
Alex sampai di Mansionnya, ia keluar dari sana dan memasuki ruang tamu. disana sudah ada anak buahnya Toni yang merangkap sebagai tangan kanannya. Alex memang menghubunginya sejak tadi di perjalanan pulang.
Toni menundukan kepala dengan dalam menanti perintah dari tuan besarnya.
Alex melonggarkan dasinya dan membuka jasnya dan membuang di sofa. malam ini benar-benar menjungkir balikan dunianya. hatinya yang tadinya sudah membeku, cair di hadapan Angell. hatinya menghangat dan kembali berdebar mengharap Angel dan Mike dua cinta yang begitu ia rindukan selama ini.
"Tuan Alex."
Alex mengangguk dan meminta Toni agar duduk, dan pria itu duduk di hadapan Alex.
"Aku ingin kau mencaritau tentang kapan persis meninggalnya Wiliam Pearl dan laporkan kepadaku, apa yang membuat dia kecelakaan. apakah memang kecelakaan murni atau ada sabotase dari rekan bisnisnya." ucap Alex berpikir.
"Baik tuan...ada lagi yang harus saya selidiki tuan Alex,"?
Alex kali ini menyandarkan tubuhnya ia mengerutkan dahinya,..
"Aku ingin kau juga menyelidiki Angell Pearl dan juga..anakknya Mike Pearl." ucap Alex dengan berat.
"Apa yang harus saya selidiki."? tatap Toni tajam.
"Kalau Angell, aku ingin kau menyelidiki kegiatan rutinnya selama 5 tahun terakhir apa yang ia lakukan, dan apakah dia pernah berhubungan dengan orang lain..maksudku dalam hal ini pria....." Alex menatap mata Toni sebentar menilai reaksi anak buahnya yang merangkap sahabat dekatnya, yah..Alex tak pernah bercerita pada siapapun selain Toni, ia tak punya satupun sahabat.
"Maaf tuan Alex, ijinkan saya bicara." Toni menunduk lagi..
"Bicaralah..aku menginjinkanmu." ucap Alex.
"Apakah nyonya Angell adalah...."
"Dia ibu dari anakku, Mike adalah putraku Toni dan aku mencintai keduanya.."
Toni terdiam sebentar..lalu kembali menundukan kepalanya..
"Aku akan menyelidikinya untuk anda..bagaimana dengan tuan muda Mike." ucap Toni tak bertanya lagi.
"Soal Mike...aku ingin kau menyelidikinya di sekolah, bagaimana sikap dan sifatnya, kesehariannya prestasinya..segalanya Toni, aku ingin kau juga menyertakan fotonya." ucap Alex penuh penekanan.
"Baik tuan aku akan mendapatkan semua informasinya seperti yang tuan mau."
"Aku mengandalkanmu Toni."
"Aku tidak akan mengecewakanmu tuan Alex."
Alex mengangguk dengan lega....ia tak sabar lagi mendapatkan informasinya. ia menatap kepergian Toni dengan senyuman penuh harap, yah..ia berharap besok pagi akan mendapat kabar baik.
💓💓
__ADS_1
Angell keluar dari dalam mobil dengan wajah yang pucat. bahkan ia tak menoleh pada Mike yang masih heran dengan sikapnya yang aneh. Angell terus melangkah dan masuk. ia bahkan melewati Mama dan papanya yang sedang duduk.
"Angell..Angell." panggil Rusell..
Angell terkejut langkahnya terhenti di ujung tangga, ia baru sadar kalau ia sudah melewati orangtuanya ya ampun, kedatangan Alex sudah mengambil alih semua pikirannya.
"Ada apa denganmu."?
"Aku lelah papa..mama, aku akan ke kamar sekarang." Angell menunduk hormat lalu segera masuk ke kamarnya.
Kedua orangtuanya hanya menghela nafas dan saling memandang....
Mike melangkah gontai lewat pintu. ia mendekati Livia dan duduk di samping Livia dan menyandarkan tubuhnya pada wanita kedua yang ia cintai selain bundanya yaitu neneknya Livia.
"Ada apa Mike, mengapa bunda terlihat aneh, apa kau membuat bunda marah."? tanya Livia.
"Tidak nenek..aku bersikap baik disana." ucap Mike dengan wajah kusut.
Rusell yang sedang menonton tv, menatap cucunya dengan serius..
"Katakan apa yang sebenarnya terjadi."? ucap Rusell penasaran.
Mike menatap keduanya dengan gugup....
"Seseorang...siapa."?
"Seorang pria, dia sangat tampan dan aku merasa kami sedikit mirip...awalnya aku melihat mereka berpelukan dan ketika aku memanggil nama bunda, pria itu ingin mendekatiku tapi..bunda menyuruhku pergi, dan ketika aku bertanya tentang siapa dia bunda sangat marah padaku." Mike mengeluh dengan sedih.
Rusell dan Livia saling memandang dengan semakin penasaran....
"Apa kau mengenalnya..Mike, atau kau pernah melihatnya."?
"Tidak...wajahnya terasa asing." balas Mike menjelaskan.
"Siapa yah..." Rusell berpikir keras.
Livia membelai wajah cucunya dengan penuh kasih sayang..
"Mungkin hanya teman bunda..jangan berpikir yang tidak-tidak...kau tau bunda sangat lelah, dia akan kembali baik padamu sayang."
"Aku berharap begitu nenek, aku sedih jika bunda marah padaku." Mike menundukan kepala.
"Anak baik...cucuku yang tampan, semua akan baik-baik saja. beri bunda waktu karna kehilangan papa dan adikmu sekaligus benar-benar membuatnya terguncang..biarkan bunda memulihkan hatinya dulu.
Mike mengangguk mengerti, yah..ia harus mengerti.
__ADS_1
"Baik nenek, jangan khawatir aku akan baik-baik saja."
"Kau anak yang kuat." ucap Livia menyembunyikan senyuman sedihnya.
💞💞
Angelll sama sekali tidak bisa memejamkan matanya sampai tengah malam.pikirannya selalu dihantui oleh Alex. ia melangkah mondar mandir di kamarnya dengan hati gelisah.
Angell menatap dinding di kamarnya dengan gusar, di seluruh kamarnya juga berisi foto Wili bersamanya memenuhi ruangan....
Wili..tolong aku..bagaimana mungkin Alex bisa datang, bagaimana mungkin mereka bisa bertemu kembali. bagimana kalau dia datang dan merebut Mike darinya..bagaimana kalau Alex datang untuk mengacaukan hidupnya yang tenang.?
Tidak, Angell tidak memboarkan Alex kembali merebut semua kehidupan tenangnya. besok pagi ia harus kembali kerumahnya, ia tak ingin orangtua mencurigainya. Angell menghela nafas, meraih sebuah figura kecil di meja sebelah ranjang dan mendekapnya dengan isakan sedih.
"Wili..aku merindukanmu....aku..sangat rindu..bagaimana bisa kau meninggalkan aku sekejam ini..bagaimana bisa secepat ini...." tangis Angell semakin dalam..airmatanya mengalir lagi dan lagi..tidak, tidak ada yang bisa merebut kenangan yang selama ini tersimpan rapi di hatinya...tidak ada yang mampu menggantikan posisi Wili di hatinya..
💙💙
Alex duduk di ruangan dengan senyuman yang lebih cerah dari biasanya. ia sudah tidak sabar mendengar hasil penyelidikan Toni. yah..ia senang jika Toni yang menangani sesuatu akan terasa cepat dan tidak mengecewakan.
Pintu ruangan diketuk....
Toni masuk ke dalam ruangan dan menunduk hormat di hadapan Alex.
"Selamat pagi tuan."
"Selamat pagi Toni, aku sangat berharap kau membawa kabar baik."
"Ini tentang nyonya Angell dan tuan muda Mike, kalau soal kematian tuan Wili masih diselidiki tuan."
Alex mengangguk, tentu dalam kasus Wili harus di selidiki dengan hati-hati dan memakan waktu..
"Katakan tentang Angell dan Mike."
"Baiklah tuan Alex.."
Toni meletakan sebuah flashdisk dihadapan tuannya..
"Apa ini Toni."?
"Semua rekaman cctv dan informasi tentang nyonya dan tuan muda Mike, sambil tuan melihat video saya akan sambil menjelaskan."
"Baiklah." ucap Alex tak sabar.
Pria itu menyandarkan tubuhnya bersiap menerima informasi yang akan menjungkir balikan dunianya...
__ADS_1