
Stela membeku masih dengan tatapan tidak percaya, ia mungkin sedang bermimpi saat ini, yah..tidak mungkin papa melakukan ini kepadanya
Selama ini Stela adalah anak emas seorang Aksana, dia terbiasa mendapat semua yang ia inginkan hanya melalui kata, bahkan papa tidak sampai hati membiarkan Stela mengulang permintaanya kembali...
Namun apa yang terjadi sekarang, disaat ia begitu percaya diri dengan kemenangan yang hampir ia raih namun, sekejap saja papa berubah dan menghianatinya..
Stela mengepalkan tangannya dengan kuat hingga buku jarinya memutih, matanya berkaca-kaca bahkan hampir meneteskan airmatanya walau tidak sampai jatuh. Stela tidak akan menginjinkan dirinya menjadi lemah, ia tak akan pernah membiarkan airmatanya jatuh di depan musuh besarnya yaitu adikknya sendiri.
Stela menatap Mikha yang sedang tersenyum, menikmati puja-puji dari beberapa penjilat yang mulai merapat pada adikknya, beberapa dari mereka adalah penghianat dan Stela akan membalas mereka dengan kesakitan yang lebih....
Ruang rapat akhirnya mulai kosong menyisakan tatapan tajam sedarah dari Stela dan Mikha, sedangkan papanya..memilih pergi entah kemana..ia bahkan tidak menatap Stela sedikitpun, ketika meninggalkan ruangan rapat ini..dan Stela bersumpah ia sangat membenci papanya mulai dari sekarang.
Mikha mendekati kakaknya yang terlihat terbungkus amarah yang siap membakar jika sedikit terpercik api...Mikha berhenti ketika jarak memisahkan mereka beberapa inci....
"Kau..puas sekarang..kau puas telah merebut semuanya dariku, kau wanita hina Mikha dan aku bersumpah aku akan mengingat hari ini dan apa yang kau lakukan padaku."
Mikha tertawa hingga seperti sebuah ejekan di telinga Stela,,
"Seperti seekor harimau kau telah kehilangan semua gigimu kakak, aku telah mencabut sampai ke akarnya agar kau tak mampu lagi menginggit orang-orang yang telah menolongmu dari kegelapan."
"Mikha........"
"Yah..Stela..inilah yang aku rasakan selama bertahun-tahun, aku selalu bersembunyi..aku...selalu tersiksa, hidupku di atur dan semua masa depanku dipasung hingga aku..hanya di ijinkan bernafas....hanya bernafas..." ucap Mikha tajam....
"Jadi kau membalasku."?
"Aku tidak licik sepertimu Stela..aku..hanya ingin menyadarkanmu bahwa duniamu juga bisa berputar, dan saat ini duniamu sedang berada di bawah kakiku, seperti selama ini aku di posisi yang sama."
Stela kehilangan kesabaran, sesaat kemudian...
"Pack......."
Tamparan keras mendarat di wajah Mikha hingga wanita itu menggertakan gigi....
"Pacckkkkkk"
Sebuah tamparan lebih keras menghantam Stela hingga tubuhnya terhuyung jatuh ke belakang. Stela meringis ketika sudut bibirnya berdarah..
__ADS_1
Mikha bersedekap mendekati Stela dengan wajah beku...
"Mulai sekarang setiap kali tamparan akan dibalas dengan tamparan Stela, namun ini terakhir kalinya aku...melihat kekurang ajaranmu..jika kau berani menyentuhku lagi maka aku..tak akan segan segan mematahkan tanganmu." ucap Mikha tersenyum kejam......
Lalu membalikan tubuhnya dan melangkah keluar ruangan...
"Aku tidak akan diam Mikha, aku pasti menemukan cela untuk menghancurkanmu..aku berjanji." jerit Stela histeris..
"Coba saja Stela, aku akan menghadapimu." ucap Mikha meninggalkan Stela yang hanya mampu tertunduk geram..ia tidak akan menyerah..Mikha akan membayar dengan sangat mahal, Stela berjanji.....
"Aaaaaacchhh...aku benar-benar membencimu Mikha.." Stela mengerang kesal...
*****************************************
Aksana menatap Lusi yang tak ingin melangkah masuk kekamar mereka. sesuai dengan perjanjiannya, hari ini juga Mikha dan Lusi harus kembali kerumah dan itu artinya mereka berdamai dan melupakan masa lalu.
"Masuklah sayang.''
Lusi akhirnya menyerah, ia juga tidak bisa lari karna Mikha juga sudah kembali ke rumah ini dan berjanji akan melupakan kesalahan Aksana dan Stela di masa lalu.
"Aku peringatkan padamu Aksana kalau aku...tidak akan pernah lagi memberimu maaf jika kau menyakitiku meski Mikha memihakmu aku akan tetap pergi." Lusi duduk di ranjang mereka untuk pertama kali sejak Mikha berusia 10 tahun, dan insiden DNA menghancurkan hidupnya dan putrinya..
"Aku sudah berjanji kepadamu sayang, mulai saat ini..kau pengendali rumah ini, kau bebas mengaturku dan anak-anak kita sesuai nalurimu dan aku akan menjagamu dari belakang..
Cukup manis, batin Lusi merasa adil dengan pengaturan itu..
Lusi melepaskan pegangan tangan Aksana ia masih tidak yakin..
"Selama ini kau yang mengatur segalanya, anak-anak..pelayan dan semua yang berjalan dirumah ini harus sesuai standarmu, apa kau yakin tidak keberatan jika aku yang mengaturnya sesuai keinginanku."
"Aku yakin.." ucap Aksana tegas, lagipula mau bagaimana lagio daripada harus merana berujung gila jika jauh dari istrinya lebih baik menurut saja dan kebutuhannya menjadi aman....Aksana bahkan sudah bersedia memasung egonya...
Lusi tersenyum mengangguk dengan puas.
"Termasuk...kau mengijinkanku memelihara kucing."?
Satu yang paling di benci Aksana adalah kucing, ia benci ketika menatap mata kucing apalagi mendengar suaranya, rasanya Aksana ingin mengulitinya sungguh..namun berbeda dengan Lusi, istrinya sangat mencintai kucing..dan selalu berharap memeliharanya, wanita ini benar-benar memanfaatkan situasinya dengan baik,
__ADS_1
Wanita memang licik jika sedang menginginkan sesuatu....
"Bagaimana Aksana....jika kau memang keberatan aku...''
"Aku mengijinkannya sayang aku...bukankah kau pemegang kuasa di rumah ini...lakukan sesukamu dan apa yang menurutmu baik sayang." Aksana tampak pasrah dan itu membuat Lusi tertawa. ternyata Aksana benar-benar takut kehilangannya..
Lusi mendekat dan mulai menjalan tugasnya yang pertama, membuka jass suaminya dengan sangat lembut..senyum tidak lepas dari bibirnya..
"Apa kau sedang lelah."
"Yah...aku baru merasakannya saat ini." ucap Aksana memenjara mata istrinya...
"Bagaimana kalau aku memijatmu sayang.''?
Kata-kata lembut Lusi begitu indah di telinganya, masih terbayang di ingatan percintaan terakhir mereka di hotel, walaupun sudah berusia 50 tahun namun Aksana seorang pria yang perkasa dan masih mampu mengimbangi istrinya yang muda...
Dipeluknya tubuh Luci dengan penuh semangad....
"Aku merasa tubuhku akan lumpuh sayang, bisakah saat ini kau memijatku."?
"Tentu saja, bukankah aku istri yang perhatian."?
"Aku tidak ragu sedikitpun." bisik Aksana mendekat....meraih Lusi menuju ranjang luas di hadapan mereka..
*****************************************
Stela turun dari mobil dan tertegun mendengar tawa riang sang papa, tidak sendiri namun bersama seseorang yang ia kenal...
"Ibu...."? desisnya mengepalkan tangannya..
Stela segera masuk dan membeku melihat keakraban yang di tunjukan Papa, ibu dan Mikha..mereka saling bercanda seolah dunia adalah milik mereka....
Rasa cemburu mulai membakar Stela dengan sangat cepat, hingga ia melangkah mendekat...
"Wah...keluarga bahagia yang akhirnya berkumpul." Stela bertepuk tangan dengan tatapan kesal...
Mikha menyipitkan matanya....
__ADS_1
"Kakakku selamat datang...mau bergabung.''? tawar Mikha dengan nada sinis yang tersembunyi...
Stela sungguh kehilangan kesabaran..........hatinya sungguh hancur saat ini.....