
Tari melebarkan matanya dengan ekspresi tidak percaya ketika mobilnya mulai di bongkar dan di dorong menuju pinggir jurang yang sangat dalam di ujung jembatan..sementara Wilard masih memeluk tubuhnya dengan erat..
Tari mendongakan wajahnya menatap Wilard yang memang jauh lebih tinggi darinya. matanya basah membayangkan kemungkinan dikepalanya..
"Kau...mau apakan mobilku."?
"Membakarnya dan menghilangkannya dari dunia, berikut hidupmu." desis Wilard tajam...
"Kau mau membakarku di dalam mobil itu."?
"Jika kau tidak menutup mulutmu dan tetap menguji kesabaranku mungkin aku akan membakarmu disana." ucap Wilard santai.
Tari spontan menutup mulutnya dan menggeleng...
Tanpa di duga Wilard, gadis di hadapannya memegang lengan pria itu seolah menggantungkan hidup, memperlihatkan wajahnya yang menggemaskan Wilard tak mampu untuk tidak menatapnya..
"Bisakah aku mengambil kue buatan mama di dalam mobil."? bisik Tari memohon...
"Ironis sekali kemarin kau menembakku dengan wajah dingin dan kejam lalu sekarang kau memohon padaku..aapa kau berpikir aku segila itu untuk mengabulkan keinginanmu."? ucap Wilard dingin..
Tari memejamkan matanya dengan kuat, sial..dia tipe pendendam.....
Seorang anak buahnya mendatangi mereka dan menunduk...
"Kami akan memulainya sekarang tuan."
Baru saja Wilard akan bicara, Tari kembali menggapai lengan Wilard dengan ekspresi sangat sedih...
"Aku mohon jangan bakar kue buatan mama,dan juga ada...ada boneka kesayanganku aku tak bisa tidur tanpanya...aku mohon..." Tari melipat tangannya..
Wilard terdiam sebentar, lalu meminta anak buahnya mengambil apa yang di inginkan Tari.....
Gadis itu memeluk boneka anjing kecilnya dengan sayang lalu kotak kue dari sang mama, sedangkan Wilard hanya menatapnya tanpa ekspresi...
"Tuan...kami akan melakukannya sekarang."
"Baiklah..lakukan sekarang." ucap Wilard dengan nada tenang.
Sesaat kemudian terdengar bunyi mobil yang jatuh kedalam jurang dan meledak seketika...
Tari terlalu terkejut langsung memeluk tubuh Wilard dengan gemetar, baru pertama kali di dalam hidupnya ia mendengar suara ledakan yang begitu keras...Wilard membeku dengan pelukan Tari, gadis itu memeluk tanpa berpikir siapa yang tengah di peluknya saat ini..wajahnya di tenggelamkan di dada bidang Wilard..
hingga pria itu hanya menatap Tari dengan pandangan yang dalam.
"Kau benar-benar membakar mobilku."? desah Tari memejamkan matanya.
"Aku membakar hidupmu yang lama Tari."
"Hah."?
__ADS_1
Tari melepaskan pelukannya dan menatap Wilard dengan tajam...
"Apakah kau sedang merencanakan sesuatu."?
"Yah..dan kau ada di dalam rencanaku Tari." ucap Wilard dingin..
"Tapi kau...."
Wilard menahan tubuh Tari dengan telunjuknya dan bersedekap dengan wajah yang mengerikan...
"Ini pertama kalinya aku membiarkanmu menyentuhku Tari dan terakhir kalinya bagimu untuk mengujiku..aku tidak akan bersabar denganmu lain kali."ucap Wilard penuh ancaman.
"Baiklah aku janji paman."
"Paman....? ulang Wilard kesal...aku akan memotong lidahmu jika kau memanggilku seperti itu." ancamnya sembari menarik Tari dari jaketnya yang kebesaran di tubuh kecilnya lalu membawanya ke dalam mobill, membuka pintu dan melemparkan tubuh Tari ke dalam mobil lalu Wilard masuk kedalamnya.
Tari membeku sesaat merasa takut, bagaimanapun ia seorang perempuan dengan lelaki asing yang jauh lebih tua darinya dan kenyataan yang memberatkannya adalah Tari menembak Wilard beberapa hari lalu kemudian ia tertangkap sekarang tanpa tau nasipnya bahkan beberapa detik kedepan...
"Apakah pria ini akan membunuhnya sekarang, menculiknya atau menyiksanya sampai mati. mengingat Wilard adalah seorang psikopat kejam. membunuh bukan hal yang berat untuknya..
Apakah hidupnya benar-benar berakhir di usia semuda ini...Tari memejamkan matanya..
"Apa yang kau pikirkan Tari Arneta."? bisik Wilard sembari memegang sebuah pisau kecil yang terlihat sangat tajam dan berkilat-kilat.
"Apa kau akan membunuhku dengan pisau itu."? ucap Tari dengan gugup, matanya masih tajam menatap pisau itu.
Wilard tertawa...
"Itu..karna aku terinspirasi drama..dan juga naluri untuk membela kakakku." ucap Tari dengan suara yang bergetar.
Wilard menanggukan kepala dengan cuek..
"Aku punya hoby untuk menyiksa...apalagi pada seseorang yang menguji kesabaranku..aku akan dengan senang hati memberinya rasa sakit." desis Wilard dengan mata yang menyipit..
"Jangan bunuh aku.." jerit Tari memohon...
"Karna itu duduk dan diamlah disitu jangan banyak bertanya..atau kau akan merasakan penyiksaanku."
"Baiklah...aku diam." Tari tersenyum lagi-lagi itu tampak manis di mata Wilard. pria itu melonggarkan tenggorokannya dan berdehem...
Wilard mulai menghidupkan mesin mobil dan melaju dengan kencang....membelah malam.
💝💝
Livia jatuh pingsan mendengar kabar yang diterimanya pagi ini. bahkan berita itu masuk di dalam berita swasta di kota ini....
TARI WINS, SEORANG PUTRI PENGUSAHA TERKENAL RUSELL WINS, MENINGGAL DALAM KECELAKAAN TUNGGALL.
Semua sudah berkumpul di ruang tamu kediaman Rusell Wins dengan wajah penuh duka, Rusell, Alex dan Rafael sedang menuju lokasi dan memastikan kebenaran yang di terima mereka pagi ini.
__ADS_1
Zefanya, mama Livia dan Angell masih menangis dengan kesedihan yang dalam.
"Bagaimana mungkin Tari meninggalkan kita secepat ini..tidak mungkin." tangis Livia dengan kesedihan luar biasa.
"Mama..tenanglah, mama akan sakit kalau begini terus." ucap Zefanya berusaha tegar walau ia sendiri sangat hancur menerima berita pagi ini.
"Dialah penghiburku Zefa..Angell, dia adalah penjaga mama dan papa..mengapa dia tega meninggalkan mama sendiri, mengapa..." isak wanita paruh baya itu semakin sesegukan.
"Mama...mungkin saja itu orang lain, kita harus menunggu sampai Papa, Alex dan Rafael kembali." ucap Angell berusaha membujuk.
Livia mengangguk walau hatinya sakit sekali, airmatanya terus dan terus mengalir membayangkan kehilangan Tari, rasanya ia tak sanggup menjalani hidupnya seperti dahulu.
Suara mobil memasuki garasi membuat mereka menoleh tidak sabar....tak berapa lama kemudian, Alex,Rusell dan Rafael muncul dengan wajah yang pucat dan kesedihan luar biasa..
"Bagaimana..itu bukan Tari kan..."? seru Livia dengan histeris.
"Maafkan kami Mah..tapi berita itu memang benar, Tari memang meninggal di dalam kecelakaan itu diduga karna mengantuk, mobilnya oleng dan masuk ke dalam jurang dan...tubuhnya hangus terbakar..." ucap Rusell memeluk istrinya dengan kuat..
"Tidak....." jerit Livia histeris lalu jatuh pingsan di ikuti Zefanya yang juga jatuh pingsan....
Masing-masing memegang istrinya dengan wajah penuh duka luar biasa....
💛💛
Tari terbangun dengan guncangan keras di bahunya, ia membuka mata dan terkejut melihat seorang pria seumuran dengannya memakai seragam pelayan menatapnya dengan aneh, dan yang lebih membuatnya terkejut adalah di berada di sebuah kamar sederhana, seperti kamar pelayan.
"Kau siapa."? tanya Tari mengerutkan kening.
"Aku Charly, pelayan tuan Wilard."
"Pelayan..."?
"Yah...kau pasti pelayan baru disini."?
"Pelayan baru...kita dimana."?
Pria muda itu tertawa...
"Kita berada di pulau milik tuan Wilard."
"Apa."?
Tari melompat turun dari ranjang dengan histeris, ia membuka pintu kamar lebar-lebar dan menjadi pucat, ia menatap sekelilingnya. dan menyadari ia berada di tengah pulau yang di kelilingi laut lepas. tubuhnya merinding..
Sejak kapan dia disitu, sejak kapan Wilard membawanya...berapa lama dia tertidur..?
"Dimana tuan Wilard."
"Ada dirumah besar..tunggu kau tidak bisa kesana Tari..."
__ADS_1
"Diam...ini hidupku dan berhenti ikut campur, kita tidak saling mengenal bukan."? ucap Tari dengan tajam...
Tari berlari dengan kuat menuju rumah besar dengan langkah yang lebar....