Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku
Memilikimu


__ADS_3

Rafael menanda tangani beberapa berkas dokumen yang diberikan sekretaris padanya. sementara Zefanya duduk di sofa sambil membuka majalah bisnis yang sama sekali tak di mengertinya. di majalah itu juga ada wajah Rafel terpampang di cover majalah sebagai pengusaha muda paling berpengaruh di dunia bisnis. di majalah itu ada nama Darren Lewis, Liam Fernandes dan Risall Montana yang tak kalah berpengaruh. meski Zefanya tidak mengenal mereka. namun sepertinya mereka orang hebat dan semuanya begitu tampan. Zefanya hanya menggelengkan kepalanya dengan rasa kagum.


"Ayo kita pulang." ucap Rafael mengejutkan Zefanya.


Gadis itu terkejut dan langsung meletakan majalah di atas meja. Rafael menatap pada majalah itu.


"Kau harus beruntung bisa menjadi wanita dari Rafael Wins."


"Benarkah...aku merasa tersanjung." wajah Zefanya sama sekali tidak menampakan senyumnya. iapun berdiri dan mendekati Rafael.


"Berjalanlah di belakangku jangan sejajar denganku Zefanya." ucap Rafael dingin.


Zefanya menundukan wajahnya dalam-dalam dan hanya mengangguk patuh. meski sedikit sakit namun..kata-kata Rafael adalah wajar.


Merekapun melangkah keluar dari ruangan. sebisa mungkin Zefanya melangkah menjaga jarak dari Rafael agar kedekatan mereka tidak diketahui oleh para karyawan di perusahaan ini sehingga akan menimbulkan gosip. ia sangat mengerti jika pria ini adalah pria terhormat yang harus menjaga imegnya.


Bahkan ketika naik mobilpun Zefanya harus rela berjalan keluar dari gedung dan menunggu di pinggir jalan yang agak jauh dan sepi meski ia harus berjalan kaki.baginya tak apa...toh dia sudah biasa bahkan ia tak pernah mimpi menaiki mobil mewah. Zefanya masih mengingat ketika dulu ingin naik mobil bersama Rosa ia selalu di tempatkan di mobil yang berbeda yang jelek dan duduk paling belakang namun ia tidak masalah. dan selalu menerimanya dengan tabah meski batinnya merasa sakit.


Suara dari sebuah mobil mewah mengejutkan lamunan Zefanya ia menoleh dan mendapati Rafael menurunkan kaca depan dan memintanya masuk. Zefanya langsung mengangguk dan mendekati kursi bagian belakang namun ia terkejut.


"Kau pikir aku supirmu yah." tatap Rafael tajam...


"Salah lagi." ucap Zefanya pelan.


Kemudian ia membuka pintu mobil bagian depan dan duduk di samping Rafael. lalu pintu kaca mobil ditututp dan mobilpun melaju pelan.


"Mengapa kau jadi pendiam." tanya Rafael melirik Zefanya.


"Aku hanya sedang gugup."


"Mengapa kau gugup."? tanya Rafael tersenyum.


"Apa yang akan kau lakukan kepadaku."


"Hahahaha...kau gugup karna memikirkan apa yang akan kita lakukan di apartemenku."?


"Yah....ini pertama kalinya bagiku dan aku..."


"Jangan berbohong...aku tau kehidupan Rosa sepupumu itu dan kau pasti tidak ada beda dengannya." lirik Rafel memincingkan matanya.


"Aku tidak sepertinya."

__ADS_1


"Benarkah...sebenarnya aku juga tidak mempermasalahkan tentang itu hanya saja aku sangat benci penipu." Rafael tersenyum sinis.


"Terserah." suara Zefanya tertelan di tenggorokannya.


Mobil sampai di kawasan apartemen mahal. Rafael segera turun di ikuti Zefanya yang berjalan di belakangnya tetap menjaga jarak. keduanya memasuki gedung apartement dan menuju lift. dan tak berapa lama kemudian keluar dari sana. dan menuju sebuah pintu yang lebar. mengeluarkan sebuah kartu Rafael menempelkannya di sebuah layar kecil dan tak lama kemudian pintu terbuka.


Zefanya hanya ikut di belakangnya dengan tatapan terpukau. yah...seumur hidup imi pertama kalinya ia memasuki sebuah apartemen yang begitu mewah. bahkan ia hanya melihat contoh ruangan ini didrama favoritnya.


Zefanya berdiri dengan canggung, seperti patung di tengah ruangan.


"Aku akan mandi lebih dahulu Zefanya."


"Yah.." Zefanya menyahut semakin gugup.


Ketika beberapa menit kemudian Rafael keluar dengan tubuh tanpa baju dan hanya melilitkan handuk di pinggangnya sontak Zefanya memutar tubuhnya. meghindari matanya yang sudah ternoda.


Rafael terkekeh geli dengan reaksi Zefanya. seperti seorang perawan saja batinnya.


"Mengapa kau terkejut melihatku." Rafael manatap tidak berkedip sedikitpun melihat Zefanya masih berdiri di tempatnya semula dan tidak bergerak satu sentipun dari sana. gadis ini membuatnya kehilangan kata-kata.


"Aku..aku...lapar." ucap Zefanya pelan.


"Yah..."


"Mengapa kau masih berdiri disana..ataukah kau ingin aku memandikanmu."?


"Astaga tidak...." Zefanya menggeleng dan segera berlari ke kamar mandi dan mengunci pintunya.


Rafael hanya menggeleng merasa lucu dengan sikap Zefanya yang lugu. tanpa sadar ia tersenyum namun tidak lama..senyum itu menguap cepat ketika menyadari sikap Zefanya sedikit mirip dengan Elena. mereka sama-sama menampilkan wajah lugu tanpa dosa, padahal ada naluri penghianat dibalik semua sikap itu. dan entah mengapa emosinya langsung terbakar. Rafael mengepalkan tangannya. yah..ia tak boleh menjadi lunak, semua wania itu sama saja. tak ada bedanya mereka adalah makluk manipulatif yang cerdik dan Rafael tak akan membiarkan hatinya goyah oleh siapapun.


Rafael menatap wajahnya di cermin dan menyeringat tajam.....


Zefanya akan berada di dalam kendali dan kuasanya. dan ia tak akan segan menghancurkan Zefanya jika gadis itu berhianat kepadanya.


Pintu kamar mandi terbuka dan Zefanya keluar dari sana dengan tatapan polos.


Lagi....hal itu mengingatkannya pada Elena. sungguh Rafael tak sabar ingin memasuki Zefanya dan menghukumnya.


Rafael mendekati Zefanya dan tersenyum dingin...ia langsung meraih Zefanya dan melepaskan jubah mandi gadis itu dengan kasar. hingga Zefanya keakutan.


"Rafael." jerit Zefanya gemetar.

__ADS_1


"Layanilah aku Zefanya." ucapnya dengan tegas....


Skipp...........


Angell menatap Willi yang sudah berdiri dan sepertinya Wili sedang marah....walau Angell tak tau mengapa.


"Angell ayo kita harus pulang."


Angell menatap Dani danFela dengan senyum minta maaf pada mereka.


"Kakak...mengapa buru-buru." ucap Dani dengan santai.


"Setelah ini aku menunggumu di rumah Dani." ucap Wili dengan tajam.


Ia lalu meraih jemari Angell dan membawanya pergi meninggalkan Dani dan Fela yang terdiam saling menatap.


"Dani..meski kau adik kandungnya aku tak yakin dia akan mengampunimu kalau kau terus bersikap seperti ini." ucap Fela cemas.


"Tapi aku tak bisa biarkan dia melakukan hal yang salah Fela, dan aku tidak akan berdiam diri sampai dia melukai Angell." ucap Dani tegas.


Fela menghela nafas..yah, sesungguhnya dia tau apa yang sebenarnya terjadi pada Grace namun dia terlalu takut untuk mengatakannya pada kak Wili. setiap kali dia mencoba menjelaskan kak Wili tidak mau mendengar dan cenderung marah.


"Bagaimana cara kita menghentikannya Dani."? ucap Fela sedih.


"Kita hanya harus melindungi Angell sayang." bisik Dani menggenggam jemari Fela.


"Yah..aku harap Angell akan baik-baik saja." balas Fela dengan pasrah.


💖💖


"Sayang..sebentar dulu apa yang terjadi denganmu." ucap Angell heran.


"Aku hanya sedang lelah."


"Tapi ini tidak seperti dirimu Wili..apa yang terjadi padamu." tatap Angell bersedekap.


"Angell...aku...."


Selamat menjalankan puasa readersku sayang...


semangad puasanya ya....😇🙏🤲❤

__ADS_1


__ADS_2