
"Dia adalah anakku Livia, bayi itu adalah anakku." ucap Rusell tegas menatap mata Livia dengan penuh arti.
Livia ternganga dengan pernyataan Rusel yang membuatnya harus menelan umpatan yang akan keluar dari mulutnya..Livia memijit dahinya merasa bersalah karna menuduh Rusell.
"Jadi bayi itu adalah anakkmu."? ulang Livia menaikan alis.
🤍
"Kau benar sekali Livia."
Livia melonggarkan tenggorokan, pria adalah Ayah bayi cantik itu..bagaimana mungkin. menilik keseluruhan pria kejam ini rasanya tidak masuk akal jika mereka adalah Ayah dan anak. Livia memijit pelipisnya sebentar.
"Jadi jika kau adalah Ayahnya lalu dimana Ibunya, seharusnya anakmu di asuh oleh Ibu kandungnya." ucap Livia mengerutkan dahi.
Rusel terdiam sesaat bicara tentang Angel itu berarti mau tak mau ia harus mengingat Mutia. dan itu adalah hal tersulit baginya.
"Namanya Angel Ibunya meninggal ketika melahirkannya..dan aku butuh seorang pengasuh untuknya." ucapnya dengan penekanan yang kentara.
Livia lagi-lagi kehilangan kata, bayi cantik itu kehilangan ibunya..entah mengapa hatinya menjadi sedih.
"Aku tau betapa sulitnya ini bagimu..membesarkan Angel seorang diri tapi Rusel mengapa aku."
Livia menggeleng..
__ADS_1
"Aku punya kehidupanku sendiri Rusell, aku hanya seorang gadis 20 tahun. aku belum pernah punya anak semestinya kau mencari seseorang yang pantas untuk menjaga Angel."
"Angel yang memilihmu Livia, ketika kau menghentikan tangisannya, itu adalah tanda jika dia memilihmu."
"Apa...."?
"Anak itu sendiri yang memilihmu dan anggap saja itu adalah takdirmu Livia morens."
Livia membeku untuk sesaat ia tak mampu menjawab semua yang dikatakan Rusel dengan egois. apakah itu berarti kehidupannya sebagai Livia Morens sudah berakhir."?
dan ia harus hidup dengan menjadi pengasuh seorang bayi kecil yang bahkan ia sendiri tidak punya pengalaman apapun tentang cara mengasuh bayi. memang ia jatuh cinta ketika pertama kalinya melihat Angel..namun bukan berarti ia harus mengorbankan hidupnya. itu tidak adil dan tidak masuk akal. Rusell adalah orang asing baginya, pria yang tampak kejam dan dingin. Livia tidak sanggup membayangkan selamanya tinggal di bawah tekanan pria ini.
Livia menatap Rusell yang begitu santai dan melangkah menuju pintu untuk meninggalkan Livia. memarinya terkepal.
Livia berdiri dengan tatapan yang tegas, ia tidak akan membiarkan lelaki ini melakukan apa yang ia suka.. tidak, ia adalah Livia Morens putri tunggal dari pengusaha kaya raya. ia akan meminta Ayahnya untuk menjemputnya.
"Kau tidak punya pilihan Livia." balas Rusell tenang, ia membalikan tubuhnya dan berdiri saling menantang satu sama lain.
"Kau pria brengsek yang kejam, kau menculikku dari kehidupanku aku tidak akan melakukan semua yang kau mau Rusell, kembalikan aku pada keluargaku." jerit Livia histeris.
Livia tidak sempat menghindar ketika Rusell menerjang tubuhnya mengarahkan Livia pada meja panjang berwarna putih yang tak jauh dari tempat mereka berdiri. dan menghempaskan tubuh Livia hingga gadis itu terbaring paksa dengan posisi terlentang disana.
Rusell bergerak mendekatkan wajahnya.di wajah Livia yang begitu cantik. di usia mudanya layaknya bunga yang baru mekar, harumnya tubuh Livia yang memabukkan seketika mampu mengetarkan Rusell.
__ADS_1
Livia menjadi panik seketika, sungguh semua perlakuan Rusell yang spontan dan nekat terasa asing dan membuat jantungnya berdebar kencang.
"Jika kau menolak untuk menjadi pengasuh Angel, maka aku akan menjadikanmu sebagai wanita pemuasku ditempat tidur." ucapnya kejam
Airmata Livia mengalir tidak pernah ia mendengarkan kata-kata sekejam itu seumur hidupnya. tubuhnya menggigil membayangkan semua yang akan terjadi kepadanya jika ia tidak menurut.
"Aku tidak sudi Rusell."
"Maka menurutlah jadilah pengasuh Angel dan kau akan aman."
"Rusell." tangis Livia sangat putus asa. berada ditempat yang tidak ia kenali. jauh dari orangtua yang selalu memanjakannya Livia menjadi sangat marah. namun ia tidak berdaya..ia juga merindukan Roni tunangannya.
"Berapa lama." ucap Livia tercekat.
Rusell tersenyum kejam menikmati wajah ketakutan Livia.
"Sampai aku yang memutuskan melepaskanmu."
Rusell tertawa..
"Ingatlah baik-baik Livia..jangan coba kabur atau meminta tolong pada siapapun karna mudah bagiku untuk menghancurkan keluargamu dan melempar mereka ke jalanan."
Livia memejamkan matanya dengan kesedihan yang tak henti menyapanya ketika ia bangun dari tidur. hatinya hancur menyadari masa depannya sudah gelap. dia tidak mengenal siapa Rusell namun ia tau pria ini punya kekuasaan dan bukan pria biasa. Livia takut jika sesuatu terjadi kepada orangtuanya melalui ancaman terbuka Rusell.
__ADS_1