
Alex mengemudikan mobilnya menuju luar kota, lebih tepatnya ke arah tebing di dataran tinggi yang luas... sepanjang perjalanan ia hanya terdiam memberi waktu Mike agar meredakan sisa-sisa kemarahan yang tersimpan di dalam dada putranya.
Alex menghela nafas, ia telah memutuskan jika ia akan mengatakan dengan jujur pada Mike bahwa dirinya adalah ayah kandung Mike, ia tak ingin jika putranya hidup dengan kesepian, Mike berhak mendapatkan kasih sayangnya, Mike berhak menikmati semua yang telah di hasilkan Alex selama bertahun-tahun, Mike akan menjadi penerusnya, dan Alex tidak sabar lagi menghadapi reaksi Mike tentang dirinya.
Mobil itu sampai dan Alex mematikan mesin mobil. ia menatap ke arah Mike yang masih terdiam seolah tenggelam bersama pikirannya sendiri.
"Keluarlah tampan dan kau bisa mengeluarkan segala amarahmu lalu kau akan merasa lega..aku berjanji." ucap Alex dengan tatapan sungguh-sungguh.
Mike menatap ke depan mobil tepatnya pemandangan dataran tinggi yang luas. ia perlahan tersenyum lalu menganggukan kepala tanda setuju.
Mike lalu membuka pintu mobil dan keluar dari sana dengan langkah yang berat, sebentar lagi usianya akan memasuki 12 tahun dan bersama itu ia mulai mampu mengendalikan dirinya, walau belum sepenuhnya yah tentang bundanya ia masih sedikit kecewa.
Alex membawa minuman dingin yang tadi ia beli di minimarket, meletakannya di atas badan mobil pria dewasa itu lalu memandang putranya.
"Dulu sewaktu aku masih seusiamu jika aku sedang marah maka aku akan ke tempat ini untuk melepaskan segala amarahku." ucap Alex membuat Mike tertarik.
"Akan kucoba paman." ucap Mike setuju.
Ia kemudian melangkah maju dan mulai menarik nafas..memandang sekelilingnya yang begitu luas dengan udara yang sejuk.
Mike merasakan kemarahan yang tadi ia tahan mulai naik ke permukaan, segala kekecewaan, rasa kesal, benci dan dendam yang begitu besar membuatnya mulai meneteskan airmata...
"Bunda....mengapa kau tidak mencintaiku.....mengapa kau selalu saja menganggap aku anak yang kuat...mengapa......" tangis Mike dengan rasa sedih yang dalam...
Alex yang mendengar semua itu hanya mampu terdiam, ia juga merasakan kesakitan yang tergambar jelas di wajah Mike..ia masih berdiri dalam diamnya menunggu Mike melampiaskan kemarahannya saat ini.
"Bunda...apa salahku, aku juga ingin seperti teman-temanku yang lain. aku ingin punya keluarga yang utuh, aku ingin bunda mencintaiku lagi seperti dulu bunda..." Mike jatuh tersungkur dengan isakan yang begitu, menyayat hatinya.
Alex merasa cukup mendengar jeritan hati putranya karna terlalu menyakitkan baginya mendengar tangisan Mike. rasa bersalah kembali menghantuinya. mengapa dulu dia meninggalkan putranya, mengapa dia mengalah..mengapa dia justru datang sangat terlambat di saat putranya sudah terluka parah...
"Cukup Mike." ucap Alex meraih tubuh yang sudah mulai remaja itu untuk berdiri berhadapan. menatapnya dengan sangat tajam.. sambil memegang bahunya menyalurkan kekuatan.
__ADS_1
"Kau sudah merasa puas sekarang."?
"Yah..aku sudah merasa lebih baik paman." Mike menghela nafasnya yang terasa lebih ringan dari tadi.
"Bagus." ucap Alex tersenyum lalu menuntun Mike untuk duduk di atas badan mobil sambil meletakan minuman dingin di samping Mike.
"Terimakasih paman, aku sangat bersyukur bertemu denganmu aku merasa leih baik dan terlindungi." ucap Mike dengan jujur.
"Maaf karna membuatmu menunggu lama..maaf karna aku tidak ada disisihmu ketika kau sangat membutuhkan aku....." Alex menatap Mike sekilas untuk kemudian kembali menatap pemandangan gunung dan lembah dari atas ketinggian.
Mike meletakan minuman di sampingnya dan berfokus pada kalimat yang baru saja di ucapkan paman Alex...dahinya membentuk kerutan dalam...
"Mengapa berbicara seperti itu paman, seharusnya kau tidak perlu meminta maaf apalagi merasa bersalah..ini hidupku sendiri, dan kita tak ada hubungan apa-apa." ucap Mike menatap tajam.
Alex tertawa dengan kesedihan yang terpancar jelas dari wajahnya, ingatan bayangan masa lalu mau tak mau kembali menguak luka yang begitu rapat ia simpan.
"Aku tumbuh tanpa tau siapa orangtuaku Mike, dan itu sangat menyakitkan bagiku." ucap Alex penuh sesal.
"Mereka meninggalkan paman di panti asuhan..dan paman tidak tau dimana mereka sekarang Mike."
"Ternyata bukan aku saja yang punya kisah menyedihkan." ucap Mike lega.
"Sekarang kau punya teman Mike." ucap Alex dengan senyuman...
"Kau tampak kuat dan keren paman."
"Kau akan menjadi sepertiku ketika besar nanti Mike."
"Bolehkah aku menyamakan nasip kita...meski aku punya bunda tapi dia sama sekali tidak perduli kepadaku." ucap Mike yang langsung dibantah oleh Alex.
"Kau tidak boleh mengatakan sesuatu yang buruk tentang bundamu Mike.' ucap Alex dengan nada yang tegas hingga Mike terdiam.
__ADS_1
"Paman Alex kau kenapa..mengapa kau marah."?
"Bunda adalah peremuan pertama yang mencintaimu di dunia Mike, hanya saja kau belum mengerti karna kau belum dewasa..kelak kau akan menyadarinya."
"Aku minta maaf paman." ucap Mike menundukan kepalanya dengan dalam.
"Mike...aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu, kau boleh membenciku ketika tau kebenarannya..kau bisa marah..aku akan menerimanya Mike, tapi aku hanya ingin mengatakan bahwa aku mencintaimu Mike, sejak kau lahir."
Mike mengerutkan dahi.....
"Aapa maksdu paman.."? tanya Mike dengan wajah serius.
Alex menghela nafas sebelum menceritakan semuanya, ia yakin inilah saat yang tepat baginya untuk mengatakannya dengan jujur pada Mike, dan membiarkan kebenaran itu menyatukan mereka, untuk saat ini Alex hanya pasrah dengan kenyataan yang akan di terimanya dari reaksi Mike.
''Katakan paman...aku benar-benar penasaran ada apa."? ucap Mike menatap dengan tajam.
Alex menatap putranya dengan senyum yang terlihat sedih.
"Bagaimana jika ayah kandungmu masih hidup."? tanya Alex membuat Mike terdiam..
''Itu tidak mungkin paman..maafkan aku tapi aku tidak bisa menjawabmu bukankah papaku sudah meninggal..paman juga tau kan, kata bunda paman dan bunda berteman baik dulu dan tidak mungkin paman tidak tau papa Wili...aku tidak mengerti mengapa orang dewasa selalu rumit ketika bicara aku..."
"Mike..aku adalah ayah kandungmu yang sebenarnya.." ucap Alex dengan suara yang tajam dan begitu tegas hingga Mike kehilangan suaranya.
Matanya melebar dengan ekspresi tidak percaya, namun kontras dengan airmata yang menetes di wajahnya..tidak mungkin paman Alex adalah ayahnya, tidak.....Mike melompat turun dari badan mobil kemudian menatap Alex dengan tatapan terluka...
"Aku tau paman sedang menjadi kekasih bunda, aku tau jika paman berusaha menghiburku agar ketika kalian menikah nanti aku bisa menganggapmu ayahku...tapi jangan berbohong kepadaku paman..meski aku hanya seorang anak." ucap Mike dengan gemetar.
Alex mengangkat wajahnya hingga tatapan mereka bertemu, dan kemiripan itu begitu nyata di wajah keduanya..Mike baru menyadari itu sekarang, dari wajah, warna mata..tatapan, bahkan walau dari jarak jauh mereka masih begitu mirip.....Mike menghela nafasnya...apakah ini kenyataan?
"Aku benar-benar adalah Ayah kandungmu Mike." desis Alex dengan suara yang begitu tajam.......
__ADS_1