu. meraih jemari Angell dan menggenggamnya. matanya tajam menusuk kedalam mata Angell yang teduh...


"Kurasa aku telah jatuh cinta kepadamu Angell."


"Apa."? wajah Angell berubah pucat.


Wili tersenyum..sembari mendekatkan wajahnya, menyadari Angell memejamkan matanya Wili tersenyum penuh kemenangan....


Sekejap saja, Wili melum** bibir Angell dengan penuh perasaan yang mengalir penuh di dalam darahnya. jemari keduanya saling bertautan, mengapai indahnya gairah yang ada.


Ciuman itu begitu lama dan menghanyutkan keduanya hingga, ponsel Wili berdering..dan ciuman penuh kenikmatan itu berakhir dengan tragis...


Keduanya tertawa seketika...


"Aku akan membunuh siapapun yang menganggu." erang Wili kesal.


"Aku juga harus cepat pulang Wili." pinta Angell dengan suara serak, bahkan bibirnya masih terasa bengkak karna ciuman Wili.


"Aku menunggu jawabanmu besok pagi." ucap Wili mengecup dahi Angell seringan bulu membuat Angell merasakan debaran jantung yang indah..

__ADS_1


"Baiklah."


"Aku mencintaimu Angell Wins." ucap Wili kemudian menggenggam jemari Angell dan membawanya keluar ruangan....


__ADS_2