Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku
Hari Pernikahan bahagia


__ADS_3

"Tari...mama tidak marah karna sikapmu kok." ucap Livia membujuk.


"Benarkah."? seru Tari senang.


"Yah...."


"Terimakasih nyonya, aku akan selalu bersikap baik."


"Hum.."? Livia menyipitkan matanya.


"Mama." ucap Tari dengan sumringah.


"Bagus....bagaimana kalau kau akan mama ajak untuk mencoba gaun, kebetulan desainer mama ada disini. dia bisa mengukur tubuhmu." ucap Livia bersemangat.


sudah lama ia tidak mempunyai anak kecil. usia Angell dan Rafael sudah dewasa mereka sudah menikah dan akan menikah, mereka tentu sibuk dengan rumah tangga mereka masing-masing tak jarang Livia kesepian dirumah ketika suaminya Rusell harus ke kantor.


Dan menatap Tari membangkitkan jiwa keibuannya. yah...ia senang dengan pembawaan Tari yang sopan dan dewasa. ia merasa cocok dengan Tari.


Tari sekali lagi melirik kakaknya Zefanya meminta persetujuan.


"Jika kau senang maka kakak akan setuju sayang, ikutlah dengan mama." ucap Zefanya tersenyum.


Tari melompat seketika, ia menatap Livia dengan anggukan kepala.


"Aku mau Mama." ucapnya senang.


Livia kembali memeluk tubuh Tari kecil dengan begitu hangat. ia sungguh jatuh cinta dengan Tari. anak sekecil ini sudah mempunyai sikap yang dewasa dan begitu sopan santun. Zefanya benar-benar kakak yang baik mampu mengajarkan Tari, dan Livia sangat kagum.


"Tari..kau bisa ke lantai atas menemui kakakmu Angell dia mencarimu."


"Baiklah mama." ucap Zefanya menunduk hormat.


Lalu melirik Tari dan melambaikan tangan. Livia terus menatap Tari.


"Tari..ayo ikut mama, nanti mama juga akan memperkenalkanmu dengan kak Angell anak mama yang pertama dan suaminya, lalu kak Rafael yang akan menjadi suami kakakmu Zefanya."


"Baik Ma..." ucap Tari tersenyum.


💝💝


Hari pernikahan tiba.....


Berdiri di Altar suci. Zefanya tampak sangat cantik dengan balutan gaun pengantin putih yang membuatnya terlihat bersinar. Zefanya di antar oleh Rusell yang menjadi ayahnya mewakili orangtua Zefanya yang memang sudah meninggal. Zefanya berjalan Anggun dengan menggandeng papa Rusell. para tamu menatap dengan penuh senyuman termasuk Livia dan Angell, mereka lega karna akhirnya Rafael menemukan cintanya dan melupakan sakit hati yang pernah membuat Rafael terpuruk. Livia yakin bahwa Zefanya mampu membahagiakan anakknya, sementara Tari meneteskan air mata bahagia, berdiri di samping mama Livia membuatnya senang. ia bahkan mendapat gaun senada dengan warna gaun mama Livia. dan Tari berulang kali menyentuh gaun yang sangat lembut dan mahal itu dengan hati yang senang.

__ADS_1


"Tari kau lihat kak Zefanya cantik sekali." ucap Mama Livia melirik Tari di sebelahnya. sejak pertemuan pertama mereka selalu berdekatan dan tak ingin terpisah satu sama lain.


"Iya mama, kak Tari cantik sekali." balas Tari dengan mata berkaca-kaca.


Livia meraih jemari Tari dan menggenggamnya...


"Kau juga sangat cantik." ucap Livia memuji.


"Dan mama juga sangat cantik seperti bidadari tak bersayap." balas Tari.


"Astaga..kau masih kecil tapi pintar merayu."


"Tapi apa yang aku katakan benar mama, sejak pertama kali aku melihat mama..hatiku rasanya damai sekali, aku sungguh-sungguh mengatakannya dengan jujur." ucap Tari dengan mata berkaca-kaca.


"Baiklah terimakasih Tari."


"Sama-sama mama."


Keduanya tertawa pelan, hingga Angell yang melihat mamanya hanya tersenyum. ia senang mama bisa mendapat teman kecil yang cantik. Angell sadar ia tak bisa membagi waktu antara suami dan rumah tangganya. atau memberi perhatian lebih pada mama. apalagi ia akan melahirkan sebentar lagi. dan Angell cukup senang melihat interaksi intim antara keduanya. diam-diam Angell tersenyum penuh rencana.


Pendeta menatap Rafael dan Tari dan tersenyum ikut bahagia. dan mulai melantunkan doa-doa pertanda acara pemberkatan pernikahan akan dimulai..


Mereka saling menatap dengan penuh senyuman....


meski ini adalah pernikahan sementara baginya namun Zefanya merasa sangat bahagia. ia bisa merasakan menjadi pengantin yang memakai gaun mewah dan mahal. ia merasa haru dan hampir meneteskan airmata, ketika pendeta mengatakan mereka sudah sah menjadi pasangan suami-istri, dihadapan Tuhan dan Negara.


Rafael menggenggam jemarinya dengan lembut ketika tiba waktu ciuman. Rafael menatapnya..setelah menariknya mendekat jatuh kedalam pelukannya.


"Kau sangat cantik, jadi jangan rusak riasanmu dengan airmata Zefanya." tatap Rafael tenang.


"Aku...sangat senang Rafael, terimakasih..meski pernikahan ini....."


"Sssttt...Rafael menyentuh bibir Zefanya dengan jarinya. tidak baik mengatakan hal itu di dalam Gereja sayang, Tuhan akan marah pada kita berdua."


"Baiklah."


"Jangan memikirkan itu dan mari kita jalani saja bagaimana." tawar Rafael menaikan sudut bibirnya.


"Baiklah terimakasih."


"Apa kau siap untuk ciuman."? lirik Rafael tak sabar.


Zefanya mengangguk...

__ADS_1


Rafaelpun mendekati Zefanya dan sesaat kemudian melum** bibir wanita yang telah menjadi istrinya itu hangat dan lama. hingga ruangan seketika berubah menjadi riuh tepuk tangan dan sorak-sorai,sementara dari bangku para tamu seorang wanita menatap mereka dengan rasa iri yang begitu kuat. airmatanya tumpah..penyesalannya tidak berujung. yah..siapa lagi kalau bukan Elena Rive.


"Seharusnya aku yang berada disana bersama Rafael...aku akan mencari cara atau kelemahanmu Zefanya..aku harus kembali ke posisiku semula." ucap Elena dengan sorot mata tajam.....


Ketika selesai para tamu dan keluarga mendekati mereka dan memberi selamat.. dan mereka membalas satu persatu.


Roni dan Aleta dan tentu saja Elena mendekati Rafael dan memberi selamat.


"Rafael dan Zefanya selamat atas pernikahan kalian." ucap Roni dan Aleta tersenyum tulus, sambil mengulurkan tangan.


"Terimakasih papa Roni dan mama Aleta." ucap Rafael membalas uluran tangan mereka juga Zefanya yang ikut tersenyum.


Lalu tibalah Elena yang mendekat pada mereka, ia terlihat cantik seperti biasa, namun ada sedikit perbedaan, wajah lugunya hilang dan diganti makeup tebal dan tatapan tajam.


Zefanya menatap Rafael yang sedang menatap Elena dengan begitu dalam. dan entah mengapa jauh di dasar hatinya Zefanya merasa cemburu.


"Selamat atas pernikahan kalian berdua Rafael dan Zefanya." tatapan Elena berubah semakin menajam pada saat menatap Zefanya.


"Terimakasih Elena." udap Rafael dan juga Zefanya....


"Apakah kau senang Zefanya, kau benar-benar menjadi Cindirela dalam semalam, apakah kau...tidak merencanakan ini sebelumnya."? tatap Elena curiga.


"Jika kau kesini hanya untuk membuat keributan, maka pergilah karna pintu ruangan ini terbuka lebar untuk membawamu keluar." Rafael mengepalkan tangannya.


"Kau sudah berubah Rafael..dan aku curiga ini semua karna penyihir ini kan."?


"Diam...astaga, mengapa kau membuat pernikahanku menjadi kacau Elena."?


"Yah...kau benar-benar kasar Rafael, dan aku tidak akan tinggal diam. wanita miskin ini tak akan lama menguasaimu karna aku....tidak akan membiarkannya." ucap Elena dengan senyuman licik, lalu meninggalkan mereka berdua.


"Wanita itu benar-benar gila." desah Rafael jengkel.


"Sudahlah....biarkan saja Rafael, jangan marah lagi." ucap Zefanya kembali mengusap lengannya menenangkan.


"Yah...terimakasih istriku." Rafael tersenyum. ia menjadi lebih tenang sekarang.


Hai...Readerku sayang, terimakasih dukungannya selama ini.


Tetap dukung author yah..dengan Like, Koment, dan Vote, biar author semangat Up setiap hari..


Bagi yang tanya..kapan Part Angell lagi..


Tenang ajah..nanti author lanjut Part Angell pas di Season yang ke 3 hanya khusus kisah Angell saja...dan Author tetap lanjut disini yah..di Season 3 menampilkan anak Angell juga..jadi ditunggu aja yah, setelah Part Rafael-Zefanya selesai.....sehat selalu semuanya..💝💝

__ADS_1


__ADS_2