
Perusahaan SM.....
Mikha tengah memeriksa laporan keuangan sebelum ia menjabat yang sebelumnya di pegang oleh Stela kakaknya, dahinya mengerut ketika menemukan pengembungan data pengeluaran yang begitu besar. Mikha sungguh tak mengerti mengapa Stela ingin menghancurkan perusahaan ini. dengan mencuri uang sebanyak itu. kalau papa tau maka Mikha tak tau apa yang mampu di lakukan papa pada Stela.
"Apa nona Stela sudah ada diruangannya."
"Maaf nona, tapi sepertinya nona Stela belum sampai."
Mikha mengerang........sudah jam 9 dan Stela benar-benar sengaja menguji kesabarannya.
"Dita jika dia datang maka suruh dia menghadap kepadaku.'' ucap Mikha pelan.
"Baik nona Mikha." gadis manis itu segera pergi meninggalkan ruangan..
Untuk apa uang sebanyak itu di ambil Stela, apakah kebiasaannya benar-benar sulit untuk ia hilangkan.? Mikha memejamkan mata, sepertinya mengubah satu kebiasaan buruk perlu tenaga dan kesabaran lebih. baru hari pertama dan Mikha langsung di uji dengan kelakuan Stela.
Pintu ruangannya di ketuk dan tak lama kemudian terbuka lalu tampak Stela disana berdiri dengan wajah beku...mereka bertatapan dengan tajam.
Mika bangkit dari tempat duduknya dan bersedekap...
"Kau benar-benar ingin mengujiku yah..." desis Mikha tajam...
Stela menundukan kepalanya dengan airmata yang menetes....
"Kau kejam sekali padaku Mikha." ucap Stela sesegukan..
Mikha menggeleng..kakaknya menagis adalah hal yang paling mustahil, ia berubah dalam semalam, mungkin itu tanda kiamat. batin Mikha kesal, dia tidak akan tertipu..
"Hentikan tangisnya kak, masih terlalu pagi untuk memulai drama." ucap Mikha tajam.
Stela memutar bola matanya jengkel, aktingnya tidak berguna di hadapan adikknya, Stela menghapus airmatanya dan mendekati Mikha...matanya berbinar bahagia..sungguh bahagia..
"Katakan..kau mau menghukumku apa."? tanya Stela tak sabar.
Apa kakaknya terbentur sesuatu semalam, mengapa sikapnya jadi aneh..Mikha mematung sebentar berusaha mencari celah tersembunyi di mata Stela..kali ini apa yang sedang ia recanakan.?
Mikha mengangguk.....lalu menjauhi Stela sambil berpikir sejenak..
"Kakak....sebelum kau menerima hukumanmu maka kau harus jujur padaku." ucap Mikha dengan wajah serius..
"Katakan."
"Apa kakak diam-diam mencuri uang perusahaan."?
__ADS_1
Wajah Stela menjadi pucat, ia melonggarkan tenggorokannya memalingkan wajahnya dari tatapan tajam Mikha..
"Anak buah kepercayaanku menghianatiku Mikha, akupun sedang menyelidikinya." ucap Stela dengan wajah sendu.
"Aku ingatkan sekali lagi jika kau berbohong maka aku akan benar-benar marah kakak."
"Silahkan saja Mikha..aku benar-benar tidak tau apa yang kau tuduhkan, silahkan menyelidiki aku karna kau tidak akan menemukan apapun...aku tidak mungkin menghianati perusahaan kita." Stela menguatkan tatapannya...
"Baguslah kalau begitu, karna aku tidak akan memaafkan pelakunya, kali ini dia akan membusuk di penjara." ucap Mikha tersenyum..
Dada Stela bergemuruh, beraninya anak ini mengancamnya hanya karna sekarang dia menjadi pemimpin di perusahaan. Stela mengepalkan tangannya dengan kuat. Stela berjanji sebelum semuanya terbongkar maka Mikha mungkin sudah mati di tangan Damian..
"Aku juga tidak sabar membuktikan bahwa aku tidak bersalah." ucap Stela tersenyum dengan wajah polos...
💝💝
Betapa terkejutnya Stela ketika di tugaskan Mikha untuk terjun ke lapangan dan mensurvei pekerjaan Hotel yang akan segera di bangun. Stela di tugaskan bersama seorang Arsitek untuk mendampinginya bersama asistennya hanya satu orang..
Seorang Stela yang kulitnya selalu terjaga, dan nyaris tak pernah kena matahari secara langsung. namun kini Stela bahkan harus rela kulit mulusnya terbakar sinar matahari dan debu di sepanjang lokasi proyek.
"Nona Stela silahkan masuk ke mobil." ucap Seorang pria berkulit coklat namun tampan itu kepadanya.
Stela mengepalkan tangannya sungguh kesal...
"Nona bisa merawatnya lagi."ucap pria itu di belakangnya...
"Merawatnya....beraninya kau...siapa namamu."?
"Dika...namaku Dika." ucap Arsitek muda itu tersenyum......
Stela mengeraskan tatapannya, pria ini tampak sangat rendahan, meski wajahnya tampan namun jelas dia pasti pria biasa yang sedang beruntung di ambil Mikha dari jalanan dan kini menjadi Arsitek.
"Tutup mulutmu rapat-rapat Dika atau siapapun kau...jika kau sengaja ingin menghinaku maka..."
"Aku.....janji akan menjaga sikapku." pria itu tersenyum minta maaf....
"Ayo kita pergi." ucap Stela lebih dahulu masuk ke mobil.
💞💞
Hari sudah sore, sudah saatnya untuk pulang dan Mikha melangkah keluar gedung sambil tersenyum ia sungguh merasa lucu atas laporan Dika kalau Stela sangat marah dan bertingkah di lokasi proyek, kakaknya yang selalu menyanjung kulit mulusnya kini harus rela terbakar karna tugas yang di berikannya... Mikha sungguh merasa lega, ia tau jika Stela tidak akan diam saja dan akan membalasnya, Mikha sudah menyiapkan diri...
sudah saatnya Stela belajar untuk menerima resiko dari kesalahannya...
__ADS_1
Bunyi Klakson mobil membuat Mikha terkejut, ia menoleh dan langsung tersenyum....ketika menyadari Martin keluar dari sana.....ia melompat senang ke arah Martin, dan pria itu mengangkat tubuhnya dengan gerakan berputar...
"Aku akan merindukanmu sayang." bisik Mikha tak ingin melepaskan pelukannya..
"Cuma seminggu aku pergi sayang, dan aku janji tidak akan meninggalkanmu."ucap Martin mengecup dahi kekasihnya..
"Untuk apa kau pergi keluar negri."?
"Menemui pamanku, aku ingin mengenalkannya padamu sayang..."
"Mengenalkannya padaku, baiklah..aku tidak sabar lagi." ucap Mikha tersenyum...
"Setelah aku kembali aku akan melamarmu." bisik Martin kembali meraih Mikha di dalam pelukannya..
"Baiklah..aku tidak sabar lagi untuk menjadi istrimu sayang." ucap Mikha dengan mata berbinar...
"Ayo kita pergi.."
"Baiklah."
Martin menuntun Mikha menuju mobil dan segera melaju membelah jalan di depannya...
Sementara dari jauh tampak sebuah mobil hitam sedari tadi mengawasi Mikha...Seorang pria dewasa tampak menatap tajam ke arah pasangan tadi,
"Mikha Aksana....aku bersumpah kau akan membayar apa yang kau lakukan pada istriku dan juga melukai anakku..kau akan mati." desis Damian dengan tatapan terbakar....
❤❤❤
Di sebuah Mansion yang indah terletak jauh dari kota, tampak seorang anak lelaki berusia 5 tahun sedang bermain sendirian, anak itu duduk di atas batu sambil melemparkan batu kedalam kolam di hadapannya,sementara beberapa pria berbadan tegap berjaga di belakangnya...
"Aku bosan...bisakah aku di ajak ke Mall untuk bermain."? ucap anak tampan itu pada seorang bodyguardnya...
Pria di belakangnya menunduk hormat,
"Maaf tuan muda Dion, tapi kami tidak bisa membawa tuan muda pergi tanpa seisin tuan besar..."
Dion, menghela nafasnya, ia sudah bosan..dan ingin bermain bersama seseorang yang lain, hidupnya sungguh kosong sejak kematian Ibunya, ia sudah tidak menemukan senyuman di wajah ayahnya, jangankan untuk bermain bersikap lembut pun sudah jarang di lakukan ayah. mereka selalu hidup berpindah tempat dan negara ini menjadi negara kesekian yang dikunjungi Dion, namun ia tak pernah punya seorang teman sebaya. ia selalu di kelilingi pria berbadan tegap dan berbaju hitam...Dion sangat kesal..namun sangat takut membuat ayahnya marah....
Sebuah mobil mewah memasuki gerbang dan berhenti tepat di depan pintu mansion, tampak ayahnya Damian keluar dari sana dengan wajah bekunya. keduanya bertatapan dari kejauhan..
Dion seketika berdiri dan menunduk hormat pada sang ayah yang kemudian melangkah ke dalam mansion meninggalkannya,
Dion kembali menjatuhkan tubuhnya dengan kesepian yang menyiksa, lama duduk disana matanya berkaca-kaca....
__ADS_1
"Seandainya ibu masih ada." bisiknya menundukan kepalanya dengan isakan sedih. beberapa pria di belakangnya hanya mampu menghela nafas ikut laut dalam kesedihan Dion...