Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku
Keras kepala


__ADS_3

Livia menegakan tubuhnya, ia berdiri dengan airmata tertahan dengan jemarinya terkepal dengan kuat.


"Aku tidak akan pernah menikah denganmu tuan Rusell Wins." ucap Livia tegas.


Rusel menaikan sudut bibirnya, matanya bersinar tajam seolah siap menghancurkan.


"Tidak ada yang bisa menolakku Livia, termasuk dirimu."


Rusell bangkit dari tempat duduknya dan mendekati Livia yang bergerak mundur ketakutan.



Livia tersudut ia menghindar dari Rusell yang seakan kehilangan akal.


ruangan kamar yang redup membuat Livia jengkel. ia memang benci pada kegelapan dan teman-temannya.


"Mengapa kau selalu memaksakan semua kehendakmu Rusell." Livia menghentikan langkahnya membiarkan Rusel mendekatinya.


"Aku melakukannya demi Angel, dia harus punya Ibu dan juga untuk kebaikanmu."

__ADS_1


"Untuk kebaikanku."? Livia tertawa.


"Aku telah mengunjungi orangtuamu dan bisa kau tebak apa yang kukatakan mengenai kita."?


Livia menggeleng, yang pasti sesuatu yang tidak bzik untukknya.


"Katakan apa maksudmu Rusel."


"Aku bilang bahwa kita adalah sepasang kekasih dan bahwa kau telah melahirkan Angel itu sebabnya kau meninggalkan Bandara. untuk melarikan diri dari keluargamu dan mantan tunanganmu."


Livia seperti kehilangan kekuatannya wajahnya menjadi sangat pucat. kejutan apa lagi ini, sebenarnya apa dosa dan kesalahan yang ia lakukan dulu hingga mengalami hal terburuk dalam hidupnya.jemari Livia bergetar. ia tidak sanggup menahan rasa sakit hatinya. teganya Rusel mencuri hidupnya secara egois. ini sama saja membunuhnya tanpa menyentuh. Lia menatap wajah Rusell yang tertawa begitu puas.


"Paccccckkkkk." suara tamparan kuat itu mendarat diwajah Rusell.


"Beraninya kau."


Rusell meraih lengan Livia dan mencengkramnya dengan sangat kuat hingga Livia meringis. tubuhnya diseret ke arah balkon kamar Rusell. mata Livia terbuka merasa takut ketika tubuhnya didorong hingga menatap kegelapan dibawahnya. Astaga ada jurang dalam yang dalam persis dibawah kamar Rusell. tubuh Livia bergetar menyadari sebagian tubuhnya sudah melayang, jika Rusell melepaskan pegangannya pasti ia akan mati dengan mengenaskan dibawah sana.


"Kau pikir dirimu istimewa karna Angel menyukaimu lantas kau mulai bersikap lancang padaku." geram Rusell semakin mendorong tubuh Livia kebawah.

__ADS_1


"Apa kesalahanku, mengapa kau mengamnil semua kehidupanku." jerit Livia menantang, toh ia akan mati, setidaknya ia bisa menyadarkan priamini bahwa tidak semua orang bisa diperlakukan tidak adil.


"Seharusnya kau merasa beruntung aku hanya mencuri hidupmu bukan nyawamu Livia Morens."


"Kau bilang itu beruntung, kau membuatku gila."


"Suka atau tidak kau harus mengikuti semua perkataanku mulai sekarang, anggaplah itu perintah yang tidak bisa kau ubah Livia.. atau aku akan."


"Akan apa, kau mau mengancam lagi..aku tidak takut sedikitpun." Livia mengerang mulai merasa pusing karna tubuhnya terlalu lama dalam posisi terbalik.


Rusell tertawa, baru pertsma kali dalam hidupnya seorang gadis muda menantangnya.


"Aku akan menghancurkan kedua oraangtuamu dan aku pastikan kau akan menangis darah ketika melihat keadaan mereka.. dan mengenai tunanganmu Roni aku akan pastikan mengirim jantungnya padamu Livia Morens, agar kau berpikir seribu kali untuk melawanku"


Airmata Livia menetes, hatinya hancur mendengar perkataan mengerikan dari Rusell. untuk pertsma kalinya Livia kehilangan harapan, semuanya terasa gelap.


untuk apa dia hidup, jika harus merasakan kesakitan. lebih baik mati ia bisa bebas melepaskan diri dari pria kejam ini.


Livia meronta melepaskan dirinya. dari pegangan Rusell dan seketika itulah Livia melompat ke arah jurang yang dalam.

__ADS_1


Rusel mengeraskan tatapannya kemudian menekan tombol dan seketika tubuh Livia jatuh membentur busa dibawahnya namun karna terlalu syok, Livia jatuh pingsan.


Rusell menatap dari atas balkon dengan tatapan tidak terbaca. lalu meninggalkan balkon. sepertinya rencananya akan berhasil. iapun tersenyum menang.


__ADS_2